<?xml version="1.0" encoding="utf-8" ?>			<rss version="2.0">				<channel>					<title>as-Sunnah Feed Aggregator</title> 					<link>http://rss.assunnah.me/</link>					<description>Feed aggregator dari situs-situs, blog-blog dan milis-milis Sunnah. Semua dalam satu tempat.</description><item>						 <title>Edisi Agustus 2010: Cepat Kaya Bisnis Herbal</title>						 <link>http://majalah.pengusahamuslim.com/2010/07/30/edisi-agustus-2010-cepat-kaya-bisnis-herbal/</link>						 <description><![CDATA[<p><strong>DARI REDAKSI</strong></p>
<p>Belakangan ini, perkembangan bisnis pengobatan tradisional atau pengobatan alternatif demikian marak. Jumlah pelaku bisnis di bidang pengobatan tradisional ini tumbuh dengan sangat pesat. Tengok saja iklan yang tampil di berbagai media massa cetak. Dari tabloid, majalah, hingga surat kabar harian dipenuhi oleh iklan-iklan pengobatan alternatif. Baik yang berskala nasional maupun media lokal yang terbit di berbagai daerah.</p>
<p></p>
<p>Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) mencatat pesatnya perkembangan iklan yang dipasang para pelaku bisnis pengobatan alternatif sebagai sesuatu yang mencengangkan. Data PPPI tahun 2004 memperlihatkan bahwa belanja iklan bidang pengobatan tradisional menduduki posisi 11 dari 20 top belanja iklan secara nasional dengan jumlah mencapai Rp 121 bilion. Rekor ini mengalami kenaikan pada tahun 2005 dengan posisi 8 besar dengan nilai belanja iklan mencapai Rp 136 bilion. Sebuah jumlah yang sangat fantastik.</p>
<p>Harus diakui, pesatnya pertumbuhan bisnis pengobatan tradisional atau alternatif tak luput dari perubahan paradigma global terhadap kebutuhan kesehatan yang aman dan relative murah. Masyarakat dunia pun lebih memilih untuk hidup sehat secara alami dengan kembali ke alam (back to nature). Selain merubah perilaku dan gaya hidupnya, masyarakatpun lebih memilih pengobatan alternatif atau pengobatan tradisional dalam mencari kesembuhan terhadap penyakit yang dideritanya, tentunya dengan menghindari pengobatan modern yang cenderung makin mahal dan tidak aman akibat penggunaan bahan-bahan kimiawi. Penggunaan istilah pengobatan tradisional untuk menunjuk pengobatan alami atau dengan menggunakan bahan-bahan alam, seringkali disalahartikan dengan pengobatan secara mistik.</p>
<p>Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membagi jenis pengobatan alternatif ke dalam dua jenis, yaitu jenis pengobatan berdasarkan alat-alat yang digunakan dan jenis yang berdasarkan cara-cara. Pengobatan tradisional berdasarkan cara-cara meliputi terapi spiritual yang terkait hal gaib. Terapi jenis ini harus dihindari karena dilarang dalam syariat Islam. Sedangkan pengobatan tradisional berdasarkan alat-alat merupakan jenis terapi berdasarkan obat-obatan, seperti jamu dan pengobatan herbal. Bahan-bahan yang  digunakan dalam pengobatan alami jenis ini diambilkan dari berbagai tumbuhan ataupun hewan yang mempunyai kandungan obat yang sangat baik bagi kesehatan. Maraknya bisnis pengobatan herbal inilah yang menjadi tema Laporan Utama yang kami sajikan pada edisi kali ini. Apalagi banyak bukti yang memperlihatkan bisnis herbal bisa bikin kantong tebal. Semoga bermanfaat.</p>
<p><strong>OASE: Hikmah di Balik Puasa Ramadhan</strong></p>
<p>Bulan Ramadhan, bulan yang selalu dinantikan oleh kaum muslimin karena saking banyaknya limpahan pahala di dalamnya. Orang-orang pun lebih semangat melakukan kebaikan dan enggan melakukan maksiat. Banyak sekali hikmah syar?i yang luar biasa di balik puasa Ramadhan. Oleh karena itu, para sahabat nabi sangatlah merindukan bertemu dengan bulan Ramadhan agar memperoleh hikmah-hikmah yang ada di dalamnya. Sebagian ulama mengatakan, &#8220;Para salaf biasa berdoa kepada Allah selama 6 bulan agar dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan. Dan 6 bulan sisanya mereka berdoa agar amalan-amalan mereka diterima.&#8221; (<em>Lathoif Al Ma?arif</em>, 369).</p>
<p>Beberapa hikmah bulan puasa adalah: Menggapai derajat taqwa, Meninggalkan syahwat dan kesenangan dunia, Menjadi lebih baik dari seblumnya, Kesempatan untuk saling berbagi antara si miskin dan si kaya. Semoga Allah menjadikan ibadah kita di Ramadhan tahun ini lebih mengikuti tuntunan Nabi-Nya. Semoga selepas Ramadhan, kita pun menjadi insan yang lebih meningkat iman dan ketakwaannya pada Allah. Amin Yaa Mujibas Sailin.</p>
<p>Simak ulasan penyejuk hati pengusaha muslim dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010</p>
<p><strong>LAPORAN UTAMA: Membedah Bisnis Pengobatan Herbal di Indonesia</strong></p>
<p>Jauh sebelum munculnya pengobatan alternatif,  Islam telah mengenal pengobatan yang di ajarkan Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> . Kini, inovasi dan aplikasi pengobatan yang diajarkan Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> sangat beragam dan terangkum dalam beberapa ayat al-qur?an dan hadist.</p>
<p>Rasullulah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>&#8220;Setiap penyakit ada obatnya, maka jika obat telah mengenai penyakit maka akan sembuh dengan izin Allah ?Azza wa Jalla.&#8221;</em> (HR. Muslim). Dan dalam hadist lainnya Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>&#8220;Sungguh dalam habbatus sauda? itu terdapat penyembuh segala penyakit, kecuali as-sam.&#8221;</em> Saya bertanya, <em>&#8220;Apakah as-sam itu?&#8221;</em> Beliau menjawab, <em>&#8220;Kematian.&#8221; </em></p>
<p>Majalah Pengusaha ingin memberikan edukasi kepada pembaca bagaimana menjalankan bisnis pengobatan herbal yang Islami, memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, dan keuntungan profit  yang halal bagi pelaku usahanya. Sejauh mana praktik bisnis pengobatan herbal di tanah air? Bagaimana para pelaku bisnis ini menerapkan manajemen moderen dalam menjalankan bisnisnya? Apakah pelaku bisnis herbal tersebut sudah melengkapi persyaratan dan berkas-berkas keabsahan produknya sebelum memasarkan produknya ke masyarakat?</p>
<p>Simak ulasan bisnis herbal ini dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010</p>
<p><strong>LAPORAN UTAMA: PT Habbatussauda International Bisnis Herbal Beromzet Miliaran Rupiah</strong></p>
<p>Ada apa di balik makin populernya bisnis herbal di Indonesia? Selain khasiat herbal makin diakui oleh masyarakat, ditambah banyaknya penelitian yang dilakukan oleh para akademisi menyangkut khasiat tanaman obat, keuntungan finansial yang diperoleh dari bisnis ini juga tak kalah menariknya.</p>
<p>Tengok saja bisnis herbal yang dilakukan PT. Habbatussauda Internasional (HI). Perusahaan herbal ini didirikan dan digagas oleh Ir. Yusuf Efendy Djuanda, Ramulya, S.si,  dan Ir. Faisal Sardono, M.M.  tahun 2005. Ir. Yusuf Efendy mengaku, pendirikan perusahaan ini didasari dengan komitmen yang tinggi dan bekal pengalamannya bekerja di sebuah perusahaan herbal nasional.</p>
<p>PT. HI mengklaim sebagai perusahaan herbal pertama di Indonesia yang memproduksi suplemen makanan, minuman, obat-obatan, dan suplemen ekstra energi dari bahan habasyi  (habbatussauda). PT. HI mengimpor bahan baku berupa jinten hitam (habbatussauda) sekitar 15 ton setiap bulan dari Ethiopia dan Mesir.  Jumlah tersebut  untuk memenuhi kebutuhan pasar yang tersebar di seluruh wilayah nusantara.  Meski baru berusia 5 tahun, PT. HI memiliki sekitar 80 karyawan dan memproduksi 18 jenis produk herbal dengan omset milyaran rupiah.</p>
<p>Simak kisah sukses produsen herbal yang memulai dari nol usahanya, dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010.</p>
<p><strong>LAPORAN UTAMA: CV. Al-Manar Herbafit, Dahsyatnya Bisnis Herbal<br />
Modal hanya Rp 300 ribu, omset Rp 500 juta per bulan</strong></p>
<p>Bisnis herbal memang sangat menggiurkan keuntungannya. Bayangkan, dengan modal usaha hanya ratusan ribu namun mampu meraih omzet hingga ratusan juta rupiah per bulan. Tak salah jika banyak orang beramai-ramai mencoba bisnis herbal. CV. Al-Manar Herbafit telah membuktikannya. Perusahaan herbal yang berlokasi di Jalan Imogiri Timur Km. 7, Glondong RT. 03 No. 022, Wirokerten, Banguntapan, Bantul  ini boleh dikata sukses di bisnis herbal. Dengan modal usaha hanya Rp.300.000,- kini perusahaan tersebut mampu meraih omzet Rp 550 juta per bulan.</p>
<p>Beberapa hal yang membuat perusahaan ini unggul dalam pemasaran maupun penyerapan produk oleh konsumen adalah keunggulan produk, kemitraan, dan pelayanan. Keunggulan produk terletak pada penjagaan proses produksi agar senantiasa mengikuti prinsip-prinsip proses pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB). Pada akhirnya menjadikan produk CV. Al-Manar Herbafit berkualitas sehingga mampu memberikan manfaat yang sesuai keinginan konsumen.</p>
<p>Simak kisah sukses Al-Manar dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010</p>
<p><strong>LAPORAN UTAMA: Akar Pinang, Pengobatan Herbal Ala Haji Andi Muhammad</strong></p>
<p>Di Jakarta ada sebuah perusahaan herbal yang cukup ternama namanya PT. HAM Jaya yang berada dalam naungan Yayasan Haji Andi Muhammad, pimpinan Haji Andi Muhammad sebagai pendiri.  Perusahaan ini diklaim oleh Haji Andi Muhammad sebagai obat herbal dari akar pinang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan hidup sehat dengan tren kembali ke alam (back to nature), aman di konsumsi, dan telah terdaftar di Dirjen POM dalam bentuk kemasan praktis dan harga terjangkau.</p>
<p>Akar pinang adalah metode pengobatan yang diwarisi dari keluarga ayahnya dan bahan-bahan yang digunakan adalah tumbuh-tumbuhan alami, tanpa sedikit pun bahan yang mengandung unsur kimia.  Pengobatan cara herbal yang dilakukannya sama sekali tidak menimbulkan efek samping yang merugikan kesehatan pasien. Akar pinang bisa digunakan untuk mengobati kanker,kencing manis, asma, hepatitis, hingga prostat.</p>
<p>Simak pengobatan herbal akar pinang dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010</p>
<p><strong>LAPORAN UTAMA: PT. Liza Herbal Internasional Perusahaan Herbal Nasional  dengan  Manajemen Moderen Unggul SDM, Teknologi, dan Produknya</strong></p>
<p>PT. Liza Herbal International (LHI) adalah perusahaan nasional yang bergerak di bisnis obat herbal yang patut dicontoh oleh pelaku bisnis herbal di tanah air. Perusahaan yang  didirikan pada 17 Maret 2005 di Bogor ini memiliki komitmen untuk mengembangkan produk- produk dan jasa herbal alami Indonesia yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.</p>
<p>Perusahaan yang didirikan oleh dosen Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Erliza Hambali, Msi ini telah berhasil mengembangkan produk herbal suplemen dalam bentuk kapsul dan teh sebanyak 34 jenis, minuman tradisional bandrek, dan gula alami yang berasal dari nira aren alami. Selain itu produk- produk LHI menggunakan 100% bahan-bahan alami yang berasal dari Indonesia (100 % local content) sehingga dengan menggunakan produk- produk LHI berarti telah berkontribusi membantu para petani dan pengusaha lokal yang menjadi mitra LHI dalam mengembangkan produk- produk herbal yang berkualitas.</p>
<p>Simak ulasan PT. LHI dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010</p>
<p><strong>LAPORAN UTAMA: Saeroji, Sebulan Raih Omzet Rp. 300 Juta, Berkat Jahe Merah</strong></p>
<p>Jika membahas peluang jahe merah untuk bisnis, cocoknya bertanya kepada, Saeroji. Wirausahawan asal Provinsi Banten ini sukses berbisnis jahe merah. Dengan modal cekak, kini ia meraih omzet Rp 300 juta per bulan.  Ia tak lagi bingung mencari kerja namun sibuk mengembangkan usahanya. Meskipun rasanya pedas namun tanaman herbal ini mampu mendatangkan untung yang legit. Ya, jahe merah (Zingiber officinale Linn. Var. Rubrum) yang dikenal masyarakat dengan sebutan jahe yang digunakan sebagai rempah-rempah dan bahan obat.</p>
<p>Dengan modal awal Rp 30.000, Saeroji beserta Didin, salah seorang adiknya membelanjakan 3 kg jahe merah serta bahan pelengkap lainnya. Dari modal bahan baku dasar tersebut, Saeroji mencoba membuat 3 kg jahe merah menjadi 10 toples jahe merah dalam bentuk bubuk. Setelah jadi, ia dibantu saudaranya memasarkan sendiri produknya  door to door  di desanya.</p>
<p>Saeroji kini sudah merasa lega karena usahanya mamu memberdayakakan warga sekitarnya. Setidaknya ada sekitar 40 tenaga kerja yang terserap, terdiri 25 santri Pondok Pesantren Al- Miskat di bagian pengepakan, serta 15 pegawai di bagian produksi.</p>
<p>Simak kisah Saeroji dalam membangun bisnis herbal dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010</p>
<p><strong>LAPORAN UTAMA: Prosedur PengurusanIzin Depkes dan Label Halal MUI</strong></p>
<p>Semua produk makanan dan turunannya, obat-obatan (termasuk herbal), dan kosmetika harus mendapatkan izin dan pengesahan dari instansi pemerintah maupun pihak yang berwenang. Ketentuan ini penting untuk melindungi masyarakat sebagai konsumen dari dampak buruk dan negatif dalam penggunaan dan pemanfaatan produk-produk tersebut.  Perizinan yang paling pokok mesti dimiliki pengusaha di bidang makanan dan obat-obatan adalah perizinan yang dikeluarkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Departemen Kesehatan (Badan POM Depkes) dan sertifikat halal yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).</p>
<p>Sanksi yang diberikan kepada pengusaha yang melanggar atau tidak memiliki izin tersebut cukup berat. Bisa penutupan industri/usahanya, penarikan semua barang, pelarangan izin beredar, bahkan dalam beberapa Perda, ada sanksi yang paling berat, yaitu sanksi pidana berupa kurungan paling lama 3 bulan dan/atau denda yang besarnya variatif.</p>
<p>Umat islam di Indonesia perlu melihat produk herbal yang halal dengan melihat sertifikasi yang diberikan oleh LPPOM MUI. Untuk itu para produsen herbal saat ini juga telah banyak melakukan proses tersebut.</p>
<p>Simak ulasan pengajuan izin  bisnis herbal dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010</p>
<p><strong>FIKIH KONTEMPORER: Kalau Bisa Mengobati Diri Sendiri, Kenapa Harus ke Dokter?</strong></p>
<p>Kehidupan dunia ini sarat dengan lika-liku yang sangat dinamis. Di antara dinamika kehidupan yang pasti pernah mewarnai hidup Anda ialah sakit dan sehat. Bisa jadi, hari ini fisik anda sedang menderita gangguan kesehatan alias sakit. Walau demikian, tidak perlu berkecil hati, apalagi patah arang, karena kemaren Anda segar bugar. Dan besarkan hatimu, esok hari andapun dengan izin Allah akan kembali sehat wal afiat.</p>
<p>Sejatinya, tidak ada yang menghalangi Anda untuk mengenyam pengobatan bagus nan mujarab, walaupun kantong Anda tipis. Karena begitu bagus, dan mujarab, pengobatan ini tidak memiliki efek samping yang perlu dikhawatirkan. Tentunya bila dilakukan dengan cara yang benar. Diantara pengobatan itu adalah: membaca ayat-ayat Al-qur?an dan doa mohon kesembuhan kepada Allah.</p>
<p><em>&#8220;Setiap penyakit ada obatnya, dan bila telah ditemukan dengan tepat obat suatu penyakit, niscaya akan sembuh dengan izin Allah Azza wa Jalla.&#8221;</em> (HR. Muslim).  Pada hadits lain, Beliau <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>&#8220;Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan telah menurunkan untuknya obat, hal itu diketahui oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak mengetahuinya.&#8221;</em> (HR. Ahmad dan At Thobroni. Dinyatakan sebagai hadits shohih oleh Al Hakim).</p>
<p>Ulasan fikih kontemporer ini dapat dilihat dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010</p>
<p><strong>KAJIAN KITA: Upah &#8220;Menjampi-jampi&#8221; dengan Bacaan Al Qur&#8217;an</strong></p>
<p>Setiap orang yang merasa memiliki keahlian dalam perawatan dan pengobatan kesehatan, berlomba-lomba memasang tarif tinggi untuk perawatan atau pengobatan yang mereka tawarkan. Tanpa terkecuali sebagian orang yang merasa memiliki keahlian dalam pengobatan dengan metode &#8220;ruqyah&#8221; atau jampi-jampi dengan bacaan Al Qur&#8217;an dan doa&#8217;-doa&#8217;.</p>
<p>Secara prinsip, tidak ada larangan bagi Anda untuk mengampil upah dari jasa menjampi-jampi saudara Anda yang menderita sakit. Bahkan dapat disimpulkan, bahwa seluruh ulama&#8217; sepakat bahwa upah &#8220;jampi-jampi&#8221; adalah halal.</p>
<p>Bolehnya mengambil upah dari menjampi-jampi dengan bacaan Al Qur&#8217;an, bukan berarti Anda bebas memasang tarif layanan sesuka hati Anda. Tidak dipungkiri, orang-orang yang menyediakan layanan pengobatan alternatif sering kali memasang tarif yang tinggi, tanpa terkecuali sebagian ustadz yang melayani pengobatan dengan &#8220;jampi-jampi&#8221; alias ruqyah. Ketentuan ini berdasarkan sabda Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> di atas, <em>&#8220;Nikmatilah upahmu, bila sebagian orang sungguh mendapatkan upahnya dengan bacaan jampi-jampi  yang batil, maka engkau sungguh telah mendapatkannya dengan bacaan yang benar.&#8221;</em> (Riwayat Ahmad, Abu Dawud hadits shahih)</p>
<p>Ulasan kajian ini dapat dilihat dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010</p>
<p><strong>KAJIAN KITA: Jual Beli yang Dilarang Dalam Syariat Islam</strong></p>
<p>Pada edisi yang lalu, kami telah menjelaskan sebab-sebab dilarangnya jual beli. Pada edisi kali ini kami akan menyebutkan beberapa bentuk jual beli yang dilarang dalam syariat Islam. Di antara jual beli yang juga terlarang adalah jual beli dengan cara &#8216;inah, yaitu menjual sebuah barang kepada seseorang dengan harga kredit, kemudian dia membelinya lagi dengan harga kontan akan tetapi lebih murah dari harga kredit. Kedua: Talaqqi ar-Rukban (menghadang penjual di tengah jalan). Ketiga: Jual Beli dan Syarat. Keempat: Dua Perjanjian Dalam Satu Transaksi Jual Beli</p>
<p>Ulasan Jual Beli ini dapat dilihat dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010</p>
<p><strong>FIKIH KONTEMPORER: Hukum Periklanan</strong></p>
<p>Periklanan pada dasarnya bertujuan untuk mengenalkan suatu produk kepada calon konsumen. Dan selanjutnya, bila produk telah dikenal oleh konsumen, tujuan periklanan terus berkembang pula, yaitu untuk membangun loyalitas mereka. Sering pelaku niaga menjadikan periklanan sebagai salah satu cara untuk memenangkan persaingan dan menjatuhkan produk pesaingnya. Makanya, sering kali Anda mendengar atau membaca suatu iklan yang menjelek-jelekkan produk lain, baik dengan cara langsung atau dengan membangun opini buruk tentang produk tersebut.</p>
<p>Tentunya, fenomena periklanan ini mengundang perhatian Anda sebagai pelaku usaha sekaligus konsumen yang beriman kepada Allah Ta&#8217;ala dan hari akhir.  Untuk itu ada baiknya kita memperhatikan batasan dalam dunia periklanan. Batasan-batasan dalam periklanan adalah: Jujur, tidak mengandung unsur haram, tidak mencela produk orang lain, dan tidak berlebih-lebihan.</p>
<p>Ulasan lebih lengkap tentang Hukum Perikalan ada dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010</p>
<p><strong>KISAH: Toko Muslim Ihya, Bermula dari Hobi, Kini Hasilkan Ratusan Juta</strong></p>
<p>Widodo, mengawali sejarah bisnisnya saat masih kuliah di Fakultas  Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM). Di sela-sela kegiatan kuliahnya, mahasiswa angkatan 1989 yang berasal dari Solo ini  mencoba membawa sejumlah busana muslim dari Pasar Klewer Solo untuk dijual ke teman-teman kuliahnya. Apalagi Solo dikenal sebagai pusat perdagangan busana, khususnya busana muslim. Kebetulan pula mahasiswa yang dikenal aktif di kampus ini menggemari masalah fashion, jadilah bisnis itu dijalankan dengan senang hati di sela padatnya jadwal kuliah dan kegiatan organisasi.</p>
<p>Menjalankan sebuah bisnis tidak selalu harus dimulai dengan perencanaan yang matang, dengan ide-ide yang cemerlang, ataupun modal yang tak kurang. Memulai usaha dari sekedar sambilan pun dapat membuahkan hasil. Apalagi bila bisnis itu dijalankan karena hobi dan kesenangan kita terhadap produk yang akan diusahakan. Inilah yang telah dibuktikan Widodo,  seorang pengusaha yang telah berhasil mengembangkan Toko Muslim Ihya menjadi bisnis dengan omset ratusan juta rupiah per bulan.</p>
<p>Simak kisah pengusaha Toko Muslim Ihya? dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010</p>
<p><strong>PELUANG USAHA: Kain Songket Jambi Buatan Mania, Harganya Hingga Jutaan Rupiah</strong></p>
<p>Kota Jambi dikenal secara nasional sebagai  kota yang memproduksi tenun songket terbaik di tanah air. Tak heran jika harga tenun ikat Jambi ini relatif mahal antara Rp 800.000,- hingga jutaan rupiah, tergantung bahan yang digunakan, motif, dan tingkat kesulitannya. Sayangnya, tak banyak masyarakat Kota Jambi yang mau menjadi perajin tenun songket tradisional, mengikuti jejak pendahulunya.</p>
<p>Mania, yang lazim dipanggil Cik Mia, merupakan salah satu perajin tenun songket asal Kota Baru, Jambi yang ternama. Hasil tenun songketnya sering dipamerkan di even-even nasional oleh Dekranasda Jambi maupun Pemda Jambi. Ia pun beberapakali meraih penghargaan, misalnya dari Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) sebagai Juara Pertama Kreasi Kriya Terbaik untuk kategori Tekstil, tahun 2009. Semua songket karya Mania ditampilkan dalam peragaan busana desainer Sebastian Gunawan di Jakarta.</p>
<p>Omzet per bulan dari usaha songketnya antara Rp. 40 hingga Rp. 50 juta. Untuk persediaan dia juga memiliki stok kain tenun songket di rumahnya sekitar  100 pasang kain songket.</p>
<p>Simak ulasan Pengusaha Songket Jambi ini dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010</p>
<p><strong>WARALABA: Bakso Kepala Sapi, Bakso Sehat, Rendah Kolesterol, dan Kaya Rasa Khas</strong></p>
<p>Rasanya, tak ada orang Indonesia yang tidak kenal bakso. Makanan ini tentunya sudah menjadi menu favorit kebanyakan masyarakat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Bakso Kepala Sapi merupakan usaha bakso yang berani menjamin bahwa produknya merupakan makanan yang halal, higienis, namun memiliki cita rasa yang sangat khas.  Bahkan Depot Bakso Kepala Sapi (BKS) merupakan pelopor depot bakso sehat yang rendah kolesterol, bebas babi, bebas borax dan formalin.  Bakso Kepala Sapi merupakan hasil paduan olah kreatif dan kejelian kuliner sohor yang cerdas memadukan rempah asli nusantara dengan daging kualitas wakhid.</p>
<p>Bakso Kepala Sapi merupakan unit usaha dibawah bendera PT. Massa Makmor  Food and BV bersama PT. PMM sebagai lead market-nya menawarkan kepada siapa pun untuk bermitra dengan menjadi franchisee merek terdaftar ini. Banyak kisah sukses dari mitra depot premuim Bakso Kepala Sapi yang berhasil balik modal (BEP) sangat cepat. Apalagi tidak sedikit informasi dari mitra di lapangan membuktikan bahwa banyak yang omsetnya mencapai Rp 60 juta per bulan .</p>
<p>Simak Peluang Waralaba bakso dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010</p>
<p><strong>INOVASI: Chocodot, Inovasi Unik Jajanan Khas Garut</strong></p>
<p>Bagi Anda yang pernah berkunjung ke Garut Jawa Barat tentu sudah tidak asing lagi dengan dodol, kudapan khas Garut. Namun setahun terakhir ini ada sesuatu yang unik mengisi display di sebagian besar  pertokoan jajanan khas Garut yaitu produk &#8220;chocodot&#8221; singkatan dari Chocolate With Dodol Garut (cokelat isi dodol garut). Sebuah terobosan berani dari Kiki Gumelar yang merombak dodol, warisan jajanan leluhur masyarakat Garut ini menjadi produk baru yang saat ini banyak diburu masyarakat Jawa Barat.</p>
<p>Kiki mengaku munculnya ide-ide unik itu bermula dari keterpaksaan sewaktu ia harus memutuskan untuk mengakhiri kerjanya. Produk yang dikelurkan oleh Kiki terbilang cukup unik. Ia memadukan coklat dan dodol dalam satu produk. Artinya dia memiliki konsumen dodol yang mayoritas orang dewasa, juga konsumen coklat yang mayoritas anak-anak dan remaja.</p>
<p>Simak inovasi chocodot dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010</p>
<p><strong>KLINIK ONLINE: Email Marketing Membangun Loyalitas Pelanggan</strong></p>
<p>Di era informasi saat ini, pembeli sering dihadapkan pada lebih banyak pilihan produk. Akibatnya, banyak pengusaha yang mengeluh bahwa menjual di era sekarang lebih sulit dibandingkan 5-10 tahun sebelumnya. Permasalahan ini sebenarnya terjadi setelah makin berkembangnya industri kreatif, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.</p>
<p>Email marketing jika diarahkan dengan baik maka akan meningkatkan fungsinya sebagai media komunikasi rutin yang efektif dan efisien. Efektif, karena media tersebut langsung masuk ke pusat sasaran yaitu email pelanggan, dan ini berbeda dengan melalui pos atau fax yang harus melalui rantai jaringan yang berkelok dan belum tentu langsung sampai. Efisien, karena mengirim ke 10 pelanggan dan 1000 pelanggan dengan usaha dan biaya yang sama, dan ini berbeda jika melalui pos karena semakin banyak pelanggan semakin besar biaya yang dikeluarkan.</p>
<p>Simak Konsultasi Klinik Online dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010</p>
<p><strong>KONSULTASI KEUANGAN: Mencari Modal Usaha</strong></p>
<p>Saya memiliki banyak sekali  ide bisnis yang ingin saya kembangkan, dan saya yakin dengan rencana saya.  Namun kendalanya adalah modal yang dibutuhkan ternyata cukup besar, sedangkan modal saya pas-pasan. Bagaimana sebaiknya mencari  modal usaha (tentunya  saya tidak mau berhubungan dengan bank).  Apa saja sumber pembiayaan yang dapat saya gali untuk mendapatkan modal usaha? Dan apa pula yang mesti saya lakukan untuk mendapatkannya?</p>
<p>Simak Jawaban pertanyaan diatas dalam Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010</p>
<p><strong>SOROTAN: Multi Level Marketing dalam Timbangan Syariat</strong></p>
<p>Pesatnya perkembangan bisnis herbal di Indonesia, ternyata banyak ditentukan system pemasarannya yang memanfaatkan jaringan. Salah satu bentuk pemasaran model ini adalah penggunaan teknik Multi Level Marketing (MLM). Tidak sedikit pembaca yang merasa bimbang dan bertanya tentang hokum syariah sistim MLM dalam menjalankan bisnis pengobatan alternatif ini. Untuk itu berikut kami sajikan tulisan dibawah ini yang sangat relevan dengan tema laporan utama yang diangkat kali ini. Artikel ini sudah direview dan sedikit dilengkapi oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri. Semoga bermanfaat.</p>
<p>Simak ulasan tentang bisnis MLM terutama pada bisnis herbal pada Majalah Pengusaha Muslim Edisi Agustus 2010</p>
]]></description>					 </item><item>						 <title>Yang Dibolehkan Ketika Puasa (1)</title>						 <link>http://muslim.or.id/ramadhan/dibolehkan-ketika-puasa-1.html</link>						 <description><![CDATA[<p>Bagi hamba yang masih memiliki tabi?at baik pasti mengetahui bahwa Allah selalu menginginkan kemudahan dan bukan menginginkan kesulitan bagi hamba-Nya. Dalam perihal puasa, Allah <em>Ta?ala</em> juga menginginkan demikian dan ingin menghilangkan kesulitan dari hamba-Nya. Berikut ini adalah beberapa hal yang dibolehkan oleh syari?at ini dan tidak membatalkan puasa :</p>
<p><strong>1. </strong><strong>Mendapati</strong><strong> </strong><strong>w</strong><strong>aktu </strong><strong>f</strong><strong>ajar </strong><strong>d</strong><strong>alam </strong><strong>k</strong><strong>eadaan </strong><strong>j</strong><strong>unub</strong><strong>.</strong></p>
<p>Dari ?Aisyah dan Ummu Salamah <em>radhiyallahu ?anhuma</em>, mereka berkata,</p>
<p>????? ??????? ??????? ? ??? ???? ???? ???? ? ????? ?????????? ????????? ?????? ?????? ???? ???????? ? ????? ?????????? ?????????</p>
<p>?<em>Nabi shallallahu ?alaihi wa sallam pernah </em><em>mendapati</em><em> waktu fajar </em><em>(waktu Shubuh) </em><em>dalam keadaan junub karena bersetubuh dengan istrinya, kemudian beliau shallallahu ?alaihi wa sallam mandi dan tetap berpuasa.</em>?<a href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Istri tercinta Nabi <em>shallallahu ?alaihi wa sallam</em>, ?Aisyah <em>radhiyallahu ?anha </em>berkata,</p>
<p>???? ????? ??????? ??????? -??? ???? ???? ????- ?????????? ????????? ??? ????????? ?????? ?????? ???? ?????? ?????? ???????????? ?????????.</p>
<p>?<em>Rasulullah shallallahu ?alaihi wa sallam pernah menjumpai waktu fajar di bulan Ramadhan dalam keadaan junub bukan karena mimpi basah, kemudian beliau shallallahu ?alaihi wa sallam mandi dan</em><em> tetap</em><em> berpuasa.</em>?<a href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p><strong>2. Bersiwak </strong><strong>k</strong><strong>etika </strong><strong>b</strong><strong>erpuasa</strong><strong>.</strong></p>
<p>Dari Abu Hurairah, Nabi <em>shallallahu ?alaihi wa sallam</em>,</p>
<p>??????? ???? ??????? ????? ???????? ????????????? ???????????? ?????? ????? ???????</p>
<p>?<em>Seandainya tidak memberatkan umatku niscaya akan kuperintahkan mereka untuk menyikat gigi (bersiwak) setiap kali berwudhu.</em>?<a href="#_ftn3">[3]</a></p>
<p>Imam Al Bukhari membawakan hadits di atas (tanpa sanad) dalam judul Bab ?Siwak basah dan kering bagi orang yang berpuasa?. Judul bab ini mengisyaratkan bahwa Imam Al Bukhari ingin menyanggah sebagian ulama (seperti ulama Malikiyah dan Asy Sya?bi) yang memakruhkan untuk bersiwak ketika berpuasa dengan siwak basah.<a href="#_ftn4">[4]</a></p>
<p>Ibnu Taimiyah menjelaskan, ?Adapun siwak (ketika berpuasa) maka itu dibolehkan tanpa ada perselisihan di antara para ulama. Akan tetapi, para ulama berselisih pendapat tentang makruhnya hal itu jika dilakukan setelah waktu zawal (matahari tergelincir ke barat). Ada dua pendapat yang masyhur dari Imam Ahmad dalam masalah ini. Namun yang tepat, tidak ada dalil syari?i yang mengkhususkan bahwa hal tersebut dimakruhkan. Padahal terdapat dalil-dalil umum yang membolehkan untuk bersiwak.?<a href="#_ftn5">[5]</a></p>
<p>Penulis Tuhfatul Ahwadzi mengatakan, ?Hadits-hadits yang semakna dengan di atas yang membicarakan keutamaan bersiwak adalah hadits mutlak yang menunjukkan bahwa siwak dibolehkan setiap saat. Inilah pendapat yang lebih tepat.?<a href="#_ftn6">[6]</a></p>
<p>Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin mengatakan, ?Yang benar adalah siwak  dianjurkan bagi orang yang berpuasa mulai dari awal hingga akhir siang.?<a href="#_ftn7">[7]</a></p>
<p>Dalil yang menunjukkan mengenai keutamaan siwak adalah hadits ?Aisyah. Dari ?Aisyah, Rasulullah <em>shallallahu ?alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p>?????????? ?????????? ???????? ????????? ?????????</p>
<p>?<em>Bersiwak itu akan membuat mulut bersih dan diridhoi oleh Allah.</em>?<a href="#_ftn8">[8]</a></p>
<p>Adapun menggunakan pasta gigi ketika puasa lebih baik tidak digunakan ketika berpuasa karena pasta gigi memiliki pengaruh sangat kuat hingga bisa mempengaruhi bagian dalam tubuh dan kadang seseorang tidak merasakannya. Waktu untuk menyikat gigi sebenarnya masih lapang. Jika seseorang mengakhirkan untuk menyikat gigi hingga waktu berbuka, maka dia berarti telah menjaga diri dari perkara yang dapat merusak puasanya.<a href="#_ftn9">[9]</a></p>
<p><strong>3. Berkumur-kumur dan </strong><strong>m</strong><strong>emasukkan </strong><strong>a</strong><strong>ir ke </strong><strong>d</strong><strong>alam </strong><strong>h</strong><strong>idung </strong><strong>asal tidak berlebihan.</strong></p>
<p>Nabi <em>shallallahu ?alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p>????????? ??? ??????????????? ?????? ???? ??????? ???????</p>
<p>?<em>Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq (memasukkan air dalam hidung) kecuali jika engkau berpuasa.</em>?<a href="#_ftn10">[10]</a></p>
<p>Ibnu Taimiyah menjelaskan, ?Adapun berkumur-kumur dan beristinsyaq (memasukkan air dalam hidung) dibolehkan bagi orang yang berpuasa berdasarkan kesepakatan para ulama. Nabi <em>shallallahu ?alaihi wa sallam</em> dan para sahabat juga berkumur-kumur dan beristinsyaq ketika berpuasa. &#8230; Akan tetapi, dilarang untuk berlebih-lebihan ketika itu.?<a href="#_ftn11">[11]</a></p>
<p>Juga tidak mengapa jika orang yang berpuasa berkumur-kumur meski tidak karena wudhu dan mandi.<a href="#_ftn12">[12]</a></p>
<p>Jika masih ada sesuatu yang basah ?yang tersisa sesudah berkumur-kumur- di dalam mulut lalu tertelan tanpa sengaja, seperti itu tidak membatalkan puasa karena sulit dihindari. Ibnu Hajar <em>rahimahullah </em>mengatakan, ?Jika dikhawatirkan sehabis bersiwak terdapat sesuatu yang basah di dalam mulut (seperti sesudah berkumur-kumur dan masih tersisa sesuatu yang basah di dalam mulut), maka itu tidak membatalkan puasa walaupun sesuatu yang basah tadi ikut tertelan.?<a href="#_ftn13">[13]</a></p>
<p><strong>4. </strong><strong>Bercumbu dan mencium istri selama aman dari keluarnya mani.</strong></p>
<p>Orang yang berpuasa dibolehkan bercumbu dengan istrinya selama tidak di kemaluan dan selama terhindar dari terjerumus pada hal yang terlarang. Puasanya tidak batal selama tidak keluar mani.<a href="#_ftn14">[14]</a> An Nawawi <em>rahimahullah </em>mengatakan, ?Tidak ada perselisihan di antara para ulama bahwa bercumbu atau mencium istri tidak membatalkan puasa selama tidak keluar mani?.<a href="#_ftn15">[15]</a></p>
<p>Dalil-dalil berikut menunjukkan bolehnya bercumbu dengan istri ketika berpuasa sebagaimana dilakukan oleh Nabi <em>shallallahu ?alaihi wa sallam</em> dan beberapa sahabat <em>radhiyallahu ?anhum</em>.</p>
<p>Dari ?Aisyah <em>radhiyallahu ?anha</em>, beliau berkata,</p>
<p>????? ?????????? ? ??? ???? ???? ???? ? ????????? ??????????? ? ?????? ??????? ? ??????? ???????????? ????????? .</p>
<p>?<em>Nabi shallallahu ?alaihi wa sallam biasa mencium dan mencumbu istrinya sedangkan beliau shallallahu ?alaihi wa sallam dalam keadaan berpuasa. Beliau shallallahu ?alaihi wa sallam melakukan demikian karena beliau adalah orang yang paling kuat menahan syahwatnya.</em>?<a href="#_ftn16">[16]</a></p>
<p>Dari Jabir bin ?Abdillah, dari ?Umar Bin Al Khaththab, beliau berkata,</p>
<p>???????? ?????? ??????????? ??????? ??????? ?????????? ?????????? -??? ???? ???? ????- ???????? ???????? ????????? ??????? ???????? ????????? ??????? ??????? ??????? ??????? ??????? -??? ???? ???? ????- « ?????????? ???? ???????????? ??????? ???????? ??????? ». ?????? ??? ?????? ???????? ??????? ??????? ??????? -??? ???? ???? ????- « ??????? »</p>
<p>?Pada suatu hari aku rindu dan hasratku muncul kemudian aku mencium istriku padahal aku sedang berpuasa, maka aku datang kepada Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> dan aku berkata, &#8220;<em>Hari ini aku melakukan suatu kesalahan besar, aku telah mencium istriku padahal sedang berpuasa</em>&#8221; Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bertanya, &#8220;<em>Bagaimana pendapatmu jika kamu berpuasa kemudian berkumur-kumur?</em>&#8221; Aku menjawab, &#8220;<em>Seperti itu tidak mengapa</em>.&#8221; Kemudian Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, &#8220;<em>Lalu apa masalahnya?</em>&#8220;<a href="#_ftn17">[17]</a></p>
<p>Masyruq pernah bertanya pada ?Aisyah,</p>
<p>??? ??????? ?????????? ???? ?????????? ???????? ? ??????? ????? ????? ?????? ??????????</p>
<p>?<em>Apa yang dibolehkan bagi seseorang terhadap istrinya ketika puasa? ?Aisyah menjawab, ?Segala sesuatu selain jima? (bersetubuh)?.</em>?<a href="#_ftn18">[18]</a></p>
<p><strong><em> &#8211; Bersambung insya Allah -</em></strong></p>
<p>Penulis: <a href="http://rumaysho.com">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="http://muslim.or.id">www.muslim.or.id</a></p>
<hr /><a href="#_ftnref1">[1]</a> HR. Bukhari no. 1926.</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> HR. Muslim no. 1109.</p>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> Hadits ini dikeluarkan oleh Bukhari dalam kitab Shahihnya secara mu?allaq (tanpa sanad). Dikeluarkan pula oleh Ibnu Khuzaimah 1/73 dengan sanad lebih lengkap. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih..</p>
<p><a href="#_ftnref4">[4]</a> Fathul Bari, 4/158.</p>
<p><a href="#_ftnref5">[5]</a> Majmu? Al Fatawa, 25/266.</p>
<p><a href="#_ftnref6">[6]</a> Tuhfatul Ahwadzi, 3/345.</p>
<p><a href="#_ftnref7">[7]</a> Majmu? Fatwa wa Rosa?il Ibnu ?Utsaimin, 17/259.</p>
<p><a href="#_ftnref8">[8]</a> HR. An Nasai no. 5 dan Ahmad 6/47. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.</p>
<p><a href="#_ftnref9">[9]</a> Majmu? Fatawa wa Rosail Ibnu ?Utsaimin, 17/261-262.</p>
<p><a href="#_ftnref10">[10]</a> HR. Abu Daud no. 142, Tirmidzi no. 788, An Nasa?i no. 87, Ibnu Majah no. 407, dari Laqith bin Shobroh. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits tersebut hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih.</p>
<p><a href="#_ftnref11">[11]</a> Majmu? Al Fatawa, 25/266.</p>
<p><a href="#_ftnref12">[12]</a> Shahih Fiqh Sunnah, 2/112.</p>
<p><a href="#_ftnref13">[13]</a> Fathul Bari, 4/159.</p>
<p><a href="#_ftnref14">[14]</a> Lihat Al Mawsu?ah Al Fiqhiyah, 2/13123 dan Shahih Fiqh Sunnah, 2/110-111.</p>
<p><a href="#_ftnref15">[15]</a> Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/215.</p>
<p><a href="#_ftnref16">[16]</a> HR. Bukhari no. 1927 dan Muslim no. 1106.</p>
<p><a href="#_ftnref17">[17]</a> HR. Ahmad 1/21. Syaikh Syu?aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim.</p>
<p><a href="#_ftnref18">[18]</a> Riwayat ini disebutkan dalam Fathul Bari (4/149), dikeluarkan oleh ?Abdur Rozaq dengan sanad yang shahih.</p>




