KEPADA UMAT YANG DIMURKAI

KEPADA (YAHUDI) UMAT YANG DIMURKAI

Oleh, Syaikh Robi? bin Hadi Al-Madkholy hafizhahullahu Ta?ala,

Kepada umat yang dimurkai, yang Allah berfirman tentang mereka,

?????????? ???????? ????? ?????? ???????????????? ??????? ????????

?Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.? (Al Baqoroh : 90)

Kepada umat yang hina dina yang Allah timpakan kepada mereka kehinaan karena kekufuran mereka dan perbuatan mereka membunuh para nabi.

? ???????? ?????????? ?????????? ?????? ??? ????????? ?????? ???????? ????? ????? ???????? ????? ???????? ????????? ???????? ????? ????? ?????????? ?????????? ????????????? ?????? ??????????? ???????? ??????????? ???????? ????? ????????????? ??????????? ???????? ????? ?????? ????? ?????? ??????????? ??????????? ?

?Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh Para Nabi tanpa alasan yang benar. yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas?. (Ali Imron : 112)

Inilah sebagian sifat-sifat kalian yang menyebabkan kalian hina, rendah dan mendapatkan murka dari Allah. Dan tidak akan tegak kekuasaan kalian kecuali kalian berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia sampai masa kita ini dan sampai hari kiamat.

Kalian tidak punya sandaran keimanan dan akidah, kalian juga tidak punya sandaran sifat kejantanan dan keberanian. Kalian senantiasa berperang dari balik-balik tembok, perpecahan sesama kalian  sangatlah keras.

Sesungguhnya sifat-sifat keji kalian sangatlah banyak, antara lain : khianat, mungkir, membuat-buat fitnah, menyalakan api peperangan, membuat kerusakan di muka bumi dan setiap kali kalian menyalakan api peperangan Allah memadamkannya. Sejarah kalian sungguh hitam dan kehinaan kalian tidak asing lagi bagi seluruh umat-umat.

Untuk umat (Yahudi) ini aku katakan ? dan juga dikatakan oleh setiap muslim yang tulus : Janganlah kalian angkuh dan sombong. Janganlah kalian terpedaya oleh kemenangan semu yang kalian dapatkan. Sesungguhnya kalian  demi Allah tidak pernah menang atas pasukan Muhammad shollallahu ?alaihi wa sallama dan tidak pernah menang atas akidah Muhammad shollallahu ?alaihi wa sallama; yaitu akidah tauhid ?Laa Ilaaha Illallah?. Kalian tidak pernah menang atas pasukan yang dipimpin oleh orang-orang semisal Kholid bin Al Walid, Abu Ubaidah bin Al Jarroh, Sa?ad bin Abi Waqqosh, Amru bin Al ?Ash dan Nu?man bin Muqrin dari orang-orang yang terdidik di atas akidah Muhammad shollallahu ?alaihi wa sallama dan manhaj Muhamad shollallahu ?alaihi wa sallama. Serta mereka mendidik pasukan mereka di atas itu, dan memimpin mereka untuk meninggikan Kalimatullah. Orang-orang yang lebih kuat dan perkasa dari kalian seperti balatentara kisra dan kaisar tidak sanggup berdiri menghadang mereka.

Kalian tidak pernah menang atas pasukan yang seperti ini jati diri, akidah dan manhajnya, dan yang cita-citanya adalah menegakkan Kalimatullah. Kalian hanya menang melawan pasukan-pasukan dari generasi-generasi yang dikatakan Allah Ta?ala,

? ???????? ??? ?????????? ?????? ????????? ????????? ???????????? ???????????? ???????? ?????????? ?????? ?

?Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan,?. (Maryam : 59)

Kalian menang atas pasukan yang kebanyakan mereka tidak berakidah seperti akidah Muhamad shollallahu ?alaihi wa sallama dan sahabat-sahabatnya, tidak mengikuti manhaj Muhamad shollallahu ?alaihi wa sallama dan tentaranya, tujuannya pun tidak sama dengan tujuan yang dulu mereka berjihad karenanya.

Atas orang-orang yang seperti buih-buih di permukaan airlah kalian menang. Dikarenakan kesia-siaan dan kegagalan mereka negara kalian bisa tegak, dan kalian merasa berkuasa di bumi serta menyebarkan kerusakan padanya

? ??????????? ????? ????? ???????????? ??? ?????????? ????????????? ??? ???????? ??????????? ????????????? ???????? ???????? . ??????? ????? ?????? ?????????? ????????? ?????????? ???????? ?????? ?????? ?????? ??????? ?????????? ?????? ?????????? ??????? ??????? ??????????? . ????? ????????? ?????? ?????????? ?????????? ???????????????? ??????????? ????????? ??????????????? ???????? ???????? . ???? ??????????? ??????????? ???????????? ?????? ?????????? ??????? ??????? ????? ?????? ????????? ???????????? ??????????? ??????????????? ??????????? ????? ????????? ??????? ??????? ???????????????? ??? ??????? ?????????? ?

?Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana. kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai?. (Al Isro? : 4-7)

Inilah sejarah kalian, dan beginilah Allah memperlakukan kalian. Sekalipun ini telah berlalu di tangan orang-orang majusi. Maka kalian ? insya Allah ? akan mendapatkan apa yang lebih dahsyat dari itu ditangan tentara Muhamad shollallahu ?alaihi wa sallama, tentara islam sebagaimana Allah telah mengancam kalian dengan itu karena kerendahan dan kehinaan kalian di sisiNya.

? ?????? ???????? ??????? ??????????? ????????? ?????????????? ???????? ? .

?Dan Sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.? (Al-Isro? : 8)

Sekarang kalian kembali mengulangi kedurhakaan, dan akan kembali kepada kalian hukuman yang keras dari Allah yang tidak pernah mengingkari janji-Nya, dan di atas tangan-tangan pasukan Muhamad bukan di tangan anak-anak buatan kalian dan barat yang Kristen dan matrealisme. Jangan kalian angkuh dan bangga, demi Allah kalian tidak pernah menang atas islam, tidak atas pasukan Muhamad, (Umar) Al Faruq, Kholid dan saudara-saudaranya dari tentara-tentara Allah dan tentara-tentara islam.

Kepada seluruh kaum muslimin ? pemerintah dan rakyatnya, kelompok-kelompok dan golongan-golongan, para ulama dan cendikiawan- sampai kapan kalian cenderung kepada kehidupan yang hina ini!?  Sampai kapan kalian hidup seperti buih-buih di lautan!? Sampai kapan!? Dan sampai kapan!?

Mana orang-orang pintar kalian!? Mana ulama-ulama kalian!? Mana para cendikiawan kalian!? Dan mana panglima-panglima pasukan kalian!?

Kalian telah mendirikan ribuan sekolah dan universitas, lantas apa buahnya!? Demi Allah, kalau sepersepuluh dari orang-orang yang menisbatkan diri kepada sekolah-sekolah dan universitas-universitas ini  tegak di atas Minhaj Nubuwwah, baik akidah, akhlak, dan undang-undang, niscaya akan menerangi dunia dengan cahaya keimanan dan tauhid, serta sirnalah kegelapan kebodohan, syirik dan bid?ah. Dan musuh-musuh kalian tidak akan menguasai kalian seperti saat ini. Dan jika ada sebagian perguruan tinggi ini tegak di atas manhaj yang hak ini orang-orang yang tidak menyukai manhaj ini menyusup kedalamnya, lalu mempengaruhi perjalanannya dan merobah haluan kebanyakan orang-orang yang menisbatkan diri kepadanya, maka hanya kepada Allah semata tempat mengadu.

Tidakkah realita pahit ini mewajibkan kalian untuk mengkaji ulang konsep-konsep sekolah-sekolah dan perguruan-perguruan tinggi kalian serta konsep pembinaan kalian? Tidakkah telah datang saatnya untuk berpikir sungguh-sungguh dalam merobah kondisi ini? Dan membalikkan menjadi lebih baik, serta menegakkan manhaj-manhaj islamiyah yang shohih yang bersumber dari Kitabullah dan Sunnah shollallahu ?alahi wa sallama dan Manhaj as Salafush sholeh. Demi Allah tidak akan baik akhir umat ini kecuali dengan apa-apa yang telah membuat baik generasi awalnya.

Robahlah manhaj-manhaj ini, yang kebanyakannya tidak menghasilkan untuk kalian kecuali buih-buih diatas permukaan air. Tegakkanlah di atas puing-puingnya manhaj robbany yang tidak ada kebaikan, keberuntungan dan kesuksesan di dunia dan akhirat bagi kalian kecuali dengannya, jika kalian menginginkan untuk diri kalian dan umat kalian keberuntungan, kebaikan dan kemenangan atas musuh-musuh, terutama atas orang-orang yang Allah timpakan atas mereka kehinaan dan kerendahan (yahudi).

Dan kepada para pemimpin kaum muslimin ? secara khusus ? sesungguhnya di atas pundak kalian ada tanggung jawab yang sangat besar;

Pertama : komitmen kalian kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, serta siroh Al Khulafa? Ar Rosyidin, dalam akidah, ibadah dan politik kalian. Dan dalam membawa rakyat kalian serta mendidik mereka di atas itu semua.

Adalah kewajiban dari Robb kalian atas kalian untuk mencampakkan undang-undang buatan manusia ? demi Allah ? yang terkebelakang itu. Lalu memimpin umat kalian dalam segala aspek kehidupannya dengan Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya serta sunnah khulafa ar rosyidin; baik yang berkaitan dengan agama maupun dunianya.

Sesungguhnya kalian adalah hamba-hamba Allah, hidup di bumi-Nya, dan dari rizkiNya lah kalian makan, minum dan berpakaian. Maka merupakan kewajiban kalian untuk mengibadati-Nya, bersyukur kepada-Nya dan berbangga dengan agama serta syari?at-Nya, lalu kalian berpegang teguh dengannya, dan mewajibkan rakyat kalian untuk memegang teguhnya, karena manusia itu mengikuti agama raja-rajanya. Sesungguhnya Allah mengangkat sesuatu dengan kekuasaan, apa yang tidak diangkatnya dengan Al Qur?an, sebagaimana dikatakan oleh Al Kholifah Ar Rosyid Utsman.

Kedua : hendaklah kalian membentuk pasukan-pasukan islamiyah yang terdidik di atas Al Kitab dan As Sunnah serta di atas azas-azas kemiliteran islami. untuk merealisasikan tujuan dan cita-cita pasukan pengikut Nabi Muhammad, kalian wajib mendidiknya di atas akidah dan manhaj Muhamad shollallahu ?alaihi wa sallama, Al Faruq dan Kholid. Serta mendidik mereka di atas cita-cita yang telah digariskan Allah untuk Muhamad dan sahabat-sahabatnya, agar mereka menjadi tentara Allah sejati. Ketika itulah kalian tidak akan terkalahkan.

? ??????? ???????? ?????? ????????????? ?

?Dan Sesungguhnya tentara Kami Itulah yang pasti menang?. (Ash-Shoffat : 173)

Bukan di atas cita-cita dan tujuan duniawiyah, slogan-slogan jahiliyah seperti sukuisme, nasionalisme dan rasisme, serta apa yang lebih buruk dari pada itu.

Sungguh telah cukup bagi kalian ? insya Allah ? dan telah cukup bagi umat kalian apa yang menimpa kalian dan mereka, yaitu pelecehan umat paling hina lagi rendah dan tantangan mereka kepada kalian. Serta keangkuhan, kesombongan dan perbuatan aniaya mereka kepada kalian. Demi Allah tidak ada yang bisa menolak keburukan dan kesombongan ini melainkan dengan berpegang teguh kepada islam dan mendidik umat kalian serta pasukan-pasukan kalian di atas pokok-pokoknya dan dasar-dasarnya di samping itu meruntuhkan segala syi?ar, pemikiran dan akidah yang telah membawa umat kepada realita pahit ini.

Dan kepada rakyat Palestina ? secara khusus ? rakyat ini wajib mengetahui; bahwasanya (dahulu) Palestina tidak ditaklukan kecuali dengan islam ditangan (Umar) Faruq-nya islam serta pasukan-pasukan islamiyahnya. Dan Palestina tidak akan bisa dibebaskan dari kotoran yahudi kecuali dengan islam yang hak, yang dengannya dahulu Palestina ditaklukan melalui tangan Al Faruq (Umar).