<ul>
		<li>
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://muslim.or.id/ramadhan/dibolehkan-ketika-puasa-1.html&amp;title=Yang+Dibolehkan+Ketika+Puasa+%281%29" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://muslim.or.id/ramadhan/dibolehkan-ketika-puasa-1.html&amp;title=Yang+Dibolehkan+Ketika+Puasa+%281%29" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://muslim.or.id/ramadhan/dibolehkan-ketika-puasa-1.html&amp;title=Yang+Dibolehkan+Ketika+Puasa+%281%29" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://muslim.or.id/ramadhan/dibolehkan-ketika-puasa-1.html&amp;t=Yang+Dibolehkan+Ketika+Puasa+%281%29" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://twitter.com/home?status=Yang+Dibolehkan+Ketika+Puasa+%281%29+-+http://tinyurl.com/2bawkq5+(via+@muslimorid)&amp;source=shareaholic" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Yang+Dibolehkan+Ketika+Puasa+%281%29+-+http://muslim.or.id/ramadhan/dibolehkan-ketika-puasa-1.html&amp;qualifier=shares" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://muslim.or.id/ramadhan/dibolehkan-ketika-puasa-1.html&amp;n=Yang+Dibolehkan+Ketika+Puasa+%281%29&amp;pli=1" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
</ul>




]]></description>					 </item><item>						 <title>Soal-147: Hukum Membuat Ormas</title>						 <link>http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-147-hukum-membuat-ormas.html</link>						 <description><![CDATA[<p>Bolehkah membentuk ormas atau yayasan?</p>
<p>Jawabannya Klik Player:</p>
<p><a href="http://www.archive.org/download/soal144-148/soal-147.mp3">Download</a></p>




<ul>
		<li>
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-147-hukum-membuat-ormas.html&amp;title=Soal-147%3A+Hukum+Membuat+Ormas" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-147-hukum-membuat-ormas.html&amp;title=Soal-147%3A+Hukum+Membuat+Ormas" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-147-hukum-membuat-ormas.html&amp;title=Soal-147%3A+Hukum+Membuat+Ormas" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-147-hukum-membuat-ormas.html&amp;t=Soal-147%3A+Hukum+Membuat+Ormas" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://twitter.com/home?status=Soal-147%3A+Hukum+Membuat+Ormas+-+http://tinyurl.com/39plmfb+(via+@muslimorid)&amp;source=shareaholic" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Soal-147%3A+Hukum+Membuat+Ormas+-+http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-147-hukum-membuat-ormas.html&amp;qualifier=shares" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-147-hukum-membuat-ormas.html&amp;n=Soal-147%3A+Hukum+Membuat+Ormas&amp;pli=1" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
</ul>




<br /><a href="http://www.archive.org/download/soal144-148/soal-147.mp3" title="audio/mpeg 110 KB">[Link to media]</a>]]></description>					 </item><item>						 <title>Apakah Orang Yang Sudah Shalat Jum?at Harus Shalat Dhuhur?</title>						 <link>http://www.almanhaj.or.id/content/2771/slash/0</link>						 <description><![CDATA[Jumat, 30 Juli 2010 04:04:00 WIB<br>Kategori : Shalat<br><br>Apabila seseorang telah melakukan shalat jum?at, padahal ia adalah kewajiban yang terkait dengan waktu yaitu waktu dhuhur, maka ia tidak perlu lagi shalat dhuhur. Shalat dhuhur setelah shalat jum?at adalah perbuatan bid?ah, karena ia tidak bersumber dari Kitabullah dan sunnah Rasulullah Shallallahu ?alaihi wa sallam maka hal itu wajib dilarang. Sampai meskipun jama?ah yang mengadakan jum?atan ada beberapa tempat maka tetap tidak diperintahkan untuk melakukan shalat dhuhur setelah shalat jum?at, bahkan adalah bid?ah yang munkar. Karena Allah tidak memerintahkan dalam satu waktu kecuali sekali shalat yaitu shalat jum?at yang telah dilaksanakannya. Adapun alasan orang yang memerintahkan hal itu karena menurut mereka banyaknya tempat melakukan shalat jum?at adalah tidak boleh. Dan jika tempatnya banyak maka yang bernilai jum?at adalah masjid yang paling pertama melakukannya, sedangkan untuk mengetahui mana yang paling pertama adalah sulit sehingga hal ini menyebabkan batalnya semua orang yang melakukan shalat jum?at, sehingga mereka harus melakukan shalat dhuhur setelah itu.<p><sub><i>-- Delivered by <a href="http://feed43.com/">Feed43</a> service</i></sub></p>
]]></description>					 </item><item>						 <title>Download Audio: Khutbah Jum?at (30/7/2010) ?MENYAMBUT RAMADHAN 1431 H? (Ust. Badrussalam) [BAGUS]</title>						 <link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/07/30/download-audio-khutbah-jumat-3072010-menyambut-ramadhan-1431-h-ust-badrussalam-bagus/</link>						 <description><![CDATA[Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini kami dapat menghadirkan rekaman Khutbah Jum&#8217;at (30 Juli 2010) di Masjid Al-Barkah yang disampaikan oleh al-Ustadz Abu Yahya Badrussalam, Lc. Khutbah Jum&#8217;at yang beliau sampaikan pada kesempatan kali ini mengambil tema MENYAMBUT BULAN RAMADHAN 1431 H. Semoga nasihat beliau pada kesempatan kali ini dapat menambah ketakwaan dan semangat kita dalam [...]<img alt="" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&amp;blog=1695789&amp;post=6575&amp;subd=salafiyunpad&amp;ref=&amp;feed=1" /><br /><a href="http://www.radiorodja.com/podpress_trac/web/1350/0/019_syaikhAbdurRozzaqBinAbdulMuhsinAlBadr_keutamaanBulanRamadhan.mp3http://www.radiorodja.com/podpress_trac/web/1391/0/021_syaikhAbdurRozzaqBinAbdulMuhsinAlBadr_ramadhanSyahrulQuran.mp3http://www.radiorodja.com/podpress_trac/web/1359/0/020_syaikhAbdurRozzaqBinAbdulMuhsinAlBadr_syarahHadits-haditsTtgRamadhan.mp3http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Badrusalam/Khutbah%20Jumat%2030%20Juli%202010%20-%20Menyambut%20Ramadhan%201431%20H/Khutbah%20Jumat-Menyambut%20Ramadhan%201431.mp3?l=12http://www.radiorodja.com/podpress_trac/web/1394/0/022_syaikhAbdurRozzaqBinAbdulMuhsinAlBadr_petunjukDalamMengkhatamkanAlQuran.mp3http://www.radiorodja.com/podpress_trac/web/1404/0/023_syaikhAbdurRozzaqBinAbdulMuhsinAlBadr_keutamaanMembacaAlQuran.mp3http://www.radiorodja.com/podpress_trac/web/1449/0/027_syaikhAbdurRozzaqBinAbdulMuhsinAlBadr_lailatulQodar.mp3http://www.radiorodja.com/podpress_trac/web/1454/0/028_syaikhAbdurRozzaqBinAbdulMuhsinAlBadr_zakatFitrDanIedulFitri.mp3" title="audio/mpegaudio/mpegaudio/mpegaudio/mpegaudio/mpegaudio/mpegaudio/mpegaudio/mpeg 17061250 KB">[Link to media]</a>]]></description>					 </item><item>						 <title>Mempersiapkan Diri Menyambut Kedatangan Bulan Ramadan</title>						 <link>http://feedproxy.google.com/~r/shalihah/~3/E4GPFTVaQio/mempersiapkan-diri-menyambut-kedatangan-bulan-ramadan</link>						 <description><![CDATA[Apa saja persiapan menyambut Bulan Ramadan yang barokah? Apakah termasuk mendatangi pasar-pasar untuk membeli barang persediaan karena khawatir harga naik ataukah mempersiapkan diri untuk beribadah dan meningkatkan ketaqwaan?
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?a=E4GPFTVaQio:aAKzHJj19rE:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?d=yIl2AUoC8zA"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?a=E4GPFTVaQio:aAKzHJj19rE:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?d=qj6IDK7rITs"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?a=E4GPFTVaQio:aAKzHJj19rE:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?i=E4GPFTVaQio:aAKzHJj19rE:D7DqB2pKExk"></img></a>
]]></description>					 </item><item>						 <title>Jika Harus Minum Obat Ketika Puasa</title>						 <link>http://muslimah.or.id/kesehatan-muslimah/jika-harus-minum-obat-ketika-puasa.html</link>						 <description><![CDATA[<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fmuslimah.or.id%2Fkesehatan-muslimah%2Fjika-harus-minum-obat-ketika-puasa.html"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fmuslimah.or.id%2Fkesehatan-muslimah%2Fjika-harus-minum-obat-ketika-puasa.html" height="61" width="51" /></a><p>Kesehatan saat menjalankan ibadah puasa merupakan anugerah yang tak terkira nilainya. Betapa banyak ibadah dengan janji pahala berlipat ganda yang bisa kita lakukan jika kondisi tubuh kita prima. Namun bagaimana jika penyakit bertandang dan tubuh kita dalam kondisi sebaliknya?</p>
<p><strong>Puasa atau Tidak Puasa? </strong></p>
<p>Orang yang sakit dibolehkan untuk berbuka puasa. Yang dimaksud sakit yang diperbolehkan untuk berbuka adalah jika ada bukti medis (keterangan dari dokter-ed), pengalaman atau ia yakin bahwa puasa akan memberi suatu madharat, dapat memperparah penyakitnya atau memperlambat penyembuhannya, barulah ia diperbolehkan tidak berpuasa. Namun seseorang yang menderita penyakit ringan tetaplah harus berpuasa dengan tetap meminum obat sebagai sebab untuk menghilangkan penyakitnya. Nah, bagaimana aturan minum obat ketika berpuasa? Padahal seseorang bisa minum obat dari waktu berbuka hingga sahur. Pertama-tama, kita kenali dulu aturan minum obat yang benar.</p>
<p><strong>Salah Kaprah Aturan Minum Obat</strong></p>
<p>Untuk mendapatkan efek obat yang optimal, kita harus minum obat dalam dosis yang tepat dan waktu yang tepat. Contoh kasus yang sering terjadi adalah sebagai berikut:</p>
<p>Ibu Sofia sedang mengalami demam dan sakit kepala. Dokter memberinya penurun panas dan penghilang rasa nyeri berupa parasetamol untuk diminum 3 kali sehari sesudah makan. Ibu Sofia meminum obat tersebut sesudah sarapan jam 6.00, sesudah makan siang jam 12.00 dan sesudah makan malam jam 18.00. Apa yang terjadi?</p>
<p>Demamnya bisa teratasi dan panasnya langsung turun. Namun sakit kepalanya masih kambuh di malam hari walaupun sudah reda di siang hari. Hal ini disebabkan jarak waktu minum obat yang tidak sama. Jaraknya terlalu panjang di malam hari. Sehingga ketersediaan obat di dalam tubuh menurun dan tidak cukup untuk mengatasi sakit kepala.</p>
<p>Tujuan obat diminum 2 atau 3 kali adalah untuk menjaga kadar obat dalam tubuh berada dalam kisaran terapi yaitu kadar obat yang memberikan efek menyembuhkan. Hal ini tergantung jenis dan sifat obat. Ada obat yang cepat dibuang dari tubuh sehingga frekuensi minum obat menjadi sering. Ada juga obat yang lambat dibuang dari tubuh sehingga frekuensi minum obat menjadi jarang. Kadar obat dapat terjaga stabil dalam tubuh apabila diminum dalam jarak watu yang teratur. Misalnya obat yang diminum 3 kali sehari, maka obat tersebut diminum setiap 8 jam sedangkan obat yang diminum 2 kali sehari maka diminum setiap 12 jam.</p>
<p><strong>Lalu, Mengapa Ada Obat yang Diminum Sebelum dan Sesudah Makan?</strong></p>
<p>Obat merupakan senyawa kimia yang memiliki berbagai sifat dan efek. Ketika diminum, obat akan melewati lambung dan kemudian masuk ke usus. Sebagian kecil obat diserap di lambung dan sebagian besar diserap di usus. Obat pada umumnya dapat diserap dengan baik apabila tidak terdapat gangguan di lambung dan usus misalnya berupa makanan. Uniknya, ada juga obat-obat yang penyerapannya terbantu oleh makanan. Hal inilah yang menentukan kapan sebaiknya obat diminum sebelum atau sesudah makan.</p>
<p>Nah, yang dimaksud sebelum makan adalah ketika kondisi perut kosong. Sedangkan yang dimaksud setelah makan adalah sesaat sesudah makan, ketika perut masih berisi makanan dan tidak boleh lewat dari 2 jam. Jika lebih dari 2 jam, makanan sudah diolah dan diserap sehingga kondisinya bisa disamakan dengan sebelum makan.</p>
<p>Ada juga obat-obat yang mengiritasi lambung sehingga dapat menyebabkan tukak lambung atau memperparah sakit maag, obat-obat tersebut diminum sesudah makan. Contohnya adalah obat penghilang nyeri &#8211;aspirin&#8211; dan obat antiradang &#8212; diklofenak dan piroksikam&#8211;.</p>
<p><strong>Aturan Minum Obat Ketika Puasa</strong></p>
<p>Selama bulan Ramadhan, pola makan dan minum akan berubah. Waktu yang leluasa untuk minum obat berubah dari 24 jam menjadi hanya 10,5 jam.</p>
<p>Bagaimana cara kita meminum obat agar efek terapi menjadi optimal?</p>
<p>Tanyalah kepada dokter atau apoteker jika anda memiliki penyakit yang khusus misalnya diabetes tentang petunjuk yang jelas mengenai waktu minum obat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Karena umumnya pasien diabetes tidak boleh menggunakan obat setelah sahur untu menghindari terjadinya <em>hipoglikemia </em>yaitu penurunan kadar gula darah dalam tubuh.</p>
<p>Jika dokter memberikan obat dengan pemakaian 3 atau 4 kali sehari, tanyakan apakah ada alternatif obat sejenis yang bisa diminum 1 atau 2 kali sehari.</p>
<p>Berikut ini adalah panduan umum minum obat ketika puasa:</p>
<ul>
<li><strong>Bila aturan pakai 1 kali sehari  sebelum makan: </strong>Kita bebas memilih  setelah minum pembuka puasa (setengah jam sebelum makan berat) atau setengah jam sebelum  sahur. Yang penting pilihan waktu tersebut konsisten.</li>
<li><strong>Bila aturan pakai 1 kali sehari  setelah makan: </strong>Kita bebas memilih  setelah berbuka puasa atau saat sahur. Yang penting pilihan waktu tersebut konsisten.</li>
<li><strong>Bila aturan pakai 2 kali sehari setelah makan:</strong> Minumlah obat setelah makan berbuka puasa dan setelah makan sahur.</li>
<li><strong>Bila aturan pakai 2 kali sehari sebelum  makan: </strong>Minumlah obat setelah  minum berbuka puasa. Setengah jam sesudahnya barulah menikmati makanan  berat. Minum obat berikutnya minimal setengah jam  sebelum  makan sahur</li>
<li><strong>Bila aturan pakainya 3 kali sehari setelah makan:</strong> Minumlah obat setelah makan berbuka puasa, sebelum tidur (setelah menyantap  sedikit makanan) dan setelah makan sahur</li>
<li><strong>Bila aturan pakai 3 kali sehari sebelum makan:</strong> Minumlah obat setelah minum berbuka puasa lalu setengah jam sesudahnya barulah menikmati makanan berat. Penggunaan ke dua saat hendak tidur, tapi perut jangan diisi makanan setengah jam sebelumnya. Penggunaan obat ketiga minimal setengah jam  sebelum  makan sahur.</li>
</ul>
<p><strong>Informasi Beberapa Obat</strong></p>
<p>1. Obat antihipertensi</p>
<p>Obat antihipertensi kini sudah banyak di formulasi untuk pemakaian sekali dalam sehari. Jika dokter telah meresepkan antihipertensi semacam ini, lebih disarankan agar obat diminum saat makan sahur sehingga obat tersebut dapat mengendalikan tekanan darah selama beraktivitas di siang hari. Riset menunjukkan bahwa tekanan darah mencapai angka paling tinggi pada pukul 9 &#8211; 11 pagi dan paling rendah pada malam hari setelah tidur. Oleh karena itu, sebaiknya obat antihipertensi diminum pada pagi hari. Perlu hati-hati jika obat anti hipertensi diminum malam hari karena mungkin terjadi penurunan tekanan darah yang berlebihan pada saat tidur.</p>
<p>2. Obat maag</p>
<p>Jika dokter telah meresepkan obat yang hanya digunakan sekali dalam sehari, misalnya <em>omeprazol</em> atau <em>lansoprazol</em>, sebaiknya diminum pada malam hari sebelum tidur. Sedangkan obat maag yang lazimnya diberikan sehari dua kali, misalnya <em>ranitidin </em>atau <em>famotidin</em>, maka hendaknya dipilih saat malam hari sebelum tidur dan pada waktu makan sahur. Hal ini disebabkan asam lambung mencapai kadar paling tinggi pada saat dini hari, sehingga sebaiknya diminum malam hari untuk mencegah kenaikan asam lambung berlebihan.</p>
<p>3. Obat antidiabetes</p>
<p>Obat antidiabetes yang hanya cukup diminum satu kali dalam sehari, misalnya <em>glipizid </em>sebaiknya digunakan pada saat berbuka puasa untuk mengontrol kadar gula dalam darah, karena pada saat tersebut ada kecenderungan kadar gula dalam darah akan meningkat berlebihan.</p>
<p>Namun apabila obat antidiabetes anda diresepkan dua kali dalam sehari, lebih disarankan untuk diminum saat berbuka puasa dan malam hari sebelum tidur. <strong>Hindari </strong>penggunaan obat-obat antidiabetes pada saat makan sahur agar tidak terjadi keadaan hipoglikemia pada saat berpuasa pada siang harinya.</p>
<p>4.  Obat penurun kolesterol</p>
<p>Obat penurun kolesterol paling baik diminum pada pukul 7-9 malam, karena memberikan efek lebih baik.</p>
<p>5. Obat anti asma</p>
<p>Sebenarnya waktu yang baik meminum obat asma adalah pada pukul 3-4 sore. Hal ini karena pada saat itu produksi steroid tubuh berkurang, dan mungkin akan menyebabkan serangan asma pada malam hari. Karena itu, jika steroid dihirup sore hari , diharapkan akan mencegah serangan asma pada malamnya. Obat yang penggunaannya dengan cara dihirup boleh digunakan oleh orang yang berpuasa dan tidak membatalkan puasa.</p>
<p>6. Obat anemia</p>
<p>Waktu yang paling baik untuk meminum obat anemia adalah pukul 8 malam. Penggunaan obat anemia seperti Fe glukonat atau Fe sulfat, dll memberikan efek 3-4 kali lebih baik pada waktu itu daripada jika diberikan pada siang hari.</p>
<p><strong>Bagaimana Penggunaan Sediaan Obat yang Lain?</strong></p>
<p>Mengenai obat <em>intranasal </em>(obat yang dihirup melalui hidung), <em>Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta</em> (Lembaga Fatwa Saudi Arabia) menjelaskan bahwa obat penyakit pilek yang digunakan dengan cara menghirup melalui hidung masuk ke tenggorokan lalu masuk ke dalam paru-paru dan tidak menuju ke lambung maka hal ini tidak dinamakan makan atau minum atau yang serupa dengan keduanya. Sehingga dengan alasan yang sama, obat intranasal untuk penyakit lain juga <em>tidak membatalkan puasa</em>.</p>
<p>Sedangkan mengenai obat suntik, Syaikh Abdul &#8216;Aziz bin Baz menjelaskan suntikan pada urat leher dan otot itu tidak membatalkan puasa. Yang membatalkan puasa khusus pada jarum infus, yang berfungsi sebagai pengganti makanan. Beliau juga menjelaskan bahwa obat tetes pada mata dan telinga tidak membatalkan puasa. Jika seseorang mendapati rasa obat tetes itu pada tenggorokan, maka mengqadha` puasa adalah lebih baik, tapi tidak diwajibkan. Karena mata dan telinga bukan tempat masuknya makanan dan minuman.</p>
<p>Sedangkan obat tetes pada hidung tidak boleh digunakan orang yang berpuasa, karena hidung termasuk tempat masuknya makanan dan minuman. Karena itulah Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda mengenai tata cara berwudhu yang artinya,</p>
<p><em>&#8220;Dan bersungguh-sungguhlah saat menarik air ke dalam hidung, kecuali jika kamu berpuasa.&#8221;</em> (Hadits shahih riwayat Abu Dawud, Nasa&#8217;i, Ibnu Majah dan Ahmad )</p>
<p>Jadi, siapa pun yang meneteskan obat ke dalam hidung, maka ia wajib mengqadha` puasa sesuai hadits di atas. Dan apa pun yang serupa dengan obat tetes pada hidung, jika seseorang mendapati rasanya dalam tenggorokan, maka ia wajib mengqadha` pula.</p>
<p>Untuk obat yang dimasukkan melalui anus, yang lebih kita kenal dengan <em>suppositoria</em>, beliau menjelaskan bahwa hukum memberikan suntikan di anus bagi orang berpuasa adalah tidak mengapa karena menyuntikkan sesuatu di anus sama sekali tidak menyerupai makan dan minum.</p>
<p>Mengenai oksigen dan obat yang disemprotkan melalui mulut bagi penderita asma, Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi&#8217;i menjelaskan bahwa penggunaan oksigen bagi penderita asma tidak membatalkan puasa karena tidak termasuk makanan dan minuman. Sementara Syaikh &#8216;Abdul Aziz bin Baz menjelaskan hukum menggunakan obat yang disemprotkan melalui mulut untuk asma atau penyakit lain adalah mubah (dibolehkan) jika ia terpaksa dan harus menggunakannya, ini sesuai dengan firman Allah yang berbunyi,</p>
<p><em>?Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya.&#8221;</em> (QS. Al-An`am: 119)</p>
<p>Juga karena penyemprot mulut itu tidak sama dengan makan dan minum, tapi ia lebih menyerupai dengan mengambil darah untuk diperiksa di lab, atau suntikan yang bukan infus, yaitu yang bukan menyalurkan makanan atau semisalnya. Jadi ia tetap diperbolehkan.</p>
<p>Wallahu musta&#8217;an. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita ketika menjalankan puasa.</p>
<p>Penulis: Mutia Nova Abidin, S. Farm, Apt. (Ummu Sofia)</p>
<p>Referensi :</p>
<ul>
<li>28 Fatwa-Fatwa Puasa, Syaikh &#8216;Abdul &#8216;Aziz bin Baz, www.shirotholmustaqim.files.wordpress.com, diakses tanggal 5 Juli 2010</li>
<li>70 Matters Related to Fasting, Muhammed Salih Al-Munajjid, www.sultan.org, diakses tanggal 5 Juli 2010</li>
<li>Kapan Minum Obat Jika Sedang Puasa, Unit Layanan Informasi Obat dan Makanan Universitas Airlangga, http://food-drugs-info.blogspot.com, diakses tanggal 30 Juni 2010</li>
<li>Kapan Waktu Minum Obat yang Tepat?, Zullies Ikawati, http://zulliesikawati.wordpress.com, diakses tanggal 30 Juni 2010</li>
<li>Menggunakan Obat ketika Puasa, Azril Kimin, http://apotekputer.com,  diakses tanggal 30 Juni 2010</li>
<li>Mengobati Pilek dengan Obat yang Dihirup Melalui Hidung, Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta, http://www.almanhaj.or.id, diakses tanggal 5 Juli 2010</li>
<li>Risalah Ramadhan Untuk Saudaraku, Kumpulan 44 Fatwa Muqbil bin Hadi Al Wadi&#8217;i, Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi&#8217;i, www.scribd.com, diakses tanggal 5 Juli 2010</li>
</ul>
<p>***</p>
<p>Artikel <a href="http://muslimah.or.id/kesehatan-muslimah/jika-harus-minum-obat-ketika-puasa.html">muslimah.or.id</a></p>
]]></description>					 </item><item>						 <title>Kajian Akbar Bersama Syaikh Sulaiman ar-Ruhaili di Kota Solo (Kamis, 5 Agustus 2010)</title>						 <link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/07/30/kajian-akbar-bersama-syaikh-sulaiman-ar-ruhaili-di-kota-solo-kamis-5-agustus-2010/</link>						 <description><![CDATA[Hadirilah Kajian Akbar Bersama Ulama Madinah Tema: NASIHAT BAGI KAUM MUSLIMIN Bersama Asy-Syaikh Sulaiman ar-Ruhaili -hafizhahullah- (Dosen Islamic University of Madinah An-Nabawiyyah, KSA) Insya Allah akan diselenggarakan pada: Kamis, 5 Agustus 2010 Pukul 08.00 WIB s.d. Selesai Bertempat di Islamic Center Imam Bukhari Solo, Jl. Raya Solo-Purwodadi Km. 8 Selokaton &#8211; Gondangrejo, Karanganyar , Solo, [...]<img alt="" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&amp;blog=1695789&amp;post=6570&amp;subd=salafiyunpad&amp;ref=&amp;feed=1" />]]></description>					 </item><item>						 <title>Kajian al-Qur?an (1-20 Ramadhan 1431 H)</title>						 <link>http://abumushlih.com/kajian-al-qur%e2%80%99an-1-20-ramadhan-1431-h.html/</link>						 <description><![CDATA[
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fkajian-al-qur%25e2%2580%2599an-1-20-ramadhan-1431-h.html%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fabumushlih.com%2Fkajian-al-qur%25e2%2580%2599an-1-20-ramadhan-1431-h.html%2F&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		
<p><strong>Menggali Makna Al-Qur?an di Bulan Ramadhan</strong></p>
<p><strong>(Seri Kajian Tafsir Masjid Al-Ashri)</strong></p>
<p>Panduan: Kitab Durus minal Qur?an Syaikh Shalih Al-Fauzan -<em>hafizhahullah</em>-</p>
<ul>
<li><img src="http://www.islamacademy.net/UserFiles/quran.jpg" alt="" width="113" height="109" />Kitab Rujukan: <strong>Durus Minal Qur?an</strong>, Syaikh Shalih Al-Fauzan</li>
</ul>
<blockquote><p>Peserta tidak diharuskan bisa membaca kitab gundul (tanpa harokat).</p></blockquote>
<ul>
<li>Pemateri: <strong>Ustadz Aris Munandar</strong> (<a href="http://ustadzaris.com/">ustadzaris.com</a>)</li>
</ul>
<ul>
<li>Hari: <strong>1-20 Ramadhan 1431 H</strong></li>
</ul>
<ul>
<li>Waktu: <strong>05.30 ? 07.15 WIB</strong></li>
</ul>
<ul>
<li>Tempat: <strong>Masjid Al-Ashri Pogung Rejo, Sinduadi Mlati Sleman, Yogyakarta<br />
</strong></li>
</ul>
<ul>
<li>Informasi: Takmir Masjid Al-Ashri (<a href="http://al-ashree.com/">al-ashree.com</a>)</li>
</ul>
<ul>
<li>Harga Kitab: <strong>Rp 78.000,00</strong> (bagi yang memesan kitab)</li>
</ul>
<ul>
<li>Insya Allah, kajian ini akan disiarkan <em><strong>LIVE</strong></em><em><strong> </strong></em> via <a href="http://radiomuslim.com/"><strong>radiomuslim.com</strong></a></li>
</ul>
]]></description>					 </item><item>						 <title>Cinta Kepada Sang Nabi -shallallahu ?alaihi wa sallam-</title>						 <link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/07/30/cinta-kepada-sang-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam/</link>						 <description><![CDATA[Oleh al-Ustadz Faishal Abdurrahman, Lc. Cinta Kepada Sang Nabi, Cara Mewujudkannya dan Tanda Orang Yang Mencintai dan Yang Tidak Mencintainya Segala puji bagi allah yang telah mengutus rasulnya sebagai rahmat atas sekalian Alam, kemudian Shalawat beserta salam tercurahkan kehadirat rasulullah shallallahu?alaihi wasallam, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya sampai akhir zaman dengan kebaikan. Sesungguhnya [...]<img alt="" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&amp;blog=1695789&amp;post=6566&amp;subd=salafiyunpad&amp;ref=&amp;feed=1" />]]></description>					 </item><item>						 <title>Laporan Donasi YPIA Semarak Ramadhan 1431 H (29 Juli 2010)</title>						 <link>http://muslim.or.id/dari-redaksi/laporan-donasi-ypia-semarak-ramadhan-1431-h-29-juli-2010.html</link>						 <description><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum warohmatullohi wabarokaatuh</em>.</p>
<p>Berikut ini adalah donasi sejak tanggal 1 Juli 2010 s.d. 29 Juli 2010 dalam Rangka Ramadhan, termasuk donasi umum &amp; rutin bulanan.</p>
<p><strong>No Tanggal Donatur Nominal Melalui Tujuan Donasi</strong><br />
1	1-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp1,000,000 Mandiri 500 buletin 500 Web<br />
2	2-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp300,000 Mandiri YPIA<br />
3	6-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp200,000 Mandiri Radio Muslim<br />
4	8-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp1,000,000 Mandiri semarak romadhon<br />
5	12-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp500,000 BNI Syariah semarak romadhon<br />
6	13-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp500,000 BNI Syariah (belum jelas alokasinya)<br />
7	13-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp20,000 BNI Syariah (belum jelas alokasinya)<br />
8	14-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp100,000 Mandiri buletin<br />
9	14-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp100,000 BCA semarak romadhon<br />
10	14-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp500,000 BNI Syariah PPMMP<br />
11	14-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp15,000 BCA Buku Romadhon<br />
12	14-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp400,000 BNI Syariah PPMMP<br />
13	15-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp100,000 Mandiri Buku Romadhon<br />
14	15-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp2,000,000 Mandiri Buku Romadhon<br />
15	15-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp1,000,000 BNI Syariah semarak romadhon<br />
16	15-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp1,000,000 BCA Buku Romadhon<br />
17	15-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp200,000 Mandiri Buku Romadhon<br />
18	15-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp100,000 Mandiri Buku Romadhon<br />
19	15-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp5,000,000 BCA Buku Romadhon<br />
20	15-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp150,000 Mandiri Kajian Ust Badrussalam<br />
21	16-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp300,000 Mandiri Buku Romadhon<br />
22	16-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp250,000 BNI Syariah Buku Romadhon<br />
23	16-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp500,000 BNI Syariah (belum jelas alokasinya)<br />
24	16-Jul-2010	Hamba Allah Jakarta	 Rp1,550,000 BNI Syariah Buku Romadhon<br />
25	16-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp50,000 Mandiri Buku Romadhon<br />
26	16-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp1,000,000 BCA Buku Romadhon<br />
27	17-Jul-2010	Hamba Allah di Malaysia	 Rp400,000 BCA 200rb buku, 200rb iftor<br />
28	17-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp200,000 BCA semarak romadhon<br />
29	17-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp100,000 BCA semarak romadhon<br />
30	17-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp200,000 Mandiri semarak romadhon<br />
31	18-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp100,000 BNI Syariah buku romadhon<br />
32	19-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp70,000 BCA Buku Romadhon<br />
33	19-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp1,000,000 Mandiri Buku Romadhon<br />
34	20-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp250,000 BCA Buku Romadhon<br />
35	20-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp1,000,000 Mandiri semarak romadhon<br />
36	22-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp300,000 BCA Semarak Ramadhan<br />
37	24-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp5,000,000 Mandiri Semarak Ramadhan<br />
38	24-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp1,000,000 Mandiri Semarak Ramadhan<br />
39	26-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp500,000 BNI Syariah Buku Romadhon<br />
40	26-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp250,000 Mandiri Buku Romadhon<br />
41	26-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp300,000 BNI Syariah Buku Romadhon<br />
42	26-Jul-2010	Hamba ALLAH Yogya	 Rp500,000 Langsung Buku Romadhon<br />
43	26-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp1,000,000 BNI Syariah Semarak Ramadhan<br />
44	27-Jul-2010	Hamba ALLAH di Amerika	 Rp5,277,132 Money Gram Semarak Ramadhan<br />
45	27-Jul-2010	Hamba ALLAH di Australia	 Rp2,626,000 BCA Semarak Ramadhan<br />
46	28-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp500,000 BCA Radio Muslim<br />
47	28-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp2,000,000 Mandiri Buku Romadhon<br />
48	28-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp500,000 BNI Syariah Buku Romadhon<br />
49	29-Jul-10	Hamba ALLAH	 Rp500,000 BNI Syariah Semarak Ramadhan</p>
<p><em>NB: tanggal di dalam laporan di atas tidak semua tepat tanggalnya, ada yang sesuai tanggal konfirmasi dan tanggal transfer. Harap maklum</em></p>
<p>Jumlah total sementara: Rp 41,408,132 dengan rincian:<br />
1. Melalui Rekening Mandiri: Rp 15,950,000<br />
2. Melalui Rekening BCA: Rp 11,561,000<br />
3. Melalui Rekening BNI Syariah: Rp 8,120,000<br />
4. Donasi Langsung: Rp 500.000<br />
5. Melalui Money Gram CIMB NIAGA: Rp5,277,132</p>
<p>Dengan rincian tujuan/alokasi donasi sebagai berikut:<br />
1. Semarak Ramadhan: Rp 37,238,132<br />
terdiri atas:<br />
a, Penerbitan dan Distribusi buku Panduan Ramadhan: Rp 17,235,000<br />
b. Kegiatan Semarak Ramadhan yg lain: Rp 20,003,132<br />
2. YPIA, selain Semarak Ramadhan: Rp 4,170,000</p>
<p>Terima kasih kepada para donatur yang telah menyumbangkan sebagian hartanya untuk mendukung kelancaran kegiatan2 ini. Semoga menjadi amal shalih yang diterima ALLAH. InsyaaALLAH akan disalurkan sesuai amanahnya. Jazakumullah khairan</p>
<p>Mohon maaf, sementara kami tampilkan dengan nama &#8220;Hamba ALLAH&#8221; sampai kami bisa memastikan donatur2 mana yang namanya boleh ditampilkan ke umum. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam pencatatan maupun sikap kami yang kurang berkenan di hati.</p>
<p>Masih terbuka kepada kaum muslimin untuk membantu kegiatan dakwah di bulan Ramadhan maupun kegiatan dakwah rutin.<br />
Proposal semarak ramadhan 1431 H: <a href="http://www.archive.org/download/ramadhan1431/ProposalSemarakRamadhan1431H.pdf">http://www.archive.org/download/ramadhan1431/ProposalSemarakRamadhan1431H.pdf</a></p>
<p>Bagi para donatur yang ingin berpartisipasi bisa menyalurkan dananya ke:</p>
<p>a) Rekening Bank Mandiri cabang UGM (Yogyakarta)<br />
Atas Nama : Satria Buana ? muslim.or.id<br />
No. Rekening : 137 00 0503568 4</p>
<p>b) Rekening Bank BNI Syari?ah<br />
Atas Nama : Syarif Mustaqim QQ LBIA<br />
No. Rekening : 0105338917</p>
<p>c) Rekening Bank BCA<br />
Atas Nama : Satria Buana ? muslim.or.id<br />
No. Rekening : 2951825893</p>
<p>d) Western Union (pos) dan Money Gram<br />
Atas Nama : Retno Syaputra<br />
Alamat : Wisma Misfallah Tholabul Ilmi, Pogung Kidul No. 8C RT. 01 RW. 49 Sleman, Yogyakarta, Indonesia 55284</p>
<p>Setiap donatur harap mengkonfirmasikan donasinya ke nomor : Abu Hasan Putra (0856 644 00 941) atau via Yahoo Messenger (YM): mhasan_fadhilah.</p>
<p>informasi:<br />
<a href="http://ypia.or.id"> www.ypia.or.id</a><br />
<a href="http://www.muslim.or.id"> www.muslim.or.id</a><br />
<a href="http://www.muslimah.or.id">www.muslimah.or.id</a></p>
<p><em>Wassalaamu &#8216;alaikum warahmatullohi wabaro kaatuh</em></p>
<p>Yogyakarta, 29 Juli 2010. 14.30 WIB</p>
<p>Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari<br />
Bendahara Umum</p>
<p>Syarif Mustaqim</p>