Kalian telah banyak berjuang dan sangat banyak. Saya tidak pernah mengetahui suatu bangsa yang memiliki kesabaran seperti kesabaran kalian. Akan tetapi banyak dari kalian tidak mengemban akidah Al Faruq dan manhajnya. Kalau jihad kalian tegak di atas ini, niscaya problema kalian akan lenyap, dan kalian pasti meraih kemenangan. Maka wajib atas kalian menegakkan akidah-akidah kalian, manhaj-manhaj kalian dan jihad kalian di atas Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Kalian wajib berpegang teguh semuanya dengan tali Allah dan janganlah berpecah-belah. Lakukanlah semua ini dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan; di mesjid-mesjid, sekolah-sekolah dan perguruan tinggi-perguruan tinggi kalian. Serta tepatilah janji kepada Allah dalam semua itu ? insya Allah ? untuk mewujudkan kemenangan sesungguhnya atas yahudi saudara-saudara kera dan babi.

Dan sesungguhnya penduduk Syam yang muslim dijanjikan kemenangan atas yahudi dan nasrani melalui lisan Ash Shodiqul Mashduq      shollallahu ?alaihi wa sallama. Maka sinsingkanlah lengan niscaya Allah akan mewujudkan janjiNya untuk kalian. Tanpa itu kalian tidak akan mendapatkan kecuali kerugian.

Demi Allah, tidak bermanfaat bagi kalian campur tangan amerika dan PBB, begitu juga sukuisme dan nasionalisme yang dimurkai Allah.

Segeralah! Segeralah jalani sebab-sebab kemenangan hakiki. Telah cukup bagi kalian pengalaman-pengalaman yang tidak memberikan apa-apa untuk kalian. Janganlah seperti yang dikatakan (permisalan arab),

?Bagaikan seekor onta ditengah gurun, mati kehausan

Sedangkan ia membawa air di atas punggungnya?.

Ya Allah, wujudkanlah untuk umat ini perkara yang baik yang padanya wali-waliMu menjadi mulia dan musuh-musuhmu padanya menjadi hina. Ya Allah tinggikanlah Kalimat-Mu, mulikanlah Din-Mu dan mulikanlah dengannya kaum muslimin, bimbinglah mereka kepada-Mu dan kepada agama-Mu, sesungguhnya Engkau Maha mendengarkan do?a.

(Dinukil dan diterjemahkan dari : http://www.sahab.net/home/index.php?Site=News&Show=662)

MENDAKWAHI ORANG AWAM ?

MENDAKWAHI ORANG AWAM ?

  • PERTANYAAN : Bagaimana cara mendakwahi manusia awam kepada salafiyyah; manhaj salafush sholeh, khususnya mereka terikat dengan sebagian da?i-da?I suu? dan yang buruk?
  • JAWABAN : Allah telah meletakkan untuk manhaj untuk berdakwah kepadaNya. Allah Ta?ala berfirman kepada NabiNya,

????? ????? ??????? ??????? ????????????? ??????????????? ??????????? ???????????? ????????? ???? ????????

?serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.? (An Nahl : 125)

Jadi berdakwah kepada Allah dengan hikmah, dan hikmah adalah ilmu dan bayan (penjelasan) serta hujjah. Maka anda berdakwah dengan ilmu, dengan akhlak yang baik, dan dengan lembut, baik terhadap orang awam atau yang bukan awam. Akan tetapi orang awam  lebih mudah menerima, kadang ia menerima kebenaran darimu tanpa membantah, jika anda perlu membantah mungkin karena padanya ada sedikit dalih, sedikit bergantung kepada yang batil, maka bantahlah ia dengan cara yang paling baik.

????? ????????? ??????????? ????? ???????????? ??????? ????????? ???? ???????? ??????? ??????? ???????? ?????????? ????????? ????????? ??????? ??????? * ????? ??????????? ?????? ????????? ???????? ????? ??????????? ?????? ??? ????? ???????

?dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara Dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai Keuntungan yang besar?.(Fush-shilat : 34-35)

Jadi hikmah ini tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan besar?. (Dijawab oleh Syaikh Rabi? bin Hadi Al Madkholy hafizhohullah sebagai disitus beliau)

HUKUM PENAMAAN YAHUDI DENGAN ISRAEL

HUKUM PENAMAAN YAHUDI DENGAN ISRAEL

??? ???? ?????? ??????

????? ??? ??????? ??????? ??? ???? ???? ???? ??? ????? ??? ???? ????.
???? ??? :

Ada sebuah fenomena  aneh yang tersebar luas di tengah kaum muslimin, yaitu penamaan Negara yahudi yang dimurkai Allah dengan nama Israel!

Dan saya tidak melihat orang yang mengingkari fenomena berbahaya ini! Yang merendahkan kemuliaan seorang rasul yang mulia dari para rasul, yaitu Ya?qub ?alaihish sholaatu was salam. Yang mana Allah telah memujinya beserta dua ayahnya yang mulia yaitu Ibrahim dan Ishaq, di dalam kitab-Nya yang mulia,

Allah Tabaaroka wa Ta?ala berfirman,

????? ?????? ??????? ?????? ?????? ???? ?????? ????????. ??? ???????? ?????? ???? ?????. ????? ????? ??? ???????? ???????

?Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang Tinggi Yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. dan Sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar Termasuk orang-orang pilihan yang paling baik?. (Shod : 45-47)

Inilah kedudukan Rasul yang mulia ini di dalam Islam, lantas bagaimana mungkin ia dilekatkan pada yahudi dan mereka melekatkan diri mereka dengannya?

Kebanyakan kaum muslimin menggunakan namanya dalam bentuk ungkapan celaan terhadap Negara (yahudi) ini, seperti perkataan : Israel melakukan ini, melakukan begini dan akan melakukan begini!

Menurut pandanganku ini adalah perkara mungkar, sekedar ada saja ditengah-tengah kaum muslimin tidak boleh apalagi menjadi sebuah fenomena yang tersebar luas diantara mereka tanpa pengingkaran!

Beranjak dari sini, kami letakkan pertanyaan ini beserta jawabannya, maka kami katakan,

-         Apakah boleh menamakan daulah yahudiah yang kafir dan keji dengan Israel atau daulah (Negara) Israel kemudian mengarahkan celaan kepadanya dengan nama Israel?

Yang benar adalah bahwa itu tidak boleh!

Yahudi telah berbuat makar yang besar, di mana mereka membuat hak mereka sebagai hak yang  sah dalam menegakkan Negara di tengah negeri kaum muslimin dengan atas nama warisan Ibrahim dan Israel!

Yahudi telah membuat makar besar dalam menamakan Negara zionisnya dengan nama Negara Israel!

Tipu daya mereka ini merembes pada kaum muslimin, saya tidak katakan pada orang-orang awam mereka saja, bahkan juga pada kebanyakan cendikiawan[1]. Sehingga mereka menyebutkan Negara Israel bahkan menyebutkan nama Israel dalam khabar-khabar mereka di Koran-koran, majalah-majalah dan pembicaraan-pembicaraan mereka, baik sekedar dalam bentuk berita atau dalam bentuk celaan dan laknat, semua itu terjadi di tengah-tengah kaum muslimin, dan sangat disayangkan kita tidak mendengar adanya yang mengingkari!

Allah banyak mencela yahudi di dalam Al Qur?an serta melaknat mereka, dan menceritakan kepada kita kemurkaan yang ditimpakanNya kepada mereka, akan tetapi dengan nama yahudi dan dengan nama ?Orang-orang yang kafir dari Bani Israil tidak dengan nama Israil nabi yang mulia Ya?qub putra yang mulia Ishaq putra yang mulia Ibrahim Kholilullah ?alaihimush sholaatu was salaam!

Mereka orang-orang yahudi tidak punya hubungan keagamaan apapun dengan Nabiyullah Israil (Ya?qub ?alaihis salam) dan tidak pula dengan Ibrahim Kholilullah ?alaihis sholatu was salam!

Dan mereka tidak punya hak mewarisi kedua nabi tersebut dalam hal keagamaan, itu hanyalah kekhususan orang-orang yang beriman.

Allah Ta?ala befirman,

?? ???? ????? ???????? ????? ?????? ???? ????? ?????? ????? ????? ??? ????????

?Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah pelindung semua orang-orang yang beriman.? (Ali Imron : 68)

Dan Allah Ta?ala berfirman menyatakan bahwa Kholil-Nya Ibrahim berlepas diri dari yahudi dan nasrani serta orang-orang musyrikin,

?? ??? ??????? ??????? ? ?? ???????? ???? ??? ?????? ?????? ??? ??? ?? ????????

?Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi Dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah Dia Termasuk golongan orang-orang musyrik?. (Ali Imron : 67)

Kaum muslimin tidak mengingkari bahwasanya yahudi adalah dari keturunan Ibrahim dan Israil, akan tetapi mereka meyakini bahwasanya yahudi termasuk musuh Allah dan musuh rasul-rasulNya, diantara mereka adalah Muhamad, Ibrahim dan Israil. Mereka meyakini bahwasanya tidak ada saling mewarisi antara para nabi dan antara musuh-musuh mereka dari orang-orang kafir, baik itu yahudi atau nasrani atau orang-orang musyrik arab dan selain mereka.

Dan sesungguhnya manusia yang paling berhak terhadap Ibrahim dan seluruh para nabi adalah orang-orang islam yang beriman dengan mereka, mencintai mereka dan memuliakan mereka, dan beriman dengan apa yang diturunkan kepada mereka dari kitab-kitab dan shohifah. Mereka menganggap itu adalah bagian dari pokok-pokok agama mereka, merekalah pewaris para nabi dan manusia yang paling berhak terhadap para nabi!

Bumi Allah hanyalah untuk hamba-hambaNya yang beriman kepadaNya dan kepada para rasul yang mulia.

Allah Ta?ala berfirman,

???? ????? ?? ?????? ?? ??? ????? ?? ????? ????? ????? ????????

?dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur  sesudah (kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh.? (Al Anbiya? : 105)

Maka musuh-musuh nabi tidak berhak menjadi pewaris di muka bumi ? terutama yahudi ? di kehidupan dunia ini dan  bagi mereka di akhirat azab neraka yang kekal!

Sungguh mengherankan kondisi banyak kaum muslimin yang menerima propaganda yahudi yang mengatakan bahwa mereka adalah pewaris bumi palestina, dan mencari haikal Sulaiman yang mereka sendiri mengkafirkanya serta menuduhnya dengan tuduhan-tuduhan yang buruk. Mereka adalah orang-orang yang paling memusuhi Sulaiman dan yang lainnya dari nabi-nabi Bani Israil.

Allah Ta?ala berfirman,

?????? ????? ???? ??? ?? ???? ?????? ???????? ??????? ????? ??????? ??????

?Apakah Setiap datang kepadamu seorang Rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; Maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh??. (Al Baqoroh : 87)

Bagaimana bisa sebagian kaum muslimin menerima ? paling tidak kondisi mereka mengatakan demikian ? propaganda-propaganda batil ini?! Lalu disamping itu menamai mereka dengan israil dan Negara Israel!

Maka hendaklah kaum muslimin menyiapkan diri mereka secara akidah dan manhaj beranjak dari Kitab Robb mereka dan sunnah Nabi mereka shollallahu ?alaihi wasallama, serta apa-apa yang dahulu Rasul shollallahu ?alaihi wasallama dan para sahabatnya berada di atasnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dari kalangan tabi?in yang terpilih serta imam-imam petunjuk dan agama. Sesungguhnya inilah dia sarana paling besar untuk kemenangan mereka atas musuh-musuh mereka dan untuk kemulian serta kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat!

Hendaklah mereka membersihkan diri mereka dari hawa nafsu, bid?ah-bid?ah, fanatisme kepada kebatilan dan ahlinya. Kemudian berusaha dengan sungguh-sungguh mempersiapkan secara materi yaitu berupa persenjataan dengan berbagai bentuknya. Dan penunjang-penunjang itu seperti pelatihan militer, sebagaimana Allah dan Rasul-Nya memerintahkan itu.