<ul>
		<li>
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://muslim.or.id/dari-redaksi/laporan-donasi-ypia-semarak-ramadhan-1431-h-29-juli-2010.html&amp;title=Laporan+Donasi+YPIA+Semarak+Ramadhan+1431+H+%2829+Juli+2010%29" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://muslim.or.id/dari-redaksi/laporan-donasi-ypia-semarak-ramadhan-1431-h-29-juli-2010.html&amp;title=Laporan+Donasi+YPIA+Semarak+Ramadhan+1431+H+%2829+Juli+2010%29" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://muslim.or.id/dari-redaksi/laporan-donasi-ypia-semarak-ramadhan-1431-h-29-juli-2010.html&amp;title=Laporan+Donasi+YPIA+Semarak+Ramadhan+1431+H+%2829+Juli+2010%29" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://muslim.or.id/dari-redaksi/laporan-donasi-ypia-semarak-ramadhan-1431-h-29-juli-2010.html&amp;t=Laporan+Donasi+YPIA+Semarak+Ramadhan+1431+H+%2829+Juli+2010%29" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://twitter.com/home?status=Laporan+Donasi+YPIA+Semarak+Ramadhan+1431+H+%2829+Juli+2010%29+-+http://tinyurl.com/2vwsrqx+(via+@muslimorid)&amp;source=shareaholic" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Laporan+Donasi+YPIA+Semarak+Ramadhan+1431+H+%2829+Juli+2010%29+-+http://muslim.or.id/dari-redaksi/laporan-donasi-ypia-semarak-ramadhan-1431-h-29-juli-2010.html&amp;qualifier=shares" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://muslim.or.id/dari-redaksi/laporan-donasi-ypia-semarak-ramadhan-1431-h-29-juli-2010.html&amp;n=Laporan+Donasi+YPIA+Semarak+Ramadhan+1431+H+%2829+Juli+2010%29&amp;pli=1" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
</ul>




]]></description>					 </item><item>						 <title>Laporan Donasi YPIA Mulai 1 Juli dan Semarak Ramadhan 1431 H s.d. 29 Juli 2010</title>						 <link>http://muslim.or.id/dari-redaksi/laporan-donasi-ypia-mulai-1-juli-dan-semarak-ramadhan-1431-h-s-d-29-juli-2010.html</link>						 <description><![CDATA[<p>Assalaamu&#8217;alaikum warohmatullohi wabarokaatuh.</p>
<p>Berikut ini adalah donasi sejak tanggal 1 Juli 2010 s.d. 29 Juli 2010 dalam Rangka Ramadhan, termasuk donasi umum &amp; rutin bulanan.<br />
No Tanggal Donatur Nominal Melalui Tujuan Donasi<br />
1	1-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp1,000,000 Mandiri 500 buletin 500 Web<br />
2	2-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp300,000 Mandiri YPIA<br />
3	6-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp200,000 Mandiri Radio Muslim<br />
4	8-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp1,000,000 Mandiri semarak romadhon<br />
5	12-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp500,000 BNI Syariah semarak romadhon<br />
6	13-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp500,000 BNI Syariah (belum jelas alokasinya)<br />
7	13-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp20,000 BNI Syariah (belum jelas alokasinya)<br />
8	14-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp100,000 Mandiri buletin<br />
9	14-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp100,000 BCA semarak romadhon<br />
10	14-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp500,000 BNI Syariah PPMMP<br />
11	14-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp15,000 BCA Buku Romadhon<br />
12	14-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp400,000 BNI Syariah PPMMP<br />
13	15-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp100,000 Mandiri Buku Romadhon<br />
14	15-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp2,000,000 Mandiri Buku Romadhon<br />
15	15-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp1,000,000 BNI Syariah semarak romadhon<br />
16	15-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp1,000,000 BCA Buku Romadhon<br />
17	15-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp200,000 Mandiri Buku Romadhon<br />
18	15-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp100,000 Mandiri Buku Romadhon<br />
19	15-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp5,000,000 BCA Buku Romadhon<br />
20	15-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp150,000 Mandiri Kajian Ust Badrussalam<br />
21	16-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp300,000 Mandiri Buku Romadhon<br />
22	16-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp250,000 BNI Syariah Buku Romadhon<br />
23	16-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp500,000 BNI Syariah (belum jelas alokasinya)<br />
24	16-Jul-2010	Hamba Allah Jakarta	 Rp1,550,000 BNI Syariah Buku Romadhon<br />
25	16-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp50,000 Mandiri Buku Romadhon<br />
26	16-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp1,000,000 BCA Buku Romadhon<br />
27	17-Jul-2010	Hamba Allah di Malaysia	 Rp400,000 BCA 200rb buku, 200rb iftor<br />
28	17-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp200,000 BCA semarak romadhon<br />
29	17-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp100,000 BCA semarak romadhon<br />
30	17-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp200,000 Mandiri semarak romadhon<br />
31	18-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp100,000 BNI Syariah buku romadhon<br />
32	19-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp70,000 BCA Buku Romadhon<br />
33	19-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp1,000,000 Mandiri Buku Romadhon<br />
34	20-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp250,000 BCA Buku Romadhon<br />
35	20-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp1,000,000 Mandiri semarak romadhon<br />
36	22-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp300,000 BCA Semarak Ramadhan<br />
37	24-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp5,000,000 Mandiri Semarak Ramadhan<br />
38	24-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp1,000,000 Mandiri Semarak Ramadhan<br />
39	26-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp500,000 BNI Syariah Buku Romadhon<br />
40	26-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp250,000 Mandiri Buku Romadhon<br />
41	26-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp300,000 BNI Syariah Buku Romadhon<br />
42	26-Jul-2010	Hamba ALLAH Yogya	 Rp500,000 Langsung Buku Romadhon<br />
43	26-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp1,000,000 BNI Syariah Semarak Ramadhan<br />
44	27-Jul-2010	Hamba ALLAH di Amerika	 Rp5,277,132 Money Gram Semarak Ramadhan<br />
45	27-Jul-2010	Hamba ALLAH di Australia	 Rp2,626,000 BCA Semarak Ramadhan<br />
46	28-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp500,000 BCA Radio Muslim<br />
47	28-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp2,000,000 Mandiri Buku Romadhon<br />
48	28-Jul-2010	Hamba ALLAH	 Rp500,000 BNI Syariah Buku Romadhon<br />
49	29-Jul-10	Hamba ALLAH	 Rp500,000 BNI Syariah Semarak Ramadhan</p>
<p>NB: tanggal di dalam laporan di atas tidak semua tepat tanggalnya, ada yang sesuai tanggal konfirmasi dan tanggal transfer. Harap maklum</p>
<p>Jumlah total sementara: Rp 41,408,132 dengan rincian:<br />
1. Melalui Rekening Mandiri: Rp 15,950,000<br />
2. Melalui Rekening BCA: Rp 11,561,000<br />
3. Melalui Rekening BNI Syariah: Rp 8,120,000<br />
4. Donasi Langsung: Rp 500.000<br />
5. Melalui Money Gram CIMB NIAGA: Rp5,277,132</p>
<p>Dengan rincian tujuan/alokasi donasi sebagai berikut:<br />
1. Semarak Ramadhan: Rp 37,238,132<br />
terdiri atas:<br />
a, Penerbitan dan Distribusi buku Panduan Ramadhan: Rp 17,235,000<br />
b. Kegiatan Semarak Ramadhan yg lain: Rp 20,003,132<br />
2. YPIA, selain Semarak Ramadhan: Rp 4,170,000</p>
<p>Terima kasih kepada para donatur yang telah menyumbangkan sebagian hartanya untuk mendukung kelancaran kegiatan2 ini. Semoga menjadi amal shalih yang diterima ALLAH. InsyaaALLAH akan disalurkan sesuai amanahnya. Jazakumullah khairan</p>
<p>Mohon maaf, sementara kami tampilkan dengan nama &#8220;Hamba ALLAH&#8221; sampai kami bisa memastikan donatur2 mana yang namanya boleh ditampilkan ke umum.<br />
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam pencatatan maupun sikap kami yang kurang berkenan di hati.</p>
<p>Masih terbuka kepada kaum muslimin untuk membantu kegiatan dakwah di bulan Ramadhan maupun kegiatan dakwah rutin.<br />
Proposal semarak ramadhan 1431 H: <a href="http://www.archive.org/download/ramadhan1431/ProposalSemarakRamadhan1431H.pdf">http://www.archive.org/download/ramadhan1431/ProposalSemarakRamadhan1431H.pdf</a></p>
<p>Bagi para donatur yang ingin berpartisipasi bisa menyalurkan dananya ke:</p>
<p>a) Rekening Bank Mandiri cabang UGM (Yogyakarta)<br />
Atas Nama : Satria Buana ? muslim.or.id<br />
No. Rekening : 137 00 0503568 4</p>
<p>b) Rekening Bank BNI Syari?ah<br />
Atas Nama : Syarif Mustaqim QQ LBIA<br />
No. Rekening : 0105338917</p>
<p>c) Rekening Bank BCA<br />
Atas Nama : Satria Buana ? muslim.or.id<br />
No. Rekening : 2951825893</p>
<p>d) Western Union (pos) dan Money Gram<br />
Atas Nama : Retno Syaputra<br />
Alamat : Wisma Misfallah Tholabul Ilmi, Pogung Kidul No. 8C RT. 01 RW. 49 Sleman, Yogyakarta, Indonesia 55284</p>
<p>Setiap donatur harap mengkonfirmasikan donasinya ke nomor : Abu Hasan Putra (0856 644 00 941) atau via Yahoo Messenger (YM): mhasan_fadhilah.</p>
<p>informasi:<br />
www.ypia.or.id<br />
www.muslim.or.id<br />
www.muslimah.or.id</p>
<p>Wassalaamu &#8216;alaikum warahmatullohi wabaro kaatuh</p>
<p>Yogyakarta, 29 Juli 2010. 14.30 WIB</p>
<p>Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari<br />
Bendahara Umum</p>
<p>Syarif Mustaqim</p>




<ul>
		<li>
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://muslim.or.id/dari-redaksi/laporan-donasi-ypia-mulai-1-juli-dan-semarak-ramadhan-1431-h-s-d-29-juli-2010.html&amp;title=Laporan+Donasi+YPIA+Mulai+1+Juli+dan+Semarak+Ramadhan+1431+H+s.d.+29+Juli+2010" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://muslim.or.id/dari-redaksi/laporan-donasi-ypia-mulai-1-juli-dan-semarak-ramadhan-1431-h-s-d-29-juli-2010.html&amp;title=Laporan+Donasi+YPIA+Mulai+1+Juli+dan+Semarak+Ramadhan+1431+H+s.d.+29+Juli+2010" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://muslim.or.id/dari-redaksi/laporan-donasi-ypia-mulai-1-juli-dan-semarak-ramadhan-1431-h-s-d-29-juli-2010.html&amp;title=Laporan+Donasi+YPIA+Mulai+1+Juli+dan+Semarak+Ramadhan+1431+H+s.d.+29+Juli+2010" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://muslim.or.id/dari-redaksi/laporan-donasi-ypia-mulai-1-juli-dan-semarak-ramadhan-1431-h-s-d-29-juli-2010.html&amp;t=Laporan+Donasi+YPIA+Mulai+1+Juli+dan+Semarak+Ramadhan+1431+H+s.d.+29+Juli+2010" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://twitter.com/home?status=Laporan+Donasi+YPIA+Mulai+1+Juli+dan+Semarak+Ramadhan+1431+H+s.d.+29+Juli+2010+-+http://tinyurl.com/29z6meb+(via+@muslimorid)&amp;source=shareaholic" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Laporan+Donasi+YPIA+Mulai+1+Juli+dan+Semarak+Ramadhan+1431+H+s.d.+29+Juli+2010+-+http://muslim.or.id/dari-redaksi/laporan-donasi-ypia-mulai-1-juli-dan-semarak-ramadhan-1431-h-s-d-29-juli-2010.html&amp;qualifier=shares" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://muslim.or.id/dari-redaksi/laporan-donasi-ypia-mulai-1-juli-dan-semarak-ramadhan-1431-h-s-d-29-juli-2010.html&amp;n=Laporan+Donasi+YPIA+Mulai+1+Juli+dan+Semarak+Ramadhan+1431+H+s.d.+29+Juli+2010&amp;pli=1" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
</ul>




]]></description>					 </item><item>						 <title>[Sragen] Kajian Umum: ?Kiat Sukses Menggapai Keutamaan Bulan Ramadhan?</title>						 <link>http://muslim.or.id/info-dauroh-dan-kajian/kajian-umum-sragen-1-agustus-2010-%e2%80%9ckiat-sukses-menggapai-keutamaan-bulan-ramadhan%e2%80%9d.html</link>						 <description><![CDATA[<p><strong>Hadirilah</strong></p>
<p><strong>Kajian Umum Pra Ramadhan</strong></p>
<strong>?KIAT SUKSES MENGGAPAI KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN?</strong>
<p>Bersama</p>
<blockquote>
<strong>Al Ustadz Abu Umair Mahful Safrudin, Lc.</strong>
<p><strong>(Pengajar Pesantren Islam Al-Irsyad, Tengaran, Salatiga)</strong></p></blockquote>
<p>Insya Allah akan diselenggarakan pada:</p>
<blockquote><p><strong>Ahad, 1 Agustus 2010</strong></p>
<p><strong>Pukul 08.30 WIB s.d. selesai</strong></p>
<p><strong>Masjid An-Nur, SMA Negeri 1 Gemolong, Sragen</strong></p></blockquote>
<p>Insya Allah disediakan makalah di tempat kajian</p>
<p>Kajian ini GRATIS dan TERBUKA UNTUK UMUM (Putra &amp; Putri)</p>
<blockquote><p>Contact Person:</p>
<p><strong>0857.2966.2716</strong></p>
<p>Presented by:</p>
<p><strong>Forum Kajian Masyarakat (FKM) Gemolong</strong></p>
<p>Supported by:</p>
<p><strong>Radio Suara Quran 94.4 FM</strong></p></blockquote>




<ul>
		<li>
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://muslim.or.id/info-dauroh-dan-kajian/kajian-umum-sragen-1-agustus-2010-%e2%80%9ckiat-sukses-menggapai-keutamaan-bulan-ramadhan%e2%80%9d.html&amp;title=%5BSragen%5D+Kajian+Umum%3A+%E2%80%9CKiat+Sukses+Menggapai+Keutamaan+Bulan+Ramadhan%E2%80%9D" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://muslim.or.id/info-dauroh-dan-kajian/kajian-umum-sragen-1-agustus-2010-%e2%80%9ckiat-sukses-menggapai-keutamaan-bulan-ramadhan%e2%80%9d.html&amp;title=%5BSragen%5D+Kajian+Umum%3A+%E2%80%9CKiat+Sukses+Menggapai+Keutamaan+Bulan+Ramadhan%E2%80%9D" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://muslim.or.id/info-dauroh-dan-kajian/kajian-umum-sragen-1-agustus-2010-%e2%80%9ckiat-sukses-menggapai-keutamaan-bulan-ramadhan%e2%80%9d.html&amp;title=%5BSragen%5D+Kajian+Umum%3A+%E2%80%9CKiat+Sukses+Menggapai+Keutamaan+Bulan+Ramadhan%E2%80%9D" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://muslim.or.id/info-dauroh-dan-kajian/kajian-umum-sragen-1-agustus-2010-%e2%80%9ckiat-sukses-menggapai-keutamaan-bulan-ramadhan%e2%80%9d.html&amp;t=%5BSragen%5D+Kajian+Umum%3A+%E2%80%9CKiat+Sukses+Menggapai+Keutamaan+Bulan+Ramadhan%E2%80%9D" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://twitter.com/home?status=%5BSragen%5D+Kajian+Umum%3A+%E2%80%9CKiat+Sukses+Menggapai+Keutamaan+Bulan+Ramadhan%E2%80%9D+-+http://tinyurl.com/26eybfy+(via+@muslimorid)&amp;source=shareaholic" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=%5BSragen%5D+Kajian+Umum%3A+%E2%80%9CKiat+Sukses+Menggapai+Keutamaan+Bulan+Ramadhan%E2%80%9D+-+http://muslim.or.id/info-dauroh-dan-kajian/kajian-umum-sragen-1-agustus-2010-%e2%80%9ckiat-sukses-menggapai-keutamaan-bulan-ramadhan%e2%80%9d.html&amp;qualifier=shares" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://muslim.or.id/info-dauroh-dan-kajian/kajian-umum-sragen-1-agustus-2010-%e2%80%9ckiat-sukses-menggapai-keutamaan-bulan-ramadhan%e2%80%9d.html&amp;n=%5BSragen%5D+Kajian+Umum%3A+%E2%80%9CKiat+Sukses+Menggapai+Keutamaan+Bulan+Ramadhan%E2%80%9D&amp;pli=1" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
</ul>