Allah Ta?ala berfirman,

?????? ??? ?? ??????? ?? ??? ??? ???? ????? ?????? ?? ??? ???? ??????

?dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu?. (Al Anfal : 60)

Kekuatan di dalam nash ini mencakup segala kekuatan yang membuat musuh takut dari berbagai jenis persenjataan.

Rasulullah shollallahu ?alaihi wa sallama bersabda, ?Ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah?.

Dan memanah mencakup segala senjata yang dilemparkan (atau ditembakkan), semua itu wajib dimiliki bisa dengan diproduksi sendiri atau dengan membeli atau lain-lainya!

Sekali lagi saya sangat heran penggunaan nama nabi yang mulia ini untuk Negara yang keji, umat yang dimurkai dan umat pendusta, sebagaimana dikatakan dalam pemberitaan-pemberitaan tentang mereka dan dalam mencela mereka : Israel  dan Negara israil, seolah-olah bahasa islam dan arab yang luas telah sempit bagi mereka sehingga tidak menemukan lagi kecuali nama ini!

Kemudian apakah mereka telah berpikir pada diri mereka sendiri dalam hal ini, apakah perbuatan ini membuat Allah atau Rasul-Nya shollallahu ?alaihi wa sallama ridho? Dan kalau nabiyullah Israil hidup apakah ia ridho ataukah malah menyakitinya?

Tidakkah mereka mengetahui bahwasanya celaan yang mereka tujukan kepada yahudi dengan namanya (nabi Israil) juga tertuju kepadanya tanpa mereka sadari?

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ?anhu ia berkata,

??? ???? ???? ??? ???? ???? ????: “??? ?????? ??? ???? ???? ??? ??? ???? ?????? ?????? ?????? ??????? ?????? ???? ????”

?Rasulullah shollallahu ?alaihi wa sallama bersabda, ?Tidakkah kalian heran bagaimana Allah mengalihkan dariku celaan Quraisy dan laknat mereka? Mereka mencela dan melaknat orang yang tercela sedangkan aku adalah Muhamad (yang terpuji)?. Diriwayatkan oleh Ahmad dan Al Bukhari di Shohihnya (no.3533) dan An Nasai.

Maka bagaimana kalian alihkan celaan dan laknat kalian untuk musuh-musuh Allah kepada  nama nabi yang mulia, salah seorang dari nabi-nabi Allah, rasul dan orang-orang pilihanNya?

Jika ada yang mengatakan, ?Penamaan seperti ini ada terdapat di dalam Taurah!?.

Kita jawab : tidak mustahil bahwa ini adalah bagian dari penyelewengan-penyelewengan ahli kitab sebagaimana Allah bersaksi atas mereka bahwasanya mereka menyelewengkan Al Kitab dengan tangan-tangan mereka kemudian mereka mengatakan ini adalah dari sisi Allah. Bahkan di dalam taurah yang telah diselewengkan ada tuduhan kufur kepada nabi-nabi Allah serta perbuatan-perbuatan keji, bagaimana bisa dijadikan sandaran apa yang terdapat di dalam kitab-kitab mereka kalau realitanya seperti ini.

Kita memohon kepada Allah agar Ia melimpahkan taufik-Nya untuk seluruh kaum muslimin kepada apa-apa yang dicintai dan diridhoiNya dari perkataan maupun perbuatan sesungguhnya Robb kita Maha mendengar do?a.

Ditulis oleh

Robi? bin Hadi ?Umair Al Madkholy

(http://www.sahab.net/forums/showthread.php?p=754789)


[1] Baru saja penerjemah mendengar khotib jum?at mengatakan, ??Israel yang memborbardi kaum muslimin di Palestina?.

SYARAH KITAB AL-ADABUL MUFROD IMAM AL BUKHORI (2)

SYARAH KITAB AL-ADABUL MUFROD (2)

Oleh, Abuz Zubair Hawaary


BAB II. [KEWAJIBAN] BERBAKTI KEPADA IBU

Setelah sebelumnya Imam Al Bukhari rahimahullah membawakan ayat dan hadits tentang berbakti kepada kedua orangtua secara umum. Beliau lanjutkan dengan membuat bab tentang bakti kepada ibu sebelum bab berbakti kepada ayah.

Hal ini sesuai tuntunan Al Qur?an dan hadits yang mengutamakan ibu atas bapak. Allah Ta?ala menjelaskan kepada kita, bahwa peran ibu lebih  besar dalam hal perjuangan dan kesabarannya di dalam kehidupan ini dibanding  ayah. Oleh karena itu Allah menyebutkan ibu secara khusus, untuk mengingatkan  bahwa hak ibu lebih besar dibanding hak ayah. Hal ini disebabkan ibu yang mengandung janin di dalam perutnya selama Sembilan bulan; dan dialah yang memberinya segala kebutuhannya berupa makanan dan lain-lain dari darah dan dagingnya.

Janin terbentuk di dalam dan dari padanya. Dia makan dan bernapas untuk janinnya dan dirinya sendiri, dia memberikan kesehatan dan kekuatannya kepada janin, sekalipun dia sendiri sangat lemah. Karena itu Allah Ta?ala berfirman, ?Dan Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orangtua ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibu-bapakmu. Hanya kepadaKulah kembalimu?. (Lukman : 14)

Ibu mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan berlipat ganda. Setelah dilahirkan, bayi tidak terpisah dari ibunya, bahkan setelah itu ia senantiasa membutuhkannya, menetek dan makan dari ibunya. Setelah bersalin, sang ibu terus memberinya sebagian kesehatannya, sebagaimana memberinya makan sebelum itu. Jika demikian bagaimana ibu tidak lebih utama dibanding bapak?

Memang bapak merasa payah karena memperhatikan kepentingan anak-anaknya, tetapi dia tidak merasakan penderitaan seperti yang dirasakan oleh ibu.

Ibu tidak suka derita dan siksaan bersalin, tetapi menerimanya karena cintanya pada anak, oleh sebab itu Allah Yang Maha Bijaksana berfirman, ?Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula)?. (Al Ahqoq : 15)

Ibu mencintai anak, tetapi tidak mencintai penderitaan. Adapun bapak tidak benci kepada pekerjaan, malam di dalamnya Ia mendapatkan kesenangan dan keuntungan. Karena manusia memiliki fitrah cinta kepada keuntungan. Lebih dari itu, ibu memelihara anak, baik yang bersifat badaniah maupun adabiah, dan mempunyai andil dalam mendidiknya. Dialah sekolah pertama bagi anak; dialah yang mengarahkan, mendidik, dan mengajari bersopan santun; dialah yang selalu mengawasinya ?[1].

JAZAAKILLAH KHOIROL JAZA? DUHAI IBUKU ?

Ibu ..kata pertama yang kuucapkan ketika mulai belajar berbicara.

Kalimat paling indah yang pernah kulang2 ?

Ingin rasanya kutuangkan ungkapan terima kasih dan sebuah pengakuan kepada ibuku.

Sebuah pengakuan dan terima kasih kepada ibuku yang kuyakini telah berjasa kepadaku setelah anugerah dan rahmat Allah Ta?ala.

Apapun yang kukatakan, dan apapun yang  kulakukan, takkan bisa aku membalas jasamu duhai ibuku.

aku takkan melupakan haribaanmu yang penuh kasih sayang

Takkan kulupa malam-malam yang engkau lalui tanpa memejamkan mata sepicingpun.

Dan hari-harimu yang penuh dengan keletihan.

aku tidak lupa ketika kita semua berkumpul mengelilingi hidangan makan di atas tikar pandan, lalu engkau mendahulukan kami dari pada dirimu dengan segala macam makanan dan minuman yang lezat dan enak..bahkan setelah kami mulai tumbuh besar engkaupun masih rela menyuapkan makanan ke mulut kami ?

Betapa lelahnya engkau wahai ibu, ketika kami terlambat pulang di malam hari karena bermain, seluruh penghuni rumah telah lelap tinggallah engkau menahan kantuk menanti kepulangan kami.

Dulu, engkau takut dan khawatir ketika kami bermain ditepi sungai..aku ingat, engkau pernah marah ketika aku bermain ditepian sungai lalu memukulku, ketika itu aku belum mengerti kenapa engkau begitu marah. Tatkala aku besar dan dewasa, anakmu ini mengerti. Semua itu engkau lakukan karena engkau mengkhawatirkan keselamatan aku anakmu!!

Aku tidak akan lupa, ketika aku beranjak remaja dan pergi merantau untuk menuntut ilmu engkau ikut bersusah payah bekerja, menumbuk tepung membuat kue dan berjualan mengumpulkan uang dari sana dan sini untuk membantu pendidikan kami anak-anakmu.

Ya Allah .. rahmatilah ibuku

Betapa letihnya diriku ketika pulang liburan kemudian datanglah saat untuk kembali ketempat perantauan ..hatiku serasa terputus-putus ketika engkau berkata kepadaku, ?Mungkin ketika engkau nanti kembali lagi engkau tidak melihatku lagi ??.

Alangkah sedih hatiku, setelah bertahun-tahun aku tidak pulang, ketika pertama kali aku berdiri di hadapanmu engkau katakan, ?Ini bukan anakku?. Karena kondisi dan penampilanku yang tidak seperti engkau bayangkan ?

Tak kuasa diriku menahan air mata  mendengarnya, membuatku tersungkur memeluk kakimu dan ketika tanganmu membelai kepalaku serasa tetesan-tetesan embun memadamkan kesedihan dan mengobati kerinduan hati.

Setelah perjalanan panjang yang kulalui jauh darimu, akupun pulang ..engkau telah beranjak tua dan lemah. Sungguh engkau telah berikan untukku dan saudara-saudaraku tahun-tahun terindah dan paling manis dalam hidupmu.

Berapa sering engkau membela kami. Entah berapa banyak pengorbananmu untuk kami. Engkaulah yang telah menanggung keresahan dan kegundahan kami, engkau selalu berusaha mewujudkan keinginan kami sekalipun kami telah besar.

Dulu dipanggil fulan .. dan hari hari ini orang memanggilku ustadz fulan..semua itu demi Allah tidak lain dan tidak bukan karena anugerah Allah semata kemudian karena jasamu ibu. aku ini demi Allah tidak lain dan tidak bukan adalah satu dari sekian banyak buah kebaikanmu ibu. Semoga Allah membalas kebaikanmu dengan sebaik-baik pahala

Wahai pemilik senyuman yang tulus, wahai pemilik hati yang dermawan dan penuh kasih sayang

Untukmu aduhai bunga yang tak pernah layu

Untukmu wahai mata air yang bening

Untukmu yang telah mengusap air mataku

Untukmu yang telah membasuh kotoranku

Yang telah menyuapkan makan dan minum dengan tangannya kemulutku

Untukmu yang telah menjadikan haribaannya sebagai ketenangan bagiku

Matanya yang selalu mengawasiku

kuhadiahkan untai kata dan rangkai kalimat  ini untukmu dan  semoga Allah membalas segala budi baikmu dengan sebaik-baik balasan.

Ya Allah jagalah ibuku dengan penjagaanMu, panjangkanlah umurnya, perbaikilah amalannya, dan tutuplah usianya dengan amal sholeh dijalanMu.

Ibu .. kalaulah umurmu ditanganku ingin menambahkannya sekalipun aku harus binasa karenanya.

Ibu .. kalau aku kuasa, kan  kuangkat engkau setinggi-tingginya hingga ke langit.

Demi Allah tidak akan ada yang bisa memberikan hakmu dengan sempurna kecuali Allah Ta?ala.

IBU .. TAHUKAH ENGKAU SIAPA ITU IBU?

Dia adalah contoh kasih sayang yang hidup di tengah kita, tidak ada yang memandangnya dengan penghormatan dan penghargaan melainkan orang-orang yang dikasihi Allah. Ibu adalah laksana batu karang kesabaran. Gambaran hidup bagi sifat pema?af dan lapang dada.

Seseorang bercerita, ?Sekarang aku baru mengetahui arti ungkapan sebagian orang ?mendengar bukan seperti menyaksikan?. Aku banyak mendengar ragam ungkapan tentang besarnya keutamaan seorang ibu. Sama seperti yang lainnya, aku mendengar semua itu tapi hanya sebatas lewat ditelinga. Terkadang ungkapan yang indah menggetarkan perasaanku. Kadangkala aku mengangguk-angguk kagum mendengar bait-bait syair yang indah kemudian tidak tampak wujudnya dalam kehidupan nyata.