]]></description>					 </item><item>						 <title>Kunci Sukses Mengais Rezeki</title>						 <link>http://www.almanhaj.or.id/content/2770/slash/0</link>						 <description><![CDATA[Kamis, 29 Juli 2010 15:57:17 WIB<br>Kategori : Rizqi, Harta, Nafkah<br><br>Masalah rezeki merupakan salah satu perkara yang banyak menyita perhatian manusia, sehingga ada sebagian yang menjadi budak dunia. Bahkan lebih parah lagi, sejumlah besar umat Islam memandang bahwa berpegang dengan ajaran Islam akan menyempitkan peluang dalam mengais rezeki. Ada sejumlah orang yang masih mau menjaga sebagian kewajiban syariat Islam, tetapi mereka mengira bahwa jika ingin mendapat kemudahan di bidang materi dan kemapanan ekonomi, hendaknya menutup mata dari sebagian aturan Islam, terutama berkenaan dengan etika bisnis dan hukum halal haram. Padahal Sang Khalik mensyariatkan agamaNya bukan hanya sebagai petunjuk bagi umat manusia dalam perkara akhirat saja, tetapi sekaligus menjadi pedoman sukses di dunia juga, seperti doa yang sering dipanjatkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam : Wahai Rabb kami, karuniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan jagalah kami dari siksa api neraka. Islam tidak membiarkan seorang muslim kebingungan dalam berusaha mencari nafkah. Islam telah memberikan solusi tuntas dan mengajarkan etika cara sukses mengais rezeki, membukakan pintu kemakmuran dan keberkahan. Kegiatan usaha dalam kaca mata Islam memiliki kode etik dan aturan, jauh dari sifat tamak dan serakah, sehingga mampu membentuk sebuah usaha yang menjadi pondasi masyarakat madani.<p><sub><i>-- Delivered by <a href="http://feed43.com/">Feed43</a> service</i></sub></p>
]]></description>					 </item><item>						 <title>Laporan Donasi YPIA Mulai 1 Juli s.d. 29 Juli 2010</title>						 <link>http://ypia.or.id/laporan-donasi-ypia-mulai-1-juli-s-d-29-juli-2010.html</link>						 <description><![CDATA[<p><a href="http://ypia.or.id/wp-content/uploads/2010/07/ramadhan.jpg"><img src="http://ypia.or.id/wp-content/uploads/2010/07/ramadhan-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Assalaamu&#8217;alaikum warohmatullohi wabarokaatuh.</p>
<p>Berikut ini adalah donasi sejak tanggal <strong>1 Juli 2010 s.d. 29 Juli 2010  dalam Rangka Ramadhan, termasuk donasi umum &amp; rutin bulanan.</strong><br />
No    Tanggal           Donatur            Nominal            Melalui    Tujuan Donasi</p>
<ol>
<li> 1-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp1,000,000 	 Mandiri 	500 buletin 500 Web</li>
<li>2-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp300,000 	 Mandiri 	YPIA</li>
<li>6-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp200,000 	 Mandiri 	Radio Muslim</li>
<li>8-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp1,000,000 	 Mandiri 	semarak romadhon</li>
<li>12-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp500,000 	 BNI Syariah 	semarak romadhon</li>
<li>13-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp500,000 	 BNI Syariah 	(belum jelas alokasinya)</li>
<li>13-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp20,000 	 BNI Syariah 	(belum jelas alokasinya)</li>
<li>14-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp100,000 	 Mandiri 	buletin</li>
<li>14-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp100,000 	 BCA 	semarak romadhon</li>
<li>14-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp500,000 	 BNI Syariah 	PPMMP</li>
<li>14-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp15,000 	 BCA 	Buku Romadhon</li>
<li>14-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp400,000 	 BNI Syariah 	PPMMP</li>
<li>15-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp100,000 	 Mandiri 	Buku Romadhon</li>
<li>15-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp2,000,000 	 Mandiri 	Buku Romadhon</li>
<li>15-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp1,000,000 	 BNI Syariah 	semarak romadhon</li>
<li>15-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp1,000,000 	 BCA 	Buku Romadhon</li>
<li>15-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp200,000 	 Mandiri 	Buku Romadhon</li>
<li>15-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp100,000 	 Mandiri 	Buku Romadhon</li>
<li>15-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp5,000,000 	 BCA 	Buku Romadhon</li>
<li>15-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp150,000 	 Mandiri 	Kajian Ust Badrussalam</li>
<li>16-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp300,000 	 Mandiri 	Buku Romadhon</li>
<li>16-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp250,000 	 BNI Syariah 	Buku Romadhon</li>
<li>16-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp500,000 	 BNI Syariah 	(belum jelas alokasinya)</li>
<li>16-Jul-2010	Hamba Allah Jakarta 	 Rp1,550,000 	 BNI Syariah 	Buku Romadhon</li>
<li>16-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp50,000 	 Mandiri 	Buku Romadhon</li>
<li>16-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp1,000,000 	 BCA 	Buku Romadhon</li>
<li>17-Jul-2010	Hamba Allah di Malaysia 	 Rp 400,000 	 BCA 	200rb buku, 200rb iftor</li>
<li>17-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp200,000  	 BCA 	semarak romadhon</li>
<li>17-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp100,000  	 BCA 	semarak romadhon</li>
<li>17-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp200,000  	 Mandiri 	semarak romadhon</li>
<li>18-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp100,000  	 BNI Syariah 	buku romadhon</li>
<li>19-Jul-2010	Hamba ALLAH  Rp70,000  	 BCA 	Buku Romadhon</li>
<li>19-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp1,000,000  	 Mandiri 	Buku Romadhon</li>
<li>20-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp250,000  	 BCA 	Buku Romadhon</li>
<li>20-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp1,000,000  	 Mandiri 	semarak romadhon</li>
<li>22-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp300,000  	 BCA 	Semarak Ramadhan</li>
<li>24-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp5,000,000  	 Mandiri 	Semarak Ramadhan</li>
<li>24-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp1,000,000  	 Mandiri 	Semarak Ramadhan</li>
<li>26-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp500,000  	 BNI Syariah 	Buku Romadhon</li>
<li>26-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp250,000  	 Mandiri 	Buku Romadhon</li>
<li>26-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp300,000  	 BNI Syariah 	Buku Romadhon</li>
<li>26-Jul-2010	Hamba ALLAH Yogya 	 Rp500,000  	 Langsung 	Buku Romadhon</li>
<li>26-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp1,000,000  	 BNI Syariah 	Semarak Ramadhan</li>
<li>27-Jul-2010	Hamba ALLAH di Amerika 	 Rp5,277,132  	 Money Gram 	Semarak Ramadhan</li>
<li>27-Jul-2010	Hamba ALLAH di Australia 	 Rp2,626,000  	 BCA 	Semarak Ramadhan</li>
<li>28-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp500,000  	 BCA 	Radio Muslim</li>
<li>28-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp2,000,000 	 Mandiri 	Buku Romadhon</li>
<li>28-Jul-2010	Hamba ALLAH 	 Rp500,000  	 BNI Syariah 	Buku Romadhon</li>
<li>29-Jul-10	Hamba ALLAH	 Rp500,000  	 BNI Syariah 	Semarak Ramadhan</li>
</ol>
<p><strong>NB: tanggal di dalam laporan di atas tidak semua tepat tanggalnya, ada  yang sesuai tanggal konfirmasi dan tanggal transfer. Harap maklum</strong></p>
<p>Jumlah total sementara:  Rp 41,408,132 dengan rincian:</p>
<ol>
<li> Melalui Rekening Mandiri:  <strong>Rp 15,950,000</strong></li>
<li>Melalui Rekening BCA:  <strong>Rp 11,561,000 </strong></li>
<li>Melalui Rekening BNI Syariah:  <strong>Rp 8,120,000 </strong></li>
<li>Donasi Langsung: <strong>Rp 500.000</strong></li>
<li>Melalui Money Gram CIMB NIAGA:  <strong>Rp5,277,132 </strong></li>
</ol>
<p>Dengan rincian tujuan/alokasi donasi sebagai berikut:</p>
<p>1. Semarak Ramadhan: <strong>Rp 37,238,132</strong></p>
<p>terdiri atas:</p>
<ul>
<li>Penerbitan dan Distribusi buku Panduan Ramadhan: <strong>Rp 17,235,000</strong></li>
<li>Kegiatan Semarak Ramadhan yg lain: <strong>Rp 20,003,132</strong></li>
</ul>
<p>2. YPIA, selain Semarak Ramadhan: <strong>Rp 4,170,000</strong></p>
<p>Terima kasih kepada para donatur yang telah menyumbangkan sebagian  hartanya untuk mendukung kelancaran kegiatan2 ini. Semoga menjadi amal  shalih yang diterima ALLAH. InsyaaALLAH akan disalurkan sesuai  amanahnya. Jazakumullah khairan</p>
<p>Mohon maaf, sementara kami tampilkan dengan nama &#8220;Hamba ALLAH&#8221; sampai  kami bisa memastikan donatur &#8211; donatur mana yang namanya boleh ditampilkan ke  umum.<br />
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam pencatatan maupun sikap kami yang kurang berkenan di hati.</p>
<p>Masih terbuka kepada kaum muslimin untuk membantu kegiatan dakwah di bulan Ramadhan maupun kegiatan dakwah rutin.<br />
Proposal semarak ramadhan 1431 H: <a href="http://www.archive.org/download/ramadhan1431/ProposalSemarakRamadhan1431H.pdf">http://www.archive.org/download/ramadhan1431/ProposalSemarakRamadhan1431H.pdf</a></p>
<p>Bagi para donatur yang ingin berpartisipasi bisa menyalurkan dananya ke:</p>
<ol>
<li> Rekening Bank Mandiri cabang UGM (Yogyakarta) , Atas Nama : Satria Buana ? muslim.or.id, No. Rekening : 137 00 0503568 4</li>
<li>Rekening Bank BNI Syari?ah, Atas Nama : Syarif Mustaqim QQ LBIA, No. Rekening : 0105338917</li>
<li>Rekening Bank BCA Atas Nama : Satria Buana ? muslim.or.id, No. Rekening : 2951825893</li>
<li>Western Union (pos) dan Money Gram , Atas Nama : Retno Syaputra , Alamat : Wisma Misfallah Tholabul Ilmi, Pogung Kidul No. 8C RT. 01 RW. 49 Sleman, Yogyakarta, Indonesia 55284</li>
</ol>
<p>Setiap donatur harap mengkonfirmasikan donasinya ke nomor :</p>
<ul>
<li>Abu Hasan  Putra (<strong>0856 644 00 941</strong>) atau via Yahoo Messenger (YM): <strong>mhasan_fadhilah.</strong></li>
</ul>
<p>informasi:<br />
www.muslim.or.id<br />
www.muslimah.or.id</p>
<p>Wassalaamu &#8216;alaikum warahmatullohi wabaro kaatuh</p>
<p>Yogyakarta, 29 Juli 2010. 14.30 WIB</p>
<p>Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari<br />
Bendahara Umum</p>
<p>Syarif Mustaqim</p>
]]></description>					 </item><item>						 <title>Kajian Umum Bersama Asy-Syaikh Sulaiman ar-Ruhaili</title>						 <link>http://radiomuslim.com/kajian-umum-bersama-asy-syaikh-sulaiman-ar-ruhaili/</link>						 <description><![CDATA[<p><strong>Tema:</strong><br />
Ilmu<br />
<em> </em></p>
<p><strong>Judul Kajian:</strong><br />
Nasihat Bagi Penuntut Ilmu</p>
<p><strong>Pemateri:</strong><br />
Asy-Syaikh Sulaiman ar-Ruhaili -hafizhahullah-<br />
(Dosen Islamic University of Madinah An-Nabawiyyah KSA)</p>
<p><strong>Waktu dan Tempat:</strong><br />
Insyaa Allah hari Selasa, 22 Sya?ban 1431 H/3 Agustus  2010 pukul  08.00 WIB-Selesai<br />
di Ponpes Islamic Center Bin Baz,Piyungan, Bantul Yogyakarta.<br />
(Lampu Merah Kids Fun, Ke Arah Selatan Kurang Lebih 1 Km).</p>
<p><strong>Gratis, terbuka untuk umum:</strong><br />
Putra dan Putri</p>
<p><strong>Informasi:</strong><br />
0812.274.5704 (Ustadz Abu Sa?ad -hafizhahullah-)</p>
<p><strong>Penyelenggara:</strong><br />
Ponpes Islamic Center Bin Baz Yogyakarta</p>
<p>Mohon sebarkan kepada Shahabat Muslim lainnya.<em> Baarakallahu fiikum</em></p>



Bookmark tulisan ini:


	<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http%3A%2F%2Fradiomuslim.com%2Fkajian-umum-bersama-asy-syaikh-sulaiman-ar-ruhaili%2F&amp;title=Kajian%20Umum%20Bersama%20Asy-Syaikh%20Sulaiman%20ar-Ruhaili" title="Digg"><img src="http://radiomuslim.com/wp-content/plugins/sociable/images/digg.png" alt="Digg" /></a>
	<a href="http://del.icio.us/post?url=http%3A%2F%2Fradiomuslim.com%2Fkajian-umum-bersama-asy-syaikh-sulaiman-ar-ruhaili%2F&amp;title=Kajian%20Umum%20Bersama%20Asy-Syaikh%20Sulaiman%20ar-Ruhaili" title="del.icio.us"><img src="http://radiomuslim.com/wp-content/plugins/sociable/images/delicious.png" alt="del.icio.us" /></a>
	<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fradiomuslim.com%2Fkajian-umum-bersama-asy-syaikh-sulaiman-ar-ruhaili%2F&amp;t=Kajian%20Umum%20Bersama%20Asy-Syaikh%20Sulaiman%20ar-Ruhaili" title="Facebook"><img src="http://radiomuslim.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" alt="Facebook" /></a>
	<a href="http://www.mixx.com/submit?page_url=http%3A%2F%2Fradiomuslim.com%2Fkajian-umum-bersama-asy-syaikh-sulaiman-ar-ruhaili%2F&amp;title=Kajian%20Umum%20Bersama%20Asy-Syaikh%20Sulaiman%20ar-Ruhaili" title="Mixx"><img src="http://radiomuslim.com/wp-content/plugins/sociable/images/mixx.png" alt="Mixx" /></a>
	<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fradiomuslim.com%2Fkajian-umum-bersama-asy-syaikh-sulaiman-ar-ruhaili%2F&amp;title=Kajian%20Umum%20Bersama%20Asy-Syaikh%20Sulaiman%20ar-Ruhaili" title="Google"><img src="http://radiomuslim.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" alt="Google" /></a>
	<a href="http://www.blogospherenews.com/submit.php?url=http%3A%2F%2Fradiomuslim.com%2Fkajian-umum-bersama-asy-syaikh-sulaiman-ar-ruhaili%2F&amp;title=Kajian%20Umum%20Bersama%20Asy-Syaikh%20Sulaiman%20ar-Ruhaili" title="Blogosphere News"><img src="http://radiomuslim.com/wp-content/plugins/sociable/images/blogospherenews.gif" alt="Blogosphere News" /></a>
	<a href="http://www.furl.net/storeIt.jsp?u=http%3A%2F%2Fradiomuslim.com%2Fkajian-umum-bersama-asy-syaikh-sulaiman-ar-ruhaili%2F&amp;t=Kajian%20Umum%20Bersama%20Asy-Syaikh%20Sulaiman%20ar-Ruhaili" title="Furl"><img src="http://radiomuslim.com/wp-content/plugins/sociable/images/furl.png" alt="Furl" /></a>
	<a href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fradiomuslim.com%2Fkajian-umum-bersama-asy-syaikh-sulaiman-ar-ruhaili%2F&amp;title=Kajian%20Umum%20Bersama%20Asy-Syaikh%20Sulaiman%20ar-Ruhaili&amp;source=Radio+Muslim+Memurnikan+Aqidah+Menebarkan+Sunnah&amp;summary=Ikuti%20Kajian%20Tema%20Ilmu%3A%20Nasihat%20Bagi%20Penuntut%20Ilmu%0D%0A%0D%0ABersama%20Asy-Syaikh%20Sulaiman%20ar-Ruhaili%20-hafizhahullah-%0D%0A%28Dosen%20Islamic%20University%20of%20Madinah%20An-Nabawiyyah%20KSA%29%0D%0A%0D%0AInsyaa%20Allah%20hari%20Selasa%2C%2022%20Sya%E2%80%99ban%201431%20H%2F3%20Agustus%202010%20pkl%2008.00%20WIB-Selesai%0D%0Adi%20Ponpes%20Islamic%20Center%20Bin%20Baz%2CPiyungan%2C%20Bantul%20Yogyakarta.%0D%0A%28Lampu%20Merah%20Kids%20Fun%2C%20Ke%20Arah%20Selatan%20Kurang%20Lebih%201%20Km%29.%0D%0A%0D%0ABeritahukan%20kepada%20shahabat%20lainnya%2C%20semoga%20bermanfaat." title="LinkedIn"><img src="http://radiomuslim.com/wp-content/plugins/sociable/images/linkedin.png" alt="LinkedIn" /></a>
	<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http%3A%2F%2Fradiomuslim.com%2Fkajian-umum-bersama-asy-syaikh-sulaiman-ar-ruhaili%2F&amp;t=Kajian%20Umum%20Bersama%20Asy-Syaikh%20Sulaiman%20ar-Ruhaili" title="MySpace"><img src="http://radiomuslim.com/wp-content/plugins/sociable/images/myspace.png" alt="MySpace" /></a>
	<a href="window.print();" title="Print this article!"><img src="http://radiomuslim.com/wp-content/plugins/sociable/images/printer.png" alt="Print this article!" /></a>
	<a href="http://reddit.com/submit?url=http%3A%2F%2Fradiomuslim.com%2Fkajian-umum-bersama-asy-syaikh-sulaiman-ar-ruhaili%2F&amp;title=Kajian%20Umum%20Bersama%20Asy-Syaikh%20Sulaiman%20ar-Ruhaili" title="Reddit"><img src="http://radiomuslim.com/wp-content/plugins/sociable/images/reddit.png" alt="Reddit" /></a>
	<a href="http://slashdot.org/bookmark.pl?title=Kajian%20Umum%20Bersama%20Asy-Syaikh%20Sulaiman%20ar-Ruhaili&amp;url=http%3A%2F%2Fradiomuslim.com%2Fkajian-umum-bersama-asy-syaikh-sulaiman-ar-ruhaili%2F" title="Slashdot"><img src="http://radiomuslim.com/wp-content/plugins/sociable/images/slashdot.png" alt="Slashdot" /></a>
	<a href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fradiomuslim.com%2Fkajian-umum-bersama-asy-syaikh-sulaiman-ar-ruhaili%2F" title="Technorati"><img src="http://radiomuslim.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" alt="Technorati" /></a>
	<a href="http://www.tumblr.com/share?v=3&amp;u=http%3A%2F%2Fradiomuslim.com%2Fkajian-umum-bersama-asy-syaikh-sulaiman-ar-ruhaili%2F&amp;t=Kajian%20Umum%20Bersama%20Asy-Syaikh%20Sulaiman%20ar-Ruhaili&amp;s=" title="Tumblr"><img src="http://radiomuslim.com/wp-content/plugins/sociable/images/tumblr.gif" alt="Tumblr" /></a>
	<a href="http://twitter.com/home?status=http%3A%2F%2Fradiomuslim.com%2Fkajian-umum-bersama-asy-syaikh-sulaiman-ar-ruhaili%2F" title="TwitThis"><img src="http://radiomuslim.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.gif" alt="TwitThis" /></a>
	<a href="http://myweb2.search.yahoo.com/myresults/bookmarklet?u=http%3A%2F%2Fradiomuslim.com%2Fkajian-umum-bersama-asy-syaikh-sulaiman-ar-ruhaili%2F&amp;=Kajian%20Umum%20Bersama%20Asy-Syaikh%20Sulaiman%20ar-Ruhaili" title="YahooMyWeb"><img src="http://radiomuslim.com/wp-content/plugins/sociable/images/yahoomyweb.png" alt="YahooMyWeb" /></a>


<br /><br />

<p>Tulisan terkait:<ol><li><a href='http://radiomuslim.com/pengajian-umum-bersama-ustadz-yazid-bin-abdul-qodir-jawas-yogyakarta-31-jan-2009-1-februari-2009/' title='Pengajian Umum Bersama Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas (Yogyakarta, 31 Jan 2009 &#8211; 1 Februari 2009)'>Pengajian Umum Bersama Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas (Yogyakarta, 31 Jan 2009 &#8211; 1 Februari 2009)</a></li><li><a href='http://radiomuslim.com/kajian-akbar-radio-suara-quran-sukoharj/' title='Kajian Akbar Radio Suara Qur&#8217;an Sukoharjo'>Kajian Akbar Radio Suara Qur&#8217;an Sukoharjo</a></li><li><a href='http://radiomuslim.com/kajian-umum-wasiat-emas-syaikh-abdul-qodir-jaelani/' title='Wasiat Emas Syaikh Abdul Qodir Jaelani'>Kajian Umum: Wasiat Emas Syaikh Abdul Qodir Jaelani</a></li></ol></p>]]></description>					 </item><item>						 <title>Yang Dibolehkan Ketika Puasa (2)</title>						 <link>http://muslim.or.id/ramadhan/dibolehkan-ketika-puasa-2.html</link>						 <description><![CDATA[<p><strong>5. Bekam dan </strong><strong>d</strong><strong>onor </strong><strong>d</strong><strong>arah </strong><strong>j</strong><strong>ika </strong><strong>t</strong><strong>idak </strong><strong>m</strong><strong>embuat </strong><strong>l</strong><strong>emas</strong><strong>.</strong></p>
<p>Dalil-dalil berikut menunjukkan dibolehkannya bekam bagi orang yang berpuasa.</p>
<p>???? ????? ???????? ? ??? ???? ????? ? ????? ?????????? ? ??? ???? ???? ???? ? ????????? ? ?????? ???????? ??????????? ?????? ??????? .</p>
<p>Dari Ibnu ?Abbas <em>radhiyallahu ?anhuma</em> berkata bahwa Nabi <em>shallallahu ?alaihi wa sallam</em> berbekam dalam keadaan berihrom dan berpuasa. (HR. Bukhari no. 1938)</p>
<p>???????? ?????? ???? ??????? ? ??? ???? ??? ? ?????????? ??????????? ???????????? ??????????? ????? ??? . ?????? ???? ?????? ?????????</p>
<p>Anas bin Malik <em>radhiyallahu ?anhu </em>ditanya, ?<em>Apakah kalian tidak menyukai berbekam bagi orang yang berpuasa?</em>? Beliau berkata, ?<em>Tidak, kecuali jika bisa menyebabkan lemah</em>.? (HR. Bukhari no. 1940)</p>
<p>Menurut jumhur (mayoritas ulama) yaitu Imam Abu Hanifah, Malik, Asy Syafi?i, berbekam tidaklah membatalkan puasa. Pendapat ini juga dipilih oleh Ibnu Mas?ud, Ibnu ?Umar, Ibnu ?Abbas, Anas bin Malik, Abu Sa?id Al Khudri dan sebagian ulama salaf.</p>
<p>Imam Asy Syafi?i dalam <em>Al Umm</em> mengatakan, ?Jika seseorang meninggalkan bekam ketika puasa dalam rangka kehati-hatian, maka itu lebih aku sukai. Namun jika ia tetap melakukan bekam, aku tidak menganggap puasanya batal.?<a href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Di antara alasan bahwa bekam tidaklah membatalkan puasa:</p>
<p><strong>Alasan pertama</strong>: Boleh jadi hadits yang menjelaskan batalnya orang yang melakukan bekam dan di bekam adalah hadits yang telah di <em>mansukh</em> (dihapus) dengan hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Sa?id Al Khudri berikut:</p>
<p>??????? ?????????? -??? ???? ???? ????- ??? ??????????? ??????????? ??????????????</p>
<p>?<em>Nabi shallallahu ?alaihi wa sallam memberi keringanan (rukhsoh) bagi orang yang berpuasa untuk mencium istrinya dan berbekam.</em>?<a href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p>Ibnu Hazm mengatakan, ?Hadits yang menyatakan bahwa batalnya puasa orang yang melakukan bekam dan orang yang dibekam adalah hadits yang shohih ?tanpa ada keraguan sama sekali-. Akan tetapi, kami menemukan sebuah hadits dari Abu Sa?id: ?<em>Nabi shallallahu ?alaihi wa sallam memberi keringanan (rukhsoh) bagi orang yang berpuasa untuk berbekam</em>?. Sanad hadits ini shohih. Maka wajib bagi kita untuk menerimanya. Yang namanya <em>rukhsoh</em> (keringanan) pasti ada setelah adanya <em>?azimah </em>(pelarangan) sebelumnya. Hadits ini menunjukkan bahwa hadits yang menyatakan batalnya puasa dengan berbekam (baik orang yang melakukan bekam atau orang yang dibekam) adalah hadits yang telah di<em>naskh</em> (dihapus).?<a href="#_ftn3">[3]</a></p>
<p>Setelah membawakan pernyataan Ibnu Hazm di atas, Syaikh Al Albani mengatakan, ?Hadits semacam ini dari berbagai jalur adalah hadits yang shohih ?tanpa ada keraguan sedikitpun-. Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa hadits yang menyatakan batalnya puasa karena bekam adalah hadits yang telah dihapus (dinaskh). Oleh karena itu, wajib bagi kita mengambil pendapat ini sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibnu Hazm <em>rahimahullah</em> di atas.?<a href="#_ftn4">[4]</a></p>
<p><strong>Alasan </strong><strong>k</strong><strong>edua</strong><strong>:</strong> Pelarangan berbekam ketika puasa yang dimaksudkan dalam hadits adalah bukan pengharaman. Maka hadits: ?<em>Orang yang melakukan bekam dan yang dibekam batal puasanya?</em> adalah kalimat majas. Jadi maksud hadits tersebut adalah bahwa orang yang membekam dan dibekam bisa terjerumus dalam perkara yang bisa membatalkan puasa. Yang menguatkan hal ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh ?Abdur Rahman bin Abi Layla dari salah seorang sahabat Nabi <em>shallallahu ?alaihi wa sallam</em>, beliau <em>shallallahu ?alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p>????? ??????? ??????? -??? ???? ???? ????- ????? ???? ???????????? ???????????????? ?????? ?????????????? ????????? ????? ???????????</p>
<p>?<em>Rasulullah shallallahu ?alaihi wa sallam melarang berbekam dan puasa wishol -namun tidak sampai mengharamkan-, ini masih berlaku bagi sahabatnya.</em><em>?<a href="#_ftn5"><strong>[5]</strong></a></em></p>
<p>Jika kita melihat dalam hadits Anas yang telah disebutkan, terlihat jelas bahwa bekam itu terlarang ketika akan membuat lemah. Anas ditanya,</p>
<p>?????????? ??????????? ???????????? ??????????? ????? ??? . ?????? ???? ?????? ?????????</p>
<p>?<em>Apakah kalian tidak menyukai berbekam bagi orang yang berpuasa?</em>? Anas menjawab, ?<em>Tidak, kecuali jika bisa menyebabkan lemah</em>.?</p>
<p>Dengan dua alasan di atas, maka pendapat mayoritas ulama kami nilai lebih kuat yaitu bekam tidaklah membatalkan puasa. Akan tetapi, bekam dimakruhkan bagi orang yang bisa jadi lemas. <strong>Termasuk dalam pembahasan bekam ini adalah hukum donor darah karena keduanya sama-sama mengeluarkan darah sehingga hukumnya pun disamakan</strong>.<a href="#_ftn6">[6]</a></p>
<p><strong>6. Mencicipi </strong><strong>m</strong><strong>akanan </strong><strong>s</strong><strong>elama </strong><strong>t</strong><strong>idak </strong><strong>m</strong><strong>asuk </strong><strong>d</strong><strong>alam </strong><strong>k</strong><strong>erongkongan</strong></p>
<p>Dari Ibnu ?Abbas <em>radhiyallahu ?anhuma</em>, ia<em> </em>mengatakan,</p>
<p>??? ?????? ???? ???????? ??????? ???? ????????? ??? ???? ???????? ???????? ?????? ???????</p>
<p>?<em>Tidak mengapa seseorang yang sedang berpuasa mencicipi cuka atau sesuatu, selama tidak masuk sampai ke kerongkongan.</em>?<a href="#_ftn7">[7]</a></p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, ?Mencicipi makanan dimakruhkan jika tidak ada hajat, namun tidak membatalkan puasa. Sedangkan jika ada hajat, maka dibolehkan sebagaimana berkumur-kumur ketika berpuasa.?<a href="#_ftn8">[8]</a></p>
<p>Yang termasuk dalam mencicipi adalah adalah mengunyah makanan untuk suatu kebutuhan seperti membantu mengunyah makanan untuk si kecil.</p>
<p>?Abdur Rozaq dalam mushonnaf-nya membawakan Bab ?<em>Seorang wanita mengunyah makanan untuk anaknya sedangkan dia dalam keadaan berpuasa dan dia mencicipi sesuatu darinya</em>?. ?Abdur Rozaq membawakan beberapa riwayat di antaranya dari Yunus, dari Al Hasan Al Bashri, ia berkata,</p>
<p>?????????? ???????? ????????? ???????? ?????? ??????? ?????????? ????? ?????????? ???? ?????? ???????? ??? ???? ????????</p>
<p>?<em>Aku melihat </em><em>Yunus</em><em> mengunyah makanan untuk anak kecil -sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa-. Beliau mengunyah kemudian beliau mengeluarkan hasil kunyahannya tersebut dari mulutnya, lalu diberikan pada mulut anak kecil tersebut.</em>?<a href="#_ftn9">[9]</a></p>
<p><strong>7. Bercelak </strong><strong>d</strong><strong>an </strong><strong>t</strong><strong>etes </strong><strong>m</strong><strong>ata</strong></p>
<p>Bercelak dan tetes mata tidaklah membatalkan puasa<a href="#_ftn10">[10]</a>. Ibnu Taimiyah menjelaskan, ?Pendapat yang lebih kuat adalah hal-hal ini tidaklah membatalkan puasa. Karena puasa adalah bagian dari agama yang perlu sekali kita mengetahui dalil khusus dan dalil umum. Seandainya perkara ini adalah perkara yang Allah haramkan ketika berpuasa dan dapat membatalkan puasa, tentu Rasulullah <em>shallallahu ?alaihi wa sallam</em> akan menjelaskan kepada kita. Seandainya hal ini disebutkan oleh beliau <em>shallallahu ?alaihi wa sallam</em>, tentu para sahabat akan menyampaikannya pada kita sebagaimana syariat lainnya sampai pada kita. Karena tidak ada satu orang ulama pun menukil hal ini dari beliau <em>shallallahu ?alaihi wa sallam</em> baik hadits shohih, <em>dho?if</em>, musnad (bersambung sampai Nabi) ataupun <em>mursal</em> (sanad di atas tabi?in terputus), dapat disimpulkan bahwa beliau <em>shallallahu ?alaihi wa sallam </em>tidak menyebutkan perkara ini (sebagai pembatal). Sedangkan hadits yang menyatakan bahwa bercelak membatalkan puasa adalah hadits yang <em>dho?if</em> (lemah). Hadits tersebut dikeluarkan oleh Abu Daud dalam sunannya, namun selain beliau tidak ada yang mengeluarkannya. Hadits tersebut juga tidak terdapat dalam musnad Ahmad dan kitab referensi lainnya.?<a href="#_ftn11">[11]</a></p>
<p>Al Hasan Al Bashri mengatakan,</p>
<p>??? ????? ??????????? ???????????</p>
<p>?<em>Tidak mengapa bercelak untuk orang yang berpuasa.</em>?<a href="#_ftn12">[12]</a></p>
<p><strong>8. Mandi dan </strong><strong>m</strong><strong>enyiramkan </strong><strong>a</strong><strong>ir di </strong><strong>k</strong><strong>epala untuk </strong><strong>m</strong><strong>embuat </strong><strong>s</strong><strong>egar</strong></p>
<p>Bukhari membawakan Bab dalam kitab shohihnya ?<em>Mandi untuk orang yang berpuasa</em>.? Ibnu Hajar berkata, ?Maksudnya adalah dibolehkannya mandi untuk orang yang berpuasa.</p>
<p>Az Zain ibnul Munayyir berkata bahwa mandi di sini bersifat mutlak mencakup mandi yang dianjurkan, diwajibkan dan mandi yang sifatnya mubah. Seakan-akan beliau mengisyaratkan tentang lemahnya pendapat yang diriwayatkan dari ?Ali mengenai larangan orang yang berpuasa untuk memasuki kamar mandi. Riwayat ini dikeluarkan oleh ?Abdur Rozaq, namun dengan sanad dho?if. Hanafiyah bersandar dengan hadits ini sehingga mereka melarang (memakruhkan) mandi untuk orang yang berpuasa.?<a href="#_ftn13">[13]</a></p>
<p>Hal ini juga dikuatkan oleh sebuah riwayat dari Abu Bakr bin ?Abdirrahman, beliau berkata,</p>
<p>?????? ???????? ??????? ??????? -??? ???? ???? ????- ??????????? ??????? ????? ???????? ???????? ?????? ??????? ???? ????????? ???? ???? ????????.</p>
<p>?<em>Sungguh, aku melihat Rasulullah shallallahu ?alaihi wa sallam di Al ?Aroj mengguyur kepalanya -karena keadaan yang sangat haus atau sangat terik- dengan air sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa. </em>?<a href="#_ftn14">[14]</a></p>
<p>Penulis Aunul Ma?bud mengatakan, ?Hadits ini merupakan dalil bolehnya orang yang berpuasa untuk menyegarkan badan dari cuaca yang cukup terik dengan mengguyur air pada sebagian atau seluruh badannya. Inilah pendapat mayoritas ulama dan mereka tidak membedakan antara mandi wajib, sunnah atau mubah.? <a href="#_ftn15">[15]</a></p>
<p><strong>9. Menelan dahak.</strong></p>
<p>Menurut madzhab Hanafiyah dan Malikiyah, menelan dahak<a href="#_ftn16">[16]</a> tidak membatalkan puasa karena ia dianggap sama seperti air ludah dan bukan sesuatu yang asalnya dari luar.<a href="#_ftn17">[17]</a></p>
<p><strong>10. Menelan sesuatu yang sulit dihindari.</strong></p>
<p>Seperti masih ada sisa makanan yang ikut pada air ludah dan itu jumlahnya sedikit serta sulit dihindari dan juga seperti darah pada gigi yang ikut bersama air ludah dan jumlahnya sedikit, maka seperti ini tidak mengapa jika tertelan. Namun jika darah atau makanan lebih banyak dari air ludah yang tertelan, lalu tertelah, puasanya jadi batal.<a href="#_ftn18">[18]</a></p>
<p><strong>11. Makan, minum, jima? (berhubungan badan) dalam keadaan lupa</strong>.</p>
<p><strong>12. Muntah yang tidak sengaja</strong>.</p>
<p>Demikian sajian tentang hal-hal yang bukan merupakan pembatal puasa, namun masih dibolehkan ketika berpuasa. Semoga bermanfaat.</p>
<p>Penulis: <a href="http://rumaysho.com">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="http://rumaysho.com">www.muslim.or.id</a></p>
<hr /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Al Umm, 2/106.</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> HR. Ad Daruquthni 2/183 dan Ibnu Khuzaimah 7/247. Ad Daruqutni mengatakan bahwa semua periwayat dalam hadits ini tsiqoh/terpercaya kecuali Mu?tamar yang meriwayatkan secara mauquf -yaitu hanya sampai pada sahabat-. Syaikh Al Albani dalam Irwa? (4/74) mengatakan bahwa semua periwayat hadits ini tsiqoh/terpercaya, akan tetapi dipersilihkan apakah riwayatnya marfu? -sampai pada Nabi- atau mawquf -sampai sahabat-.</p>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> Dinukil dari Al Irwa?, 4/74.</p>
<p><a href="#_ftnref4">[4]</a> Al Irwa?, 4/75.</p>
<p><a href="#_ftnref5">[5]</a> HR. Abu Daud no 2374. Hadits ini tidaklah cacat, walaupun nama sahabat tidak disebutkan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih.</p>
<p><a href="#_ftnref6">[6]</a> Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 2/113-114.</p>
<p><a href="#_ftnref7">[7]</a> HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnaf 2/304. Syaikh Al Albani dalam Irwa? no. 937 mengatakan bahwa riwayat ini hasan.</p>
<p><a href="#_ftnref8">[8]</a> Majmu? Al Fatawa, 25/266-267.</p>
<p><a href="#_ftnref9">[9]</a> HR. ?Abdur Rozaq dalam Mushonnafnya (4/207).</p>
<p><a href="#_ftnref10">[10]</a> Lihat Shifat Shoum Nabi, hal. 56 dan Shahih Fiqh Sunnah, 2/115.</p>
<p><a href="#_ftnref11">[11]</a> Majmu? Al Fatawa, 25/234.</p>
<p><a href="#_ftnref12">[12]</a> Dikeluarkan oleh ?Abdur Rozaq dengan sanad yang shahih. Lihat Fathul Bari, 4/154.</p>
<p><a href="#_ftnref13">[13]</a> Fathul Bari, 4/153</p>
<p><a href="#_ftnref14">[14]</a> HR. Abu Daud no. 2365.</p>
<p><a href="#_ftnref15">[15]</a> ?Aunul Ma?bud, 6/352.</p>
<p><a href="#_ftnref16">[16]</a> Dahak adalah sesuatu yang keluar dari hidung atau lendir yang naik dari dada.</p>
<p><a href="#_ftnref17">[17]</a> Lihat Al Mawsu?ah Al Fiqhiyah, 2/9962 dan Shahih Fiqh Sunnah, 2/117.</p>
<p><a href="#_ftnref18">[18]</a> Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 2/118.</p>