Akan tetapi Allah mengingikan kebaikan untukku, ketika aku dapatkan diriku mengikuti fase-fase perkembangan kehamilan istriku selangkah demi selangkah.

Dan ketika ia memasuki bulan yang kesembilan lebih sedikit. Aku bayangkan diriku adalah bayi meringkuk di dalam rahim itu. Aku terus mengikuti dan mengawasi .. aku mulai merasakan sebagian makna-makna tersebut yang sering aku dengar ..tentang keutamaan seorang ibu.

Aku telah melihat  dan melihat sesuatu hal yang luar biasa, membuat kepala menggeleng-geleng, hati tersentuh dan mata menangis. Sejak itu aku benar-benar yakin bahwasanya ibu wanita yang agung ini, manusia tidak akan pernah bisa membalas jasa dan budi baiknya sepanjang masa.

Betapapun indahnya untai kata sebuah puisi dan rangkai kalimat nan lembut sebuah sya?ir

Demi Allah  tidak akan ada yang bisa membalas kebaikannya kecuali Allah semata. Diakhir bulan yang kesembilan itu ..apa yang aku saksikan!! Aku memohon rahmatMu ya Allah ..apakah sanggup seorang manusia menanggung semua kepedihan dan rasa sakit itu??!! Aku melihatnya menanggung semua itu dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Aku melihatnya dan mendengarnya dan ia tidak sadar ketika ia mengerang kesakitan aku merasakan panasnya pedih yang dirasanya berpindah langsung ke dalam hatiku. Aku berusaha berjuang melawan diriku agar mataku tidak mempermalukanku. Kemudian tidak beberapa lama, aku dikejutkan lagi oleh dirinya yang tersenyum melupakan kepedihan dan rasa sakit itu, seraya menunjuk ke perutnya ia berkata, ?Aku sangat mencintaimu bayiku, aku rindu untuk melihatmu?. Maha suci Allah yang melimpahkan kesabaran kepadanya untuk menanggung kepedihan yang bersambung dengan ruhnya.

Engkau melihatnya apabila bergerak merasa pedih, apabila duduk merintih, apabila berbaring meringis, apabila berjalan letih, apabila berusaha tidur untuk rehat sejenak tidak sanggup. Dia tidak bisa berbolak-balik di tempat tidurnya seenaknya seperti sebelum ia mengandung bayi itu. Namun begitu ia masih saja sibuk dengan mengatur, membersihkan, merapikan dan mengurus urusan rumah. Serta mengasuh anak-anaknya yang masih kecil; memberi makan, memandikan dan menidurkan mereka. Itu semua dilakukannya sendiri bagaikan mengangkat sebuah gunung.

Dan setelah itu  ia masih berujar kepada kesabaran dengan tersenyum, ?hai sabar, ambillah pelajaran dariku. Hai sabar, ambillah pelarajan dariku?.

Cobalah dirimu menjadi seorang ibu. Apakah sanggup seorang laki-laki untuk tinggal bersama seorang bayi usia dua atau tiga tahun sepanjang hari kalau tidak dia akan menyumpah serapah atau memaki dirinya sendiri karena kesal atau menyesal.

Demi Allah, hanya seorang ibu saja yang sanggup menanggung itu dengan ridho, rela dan senyuman.

Alangkah indahnya pemandangan ketika seorang ibu duduk dan di sekelilingnya duduk pula anak-anaknya yang masih kecil, tak obahnya anak-anak burung yang membuka paruhnya supaya ibunya menyuapkan makanan ?

Sang ibu membujuk ini untuk makan, bercanda dengan yang lainnya sambil menyuapkannya, dan memberi minum anaknya yang lain setelah berulangkali merayunya. Serta tertawa dengan yang paling kecil agar mau menyantap makanannya.

Semua itu ia lakukan  sambil duduk ditengah-tengah mereka dengan posisi yang tidak mengenakkan, hampir-hampir saja seluruh persendiannya menjerit, mengaduh menahan sakit. Namun begitu ia tetap tersenyum dan memberi semangat anak-anaknya agar mau makan.

Kemudian tiba-tiba ia menjerit pelan, ia baru saja menerima tendangan bayi di dalam perutnya maka ia segera memperbaiki posisi duduknya, setelah itu ia kembal itersenyyum seolah-olah tidak pernah terjadi sesuatu.

Lantas, janinnya kembali memberikan pukulan dan tendangan lagi seolah-olah ia berkata kepada ibunya, ?Aku disini ibu?.

Sang ibu gembira dengan pukulan dan tendangan janinnya, sedangkan janinnya tidak membiarkannya beristirahat barang sejenak. Apabila tidak terasa gerakan janinnya ia takut dan cemas, apabila bergerak ia gembira dan senang.

Subhanallah, beragam rasa sakit dan derita yang saya kira kalau ditimpakan kepada seorang laki-laki berotot barangkali ia akan menjerit sampai terdengar oleh tetangga-tetanggannya.

Adapun dia, tetap  sabar mengharapkan ridho Allah, bahkan tersenyum dan tertawa.

Semoga rahmat Allah untuknya, ramat Allah atasnya dan rahmat Allah bersamanya.

Apakah engkau mengira sakit dan pedih itu berakhir sampai disitu saja?!

Alangkah mulianya engkau ibu ?

Apabila telah lewat usia kandungan Sembilan bulan, dan telah dekat saat keluarnya janin ke dunia, datanglah musibah itu. Si janin tidak ingin tinggal lagi dirahim ibunya, tapi dia tidak juga keluar dengan sukarela ke dunia fana ini. Ketika itulah rasa sakit yang tidak tertahankan, derita yang tidak ringan. Kemudian sering pula janin tidak keluar kecuali dengan paksaan, sehingga kadang daging harus disayat, perut dibelah atau divakum .. kemudian rasa sakit kian bertambah ketika janin mulai keluar ..darah berpacu dengan janin dan kematian  serasa di ambang mata, terkadang kematian yang lebih dahulu dan si ibupun mati sementara janinnya yang hidup. Apabila sang ibu dikaruniahi usia yang panjang ia sadar setelah menghadapi kondisi yang berat ini, lalu apabila ia melihat bayinya terbaring disisinya, ia pun tersenyum .. hilang rasa sakit, lupa derita yang baru saja dilaluinya.

Ya Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang, alangkah menakjubkannya kasih sayang seorang ibu dan kerinduan kepada bayinya. Ia berjuang menghadapi rasa sakit dan kematian kemudian ia berangan-angan rela mati untuk kehidupan bayinya.

Ibu ?

Kalaulah bintang gemintang memancarkan sinarnya menerangimu

Kalaulah semua burung-burung bernyanyi menyenandungkan namamu

Kalaulah angin lembut bertiup menaburkan butiran embun nan bening dan wangi dipangkuanmu

Semua itu tidak cukup untuk membalas jasamu ibu.

?? ??? ??? : ????? ????? ??? ?????? ???? ???? ???? ..?? ????? ??????? ???? ???? ..?? ????? ??????? ???? ???? ..
?? ????? ???? ???? ?????? : ????? ???? ?? ???? ???? ?!..???? : (( ????? ????? ???? : ??? ??? ???? ????? ???? ??? ???? ???? ? ???? : ???? ?? ??? : ???? ??? ???? ???? ????? ??? ???? ?????…”

Dari Anas rodhiyallahu ?anhu ia menuturkan, Nabi shollallahu ?alaihi wa sallama naik ke tangga pertama mimbar maka belia mengucapkan amin, kemudian naik ke anak tangga ke dua seraya lalu mengucapkan amin, kemudian naik ke anak tangga yang ketiga lalu mengucapkan amin. Kemudian duduk di atas mimbar. Maka sahabat-sahabatnya berkata, ?Apa yang engkau aminkan hai Rasulullah? Beliau berkata, ?Jibril mendatangiku, lalu ia berkata, ?Celaka orang yang disebutkan namamu dihadapnnya lalu ia tidak bersholawat atasmu, maka aku mengucapkan amin. Kemudian ia berkata, ?Celaka orang yang mendapatkan kedua orangtuanya dan ia tidak masuk surga ??. (Shohih dengan syawahidnya, Fadhlush Sholah ?alan Nabi tahqiq Syaikh Al Albany, hal; 30).

Ibu ?

karena kemuliaanmu kening tertunduk hina di depanmu

namamu semerbak mewangi, haribaanmu menghangati jiwaku

Allah yang  Maha Tinggi lagi Mulia menjagamu.

Kepadamu ibuku, aku rindu

Ridhomu atasku bagai hembusan angin nan sejuk menghapus dukaku

Kasihmu duhai ibu, penawar luka-lukaku

Peliru lara sepanjang umurku dan tempat bernaungku

Dan setelah kepada Allah, kepadamulah aku mengadu

Kala problema merundungku

Dengan do’amu duhai ibu sirna segala kesusahanku

Do’amu laksana jalan bagi hatiku

Wahai ibuku, engkaulah yang membuat indah hidupku

Bunga-bunga nan indah mekar dan mata air yang tak pernah berhenti mengaliriku

Tak dapat kuhitung malam-malam yang kau lalui tanpa memejamkan matamu

Dan hatimu bersedih ketika aku pergi meninggalkanmu

Teruslah ibu menjadi pelita yang bagiku.

Agar aku bisa berbakti kepadamu.

Mari kita mulai mempelajari hadits dalam bab ini

3. HADITS KETIGA :

?? ??? ?? ???? ?? ???? ?? ??? ??? : ?? ???? ???? ?? ??? ??? ??? ??? ?? ??? ??? ??? ??? ?? ??? ??? ??? ??? ?? ??? ??? ???? ?? ?????? ???????

??? ????? ???????? : ???

Dari Bahz bin Hakim dari ayahnya dari kakeknya, aku berkata, ?Hai Rasulullah, siapa yang lebih berhak untuk saya berbakti kepadanya. Beliau shollallahu ?alaihi wa sallama berkata, ?Ibumu?. Aku berkata lagi : setelah itu siapa lagi? Beliau menjawab : ibumu. Aku berkata : siapa lagi? Beliau menjawab : ibumu. Aku berkata : kemudian siapa lagi? Beliau menjawab : ayahmu, kemudian yang paling dekat lalu yang paling dekat?.[2]

SYARAH HADITS:

Hadits yang mulia ini menunjukkan besarnya hak seorang ibu atas anaknya, yang mana Rasulullah shollallahu ?alaihi wa sallama menjadikan baginya tiga hak :

Pertama : karena seorang ibu bersabar atas kesusahan dan kelelahan.

Kedua : merasakan kesusahan dalam mengandung, melahirkan, menyusui, mengayomi.

Ketiga : memberikan didikan secara khusus yang tidak dilakukan oleh seorang ayah.

Lalu Nabi shollallahu ?alaihi wa sallama menjadikan untuk ayah satu hak saja sebagai balasan bagi nafkah, didikan, dan pengajarannya, serta apa yang berkaitan dengan itu.

Imam An Nawawi rahimahullah menjelaskan, ?Dalam hadits ini terdapat anjuran berbuat baik kepada kerabat. Dan ibu yang paling berhak mendapatkan perilaku baik itu, lalu ayah, menyusul kerabat yang paling dekat, lalu yang paling dekat. Para ulama berkata, sebab didahulukannya ibu adalah karena ibu bersusah payah, lebih besar kasih sayang dan pelayanannya. Ibu menanggung berbagai kesulitan saat mengandung, melahirkan, menyusui, mendidik, melayani, mengobati anak ketika sakit dan lain sebagainya.

Al Haris Al Muhasiby menukilkan ijma? ulama bahwa ibu lebih berhak mendapatkan perlakuan baik dari pada ayah. Dan Al Qodhi ?Iyadh menuturkan, ada perbedaan pandangan ulama dalam masalah itu. Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat ibu lebih diutamakan ..(kemudian lanjut beliau) dan yang benar adalah pendapat pertama (jumhur) karena hadits-hadits ini sangat tegas menunjukkan kepada makna tersebut?.[3] Wallahu A?lam.

PELAJARAN HADITS :

  1. Kewajiban berbakti/berbuat baik kepada kedua orangtua dan haramnya kedurhakaan kepada keduanya.
  2. Ridho dan hak ibu didahulukan dari ridho dan hak ayah.
  3. Anjuran berbuat baik kepada karib-kerabat sesuai urutan yang terdekat dengan kita. Terkadang seseorang bingung ketika hendak berbuat kebaikan kepada karib kerabatnya, siapa yang harus didahulukan. Maka hadits ini adalah jawabannya, yaitu didahulukan yang paling dekat hubungannya

4. HADITS KEEMPAT :

?? ?? ???? : ??? ???? ??? ???? ??? ???? ????? ???? ?? ?????? ?????? ???? ????? ?? ????? ???? ????? ??????? ??? ?? ?? ???? ??? ??? ??? ??? ?? ??? ?? ??? ???? ?? ? ?? ????? ???? ?? ?????? ????? ????? ?? ???? ?? ????? ?? ???? ??? ???? ??? ?? ???? ???? ???? ??? ???? ?? ? ?? ?? ?? ???????

??? ????? ???????? : ????

Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu ?anhuma bahwasanya seseorang mendatanginya lalu berkata : bahwasanya aku meminang wanita, tapi ia enggan menikah denganku. Dan ia dipinang orang lain lalu ia menerimanya. Maka aku cemburu kepadanya lantas aku membunuhnya. Apakah aku masih bisa bertaubat? Ibnu Abbas berkata : apakah ibumu masih hidup? Ia menjawab : tidak. Ibnu Abbas berkata : bertaubatlah kepada Allah ?Azza wa Jalla dan dekatkanlah dirimu kepadaNya sebisamu. Atho? bin Yasar berkata : maka aku pergi menanyakan kepada Ibnu Abbas kenapa engkau tanyakan tentang kehidupan ibunya? Maka beliau berkata :  aku tidak mengetahui amalan yang paling dekat kepada Allah ?Azza wa Jalla selain dari  berbakti kepada ibu?.[4]

SYARAH HADITS :

Berbuat baik kepada ibu adalah ibadah yang sangat agung, bahkan dengan berbakti kepada ibu diharapkan bisa membantu taubat seseorang diterima Allah Ta?ala. Seperti dalam riwayat di atas, seseorang yang melakukan dosa sangat besar yaitu membunuh, ketika ia bertanya kepada Ibnu Abbas apakah ia masih bisa bertaubat, Ibnu Abbas malah balik bertanya apakah ia mempunyai seorang ibu, karena menurut beliau berbakti atau berbuat baik kepada ibu adalah amalan paling dicintai Allah sebagaimana sebagaimana membunuh adalah termasu dosa yang dibenci Allah.

Pernah seseorang mendatangi Rasulullah shollallahu ?alaihi wa sallama lalu ia berkata,

?? ???? ???? ????? ???? ????? ???? ?????  ? ??? ?? ?? ?? ?? ? ??? ?? . ??? ??? ?? ?? ???? ? . ??? ??? . ??? ????

?Hai Rasulullah sesungguhnya aku telah melakukan dosa yang besar apakah aku bisa bertaubat?? Maka beliau menjawab, ?Apakah engkau punya dua orangtua?ia menjawab, ?Tidak? Nabi shollallahu ?alaihi wa sallama bertanya lagi, ?Apakah kamu punya Khoolah (bibi dari jalur ibu)?? Ia berkata, ?Ya?. Nabi bersabda, ?Maka berbuat baiklah kepadanya?.[5]

Di dalam surat Al Furqon Allah Ta?ala menyebutkan tiga dosa paling besar yaitu; syirik, membunuh dan zina, kemudian Allah sebutkan azab bagi pelakunya yaitu; kehinaan dan azab yang berlipat ganda di akhirat.

Kemudian Allah Ta?ala berfirman, ?kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.?[6]

Kesimpulannya, berbuat baik kepada ibu adalah amal sholeh yang sangat bermanfa?at untuk menghapuskan dosa-dosa dan jalan untuk masuk surga.

PELAJARAN HADITS :

  1. Bolehnya laki-laki meminang wanita yang hendak dinikahinya.
  2. Wanita yang dipinang boleh menolak jika ia tidak suka atau ridho kepada laki-laki yang meminangnya.
  3. Pelaku dosa besar seperti pembunuh, dinasehati agar bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah sekuat kemampuannya.
  4. Dalam riwayat ini pelaku pembunuhan mengaku kepada Ibnu Abbas bahwa ia telah membunuh. Lantas kenapa Ibnu Abbas tidak menegakkan hukum had atasnya? Jawabannya : karena hukum had adalah kewajiban pemerintah untuk menegakkannya.
  5. Bakti kepada ibu mendekatkan pelaku maksiat kepada Allah Ta?ala melebihi keta?atan lain.[7] (Wallahu A?lam bish Showaab)

[1] Lebih luas tentang bakti kepada ibu silahkan membaca : Wahai Ibu Ma?afkan Anakmu, oleh Abuz Zubair Hawaary, cet. Daarul Falah Jakarta.

[2] Dikeluarkan oleh Ahmad di Al Musnad (2/5), Abu Dawud di Al Adab Bab Birrul Waalidain (5139), At Tirmidzi di Al Birr wash Shilah Bab. Ma Ja-a fi Birril Waalidain (7981), dinyatakan hasan oleh Al Albany, lihat Al Irwa? (837, 2170).

[3] Syarah Shohih Muslim (16/102).

[4] Hadits ini dikeluarkan juga oleh Al Baihaqy di Syu?abul Iman (7313), dan Syaikh Al Albany menshohihkannya, lihat As Shohihah (2799).

[5] Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam Shohihnya (2/177), Al Hakim dan Ibnu Hibban berkata, ?Hadits ini shohih menurut syarat Syaikhoini, namun keduanya tidaki mengeluarkannya?. (4/171, no. 7261) Imam Ahmad di Al  Musnad (2/13).

[6] Al Furqon : 70.

[7] Idho-aat min Rosy-syil Barad oleh Suhail Umar Abdullah Suhail Asy Syariif dan Silsilah Al-Adabul Mufrod oleh Hani Hilmy.

Akhlak Ahli Ilmu

AKHLAK AHLI ILMU

Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah, ?Apabila engkau mendapatkan seorang ahli ilmu yang mencari dalil, berhukum kepadanya  dan mengikuti kebenaran kapanpun di manapun dari dari siapapun datangnya. Hilanglah kebencian dan tumbuhlah kasih sayang, orang seperti ini jika menyelisihimu sesungguhnya ia menyelisihimu dan memaklumimu. Sedangkan seorang yang jahil lagi zalim menyelisihimu dengan tanpa hujjah, ia mengkafirkanmu atau membid?ahkanmu dengan tanpa hujjah, kesalahanmu baginya adalah karena engkau tidak suka jalannya yang buruk dan perilakunya yang tercela. Maka janganlah engkau terpedaya dengan banyaknya orang seperti ini,  sesungguhnya ribuan orang seperti mereka tidak akan sebanding  dengan seorang saja dari ahli ilmu, sedangkan seorang ahli ilmu mengalahkan sepenuh bumi orang seperti mereka?.

(Ibnul Qoyyim Al Jauziyah, kitab I?laamul Muwaqqo?iin : 3/396)

Akan datang suatu h...

Akan datang suatu hari kematian menjemputku

Tinggallah segala apa yang telah kutulis

Owh .. andai saja setiap yang membacanya berdo?a untukku

Agar Allah Ta?ala melimpahkan ampunan untukku

Serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku

Abuz Zubair Hawaary

Mutiara Nasehat dari Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah

??? ???? ?????? ??? ??????? ??????? ??? ???? ????
?????? ????? ????? ???? ???????
??? ???
???? ????? ??? ???????? ???? ???? ????? ?? ??? ???? “???? ??????? ??????? ” ??????? ???????

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu Ta’ala berkata dalam syarah hadits “Innamal A’maalu bin niyaat” pada faedah yang ke enam :

?Barangkali suatu negeri mengalami kemerosotan disebabkan sedikitnya ahul ishlah (orang-orang yang mengadakan ishlah ? perbaikan) dan banyaknya orang-orang yang rusak serta fasik. Akan tetapi apabila ia (orang yang baik) tetap tinggal di sana dan berdakwah kepada Allah sesuai kemampuannya, maka ia dapat memperbaiki orang lain dan orang lain itu akan memperbaiki yang lain pula, sehingga terbentuklah orang-orang yang baik, di mana mereka akan membawa kebaikan bagi negeri tersebut. Dan apabila mayoritas manusia menjadi baik, galibnya orang-orang yang memegang tampuk kekuasaan juga akan ikut menjadi baik, sekalipun melalui tekanan-tekanan.

Akan tetapi yang merusak ini ? sangat disayangkan ? adalah orang-orang yang sholeh (baik)  sendiri. engkau dapatkan mereka berkelompok-kelompok, berpecah-belah, kalimat mereka saring berselisih hanya karena khilaf (perbedaan dalam satu permasalahan agama yang dibolehkan perbedaan padanya).

Inilah realitanya, khususnya di negeri-negeri yang islam belum berdiri kokoh di sana. Terkadang mereka saling memusuhi, membenci karena masalah mengangkat kedua tangan dalam sholat. Dan aku ceritakan di sini kisah yang aku alami sendiri di Mina. Suatu hari datang kepadaku kepala lembaga dari dua kelompok di Afrika, salah satu kelompok mengkafirkan kelompok lainnya. Kenapa?? Salah satunya berkata, ?Yang sunnah ketika berdiri dalam sholat seseorang hendaklah meletakkan dua tangannya di atas dada?. Kelompok satu lagi mengatakan bahwa sunnahnya adalah meluruskan tangan dan tidak melipatnya di atas dada.

Ini adalah masalah far?iyyah yang mudah, bukan termasuk masalah ushul dan furu?. Mereka mengatakan, ?Tidak, Nabi shollallahu ?alaihi wa sallama mengatakan (Barangsiapa yang tidak suka sunnahku tidak termasuk golonganku). Maka orang ini kafir, karena  Rasul shollallahu ?alaihi wa sallama berlepas diri darinya?.

Maka berdasarkan pemahaman yang rusak ini, salah satu kelompok mengkafirkan kelompok lainnya.

Yang penting; bahwsanya sebagian ahlul ishlah di beberapa negeri yang belum kokoh keislaman di negeri tersebut saling membid?ahkan dan memfasikkan sesama mereka.

Kalaulah mereka bersepakat lalu apabila berselisih pendapat, dada mereka lapang menerimanya selama perselisihan itu dalam perkara yang dibolehkan berbeda pendapat dan mereka menjadi seperti satu tangan, niscaya umat ini akan baik. Akan tetapi apabila umat melihat orang-orang yang berdakwah dan istiqomah di antara mereka ada kedengkian dan perselisihan  dalam masalah-masalah agama ini, maka umat akan berpaling dari mereka dan dari kebaikan serta petunjuk yang ada pada mereka, bahkan mungkin saja akan terjadi kontak fisik dan inilah yang terjadi wal ?iyadz billah.

Engkau dapatkan seorang pemuda yang mulai menempuh jalan istiqomah karena kebaikan dan petunjuk yang ada dalam agama, dadanya mulai merasakan ketentraman serta hatinya mendapatkan ketenangan, kemudian ia melihat perselisihan, kebencian dan kedengkian di antara  orang-orang yang istiqomah lantas akhirnya ia meninggalkan ke-istiqomahan karena ia tidak mendapatkan apa yang dicarinya.

Wal hasil, hijrah dari negeri kafir bukanlah seperti hijrah dari negeri fasik. Kita katakana kepada seseorang itu, ?Bersabarlah, dan harapkan pahala dari Allah, khususnya jika engkau adalah seorang da?I yang mengajak kepada perbaikan?. Bahkan bisa jadi dikatakan kepadanya : hijrah bagimu hukumnya haram.

(diterjemahkan dari kitab Syarah Al Arba?in An Nawawiyyah halaman : 23-24 oleh Syaikh Al ?Allaamah Muhammad bin Sholeh Al ?Utsaimin rahimahullah Ta?ala.)