<ul>
		<li>
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://muslim.or.id/ramadhan/dibolehkan-ketika-puasa-2.html&amp;title=Yang+Dibolehkan+Ketika+Puasa+%282%29" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://muslim.or.id/ramadhan/dibolehkan-ketika-puasa-2.html&amp;title=Yang+Dibolehkan+Ketika+Puasa+%282%29" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://muslim.or.id/ramadhan/dibolehkan-ketika-puasa-2.html&amp;title=Yang+Dibolehkan+Ketika+Puasa+%282%29" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://muslim.or.id/ramadhan/dibolehkan-ketika-puasa-2.html&amp;t=Yang+Dibolehkan+Ketika+Puasa+%282%29" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://twitter.com/home?status=Yang+Dibolehkan+Ketika+Puasa+%282%29+-+http://tinyurl.com/22ngefa+(via+@muslimorid)&amp;source=shareaholic" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Yang+Dibolehkan+Ketika+Puasa+%282%29+-+http://muslim.or.id/ramadhan/dibolehkan-ketika-puasa-2.html&amp;qualifier=shares" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://muslim.or.id/ramadhan/dibolehkan-ketika-puasa-2.html&amp;n=Yang+Dibolehkan+Ketika+Puasa+%282%29&amp;pli=1" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
</ul>




]]></description>					 </item><item>						 <title>Soal-146: Pengumpulan Al-qur?an=Bid?ah Hasanah?</title>						 <link>http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-146-pengumpulan-al-quranbidah-hasanah.html</link>						 <description><![CDATA[<p>Orang yang membela bid&#8217;ah mengatakan &#8220;para sahabat mengumpulkan al-qur&#8217;an menjadi satu mushaf, maka ini adalah bid&#8217;ah hasanah&#8221;. Bagaimana menyanggahnya?</p>
<p>Jawabannya Klik Player:</p>
<p><a href="http://www.archive.org/download/soal144-148/soal-146.mp3">Download</a></p>




<ul>
		<li>
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-146-pengumpulan-al-quranbidah-hasanah.html&amp;title=Soal-146%3A+Pengumpulan+Al-qur%27an%3DBid%27ah+Hasanah%3F" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-146-pengumpulan-al-quranbidah-hasanah.html&amp;title=Soal-146%3A+Pengumpulan+Al-qur%27an%3DBid%27ah+Hasanah%3F" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-146-pengumpulan-al-quranbidah-hasanah.html&amp;title=Soal-146%3A+Pengumpulan+Al-qur%27an%3DBid%27ah+Hasanah%3F" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-146-pengumpulan-al-quranbidah-hasanah.html&amp;t=Soal-146%3A+Pengumpulan+Al-qur%27an%3DBid%27ah+Hasanah%3F" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://twitter.com/home?status=Soal-146%3A+Pengumpulan+Al-qur%27an%3DBid%27ah+Hasanah%3F+-+http://tinyurl.com/286c5rm+(via+@muslimorid)&amp;source=shareaholic" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Soal-146%3A+Pengumpulan+Al-qur%27an%3DBid%27ah+Hasanah%3F+-+http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-146-pengumpulan-al-quranbidah-hasanah.html&amp;qualifier=shares" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-146-pengumpulan-al-quranbidah-hasanah.html&amp;n=Soal-146%3A+Pengumpulan+Al-qur%27an%3DBid%27ah+Hasanah%3F&amp;pli=1" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
</ul>




<br /><a href="http://www.archive.org/download/soal144-148/soal-146.mp3" title="audio/mpeg 293 KB">[Link to media]</a>]]></description>					 </item><item>						 <title>Soal-145: Maulid Boleh Karena Ijtihad Ulama?</title>						 <link>http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-145-maulid-boleh-karena-ijtihad-ulama.html</link>						 <description><![CDATA[<p>Orang-orang yang membela acara maulid mengatakan &#8220;Acara maulid merupakan ijtihad dari ulama-ulama terdahulu, dan orang-orang yang menyelisihinya berarti tidak membolehkan adanya ijtihad&#8221;, bagaimana membantahnya?</p>
<p>Jawabannya Klik Player:</p>
<p><a href="http://www.archive.org/download/soal144-148/soal-145.mp3">Download</a></p>




<ul>
		<li>
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-145-maulid-boleh-karena-ijtihad-ulama.html&amp;title=Soal-145%3A+Maulid+Boleh+Karena+Ijtihad+Ulama%3F" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-145-maulid-boleh-karena-ijtihad-ulama.html&amp;title=Soal-145%3A+Maulid+Boleh+Karena+Ijtihad+Ulama%3F" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-145-maulid-boleh-karena-ijtihad-ulama.html&amp;title=Soal-145%3A+Maulid+Boleh+Karena+Ijtihad+Ulama%3F" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-145-maulid-boleh-karena-ijtihad-ulama.html&amp;t=Soal-145%3A+Maulid+Boleh+Karena+Ijtihad+Ulama%3F" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://twitter.com/home?status=Soal-145%3A+Maulid+Boleh+Karena+Ijtihad+Ulama%3F+-+http://tinyurl.com/25ljmmn+(via+@muslimorid)&amp;source=shareaholic" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Soal-145%3A+Maulid+Boleh+Karena+Ijtihad+Ulama%3F+-+http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-145-maulid-boleh-karena-ijtihad-ulama.html&amp;qualifier=shares" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-145-maulid-boleh-karena-ijtihad-ulama.html&amp;n=Soal-145%3A+Maulid+Boleh+Karena+Ijtihad+Ulama%3F&amp;pli=1" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
</ul>




<br /><a href="http://www.archive.org/download/soal144-148/soal-145.mp3" title="audio/mpeg 124 KB">[Link to media]</a>]]></description>					 </item><item>						 <title>Pahala Melimpah di Balik Memberi Makan Berbuka</title>						 <link>http://muslim.or.id/ramadhan/pahala-melimpah-di-balik-memberi-makan-berbuka.html</link>						 <description><![CDATA[<p>Bulan Ramadhan benar-benar kesempatan terbaik untuk beramal. Bulan Ramadhan adalah kesempatan menuai pahala melimpah. Banyak amalan yang bisa dilakukan ketika itu agar menuai ganjaran yang luar biasa. Dengan memberi sesuap nasi, secangkir teh, secuil kurma atau snack yang menggiurkan, itu pun bisa menjadi ladang pahala. Maka sudah sepantasnya kesempatan tersebut tidak terlewatkan.</p>
<p>Inilah janji pahala yang Nabi <em>shallallahu ?alaihi wa sallam </em>sebutkan,</p>
<p>???? ??????? ???????? ????? ???? ?????? ???????? ?????? ??????? ??? ???????? ???? ?????? ?????????? ???????</p>
<p>?<em>Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga</em>.?<a href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Al Munawi <em>rahimahullah </em>menjelaskan bahwa memberi makan buka puasa di sini boleh jadi dengan makan malam, atau dengan kurma. Jika tidak bisa dengan itu, maka bisa pula dengan seteguk air.<a href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p>Ath Thobari <em>rahimahullah </em>menerangkan, ?Barangsiapa yang menolong seorang mukmin dalam beramal kebaikan, maka orang yang menolong tersebut akan mendapatkan pahala semisal pelaku kebaikan tadi. Rasul <em>shallallahu ?alaihi wa sallam </em>memberi kabar bahwa orang yang mempersiapkan segala perlengkapan perang bagi orang yang ingin berperang, maka ia akan mendapatkan pahala berperang. Begitu pula orang yang memberi makan buka puasa atau memberi kekuatan melalui konsumsi makanan bagi orang yang berpuasa, maka ia pun akan mendapatkan pahala berpuasa.?<a href="#_ftn3">[3]</a></p>
<p><em>Sungguh luar biasa pahala yang diiming-imingi.</em></p>
<p>Di antara keutamaan lainnya bagi orang yang memberi makan berbuka adalah do?a dari orang yang menyantap makanan berbuka. Jika orang yang menyantap makanan mendoakan si pemberi makanan, maka sungguh itu adalah do?a yang terkabulkan. Karena memang do?a orang yang berbuka puasa adalah do?a yang mustajab. Nabi <em>shallallahu ?alaihi wa sallam</em> pernah bersabda,</p>
<p>????????? ??? ??????? ???????????? ????????? ?????????? ???????????? ????? ???????? ?????????? ????????????</p>
<p>?<em>Ada tiga orang yang do?anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do?a orang yang terdzolimi</em>.?<a href="#_ftn4">[4]</a> Ketika berbuka adalah waktu terkabulnya do?a karena ketika itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.<a href="#_ftn5">[5]</a></p>
<p>Apalagi jika orang yang menyantap makanan tadi mendo?akan sebagaimana do?a yang Nabi shallallahu ?alaihi wa salam praktekkan, maka sungguh rizki yang kita keluarkan akan semakin barokah. Ketika Nabi <em>shallallahu ?alaihi wa sallam</em> diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan,</p>
<p>?????????? ???????? ???? ??????????? ???????? ???? ??????????</p>
<p>?<em>Allahumma ath?im man ath?amanii wa asqi man asqoonii</em>? [Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku]<a href="#_ftn6">[6]</a></p>
<p>Tak lupa pula, ketika kita hendak memberi makan berbuka untuk memilih orang yang terbaik atau orang yang sholih. Carilah orang-orang yang sholih yang bisa mendo?akan kita ketika mereka berbuka. Karena ingatlah harta terbaik adalah di sisi orang yang sholih. Nabi <em>shallallahu ?alaihi wa sallam </em>pernah mengatakan pada ?Amru bin Al ?Ash,</p>
<p>??? ??????? ?????? ???????? ?????????? ?????????? ??????????</p>
<p>&#8220;<em>Wahai Amru, sebaik-baik harta adalah harta </em><em>di tangan </em><em>hamba yang Shalih</em>.&#8221;<a href="#_ftn7">[7]</a></p>
<p>Dengan banyak berderma melalui memberi makan berbuka dibarengi dengan berpuasa itulah jalan menuju surga.<a href="#_ftn8">[8]</a> Dari ?Ali, ia berkata, Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p>« ????? ??? ?????????? ??????? ????? ?????????? ???? ?????????? ???????????? ???? ?????????? ». ??????? ???????????? ??????? ?????? ???? ??? ??????? ??????? ????? « ?????? ??????? ?????????? ?????????? ?????????? ????????? ?????????? ???????? ??????? ??????????? ?????????? ??????? »</p>
<p>&#8220;<em>Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya</em>.&#8221; Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, &#8220;<em>Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?</em>&#8221; Nabi <em>shallallahu ?alaihi wa sallam </em>menjawab, &#8220;<em>Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur</em>.&#8221;<a href="#_ftn9">[9]</a></p>
<p><em>Seorang yang semangat dalam kebaikan pun berujar, ?Seandainya saya memiliki kelebihan rizki, di samping puasa, saya pun akan memberi makan berbuka. Saya tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut. Sungguh pahala melimpah seperti ini tidak akan saya sia-siakan. Mudah-mudahan Allah pun memudahkan hal ini.?</em></p>
<p><strong><em>Lalu bagaimanakah dengan Saudara?</em></strong></p>
<p>Disusun di hari penuh berkah, Panggang-GK, 4 Sya?ban 1431 H</p>
<p>Penulis: <a href="http://rumaysho.com">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="http://muslim.or.id">www.muslim.or.id</a><a href="http://www.rumaysho.com/"></a></p>
<hr /><a href="#_ftnref1">[1]</a> HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, dari Zaid bin Kholid Al Juhani. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> Faidul Qodhir, 6/243.</p>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> Syarh Ibnu Baththol, 9/65.</p>
<p><a href="#_ftnref4">[4]</a> HR. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.</p>
<p><a href="#_ftnref5">[5]</a> Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 7/194.</p>
<p><a href="#_ftnref6">[6]</a> HR. Muslim no. 2055.</p>
<p><a href="#_ftnref7">[7]</a> HR. Ahmad 4/197. Syaikh Syu?aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim.</p>
<p><a href="#_ftnref8">[8]</a> Lihat Lathoif Al Ma?arif, 298.</p>
<p><a href="#_ftnref9">[9]</a> HR. Tirmidzi no. 1984. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.</p>




<ul>
		<li>
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://muslim.or.id/ramadhan/pahala-melimpah-di-balik-memberi-makan-berbuka.html&amp;title=Pahala+Melimpah+di+Balik+Memberi+Makan+Berbuka" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://muslim.or.id/ramadhan/pahala-melimpah-di-balik-memberi-makan-berbuka.html&amp;title=Pahala+Melimpah+di+Balik+Memberi+Makan+Berbuka" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://muslim.or.id/ramadhan/pahala-melimpah-di-balik-memberi-makan-berbuka.html&amp;title=Pahala+Melimpah+di+Balik+Memberi+Makan+Berbuka" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://muslim.or.id/ramadhan/pahala-melimpah-di-balik-memberi-makan-berbuka.html&amp;t=Pahala+Melimpah+di+Balik+Memberi+Makan+Berbuka" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://twitter.com/home?status=Pahala+Melimpah+di+Balik+Memberi+Makan+Berbuka+-+http://tinyurl.com/2bvaym5+(via+@muslimorid)&amp;source=shareaholic" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Pahala+Melimpah+di+Balik+Memberi+Makan+Berbuka+-+http://muslim.or.id/ramadhan/pahala-melimpah-di-balik-memberi-makan-berbuka.html&amp;qualifier=shares" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://muslim.or.id/ramadhan/pahala-melimpah-di-balik-memberi-makan-berbuka.html&amp;n=Pahala+Melimpah+di+Balik+Memberi+Makan+Berbuka&amp;pli=1" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
</ul>