KENIKMATAN YANG PALING BAIK

KENIKMATAN YANG PALING BAIK

Dari Abu Darda? rodhiyallahu ?anhu bahwasanya ia berkata, ?Hai penduduk Himsh, kenapa aku lihat ulama-ulama kalian pergi, dan aku lihat orang-orang jahil kalian tidak belajar. Aku lihat kalian sibuk dengan apa yang telah dijamin untuk kalian dan menyia-nyiakan apa yang diamanahkan kepada kalian. Belajarlah sebelum ilmu diangkat, sesungguhnya lenyapnya ilmu adalah dengan kepergian para ulama. Kalau bukan karena tiga perkara niscaya baik keadaan manusia, yaitu; orang pelit yang dita?ati, hawa nafsu yang diikuti, dan kekaguman seseorang pada diri sendiri. barangsiapa yang dianugerahi hati yang bersyukur, lisan yang berzikir, dan istri yang beriman, maka itu adalah sebaik-baik kenikmatan yang diberikan kepadanya, dan dia tidak akan ketinggalkan kebaikan sedikitpun. Barangsiapa yang banyak berdo?a diwaktu lapang dikabulkan do?anya diwaktu sempit, barangsiapa yang sering mengetuk pintu, niscaya dibukakan untuknya?.

(Tarikh Dimasyq : 47/172)

ORANG-ORANG YANG MENGGENGGAM BARA API

ORANG-ORANG YANG MENGGENGGAM BARA API

Al Hasan rahimahullah berkata, ?Seorang mukmin hidup di dunia seperti orang asing (ghorib), tidak risau karena kehinaan (dunia), tidak berlomba-lomba mengejar kemuliaannya.  Manusia punya keadaan dan ia punya keadaan. Manusia merasa nyaman dengan dunia sedangkan dia letih dan lelah.

Diantara sifat-sifat orang-orang yang asing ini (Al Ghuroba?) yaitu orang-orang yang dipuji oleh Nabi shollallahu ?alaihi wa sallama adalah,

-          Berpegang teguh dengan sunnah apabila manusia meninggalkannya.

-          Meninggalkan bid?ah-bid?ah  yang  diperbuat manusia sekalipun itu mereka anggap baik.

-          Memurnikan tauhid sekalipun ia diingkari oleh kebanyakan manusia.

-          Tidak menisbatkan diri kepada siapapun selain kepada Allah dan Rasul-Nya shollallahu ?alaihi wa sallama, tidak kepada syaikh, thoriqoh, mazhab, atau kelompok tertentu. Akan tetapi mereka menisbatkan diri kepada Allah dengan menghambakan diri hanya kepadaNya semata dan hanya mengikuti apa yang dibawa oleh Rasul-Nya.

Mereka inilah orang-orang yang menggenggam bara api sebenarnya dan kebanyakan manusia bahkan seluruhnya mencela mereka?. (Madaari As Salikiin, oleh Ibnul Qoyyim)

SIAPAKAH AHLI QUR?AN ITU?

AHLI QUR’AN

??? ??? ????? ? ???? ???? – :” ? ???? ??? ??? ?????? ?? ???????? ?? , ? ???????? ??? ??? ? ?? ?? ?????? ?? ??? ??? , ? ??? ???? ???? ? ?? ????? , ? ?? ???? ??? ??? , ???? ?? ???? , ? ?? ???? ????? ????? ????? ….. ? ??? ???? ??????? ?? ??? ??? ? ?? ???? , ??????? ???? ? ?????? , ? ?????? ? ???????

(????? ?????? ??? ??????? 1 / 13 , 14)

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, ?Oleh karena itu, Ahli Qur?an adalah orang-orang yang memahaminya, dan mengamalkan apa yang ada di dalamnya sekalipun mereka tidak menghapalnya di luar kepala. Adapun orang yang hapal tapi tidak memahaminya dan tidak mengamalkan isinya, maka ia tidak termasuk Ahli Qur?an, sekalipun ia menegakkan hurufnya seperti meluruskan anak panah .. adapun sebatas membaca tanpa pemahaman dan tadabbur, itu dilakukan oleh orang yang baik, yang fajir, yang mukmin maupun orang munafik?. (Kitab, Adh-Dhow-ul Munir ?ala At Tafsir : 1/13, 14)

Saudaraku .. Kembalilah!!

Saudaraku ..

Tulisan ini kutujukan kepadamu, ya .. kepadamu yang mengharapkan Ridho Allah dan kenikmatan yang kekal di sisiNya, serta takut kepada siksa dan azab yang Allah Ta?ala siapkan untuk orang-orang yang bermaksiat dan kafir.

Kepadamu saudaraku, yang pernah merasakan manisnya keimanan dan nikmatnya berjalan di atas jalan yang lurus serta indahnya mendekatkan diri kepada Allah.

Kepadamu saudaraku, yang dulu bersemangat dan berpacu menuntut ilmu serta mengajak kepada kebaikan.

Kepadamu saudaraku yang dulu sering kulihat berzikir, membaca dan menghapalkan Al Qur?an.

Apa yang terjadi pada dirimu? Kenapa engkau kini mulai menjauh dari teman-temanmu yang rajin sholat berjama?ah, cinta kepada ilmu agama, gemar mempelajari Al Qur?an dan Hadits serta membaca buku-buku yang bermanfaat?

Kenapa aku melihat semangatmu memudar, penampilanmu juga berobah ..tidak lagi seperti dulu yang berusaha mengikuti sunnah-sunnah Nabi shollallahu ?alaihi wa sallama?

ingatkah engkau, ketika itu engkau berhenti dari tempatmu bekerja, kenapa?!

Ketika itu engkau mengatakan, karena tidak bisa sholat berjama?ah ke mesjid!

Karena engkau takut fitnah syahwat yang slalu menggoda!

Karena engkau ingin meninggalkan nyanyian dan menggantikannya dengan mendengarkan Al Qur?an!

Karena engkau ingin menjaga ?iffah dirimu!

Karena engkau ingin menjaga Dinmu!!

Saudaraku .. kenapa aku lihat syahwat mulai mengalahkanmu, hasrat pun membelenggumu..wajahmu tidak pernah lagi kulihat di majelis-majelis ilmu!

Apakah engkau telah menyimpulkan bahwa iltizam dan keistiqomahanmu serta keta?atanmu kepada Robbmu selama ini sebuah kesalahan, lalu engkau memilih jalan lain; jalan yang menyimpang, maksiat dan kelalaian ? agar engkau bisa sampai ke surga Firdaus?!

Ataukah engkau mengira jalan yang telah engkau tempuh selama ini terasa terlalu panjang dan berat, lalu engkau tidak sabar dan memilih jalan orang-orang lali dan lengah yang diperbudak hawa nafsu mereka, yang keinginan mereka hanyalah sebatas diri mereka sendiri, tidak peduli kepada Dinullah dan Dakwah Rasulullah shollallahu ?alaihi wa sallama.

Ataukah engkau telah melupakan kematian dan sakarat-nya ?

Melupakan kuburan dan kegelapannya ?

Hari kiamat dan kedahsyatanya ?

Neraka dan keras azabnya ?

Semoga Allah melindungimu dari itu semua

Dan semoga Allah tidak menjadikanmu termasuk orang-orang yang dikatakanNya,

???? ????? ??? ???? ?????? ????? ?????? ???? ?????? ??????? ???? ?? ????????

?Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian Dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu Dia diikuti oleh syaitan (sampai Dia tergoda), Maka jadilah Dia Termasuk orang-orang yang sesat.? (Al A?rof : 175)

Kuharap dadamu lapang dan maafkan aku karena kerasnya kata-kataku kepadamu. Akan tetapi kecintaanku kepadamu yang kusimpan di dalam dadaku, dan kekhawatiran su-ul khotimah atas dirimu .. hal itulah yang telah membakar hatiku. Setiap kali aku melihat kondisimu yang membuat gembira musuhmu (Syetan beserta pengikutnya) serta membuat sedih teman-teman dan orang-orang yang mencintaimu.

Saudaraku, akankah engkau kembali sebelum kematian mendatangi?. Kapankah engkau kembali kepada taman keta?atan dan telaga taubat serta istiqomah yang penuh rahmah dan berkah dari Allah??

?????? ??? ????? ????? ?? ????? ?????? ????? ???? ????????? ??????? ??? ???? ?????? ??? ???? ??? ????? ??? ?? ????? ??? ??????

?Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui?.(Ali Imron : 135)

Tumbuhkanlah harapanmu, bangunlah asamu, sesungguhnya engkau memiliki Robb yang maha luas ampunanNya, membentangkan TanganNya siang dan malam untuk mengampuni orang-orang yang berdosa.

Mohonlah hidayah kepada Allah Ta?ala dengan tulus dari hatimu. Lihatlah Nabimu yang engkau cintai shollallahu ?alaihi wa sallama meminta hidayah kepada Robbnya, beliau berdo?a,

????? ??? ????? ????? ?????? ??????? ??????

?Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu petunjuk, ketakwaan, kesucian dan kekayaan?. (HR. Muslim, At-Tirmidzi dan Al Baihaqy dari Ibnu Mas?ud, dan sanadnya shohih, lihat, Shohih Al Jami? no. 1275)

Beliau shollallahu ?alaihi wa sallama mengajarkan itu sebagaimana beliau mengajarkan cucunya Al Hasan bin Ali rodhiyallahu ?anhuma agar di dalam qunut mengucapkan,  ?Ya Allah berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang engkau tunjuki?. (HR. Abu Dawud, An Nasa-I dan lain-lainnya, dari Abul Hawro?, dan sanadnya shohih, lihat : Misykatul Mashobiih no. 1273)

Nabi shollallahu ?alaihi wa sallama juga berlindung kepada Allah dari kesesatan setelah petunjuk,

????? ??? ???? ????? ?? ????? ?? ??? ??? ???

?Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan kemuliaanMu dari Engkau sesatkan, tidak ada Ilah yang diibadati dengan hak melainkan Engkau?. (Muttafaqun ?alaihi dari Ibnu Abbas)

Dalam do?a safar beliau mengucapkan,

????? ?? ?? ????? ??? ?????

?Dan aku berlindung kepadaMu dari Al Haur setelah Al Kaur ?. (HR. Muslim)

Maksud Al Haur setelah Al Kaur yaitu; kerusakan setelah kebaikan, kesesatan setelah petunjuk.

Akuilah dosamu ..  tangisilah kesalahan dan kelalaianmu. Mintalah kepada Allah, agar Ia tidak menghinakanmu di hari pembalasan, serta agar Ia memutihkan wajahmu ketika dihitamkan wajah-wajah pelaku maksiat dan orang-orang kafir.

Mulailah lembaran baru yang putih bersama Allah Ta?ala dengan keta?atan dan taubat nashuhah.

?Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.? (Al Kahfi : 28)

Palingkanlah wajahmu dari teman-teman yang tidak baik, dari orang-orang yang tidak peduli apakah engkau nanti di sorga atau di neraka. Bahkan lebih dari itu, kelak mereka di hari kiamat meminta kepada Allah Ta?ala supaya Allah menambahkan azab yang berlipat untuk  teman-teman mereka.

????? ???? ?? ??? ??? ??? ???? ????? ???? ?? ?????

?mereka berkata (lagi): “Ya Tuhan kami; barang siapa yang menjerumuskan Kami ke dalam azab ini Maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka”. (Shod : 61)

Bersihkan dari dirimu debu-debu dosa dan kelengahan. Bergabunglah dengan kafilah yang berjalan menuju Allah Ta?ala.

Kembalilah saudaraku ..kepada Allah Ta?ala, agar engkau kembali menjadi telaga kebaikan yang selalu mengalirkan manfaat untuk umatmu.

Saudaraku, berikut ini sebagian kiat dan asbab yang akan membantumu untuk tetap teguh dan istiqomah dengan izin Allah Ta?ala :

  1. Do?a yang tulus, berdo?alah,

?? ???? ?????? ??? ???? ??? ????

?Hai Yang Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas din-Mu?.

  1. Carilah teman yang baik dan sholeh, yang akan membantumu untuk ta?at kepada Allah.
  2. Jauhkan dirimu dari teman-teman yang tidak baik.
  3. Jagalah Kitabullah, dengan membaca, menghapal dan mempelajari makna-makna serta hokum-hukumnya, ketahuilah Al Qur?an adalah obat hati yang sakit.
  4. Jagalah ibadah-ibadah fardhu dan ibadah-ibadah nafilah yang mengiringinya.
  5. Menuntut ilmu sya?ri dan menghadiri majelis-majelis ilmu.
  6. Takut kepada dosa dan akibatnya, karena dosa adalah penyebab su-ul khotimah.
  7. Membaca buku-buku yang bermanfa?at, mengikuti daurah-daurah ilmiyah dan dakwiyah.
  8. Ghoddul Bashor, percayalah dengan ghoddul bashor hatimu akan lebih tenang dan terasa manisnya keimanan.

10.  Ingatlah permusuhan syetan terhadapmu dalam setiap detik. Dan bahwasanya ia senantiasa mengintai kelengahanmu dan menggunakannya untuk menyeretmu menjadi temannya di neraka kelak.

Terakhir saudaraku, kalimat-kalimat ini mungkin keras dan tajam, akan tetapi ia memancar dari cinta yang tulus, hatiku lebih dahulu dari penaku karena kasihan kepadamu saudaraku tercinta. Tidak ada yang kuinginkan melainkan kebaikan untukmu. Semoga Allah Ta?ala melimpahkan rahmatNya untuk kita ?

Dan sampai bertemu di atas jalan kebaikan dengan izin Allah Ta?ala, semoga Allah menjagamu saudaraku.

MENGAKU TAHU KEJADIAN DI MASA DEPAN

MENGAKU TAHU KEJADIAN DI MASA DEPAN

Seseorang bercerita, ada orang yang mengaku bahwasa jin muslim mendatanginya di dalam tidurnya, dan jin itu membawanya thowaf di Makkah Al Mukarromah, memberinya minum dari air Zamzam dan membawanya menziarahi kuburan Nabi shollallahu ?alaihi wa sallama. Ia mengatakan bahwa semua itu terjadi dalam satu malam. Orang ini menceritakan kejadian-kejadian yang akan terjadi di masa depan dan sebagiannya ada terbukti. Sehingga tidak sedikit manusia yang terfitnah oleh oleh seperti ini, sehingga mempercayai apa yang dikatakannya.

Sebenarnya cerita bahwa dia bermimpi ada jin muslim yang membawanya thowaf di Makkah dan menziarahi kuburan Nabi shollallahu ?alaihi wa sallama bukan hal aneh dan luar biasa. Namanya saja mimpi, terkadang seseorang bisa saja bermimpi seperti itu bahkan lebih besar dari itu, seperti bermimpi melihat dirinya di dalam surga atau naik kelangit kemudian turun lagi atau lainnya yang tidak mungkin terjadi pada seseorang di alam nyata. Ini jika ia benar-benar bermimpi seperti itu. Masalahnya, sebagian pendusta menipu manusia dengan cerita dan pengakuan dusta bahwa ia bermimpi begini dan begitu padahal ia tidak pernah melihat atau bermimpi seperti itu.

Adapun masalah dia menceritakan kejadian-kejadian di masa depan yang belum terjadi, ini menunjukkan dia sama seperti dukun atau peramal dan ahli nujum, yang bekerja sama dengan jin untuk mengetahui sebagian perkara-perkara ghaib. Sebagaimana di jelaskan oleh Rasulullah shollallahu ?alaihi wa sallama di dalam haditsnya,

????? ????? ??????? ???????? ??? ?????????? ???????? ????????????? ??????????????? ?????????? ?????????? ??????????????? ????? ????????? ???????????? ?????? ??????? ??????? ???? ??????????? ??????? ?????? ????? ????????? ??????? ???????? ????? ???????? ?????? ?????????? ?????????? ????????????? ??????????? ????????? ????????????? ????????? ??????? ??????? ?????? ????? ???????? ?????????  ??? ???? ?????? ???????? ????????? ?????? ????????? ?????? ?????????? ????????? ????????? ?????? ?????? ?????????? ???????? ?????????? ????????????? ?????? ???? ???????? ????? ????? ????????? ???????????? ?????????? ???? ?????????? ?????? ???????? ????? ????? ??????? ??????? ????? ??????? ???? ???????? ?????? ?????? ?????????? ????? ???????? ?????????? ????? ????????? ?????? ?????????? ????? ???????? ????????? ????? ???? ?????????? ?????????? ??????? ??????? ???????? ??????????? ???????????? ?????? ??????????? ?????? ????? ??????? ??????? ????? ??????? ????????????? ?????? ???????????? ??????? ???????? ???? ?????????? ).

?Apabila Allah menetapkan satu perkara di langit, malaikat mengepakan sayap-sayapnya karena tunduk kepada firman-Nya bagaikan gemerincing rantai di atas batu maka apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata “Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?” mereka menjawab: (perkataan) yang benar”, dan Dia-lah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar?. Maka (jin-jin) yang mencuri berita mendengarnya (dan jin-jin pencuri berita itu seperti ini yang satu di atas yang lainnya, dan sufyan salah seorang perawi hadits menggambarkan dengan tangannya, ia merenggangkan di antara jari-jemari kanannya, ia menyusun jarinya satu di atas yang lainnya). Maka kadang bintang yang menyala mengenai pencuri itu sebelum ia menyampaikan kepada temannya sehingga ia terbakar. Dan kadang bintang tidak mengenainya sehingga ia menyampaikannya kepada jin yang dibawahnya sampai mereka membawanya ke bumi. Lalu diletakkan di atas mulut tukang sihir, maka ia mencampurnya dengan seratus kebohongan. Lalu ia dipercayai, maka manusia berkata, ?Bukankah ia telah memberitakan kepada kita pada hari ini ternyata kita dapatkan benar?. Karena kalimat yang di dengar (jin) dari langit?.[1]

Dan dari Aisyah rodhiyallahu ?anha ia menuturkan orang-orang bertanya kepada Nabi shollallahu ?alaihi wa sallama tentang dukun, maka beliau bersabda,

????????? ???????? ???????? . ????????? : ??? ??????? ??????? ? ??????????? ???????????? ??????????? ??????? ?????? . ??????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? : ?????? ??????????? ???? ???????? ??????????? ??????????? ??????????????? ??? ?????? ????????? ???????????? ???????????? ? ????????????? ????? ???????? ???? ??????? ????????

?Sesungguhnya mereka itu tidak benar?. Mereka berkata, ?Hai Rasulullah, sesungguhnya mereka menceritakan sesuatu dan ternyata benar?. Nabi shollallahu ?alalihi wa sallama bersabda, ?Itu adalah kalimat hak yang dicuri  jin lalu ia sebarkan di telinga wali-nya seperti kotek ayam betina, lalu mereka mencampurkan padanya lebih dari seratus kedustaan?.[2]

Orang ini apabila ia mengaku mengetahui yang ghaib maka ia bisa kafir. Tidak boleh mendatanginya, karenadatang kepadanya dan mempercayainya adalah perbuatan yang diharamkan berdasarkan sabda Rasulullah shollallahu ?alaihi wasallama,

?? ??? ????? ?? ????? ????? ??? ???? ??? ??? ??? ???? ??? ???? ??? ???? ???? ????

?Barangsiapa yang mendatangi dukun, atau peramal lalu ia membenarkan ucapannya sungguh ia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhamad shollallahu ?alaihi wasallama?.[3]

Ini jika orang yang datang ke dukun percaya ucapan dukun, jika tidak percaya maka ancamannya adalah sebagaimana di dalam hadits,

?? ????? ????????? ?????????? ???? ?????? ???? ???????? ???? ?????? ??????????? ????????

?Barangsiapa yang mendatangi peramal lalu ia bertanya kepadanya tentang sesuatu tidak diterima sholatnya selama empat puluh hari?.[4]

Kesimpulannya, haram mendatangi dukun dan semisalnya serta mempercayai ucapan mereka, wajib bagi kita menjauhi perbuatan tersebut dan menasehati saudara-saudari kita agar tidak terpedaya oleh perbuatan mereka, semoga Allah menjaga kita semua dari segala keburukan dan fitnah.


[1] HR. Bukhari( 4701) dan Muslim (2228).

[2] HR. Bukhari (7561) dan Muslim (2228).

[3] HR. Ahmad (9532) dan Al Hakim (15) dan dishohihkan oleh Al Albany di Shohih Al Jami?.

[4] HR. Muslim (2230).

KEIKHLASAN SEORANG ULAMA

KEIKHLASAN SEORANG ULAMA

Ar-Robi? bin Sulaiman  berkata, ?Aku mendengar Asy Syafi?I berkata, ?Aku ingin bahwasanya manusia mempelajari ilmu ini dan tidak dinisbatkan kepadaku sedikitpun darinya?.

Ar Robi? juga menuturkan, ?Aku masuk menemui Asy-Syafi?I ketika ia sakit, lantas ia menanyakan keadaan sahabat-sahabat kami, lalu ia berkata, ?Hai anakku, sungguh aku sangat ingin, bahwasanya manusia semuanya mempelajari  – maksudnya kitab-kitabnya ? dan tidak dinisbatkan kepadaku sedikitpun darinya?.

Dari Harmalah ia berkata, ?Aku mendengar Asy Syafi?I berkata, ?Aku ingin bahwasanya setiap ilmu yang kuajarkan kepada kepada manusia aku diberi pahala atasnya dan mereka tidak memujiku?. (Hilyatul Awliya? oleh Abu Nu?aim : 9/118)

Semoga Allah merahmatimu wahai Imam Asy Syafi?I ?

Perjuangannya untuk membela dan menyebarkan sunnah Nabi shollallahu ?alaihi wa sallama sehingga ia digelari Naashirus Sunnah (pembela sunnah).

Perjuangannya membukukan sendi-sendi ilmu ushul fiqh untuk pertama kali dalam sejarah .. sehingga terbukalah kunci-kunci ilmu fiqh bagi orang-orang sesudahnya.

Namun ia tidak ingin orang memujinya, tidak ingin manusia menyebut-nyebut jasanya sedikitpun ..

Demikianlah ketulusan para ulama, jauh dari keinginan tenar dan tersohor, jauh dari ?ujub dan sum?ah.

Adapun penuntut ilmu hari ini ..

Tidak sedikit yang bangga hanya karena menulis satu, dua atau beberapa artikel yang itupun isinya mencomot (copi paste) dari sana dan sini.

Bangga karena gelar kesarjanaan yang telah diraih ?

Semoga Allah Ta?ala melimpahkan kepada kita keikhlasan dalam beramal, dan menjauhkan kita dari penyakit riya?, ?ujub dan hubbusy syuhroh (cinta ketenaran) , amin.

KESABARAN SEORANG ULAMA

KESABARAN SEORANG ULAMA

Al Mubaarok bin Al Mubaarok Adh Dhoriir seorang ulama ahli nahwu yang digelari Al Wajiih. Beliau dikenal seorang yang elok akhlak dan perilakunya, lapang dada, penyabar dan tidak pemarah. Sehingga ada sebagian orang-orang jahil yang berniat mengujinya dengan memancing kemarahannya.

Maka datanglah orang ini menemui Al Wajiih, kemudian bertanya kepadanya tentang satu masalah dalam ilmu nahwu. Syaikh Al Wajiih menjawab dengan sebaik-baik jawaban dan menunjukan kepadanya jalan yang benar.

Lantas orang itu berkata kepadanya, ?Engkau salah?.

Syaikh kembali mengulangi jawabannya dengan bahasa yang lebih halus dan mudah dicerna dari jawaban pertama, serta ia jelaskan hakekatnya.

Orang itu kembali berkata, ?Engkau salah hai syaikh, aneh orang-orang yang menganggapmu menguasai ilmu nahwu dan engkau adalah rujukan dalam berbagai ilmu, padahal hanya sebatas ini saja ilmumu!?.

Syaikh berkata dengan lembut kepada orang itu, ?Ananda, mungkin engkau belum paham jawabannya, jika engkau mau aku ulangi lagi jawabannya dengan yang lebih jelas lagi dari pada sebelumnya?.

Orang itu menjawab, ?Engkau bohong! Aku paham apa yang engkau katakan akan tetapi karena kebodohanmu engkau mengira aku tidak paham?.