]]></description>					 </item><item>						 <title>Kajian Islamiyah Indahnya Islam dan Nasihat Penuntut Ilmu 28 Juli 2010 _Telah terlaksana_</title>						 <link>http://binhambal.wordpress.com/2010/07/25/kajian-islamiyah-indahnya-islam-dan-nasihat-penuntut-ilmu-28-juli-2010/</link>						 <description><![CDATA[Ikutilah! Kajian Islamiyah : 28 Juli 2010 Terbuka untuk Umum Indahnya Islam [Ba?da Ashar sampai pukul 17.00 WIB] Nasihat Penuntut Ilmu [Ba?da Isya? sampai pukul 21.00 WIB] Bersama : Ustadz Abdulloh Zein, Lc Tempat : Masjid Ar-Ridho Perumahan Bukit Kencana Jaya, Meteseh, Tembalang, Semarang (lihat peta) Penyelenggara : Takmir Masjid Ar-Ridho Madrasah Imam Ahmad bin <img alt="" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binhambal.wordpress.com&amp;blog=3781056&amp;post=287&amp;subd=binhambal&amp;ref=&amp;feed=1" />]]></description>					 </item><item>						 <title>Daurah Syar?iyyah Romadlon</title>						 <link>http://feedproxy.google.com/~r/shalihah/~3/fmVD33Gwud0/daurah-syariyyah-romadlon</link>						 <description><![CDATA[Pondok pesantren al-Furqon al-Islami, Srowo-Sidayu-Gresik. Dibuka Untuk Umum ikhwan dan akhwat
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?a=fmVD33Gwud0:jO3mCOAUMbs:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?d=yIl2AUoC8zA"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?a=fmVD33Gwud0:jO3mCOAUMbs:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?d=qj6IDK7rITs"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?a=fmVD33Gwud0:jO3mCOAUMbs:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?i=fmVD33Gwud0:jO3mCOAUMbs:D7DqB2pKExk"></img></a>
]]></description>					 </item><item>						 <title>[Bekasi] Sunnah-sunnah yg ditinggalkan di Bulan Ramadhan &amp; Hadits-hadits dhoif dan mauduh di seputar Ramadhan</title>						 <link>http://feedproxy.google.com/~r/shalihah/~3/bvf5UFj1JMQ/bekasi-sunnah-sunnah-yg-ditinggalkan-di-bulan-ramadhan-hadits-hadits-dhoif-dan-mauduh-di-seputar-ramadhan</link>						 <description><![CDATA[[ 8 August 2010; 09:30 - 15:30. ] Pemateri: Ust. Kurnaedi Lc &#38; Ust. Mahfudz Umri Lc di Masjid Izzatul Islam Grand Wisata Bekasi
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?a=bvf5UFj1JMQ:TB0Kre1njek:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?d=yIl2AUoC8zA"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?a=bvf5UFj1JMQ:TB0Kre1njek:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?d=qj6IDK7rITs"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?a=bvf5UFj1JMQ:TB0Kre1njek:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?i=bvf5UFj1JMQ:TB0Kre1njek:D7DqB2pKExk"></img></a>
]]></description>					 </item><item>						 <title>Indahnya Ganjaran Islam Terhadap Suami</title>						 <link>http://www.suarasunnah.com/?p=262</link>						 <description><![CDATA[<p><img src="http://www.suarasunnah.com/wp-content/uploads/2010/07/Ganjaran-Seorang-Suami.jpg" alt="" width="150" height="150" />Islam  menempatkan seorang laki-laki sebagai pemimpin dalam keluarga karena  mereka diberi kelebihan oleh Allah Ta&#8217;ala atas para istri, baik dalam  masalah fisik maupun kematangan berpikir.</p>
<p>Berbeda  dengan kondisi fisik dan mental para wanita yang lemah dan kurang. Oleh  karena itu, Nabi senantiasa berwasiat dan berpesan kepada para suami  tentang istri-istri mereka. Bukan berwasiat kepada para istri tentang  suami mereka.</p>
<p>Rasulullah bersabda, <em>&#8220;Saling  berwasiatlah kalian dalam hal wanita, karena wanita diciptakan dari  tulang rusuk, dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah bagian  atasnya. Jika kamu meluruskannya maka ia akan patah, namun jika engkau  membiarkannya maka ia akan senantiasa bengkok. Karena itu, saling  berwasiatlah kalian dalam hal wanita.&#8221;</em><sup>1</sup></p>
<p>Menjadi  pemimpin dalam keluarga bukan hal yang mudah dan ringan. Ia membutuhkan  pengorbanan yang berat dan tidak sedikit. Oleh karena itu, Islam  memberikan balasan dan keutamaan yang besar bagi para suami yang  berusaha memenuhi kewajibannya sebagai fitur penggembala dalam  keluarganya. Sebab balasan itu setimpal dengan usaha yang dilakukan. Di  antara keutamaan ganjaran tersebut:</p>
<ul>
<li><strong>Seorang suami yang berusaha menafkahi keluarganya sama dengan mujahid fi sabilillah. Allah Ta&#8217;ala berfirman: <em>&#8220;Dia  mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan  orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah,  dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah. Maka bacalah  apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur&#8217;an.&#8221;</em> (Al-Muzzammil: 20)</strong></li>
</ul>
<p>Berkata  al-Qurthubi: &#8220;Dalam ayat ini Allah Ta&#8217;ala menyamakan antara derajat  mujahidin dan orang yang mencari penghasilan yang halal untuk nafkah  buat diri dan keluarganya.&#8221;<sup>2</sup></p>
<p>Ka&#8217;ab  bin &#8216;Ujroh berkata: &#8220;Seorang laki-laki melewati Nabi, kemudian para  sahabatnya melihat betapa kuat dan rajinnya laki-laki tersebut, lalu  mereka berkata: &#8216;Wahai Rasulullah, seandainya hal ini di jalan Allah.&#8217;  Rasulullah bersabda: <em>&#8216;Jika ia keluar bekerja untuk menghidupi anaknya  yang  masih kecil maka dia fi sabilillah (di jalan Allah), jika ia  keluar bekerja untuk kedua orang tuanya yang telah lanjut usia maka ia  fi sabilillah, jika ia keluar bekerja untuk menjaga kehormatan dirinya  dari meminta-minta maka ia fi sabilillah dan jika ia keluar karena riya&#8217;  dan sombong maka ia di jalan setan.&#8217;&#8221;</em><sup>3</sup></p>
<ul>
<li><strong>Muamalah yang baik dari seorang suami terhadap istrinya termasuk shadaqah.</strong></li>
</ul>
<p>Rasulullah bersabda: <em>&#8220;Sesungguhnya apa saja yang kamu infaqkan  adalah shadaqah, sampai satu suapan yang kamu berikan ke mulut istrimu  (pun termasuk shadaqah).&#8221;</em><sup>4</sup></p>
<p>Rasulullah juga bersabda: <em>&#8220;Sesungguhnya  tidaklah engkau menafkahkan suatu nafkah dengan mengharap wajah Allah  kecuali engkau akan diberikan pahala atasnya sampai pun apa yang engkau  berikan ke mulut istrimu.&#8221;</em> (HR. Bukhari 1295, 2742)</p>
<p>Rasulullah bersabda: <em>&#8220;Sebaik-baik  dinar yang dinafkahkan seorang laki-laki adalah dinar yang dinafkahkan  kepada keluarganya, dan dinar yang dinafkahkan untuk kendaraannya di  jalan Allah, serta dinar yang dinafkahkan kepada saudaranya di jalan  Allah.&#8221;</em> (HR. Muslim 994)</p>
<p>Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda: <em>&#8220;Jima&#8217; kalian (dengan istri) adalah shadaqah.&#8221;</em> Mereka bertanya: &#8220;Wahai Rasulullah, apakah salah seorang di antara kita  yang mendatangi syahwatnya mendapatkan pahala?&#8221; Beliau menjawab: <em>&#8220;Bagaimana  menurut kalian jika ia meletakkannya pada sesuatu yang haram, bukankah  ia mendapat dosa? Maka begitu juga jika ia meletakkannya pada sesuatu  yang halal maka ia memperoleh pahala.&#8221;</em><sup>5</sup></p>
<ul>
<li><strong>Suami  yang mengajarkan ilmu agama kepada anak dan istrinya serta menganjurkan  ketaatan akan mendapatkan pahala berlipat dan rahmat dari Allah Ta&#8217;ala.</strong></li>
</ul>
<p>Rasulullah bersabda:<em> &#8220;Ada tiga orang yang mereka berhak mendapat dua pahala&#8230;. dan (3)  seorang laki-laki yang memiliki budak wanita kemudian ia mengajarkan  adab padanya dan memperbagus pengajarannya dan juga mengajarkannya (ilmu  agama) dan memperbagus pengajarannya, kemudian ia membebaskannya dan  menikahinya; maka baginya dua pahala.&#8221;</em> (HR. Bukhari 97, 2544)</p>
<p>Jika  seorang suami yang mengajari budak wanitanya saja akan mendapatkan dua  pahala, maka mengajari istri dan anak-anaknya tentu lebih besar  pahalanya.</p>
<p>Rasulullah bersabda:<em> &#8220;Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun malam lalu shalat  dan membangunkan istrinya kemudian sang istri shalat. Jika ia enggan  maka sang suami memercikkan air di wajahnya.&#8221;</em><sup>6</sup></p>
<p>Rasulullah bersabda:<em> &#8220;Jika anak Adam meninggal, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga  perkara: shadaqah jariah, ilmu yang dimanfaatkan, atau anak shalih yang  mendo&#8217;akannya.&#8221;</em> (HR. Muslim 1631)</p>
<p>Rasulullah bersabda:<em> &#8220;Barangsiapa yang mengurus dua anak perempuan sampai baligh maka ia  akan datang pada hari kiamat, saya da dia&#8230;(beliau melekatkan dua  jarinya).&#8221; </em>(HR. Muslim 2631)</p>
<ul>
<li><strong>Seorang  suami dan juga istri yang berusaha memenuhi cita-cita Rasulullah untuk  memperbanyak umatnya akan mendapatkan syafa&#8217;at dari anaknya untuk masuk  ke surga.</strong></li>
</ul>
<p>Nabi bersabda:<em> &#8220;Bahwasanya dikatakan kepada anak-anak muda pada hari kiamat: &#8216;Masuklah  kalian ke surga!&#8217; Mereka menjawab: &#8216;Ya Rabbku, sampai bapak-bapak dan  ibu-ibu kami juga masuk.&#8217; Maka Allah berkata: &#8216;Mengapa aku melihat  kalian enggan masuk, masuklah ke surga.&#8217; Mereka berkata: &#8216;Ya Allah,  bapak-bapak kami dan ibu-ibu kami.&#8217; Maka Allah berkata: &#8216;Masuklah kalian  dan bapak-bapak kalian ke surga.&#8217;&#8221;</em><sup>7</sup></p>
<ul>
<li><strong>Kecemburuan para bidadari terhadap para suami yang disakiti oleh istrinya.</strong></li>
</ul>
<p>Nabi bersabda:<em> &#8220;Tidaklah seorang wanita menyakiti suaminya di dunia kecuali istrinya  dari para bidadari akan berkata: &#8216;Jangan kamu ganggu dia, semoga Allah  memerangimu, ia hanya singgah sebentar di sisimu dan hampir-hampir akan  berpisah denganmu menuju kami!&#8217;&#8221;</em><sup>8</sup></p>
<ul>
<li><strong>Suami yang berakhlak dan bermuamalah dengan baik terhadap keluarganya termasuk sebaik-baik mukmin.</strong></li>
</ul>
<p>Nabi bersabda: <em>&#8220;Sebaik-baik  kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang  paling baik terhadap keluargaku di antara kalian.&#8221;</em><sup>9</sup></p>
<ul>
<li><strong>Bagi para bapak atau suami yang ditinggal mati anaknya kemudian bersabar maka ia akan menjadi penghalang baginya dari neraka.</strong></li>
</ul>
<p>Rasulullah bersabda:<em> &#8220;Tidaklah seorang hamba yang muslim mempunyai tiga anak perempuan lalu  ia menafkahinya sampai ia baligh atau meninggal kecuali akan menjadi  penghalang baginya dari neraka.&#8221;</em><sup>10</sup></p>
<ul>
<li><strong>Seorang suami yang adil terhadap keluarganya akan mendapatkan kecintaan dan kemuliaan di surga Allah.</strong></li>
</ul>
<p>Allah Ta&#8217;ala berfirman: <em>&#8220;Dan hendaklah kamu berlaku adil, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.&#8221;</em> (al-Hujurat: 9)</p>
<p>Abdullah bin Amr bin al-Ash berkata, Rasulullah bersabda: <em>&#8220;Sesungguhnya  orang-orang yang berbuat adil di sisi Allah berada di atas  mimbar-mimbar dari cahaya di sebelah kanan ar-Rahman (Allah) Azza wa  Jalla-dan kedua tangan-Nya adalah kanan-yaitu orang-orang yang berbuat  adil di dalam hukumnya, keluarganya dan dalam pengurusannya.&#8221;</em> (HR. Muslim 4825)</p>
<p>Wallahul Muwaffiq.</p>
<p><em>Sumber: Majalah al-Mawaddah Edisi 1 Tahun ke-3, Sya&#8217;ban 1430H</em></p>
<ol><li>HR. Bukhari 3331 dan Muslim 1468</li><li><em>al-Jami&#8217; li Ahkamil Qur&#8217;an</em> 19/55</li><li>HR. ath-Thobroni dalam <em>al-Mu&#8217;jam al-Kabir</em> 19/129. Dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam <em>Shahih at-Targhib</em> 1692</li><li>HR. Bukhari 2742, Muslim 1628</li><li>HR. Muslim 1006 dan Abu Dawud 1286</li><li>HR. Ahmad 2/250, dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam <em>Shahih at-Targhib wa at-Tarhib</em> 625</li><li>HR. Ahmad 4/105. Al Haitsami berkata: <em>rijalnya tsiqah</em></li><li>HR. at-Tirmidzi 1184, Ibnu Majah 2014, Shahih at-Targhib 1945</li><li>HR. Ibnu Hibban 1312, <em>Shahih at-Targhib</em> 1924</li><li>HR. Ahmad 49/36, <em>Shahih at-Targhib</em> 1972</li></ol>]]></description>					 </item><item>						 <title>??? ????? ?????? ??? ????? ?? ??? ?? ??? ?????????</title>						 <link>http://tuntutlah-ilmu.blogspot.com/2010/07/blog-post.html</link>						 <description><![CDATA[<a href="http://2.bp.blogspot.com/_kWjx7QVk9RE/TFD3LkfZc9I/AAAAAAAAAGI/98z3cRkeWJw/s1600/KA-0083.JPG"><img src="http://2.bp.blogspot.com/_kWjx7QVk9RE/TFD3LkfZc9I/AAAAAAAAAGI/98z3cRkeWJw/s320/KA-0083.JPG" alt="" /></a>
<br />     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   AR-SA                                                     MicrosoftInternetExplorer4                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}              <a></a><a> ????? ??? ???? ????? ??????? ??? ????? ?? ??????? ?? ??? ??? ?????? ??????? ??? ??? ????? ?????? ??? ???? ?????</a>
<br /><a></a>Segala puji hanya milik Allah, Dialah Dzat yang telah memberi  hidayah dan karunia Islam kepada kita semua dan menjadikan kita sebagai umat yang terbaik , kami memohon taufik untuk  meraih kecintaan dan keridhan Allah serta terpelihara dari murka dan benci nya
<br /><a></a>
<br /><a></a><a></a><a>  ???? ?? ??????? ?? ????? ?????? ?? ??????? ??? ???? ?????? ??? ?????? 
<br />
<br /></a><a></a>Ketahuilah sesungguhnya Islam adalah sunnah dan sunnah adalah Islam dan tidak berdiri keduanya tanpa yang salah satunya
<br />
<br />===========================================================
<br />
<br />dinukil dari kitab<a href="http://sites.google.com/site/samuderailmu/albarbahaary"> ??? ?????</a> Al Imam Al Barbahari rahimahullah,beliau wafat 329 H
<br /><a href="http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;source=web&amp;cd=1&amp;ved=0CBIQFjAA&amp;url=http%3A%2F%2Fshirotholmustaqim.files.wordpress.com%2F2009%2F12%2Fimam-al-barbahari-syarhus-sunnah.pdf&amp;ei=p-hQTOWsHIeqvQOx4JmMBw&amp;usg=AFQjCNEUngO_GQMBZFMU887dx8olAQLbRw">download versi pdf</a>
<br /><a></a><a> </a>
<br /><a></a><a></a><a></a>]]></description>					 </item><item>						 <title>Seputar Hukum Puasa Ramadhan</title>						 <link>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/seputar-hukum-puasa-ramadhan</link>						 <description><![CDATA[<p>Telah kita ketahui bersama bahwa puasa Ramadhan adalah bagian dari rukun Islam, sehingga bangunan Islam pun bisa tegak dengan adanya salah satu rukun ini.  Bukti wajibnya puasa disebutkan dalam firman Allah (yang artinya), ?<em>Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa</em>.? (QS. Al Baqarah: 183). Puasa ramadhan ini diwajibkan bagi setiap muslim, berakal, sudah baligh, dalam keadaan sehat dan dalam keadaan mukim. Pada edisi kali ini, buletin At Tauhid akan mengangkat beberapa hal yang berkaitan dengan hukum puasa Ramadhan. Semoga bermanfaat.</p>]]></description>					 </item><item>						 <title>Kajian Bersama Ustadz Abu Ihsan &amp; Ustadzah Ummu Ihsan (Balikpapan, 31 Juli, 1 &amp; 3 Agustus 2010)</title>						 <link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/07/29/kajian-bersama-ustadz-abu-ihsan-ustadzah-ummu-ihsan-balikpapan-31-juli-1-3-agustus-2010/</link>						 <description><![CDATA[Hadirilah? acara Kajian Syar&#8217;iyyah Islamiyyah dan Bedah Buku bersama penulis Insya Allah : 1. Sabtu &#38; Ahad, 31 Juli &#38; 01 Agustus 2010 (08.30 Wita s/d Zhuhur) Untuk Umum (Muslim &#38; Muslimah) Tema : a. Mencetak Generasi Rabbani b. Panduan Amal Sehari Semalam (Bekal Istimewa Menghidupkan Bulan Ramadhan) Pemateri : Al-Ustadz Abu Ihsan Al-Atsari Al-Maidani, [...]<img alt="" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&amp;blog=1695789&amp;post=6558&amp;subd=salafiyunpad&amp;ref=&amp;feed=1" />]]></description>					 </item><item>						 <title>Hati-Hati Dengan Plastik Kresek, Bisa Membahayakan</title>						 <link>http://alqiyamah.wordpress.com/2010/07/29/hati-hati-dengan-plastik-kresek-bisa-membahayakan/</link>						 <description><![CDATA[PLASTIK KRESEK, MEMBAHAYAKAN Kesehatan adalah anugrah Allooh Subhanahu wa Ta&#8217;ala yang tak ternilai harganya, namun terkadang bahkan seringnya kita kurang dapat memeliharanya jangankan untuk orang lain untuk diri sendiripun sering melalaikan. Dengan alasan ekonomis, murah dll atau bahkan maksud yang tidak terpuji kadang perlakuan kita merugikan jangka panjang atau mungkin jangka pendek orang lain. karena [...]<img alt="" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alqiyamah.wordpress.com&amp;blog=2851848&amp;post=10677&amp;subd=alqiyamah&amp;ref=&amp;feed=1" />]]></description>					 </item><item>						 <title>Konsumsi Obat Penghalang Datang Haidh Ketika Ramadhan</title>						 <link>http://rumaysho.com/hukum-islam/puasa/3136-konsumsi-obat-penghalang-datang-haidh-ketika-ramadhan.html</link>						 <description><![CDATA[<img alt="haidh puasa" src="http://rumaysho.com/images/stories/rsz_love_8.jpg" width="200" height="150" /><em>Alhamdulillah, wa shalaatu wa salaamu ?ala Rosulillah wa ?ala aalihi wa shohbihi wa sallam.</em>
<p>Kita telah mengetahui bersama bahwa puasa adalah amalan mulia. Ganjaran di balik amalan tersebut pun bisa jadi tak terhingga. Oleh karena itu, setiap orang yang beriman dengan benar pasti tidak ingin luput dari amalan yang mulia ini. Termasuk pula para wanita muslimah, mereka pun sangat ingin sekali menunaikan puasa sebulan penuh, tanpa luput sehari pun juga. Padahal selama belum monopause, si wanita sesuai ketentuan Allah, biasanya mengalami haidh setiap bulannya. Di bulan Ramadhan pun ia akan mendapati masa haidh tersebut. Sehingga ia mesti mengqodho?nya di luar Ramadhan. Yang jadi permasalahan, apabila si wanita menggunakan obat-obatan untuk menghalangi datangnya haidh agar ia dapat berpuasa secara sempurna. Atau sebagian wanita juga punya keinginan untuk bisa menikmati lailatul qadar di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sehingga ia pun menggunakan obat-obatan tersebut untuk menghalangi datang bulan. Apakah menggunakan obat-obatan semacam itu dibolehkan?</p>
]]></description>					 </item><item>						 <title>[Cilegon] Dauroh Keluarga Sakinah</title>						 <link>http://feedproxy.google.com/~r/shalihah/~3/LvAPHwdlHSk/cilegon-dauroh-keluarga-sakinah</link>						 <description><![CDATA[[ 1 August 2010; 09:00 - 12:00. ] Ust. Nuruddin, Lc &#38; Ustadzah Ummu Faynan di Komplek Pendidikan Dakwah dan Sosial Imam Nawawi
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?a=LvAPHwdlHSk:PB3N_AeX68M:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?d=yIl2AUoC8zA"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?a=LvAPHwdlHSk:PB3N_AeX68M:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?d=qj6IDK7rITs"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?a=LvAPHwdlHSk:PB3N_AeX68M:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?i=LvAPHwdlHSk:PB3N_AeX68M:D7DqB2pKExk"></img></a>
]]></description>					 </item><item>						 <title>[Bantul] Nasihat Bagi Penuntut Ilmu</title>						 <link>http://feedproxy.google.com/~r/shalihah/~3/0vSWIEnK1sI/bantul-nasihat-bagi-penuntut-ilmu</link>						 <description><![CDATA[[ 3 August 2010; 08:00 - 12:00. ] Bersama Asy-Syaikh Sulaiman ar-Ruhaili -hafizhahullah- di Islamic Center Bin Baz, Bantul
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?a=0vSWIEnK1sI:e3G_1DWTDqs:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?d=yIl2AUoC8zA"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?a=0vSWIEnK1sI:e3G_1DWTDqs:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?d=qj6IDK7rITs"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?a=0vSWIEnK1sI:e3G_1DWTDqs:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?i=0vSWIEnK1sI:e3G_1DWTDqs:D7DqB2pKExk"></img></a>
]]></description>					 </item><item>						 <title>[Depok] Cara Mudah Mengurus Jenazah</title>						 <link>http://feedproxy.google.com/~r/shalihah/~3/stTtDT0Jihg/depok-cara-mudah-mengurus-jenazah</link>						 <description><![CDATA[[ 31 July 2010; 08:30 - 11:45. ] Oleh: Ust. Salim Qibas di Gema Pesona Estate Blok P1 , Jl. Tole Iskandar 45, Sukma Jaya Depok
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?a=stTtDT0Jihg:hArSvlJcuj0:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?d=yIl2AUoC8zA"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?a=stTtDT0Jihg:hArSvlJcuj0:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?d=qj6IDK7rITs"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?a=stTtDT0Jihg:hArSvlJcuj0:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/shalihah?i=stTtDT0Jihg:hArSvlJcuj0:D7DqB2pKExk"></img></a>
]]></description>					 </item><item>						 <title>Hukum Membatasi Keturunan</title>						 <link>http://www.suarasunnah.com/?p=255</link>						 <description><![CDATA[<p><img src="http://www.suarasunnah.com/wp-content/uploads/2010/07/Keluarga-Berencana.jpg" alt="" width="150" height="150" />Tanya: Bagaimana hukum KB bagi wanita yang telah melahirkan dengan cara operasi?</p>
<p>Jawaban dari pertanyaan ini pernah dibahas oleh <em>Majlis Hai&#8217;atu Kibar al-Ulama</em> sehingga mengeluarkan sebuah ketetapan yang isinya sebagai berikut:</p>
<p>Dengan mempertimbangkan beberapa hal, di antaranya:</p>
<ol>
<li>Sesungguhnya syari&#8217;at Islam menganjurkan penyebaran dan perbanyakan  keturunan. Selain itu, keturunan merupakan nikmat yang besar dan  anugerah yang agung dari Allah kepada hamba-Nya. Dan sungguh telah  banyak nash-nash, baik dari Al-Qur&#8217;an maupun sunnah nabi yang telah  dikumpulkan oleh a<em>l-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-&#8217;Ilmiyyah wal Ifta&#8217;</em> dalam membahas perkara ini untuk diserahkan kepada Dewan Hai&#8217;ah Kibar al-Ulama kerajaan Arab Saudi</li>
<li>Sesungguhnya perbuatan pembatasan keturunan atau mencegah kehamilan  jelas bertentangan dengan fitrah manusia yang Allah berikan kepada  makhluk-Nya. Lebih dari itu, perbuatan ini juga bertentangan dengan  syari&#8217;at Islam yang telah diridhai Allah untuk dipeluk hamba-Nya.</li>
<li>Sesungguhnya orang-orang yang mendengung-dengungkan pembatasan  keturunan atau pencegahan kehamilan adalah satu kelompok yang  memfokuskan dakwahnya untuk melakukan tipu daya terhadap kaum muslimin  secara umum dan kaum muslimin di Arab Saudi secara khusus. Dengan begitu  mereka bisa menguasai atau menjajah negeri atau penduduknya. Di samping  itu, perbuatan ini juga merupakan perbuatan orang-orang jahiliyah dan  berburuk sangka terhadap Allah serta memperlemah keberadaan Islam</li>
</ol>
<p>Dengan  pertimbangan beberapa hal tersebut, maka Majelis Dewan Hai&#8217;ah Kibar  al-Ulama menetapkan bahwa membatasi keturunan hukumnya haram secara  mutlak. Demikian juga tidak boleh mencegah kehamilan apabila dengan  alasan takut miskin, karena Allah telah berfirman:</p>
<p><em>Sesungguhnya Allah, Dialah Maha Pemberi rezeki yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.&#8221;</em> (adz-Dzariyat: 58)</p>
<p>Di ayat yang lain Allah juga berfirman:</p>
<p><em>&#8220;Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi ini melainkan Allah-lah yang memberinya rezeki.&#8221;</em> (Hud: 6)</p>
<p>Adapun  apabila pencegahan kehamilan tersebut karena alasan syar&#8217;i, seperti  seorang wanita yang tidak bisa melahirkan secara alami sehingga  mengharuskan operasi untuk mengeluarkan bayinya, atau menunda kehamilan  untuk masa tertentu karena ada maslahat (sisi positif) yang dipandang  oleh pasangan suami istri, maka tidaklah mengapa untuk mencegah  kehamilan atau menundanya di masa itu.</p>
<p>Dan telah diriwayatkan dari para sahabat akan bolehnya <em>&#8216;azl</em> (mengeluarkan mani di luar farji istrinya). Sebagian <em>fuqoha&#8217;</em> (ahli fiqih) juga membolekan menggugurkan janin yang berumur kurang  dari 40 hari. Bahkan apabila ada madhorot yang pasti, maka kehamilan  tersebut harus dicegah. <em>Wa billahi at-Taufiq</em>.</p>
<p>Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada nabi dan para sahabatnya. <em>(Fatwa al-Lajnah ad-Da&#8217;imah 19: 424)</em></p>
<p>Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em>Sumber: Majalah al-Mawaddah Edisi Ke-12, Tahun Ke-3</em></p>
]]></description>					 </item><item>						 <title>Panduan Zakat Emas, Perak dan Mata Uang</title>						 <link>http://rumaysho.com/hukum-islam/zakat/3135-panduan-zakat-emas-perak-dan-mata-uang.html</link>						 <description><![CDATA[<img alt="harta" src="http://rumaysho.com/images/stories/rsz_gold-bullion.jpg" width="200" height="150" /><em>Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.</em>
<p><em>Alhamdulillah</em>, sekarang kami punya kesempatan untuk mengkaji kembali pembahasan zakat. Pada pertemuan sebelumnya telah kami sajikan apa saja <strong><a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/zakat/3133-syarat-syarat-zakat.html">syarat-syarat zakat</a></strong>. Setelah memahami dan mengetahui hal itu, saat ini kami akan melanjutkan dengan penjelasan zakat emas, perak dan mata uang. Semoga panduan singkat ini bermanfaat bagi pembaca rumaysho.com sekalian.</p>
]]></description>					 </item><item>						 <title>6 Hal Sunnah Puasa</title>						 <link>http://rumaysho.com/hukum-islam/puasa/2654-menghidupkan-bulan-ramadhan-dengan-sunnah-puasa.html</link>						 <description><![CDATA[<img alt="writing-a-book" src="http://rumaysho.com/images/stories/writing-a-book.jpg" width="200" height="150" /><em>Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya</em>.
<p>Berikut rumaysho.com akan menjabarkan beberapa hal yang disunnahkan ketika puasa. Semoga kita bisa mengamalkannya.</p>
]]></description>					 </item><item>						 <title>Daftar Harga Bundel</title>						 <link>http://www.majalahalfurqon.com/index.php/bundel/141-bundel</link>						 <description><![CDATA[<p>&nbsp;DAFTAR HARGA BUNDEL MAJALAH AL FURQON</p>

   


Kode   Bundel
Nama Bundel
Harga (Rp)


Th. 4B
Bundel al Furqon Th. 04&nbsp; Eds. 07 s.d. 12
45.000


Th. 5A
Bundel al Furqon Th.   05&nbsp; Eds. 01 s.d. 06
55.000


Th. 5B
Bundel al Furqon Th.   05&nbsp; Eds. 07 s.d. 12
55.000


Th. 6A
Bundel al Furqon Th.   06&nbsp; Eds. 01 s.d. 06
60.000


Th. 7A
Bundel al Furqon Th.   07&nbsp; Eds. 01 s.d. 06
60.000


Th. 7B
Bundel al Furqon Th.   07&nbsp; Eds. 07 s.d. 12
60.000


Th. 8A
Bundel al Furqon Th.   08&nbsp; Eds. 01 s.d. 06
60.000


Th. 8B
Bundel al Furqon Th.   08&nbsp; Eds. 07 s.d. 12
60.000


Th. 9A
Bundel al Furqon Th.   09&nbsp; Eds. 01 s.d. 06
60.000



<p>Bea kirim tiap 1 bundel: Jawa Rp. 10.000,- dan Luar Jawa Rp. 15.000,-<br />Pembayaran: <br />1. Wesel Pos:  Zainal Abidin d/a Pondok Pesantren Al Furqon. Desa Srowo  Kecamatan Sidayu Kab. Gresik Jawa Timur. 61153<br /> 2. Giro Pos   :  No. 604.000.1823. a.n. Mahad Al Furqon<br />3. Shar'e      : No. 9211546899   a.n. Heri Purwoko<br />Konfirmasi: via 1. facebook. 2. email: majalahalfurqon@yahoo.co.id. 3. Hp. 081332756071.</p>]]></description>					 </item><item>						 <title>Bundel 7A</title>						 <link>http://www.majalahalfurqon.com/index.php/bundel/56-7a</link>						 <description><![CDATA[<p><img src="http://www.majalahalfurqon.com/images/bundel_7a.jpg" width="200" height="260" alt="bundel 7A" /></p>
<p>Harga Rp 60.000,-</p>]]></description>					 </item><item>						 <title>Wihdatul Wujud</title>						 <link>http://www.almanhaj.or.id/content/2769/slash/0</link>						 <description><![CDATA[Rabu, 28 Juli 2010 15:57:37 WIB<br>Kategori : Firaq<br><br>Keyakinan wihdatul wujud, merupakan pemahaman ilhadiyah (kufriyah) yang muncul setelah dipenuhi dengan keyakinan hulul. Yaitu, dalam istilah Jawa disebut manunggaling kawula lan gusti. Artinya, bersatunya makhluk dengan Tuhan, pada sebagian makhluk. Tidak ada keterpisahan antara keduanya. Muaranya, segala yang ada merupakan penjelmaan Allah Azza wa Jalla. Tidak ada wujud selain wujud Allah. Hingga akhirnya berpandangan, tidak ada sesuatu pun di alam semesta ini, kecuali Allah. Pemikiran sesat seperti ini, tidak lain kecuali berasal dari keyakinan Budha dan kaum Majusi. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan, bahwa mereka (orang-orang yang berkeyakinan dengan aqidah wihdatul wujud) telah melakukan ilhad (penyimpangan) dalam tiga prinsip keimanan (iman kepada Allah, RasulNya dan hari Akhirat). Menurut Syaikhul Islam, dalam masalah iman kepada Allah, mereka menjadikan wujud makhluk merupakan wujud Pencipta itu sendiri. Sebuah ta'thil (penghapusan sifat-sifat Allah) yang sangat keterlaluan. Pemahaman seperti ini sungguh sangat nista dan kotor. Karena, konsekwensinya berarti seluruh keburukan, binatang-binatang najis, kejahatan, iblis, setan dan perihal buruk lainnya merupakan jelmaan Allah. Maha Suci Allah dari perkataan orang-orang mujrimin (berbuat kejelekan).<p><sub><i>-- Delivered by <a href="http://feed43.com/">Feed43</a> service</i></sub></p>
]]></description>					 </item><item>						 <title>Situs Baru ::&gt;&gt; al-ashree.com </title>						 <link>http://alashree.wordpress.com/2010/07/29/situs-baru-al-ashree-com/</link>						 <description><![CDATA[Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Mulai saat ini, penulisan artikel-artikel keislaman akan dialihkan ke
al-ashree.com

Adapun blog alashree.wordpress.com mungkin hanya saya gunakan untuk catatan harian saja.

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh<img alt="" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1462&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" />]]></description>					 </item><item>						 <title>HP Hilang</title>						 <link>http://alashree.wordpress.com/2010/07/22/hp-hilang/</link>						 <description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum&#8230; Teman-teman kampus /ikhwah thalabul ilm yang merasa sms-nya tidak dibalas, afwan ya&#8230; Qadarullah HP saya hilang, dan belum urus nomor yang hilang tersebut. Untuk sementara, saya mencoba menikmati nikmatnya hidup tanpa HP dulu. He..he.. Alhamdulillah &#8216;ala kulli haal&#8230; Filed under: Informasi Umum Tagged: Catatan Harian, Pribadi<img alt="" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1454&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" />]]></description>					 </item><item>						 <title>Download Audio: ?Mungkinkah Hadits Shohih Bertentangan Dengan Al-Qur?an? ? Ustadz ?Aunur Rofiq Ghufron?</title>						 <link>http://alqiyamah.wordpress.com/2010/07/29/download-audio-%e2%80%9cmungkinkah-hadits-shohih-bertentangan-dengan-al-qur%e2%80%99an-ustadz-%e2%80%98aunur-rofiq-ghufron/</link>						 <description><![CDATA[MUNGKINKAH HADITS SHOHIH BERTENTANGAN DENGAN AL-QUR?AN??? Sebagian Orang Berkata, Apabila Hadits Shohih Bertentangan Dengan Al-Qur?an, Maka Hadits Itu Ditolak Oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Pertanyaan. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani ditanya : Ada sebagian orang yang berkata bahwa apabila terdapat sebuah hadits yang bertentangan dengan ayat Al-Qur?an maka hadits tersebut harus kita tolak walaupun derajatnya shahih. [...]<img alt="" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alqiyamah.wordpress.com&amp;blog=2851848&amp;post=10674&amp;subd=alqiyamah&amp;ref=&amp;feed=1" />]]></description>					 </item><item>						 <title>Download Audio: ?Imam asy Syafi?i Pembela Sunnah ? Ustadz Abu Ubaidah Yusuf as Sidawy?</title>						 <link>http://alqiyamah.wordpress.com/2010/07/29/download-audio-imam-asy-syafii-pembela-sunnah-ustadz-abu-ubaidah-yusuf-as-sidawy/</link>						 <description><![CDATA[Imam Syafi?i Imam Syafi?i, begitulah orang-orang menyebut dan mengenal nama ini, begitu lekat di dalam hati, setelah nama-nama seperti Khulafaur Rasyidin. Namun sangat disayangkan, orang-orang mengenal Imam Syafi?i hanya dalam kapasitasnya sebagai ahli fiqih. Padahal beliau adalah tokoh Ahlus Sunnah wal Jama?ah dengan multi keahlian. Karena itu ketika memasuki Baghdad, beliau dijuluki Nashirul Hadits (pembela [...]<img alt="" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alqiyamah.wordpress.com&amp;blog=2851848&amp;post=10670&amp;subd=alqiyamah&amp;ref=&amp;feed=1" />]]></description>					 </item><item>						 <title>Download Audio: ?Bedah Buku: 14 Contoh Praktek Hikmah Dalam Berdakwah ? Ustadz Abu Ubaidah Yusuf as Sidawy?</title>						 <link>http://alqiyamah.wordpress.com/2010/07/29/download-audio-bedah-buku-14-contoh-praktek-hikmah-dalam-berdakwah-ustadz-abu-ubaidah-yusuf-as-sidawy/</link>						 <description><![CDATA[Bismillah Berikut ini kami hadirkan hasil rekaman kajian bedah buku ?14 contoh praktek hikmah dalam dakwah? karya Ust. Abu Abdirrohman Abdulloh Zein, yang disampaikan oleh al Ustadz Abu Ubaidah di Masjid Al-Khoiriyah Tegowangi-Plemahan-Kediri (23 Mei 2010) yang  diselenggarakan oleh Yayasan Ath-Thoifah Al-Manshuroh. Silahkan antum download filenya di link berikut: 14 Contoh Praktek Hikmah dalam berdakwah.mp3 [...]<img alt="" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alqiyamah.wordpress.com&amp;blog=2851848&amp;post=10668&amp;subd=alqiyamah&amp;ref=&amp;feed=1" />]]></description>					 </item><item>						 <title>Download Audio: Bedah Buku ?14 Contoh Praktek Hikmah dalam Berdakwah? (Ust. Abu Ubaidah Yusuf) [BAGUS]</title>						 <link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/07/28/contoh-hikmah-berdakwah/</link>						 <description><![CDATA[Alhamdulillah, pada kesempatan berikut ini, kami hadirkan hasil rekaman kajian bedah buku ?14 Contoh Praktek Hikmah dalam Berdakwah? karya Ustadz Abu Abdirrohman Abdulloh Zein, M.A, yang disampaikan oleh al Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi di Masjid Al-Khoiriyah Tegowangi, Plemahan, Kediri (23 Mei 2010). Kajian ini diselenggarakan oleh Yayasan Ath-Thoifah Al-Manshuroh. Semoga nasihat beliau bermanfaat [...]<img alt="" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&amp;blog=1695789&amp;post=6552&amp;subd=salafiyunpad&amp;ref=&amp;feed=1" /><br /><a href="http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Ubaidah%20Yusuf%20As-Sidawi/Bedah%20Buku%2014%20Contoh%20Praktik%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah/14%20Contoh%20Praktek%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah.mp3?l=12http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Ubaidah%20Yusuf%20As-Sidawi/Bedah%20Buku%2014%20Contoh%20Praktik%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah/14%20Contoh%20Praktek%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah.mp3?l=12http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Ubaidah%20Yusuf%20As-Sidawi/Bedah%20Buku%2014%20Contoh%20Praktik%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah/14%20Contoh%20Praktek%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah.mp3?l=12http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Ubaidah%20Yusuf%20As-Sidawi/Bedah%20Buku%2014%20Contoh%20Praktik%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah/14%20Contoh%20Praktek%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah.mp3?l=12http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Ubaidah%20Yusuf%20As-Sidawi/Bedah%20Buku%2014%20Contoh%20Praktik%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah/14%20Contoh%20Praktek%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah.mp3?l=12http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Ubaidah%20Yusuf%20As-Sidawi/Bedah%20Buku%2014%20Contoh%20Praktik%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah/14%20Contoh%20Praktek%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah.mp3?l=12http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Ubaidah%20Yusuf%20As-Sidawi/Bedah%20Buku%2014%20Contoh%20Praktik%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah/14%20Contoh%20Praktek%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah.mp3?l=12http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Ubaidah%20Yusuf%20As-Sidawi/Bedah%20Buku%2014%20Contoh%20Praktik%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah/14%20Contoh%20Praktek%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah.mp3?l=12http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Ubaidah%20Yusuf%20As-Sidawi/Bedah%20Buku%2014%20Contoh%20Praktik%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah/14%20Contoh%20Praktek%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah.mp3?l=12http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Ubaidah%20Yusuf%20As-Sidawi/Bedah%20Buku%2014%20Contoh%20Praktik%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah/14%20Contoh%20Praktek%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah.mp3?l=12" title="audio/mpegaudio/mpegaudio/mpegaudio/mpegaudio/mpegaudio/mpegaudio/mpegaudio/mpegaudio/mpegaudio/mpeg 0 KB">[Link to media]</a>]]></description>					 </item><item>						 <title>Kajian Umum Sragen (1 Agustus 2010): ?KIAT SUKSES MENGGAPAI KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN?</title>						 <link>http://muslimah.or.id/info-dauroh-kajian/kajian-umum-sragen-1-agustus-2010-%e2%80%9ckiat-sukses-menggapai-keutamaan-bulan-ramadhan%e2%80%9d.html</link>						 <description><![CDATA[<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fmuslimah.or.id%2Finfo-dauroh-kajian%2Fkajian-umum-sragen-1-agustus-2010-%25e2%2580%259ckiat-sukses-menggapai-keutamaan-bulan-ramadhan%25e2%2580%259d.html"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fmuslimah.or.id%2Finfo-dauroh-kajian%2Fkajian-umum-sragen-1-agustus-2010-%25e2%2580%259ckiat-sukses-menggapai-keutamaan-bulan-ramadhan%25e2%2580%259d.html" height="61" width="51" /></a><p><strong>Hadirilah</strong></p>
<p><strong>Kajian Umum Pra Ramadhan</strong></p>
<strong>?KIAT SUKSES MENGGAPAI KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN?</strong>
<p>Bersama</p>
<blockquote>
<strong>Al Ustadz Abu Umair Mahful Safrudin, Lc.</strong>
<p><strong>(Pengajar Pesantren Islam Al-Irsyad, Tengaran, Salatiga)</strong></p></blockquote>
<p>Insya Allah akan diselenggarakan pada:</p>
<blockquote><p><strong>Ahad, 1 Agustus 2010</strong></p>
<p><strong>Pukul 08.30 WIB s.d. selesai</strong></p>
<p><strong>Masjid An-Nur, SMA Negeri 1 Gemolong, Sragen</strong></p></blockquote>
<p>Insya Allah disediakan makalah di tempat kajian</p>
<p>Kajian ini GRATIS dan TERBUKA UNTUK UMUM (Putra &amp; Putri)</p>
<blockquote><p>Contact Person:</p>
<p><strong>0857.2966.2716</strong></p>
<p>Presented by:</p>
<p><strong>Forum Kajian Masyarakat (FKM) Gemolong</strong></p>
<p>Supported by:</p>
<p><strong>Radio Suara Quran 94.4 FM</strong></p></blockquote>
]]></description>					 </item><item>						 <title>Status Riwayat ?Senandung Al Qur?an?</title>						 <link>http://ustadzaris.com/status-riwayat-senandung-al-quran</link>						 <description><![CDATA[<p>Berikut ini adalah penjelasan tentang status riwayat dari sebuah doa yang sangat populer di masyarakat kita. Oleh sebagian orang dijadikan sebagai bacaan puji-pujian sebelum shalat dan sebagian yang lain menjadikannya sebagian yang lain menjadikannya sebagai bacaan ?wajib? sebelum atau setelah pengajian. Bacaan ini di masyarakat kita dikenal dengan sebutan bacaan senandung al Qur?an.</p>
<p>???? ???? ?? ???:<br />
Hadits mu?dhal (ingat mu?dhal termasuk hadits yang lemah karena sanadnya tidak bersambung, pent) yang dibawakan oleh Daud bin Qois</p>
<p>?? ????? ? ??? ???? ??? ??? ??????: ((????? ?????? ???????, ?????? ?? ??????, ??????, ???? ??????, ????? ????????? ??? ?? ????, ??????? ??? ?? ????, ??????? ?????? ???? ?????, ?????? ?? ??? ?? ?? ????????)). </p>
<p>Sesungguhnya Nabi jika khataman al Qur?an biasa mengucapkan kalimat berikut ini:<br />
<em>Allhummarhamni bilqur?an. Waj-?alhu li imaman wa nuran wa hudan wa rohmah. Allhumma dzakkirni minhu ma nasitu wa ?allimni minhu ma jahiltu warzuqni tilawatahu aana-allaili waj-?alhu li hujatan ya rabbal ?alamin.</em></p>
<p>Artinya, ?Ya Allah sayangilah aku dengan sebab al Qur?an dan jadikanlah al Qur?an untukku sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk dan rahmat. Ya Allah, ingatkanlah aku akan ayat-ayat al Qur?an yang kulupa, ajarilah aku tentang isi al Qur?an yang tidak aku ketahui dan berilah aku nikmat bisa membacanya di waktu malam. Jadikanlah al Qur?an sebagai membelaku wa tuhan semesta alam?.</p>
<p>???? ??????? ??: ????????( ), ???? ????? ?????? ??: ???????( ) ??? ???????? ???? ?? ??? ??? ??????? ??: ????????, ???? ???? ??? ??????( ). </p>
<p>Hadits ini disebutkan oleh al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin 1/278. Tatkala as Subki membahas biografi al Gazali dalam Thabaqat as Syafiiyyah al Kubro 6/286-386, beliau menyebutkan hadita-hadits yang tercantum dalam kitab Ihya Ulumuddin namun pada realitanya tidak memiliki sanad. Di antara yang hadits yang disebutkan oleh as Subaki adalah hadits di atas. Lihat Thabaqat as Syafiiyyah al Kubro 6/301. </p>
<p>??? ?? ????? ??????? ??????? ???????? ???( ): (???? ??? ????? ?????? ?? ?????? ????????, ??: ????? ??????, ???? ??? ?? ?????? ??: ???????, ?????? ?? ???? ??? ?? ??????, ?? ?????: ???? ?? ???, ??????) ???. </p>
<p>Namun dalam Takhrij kitab Ihya Ulumuddin untuk hadits-hadits yang ada dalam kitab Ihya? Ulumuddin pada 1/287 al Hafizh al ?Iraqi mengatakan, ?Hadits di atas diriwayatkan oleh Abu Manshur al Muzhaffar bin al Husain al Arjani dalam kitabnya Fadha-il al Qur?an dan Abu Bakr bin al Dhahhak dalam al Syama-il. Sanad yang ada di dua kitab tersebut semuanya bersumber dari abu Dzar al Harawi dari Dawud bin Qois secara mu?dhal (ada dua perawi dalam sanadnya yang gugur secara berturut-turut)?.</p>
<p>???????? ?? ((???????))( ) ???? ??????? ?? ((???????)) ??? ??? ?? ???? ??????? ??????? ??? 1405?? ????? ??????? ??: ????? ?????? ??? ???? ????? ??????. ?????. ????? ????. </p>
<p>Sedangkan al Zarkasyi dalam buku al Burhan 1/475 mengatakan bahwa hadits di atas diriwayatkan oleh al Baihaqi dalam Dala-il al Nubuwwah akan tetapi aku tidak menjumpai hadits tersebut dalam kitab Dala-il al Nubuwwah yang dicetak tahun 1405 H. Hadits di atas juga disebutkan oleh al Ghafiqi dalam kitabnya Fadha-il al Qur?an -yang masih berupa manuskrip-, akan tetapi beliau tidak menyebutkan siapa yang meriwayatkannya sebagaimana kebiasaan beliau.</p>
<p>Sumber: Juz fi Marwiyat Du-a Khatmi al Qur?an karya Syaikh Bakr Abu Zaid Hal 16-17.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong><br />
Bacaan yang dikenal dengan sebutan senandung al Qur?an adalah berdasarkan <strong>hadits lemah</strong> yang tidak boleh dijadikan dalil dalam beragama dan beribadah kepada Allah.</p>
<p>Artikel <a href="http://ustadzaris.com">www.ustadzaris.com</a></p>

<img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&amp;id=1766&amp;type=feed" alt="" />Artikel Terkait<ul><li><a href="http://ustadzaris.com/adakah-doa-khotaman-al-quran" title="Adakah Do&#8217;a Khataman Al Qur&#8217;an?">Adakah Do&#8217;a Khataman Al Qur&#8217;an?</a> (2)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/sunnah-yang-hilang-bacaan-setelah-membaca-al-quran" title="Bacaan Setelah Membaca Al Qur&#8217;an">Sunnah yang Hilang: Bacaan Setelah Membaca Al Qur&#8217;an</a> (11)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/dalil-pendukung-keadaan-hadats-tidak-boleh-menyentuh-mushaf-al-quran" title="Keadaan Hadats Tidak Boleh Menyentuh Mushaf al Qur&#8217;an">Dalil Pendukung: Keadaan Hadats Tidak Boleh Menyentuh Mushaf al Qur&#8217;an</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/al-qur%e2%80%99an-dan-sunnah-adalah-segalanya" title="Al Qur?an dan Sunnah adalah Segalanya">Al Qur?an dan Sunnah adalah Segalanya</a> (7)</li></ul>]]></description>					 </item><item>						 <title>Dauroh Keluarga Sakinah Bersama Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Ummul Qura Makkah (1 Agustus 2010)</title>						 <link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/07/28/dauroh-keluarga-sakinah/</link>						 <description><![CDATA[Untuk anda yang ingin berwibawa dengan akhlak mulia? Untuk anda yang ingin cantik dengan perilaku simpatik? Untuk anda yang ingin merajut sakinah dengan akhlakul karimah? Langkahkan kaki tuk menghadiri? Dauroh Keluarga Sakinah Yayasan Al Hanif Cilegon Bersama: Ustadz Nuruddin, Lc (Mahasiswa Pascasarjana Universitas Ummul Qura Makkah Arab Saudi) -khusus Ikhwan dan Ustadzah Ummu Faynan (Mahasiswi [...]<img alt="" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&amp;blog=1695789&amp;post=6549&amp;subd=salafiyunpad&amp;ref=&amp;feed=1" />]]></description>					 </item><item>						 <title>Bolehkah Mendidik Anak dengan Film Kartun [Seperti Film Upin dan Ipin]</title>						 <link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/07/28/bolehkah-mendidik-anak-dengan-film-kartun-upin-ipin/</link>						 <description><![CDATA[Oleh Syaikh Sholeh bin Fauzan al-Fauzan hafidzohulloh Pertanyaan: Apa hukum mendidik anak-anak dengan film kartun yang di sana terdapat faidah serta mengajarkan akhlak yang terpuji? Jawaban: Alloh telah mengharamkan gambar-gambar (makhluk bernyawa, pent) dan diharamkan menyimpannya, lalu bagimana kita gunakan itu untuk mendidik anak-anak kita?! Bagaimana kita mendidik mereka dengan sesuatu yang haram?! Dengan gambar-gambar [...]<img alt="" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&amp;blog=1695789&amp;post=6541&amp;subd=salafiyunpad&amp;ref=&amp;feed=1" />]]></description>					 </item><item>						 <title>...</title>						 <link>http://airmatakumengalir.blogspot.com/2010/07/postingan-berikut-surat-undangan-kami.html</link>						 <description><![CDATA[]]></description>					 </item><item>						 <title>Soal-144: Hukum Memakai Jeans</title>						 <link>http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-144-hukum-memakai-jeans.html</link>						 <description><![CDATA[<p>Apa hukum memakai celana jeans?</p>
<p>Dijawab Oleh <a href="http://ustadzaris.com">Ust Aris Munandar. SS</a></p>
<p>Jawabannya Klik Player:</p>
<p><a href="http://www.archive.org/download/soal144-148/soal-144.mp3">Download</a></p>




<ul>
		<li>
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-144-hukum-memakai-jeans.html&amp;title=Soal-144%3A+Hukum+Memakai+Jeans" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-144-hukum-memakai-jeans.html&amp;title=Soal-144%3A+Hukum+Memakai+Jeans" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-144-hukum-memakai-jeans.html&amp;title=Soal-144%3A+Hukum+Memakai+Jeans" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-144-hukum-memakai-jeans.html&amp;t=Soal-144%3A+Hukum+Memakai+Jeans" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://twitter.com/home?status=Soal-144%3A+Hukum+Memakai+Jeans+-+http://tinyurl.com/2esk5yc+(via+@muslimorid)&amp;source=shareaholic" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Soal-144%3A+Hukum+Memakai+Jeans+-+http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-144-hukum-memakai-jeans.html&amp;qualifier=shares" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li>
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-144-hukum-memakai-jeans.html&amp;n=Soal-144%3A+Hukum+Memakai+Jeans&amp;pli=1" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
</ul>




<br /><a href="http://www.archive.org/download/soal144-148/soal-144.mp3" title="audio/mpeg 205 KB">[Link to media]</a>]]></description>					 </item></channel>				 </rss>