Maka syaikh Al Wajiih berkata  seraya tertawa, ?Aku mengerti maksudmu, dan aku sudah tahu tujuanmu. Menurutku engkau telah kalah. Engkau bukanlah orang yang bisa membuatku marah selama-lamanya.

Ananda, konon ada seekor burung duduk di atas punggung gajah, ketika dia hendak terbang ia berkata kepada gajah, ?Berpeganglah kepadaku, aku akan terbang!?.  Gajah berkata kepadanya, ?Demi Allah hai burung, aku tidak merasakanmu ketika bertengger di punggungku, bagamaimana aku berpegang kepadamu saat engkau terbang!?.

Demi Allah hai anakku! Engkau tidak pandai bertanya tidak pula paham jawaban, bagaimana aku akan marah kepadamu?!?.

(Mu?jamul Udaba? : 5/44).

Menjadi guru, juga seorang da?I memang harus banyak belajar bersabar, lapang dada dan berakhlak mulia .. semoga Allah Ta?ala memudahkan hal itu untuk kita, aamiin.

Catatan Abuz Zubair Hawaary

Suatu ketika saya ikut sholat jenazah di salah satu mesjid. Selesai salam, terdengarlah suara imam yang memimpin do?a bersambut dengan sahutan aamiin jama?ah yang dibelakangnya. Anehnya, tak satupun do?a yang dibaca oleh imam setelah sholat jenazah tersebut yang berisikan do?a untuk si mayyit, padahal biasanya banyak orang melakukan itu untuk mendo?akan si mayyit. Adapun makmum, entah paham atau tidak do?a yang dibacakan oleh imam, terus saja mengucapkan aamiin dipenghujung setiap do?a yang dibacanya.

Saya jadi teringat kejadian yang saya alami pada tahun 95-an. Ketika itu saya dan seorang teman singgah untuk sholat maghrib di salah satu mesjid di Cianjur.

Ketika bacaan Al Fatihah imam sampai (Waladh Dhoolliin) kami berdua mengucapkan aamiin. Aneh!! Hanya kami berdua yang mengucapkan amin! Ternyata setelah itu itu imam melanjutkan membaca (Robbighfirlii wa liwaalidayya- artinya; Robbi ampunilah aku dan kedua orangtuaku) setelah itu baru mereka serempak mengucapkan aamiin.

Ada beberapa catatan yang ingin saya tuangkan disini :

-          Dalam sholat jenazah sejatinya imam dan makmum telah membaca do?a untuk si mayyit, dan itulah inti dari sholat jenazah. Oleh karena itu berdo?a bersama setelah sholat jenazah adalah amalan yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shollallahu ?alaihi wasallama. Dan Rasulullah shollallahu ?alaihi wa sallama bersabda,

?? ??? ???? ??? ???? ????? ??? ??

?Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amal tersebut ditolak?. (HR. Bukhari dan Muslim)

-          Begitu juga tambahan ucapan (Robbighfirlii wa liwaalidayya)  oleh imam setelah membaca Al Fatihah dan di aminkan oleh makmum juga adalah bid?ah yang sangat buruk. Menambah-nambah dalam sholat dengan sesuatu yang tidak ada contohnya dari Rasulullah shollallahu ?alaihi wa sallama. Selain itu, perbuatan tersebut juga menyelisihi hadits Nabi shollallahu ?alaihi wa sallama,

???? ??? : ??? ??????? ?????? : ????

?Dan apabila imam mengucapkan (Waladh Dhoolliin) maka ucapkanlah (aamiin)?. (HR. Ahmad, Muslim, Al Baihaqy  lihat Ash-Shohihah : 3476).

-          Dalam banyak kejadian do?a bersama yang dipimpin, makmum asal amin saja, tanpa tahu apa yang dido?akan imam. Entah apa yang dibaca pemimpin do?a dan entah siapa yang dido?akan yang penting di setiap ujung do?a; aamiin.

Saya jadi teringat kisah seorang sahabat kecil di masa Umar bin Al Khottob yaitu Mu?adz Al Qori? semoga Allah Ta?ala meridhoi keduanya, dia adalah salah seorang imam yang ditunjuk Umar untuk mengimami sholat tarawih.

Suatu ketika Mu?adz Al Qori? membaca do?a dalam Qunutnya, ?Allahumma Qohhithil Mathor..? (artinya : Ya Allah jangan turunkan hujan). makmum yang dibelakang pun mengucapkan, ?Aamiin!?.

Usai sholat, ia (Mu?adz ) berkata kepada makmum, ?Tadi saya mengucapkan Allahumma Qohhitil Mathor, lantas kalian mengucapkan aamiin! Tidakkah kalian mendengarkan apa yang aku ucapkan??  Kemudian kalian malah mengucapkan (aamiin)!. (Ikhtishor Al Muqriizy likitaab Al Witri oleh Muhammad bin Nashr, halaman : 326).

Hmm .. kalau itu terjadi di masa mereka, apalagi di masa yang jauh dari ulama dan ilmu seperti sekarang ini. Wallahul Musta?aan ?

SEBAIK-BAIK KALIAN ?

SEBAIK-BAIK KALIAN ADALAH ORANG YANG MEMPELAJARI AL-QUR’AN DAN MENGAJARKANNYA

Al-Muhaddits Al-’Allaamah Asy-Syekh Muhamad Nashiruddin Al-Albany rahimahullah menjelaskan di dalam salah satu kasetnya, mengomentari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Abdurrahman As-Sulamy dari Utsman bin Affan marfu’an (yang artinya), “Sebaik-baik kalian adalah orang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”.

Beliau berkata, “Di dalam hadits ini ada isyarat yang memerintahkan mempelajari Al-Qur’an. Bahwasanya sebaik-baik pengajar adalah yang mengajarkan Al-Qur’an. Andai saja para penuntut ilmu mengetahui itu, sesungguhnya di dalamnya ada manfaat yang besar.

Di antara fenomena yang tersebar luas di zaman kita bahwasanya engkau mendapatkan banyak da’i-da’I atau para pemula dalam menuntut ilmu, tampil untuk berdakwah, berfatwa dan menjawab pertanyaan-pertanyaan manusia sementara dia tidak benar dalam membaca Al-Fatihah dengan makhraj-makhraj yang benar untuk setiap huruf. Sehingga engkau melihatnya mengucapkan sin seperti shod dan tho’ seperti ta’, dzal seperti zaai dan tsa’ sebagai siin. Jatuh dalam Lahan Al-Jalii apalagi Lahan al-Khofii.

Seharusnya -  adalah suatu keniscayaan – ia memperbaiki bacaan Al-Qur’an dan hapalannya. Agar ia membawakan ayat-ayat dengan baik dan berdalil dengannya dalam nasehat-nasehat, pelajaran-pelajaran dan dakwahnya.

Engkau dapatkan ia sibuk dengan menshohih dan mendho’ifkan, membantah ulama dan mentarjih diantara mereka. Dan engkau sering mendengar darinya kalimat-kalimat  yang lebih tinggi dari levelnya sendiri. Kadang ia berkata, “Menurut pandangan saya ..saya katakan ..pendapatku dalam masalah ini begini dan pendapat yang rojih menurutku begini”.

Lebih mencengangkan lagi, orang-orang seperti mereka engkau dapatkan tidak berbicara dalam masalah-masalah yang telah disepakati. Akan  tetapi selalu  – kecuali yang dirahmati Allah – berbicara dalam masalah-masalah khilaf, sehingga ia turut pula memberikan pendapat padanya. Jika ia kesulitan ia merajihkan di antara pendapat-pendapat. Aku berlindung kepada Allah dari riya’, dan cinta ketenaran.

Pertama aku nasehati diriku sendiri dan kedua untuk mereka; bahwasanya sebaik-baik perkara yang harus dimulai oleh seorang penuntut ilmu adalah menghapal Al-Qur’an karena Allah Ta’ala berfirman,

???? ??????? ?? ???? ????

“Maka berilah peringatan dengan Al-Qur’an orang-orang yang takut akan ancaman”.

(diterjemahkan dari : http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=5348)

MUTIARA ILMU DAN FAEDAH DARI KITAB-KITAB SYAIKH AL MUHADDITS AL ALBANY RAHIMAHULLAHU TA?ALA

MUTIARA ILMU DAN FAEDAH DARI KITAB-KITAB SYAIKH AL MUHADDITS AL ALBANY RAHIMAHULLAHU TA’ALA

Disarikan oleh, Syaikh Badr bin Muhamad Ali Badar Al ‘Anzy

diterjemahkan dengan beberapa penyesuaian oleh, Abuz Zubair Hawaary

??? ???? ?????? ??????

?? ????? ??? ????? ???????? ???????? ????? ????? ?? ???? ?????? , ??? ????? ???????.
?? ???? ???? ??? ??? ?? , ??? ???? ??? ???? ?? ????? ?? ?? ??? ??? ???? ???? ?? ???? ?? ????? ?? ?????? ???? ?????? .
(?? ???? ????? ????? ????? ???? ?? ????? ??? ????? ??? ????? ??????)
(?? ???? ????? ????? ???? ???? ????? ?? ??? ????? ???? ???? ????? ??? ????? ?????? ?????? ????? ?????? ???? ???? ??????? ?? ???????? ?? ???? ??? ????? ?????)
(?? ???? ????? ????? ????? ???? ?????? ????? ?????? ???? ??? ??????? ????? ??? ?????? ??? ??? ???? ?????? ??? ??? ????? ??????)
??? ???

Berikut ini adalah faedah-faedah yang saya ringkas dari sebagian kitab Imam Al Albany rahimahullah, saya memohon kepada Allah ?Azza wa Jalla agar menjadikannya bermanfaat.
PERTAMA : DARI KITAB ADAB AZ ZIFAAF FIS SUNNAH AL MUTHOHHAROH

1. Disukai (mustahabb) bagi seseorang apabila ia mendatangi istrinya untuk berlemah-lembut dengannya, seperti memberikan minuman atau semisalnya kepadanya.
Berdasarkan hadits Asma? binti Yazid bin As Sakan, bahwasanya Nabi shollallahu ?alaihi wa sallama duduk disamping ?Aisyah, lalu diberikan kepada beliau segantang susu. Maka beliau meminumnya kemudian Nabi shollallahu ?alaihi wa sallama mengulurkannya kepada Aisyah lantas ia meminumnya sedikit?. (HR. Ahmad.
2. Meletakkan tangan di atas kepala istri dan berdo?a untuknya. Tangan diletakkan di ubun-ubun kepalanya lalu membaca bismillah dan berdo?a, berdasarkan hadits,

( ??? ???? ????? ????? ?? ????? ????? ?????? ???????? ????? ???? ?? ??? ????? ??????? ????? : ????? ??? ????? ?? ????? ???? ?? ?????? ???? ????? ?? ?? ???? ??? ?? ?????? ???? ) ?????? : ?? ?????? ??????? ???? . ????? ??????? ?????
?Apabila salah seorang kamu menikahi wanita atau membeli budak, hendaklah ia memegang ubun-ubunnya lalu menyebut nama Allah ?Azza wa Jalla dan hendaklah ia mendo?akan keberkahan, hendaklah ia membaca, ?Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu dari kebaikannya dan kebaikan yang anugerahkan atasnya dan aku berlindung kepadaMu dari keburukannya dan keburukan yang engkau ciptakan pada dirinya?. (HR. Bukhari dan lainnya)
Al Albany rahimahullah Ta?ala berkata, ?Dan disyari?atkan juga do?a ini ketika membeli kendaraan seperti mobil, karena mengharapkan kebaikannya dan khawatirk keburukannya?.
3. Disukai (mustahabb) bagi keduanya untuk sholat dua raka?at berjama?ah, karena ini ada dinukilkan dari salaf. Berdasarakan atsar;

?? ??? ???? ???? ??? ???? ???: ( ????? ???? ????? ????? ????? ?? ????? ????? ??? ???? ???? ???? ???? ??? ????? ???? ?? ?????? ?????? : ??? ???? ???? ???? ??? ?????? ) ???? ??? ??? ???? ???? ?????? .

dari Abu Sa?id Maula Abi Usaid ia berkata, ?Aku menikah dan ketika itu aku masih seorang budak. Maka aku mengundang beberapa orang sahabat Nabi shollallahu ?alaihi wa sallama antara lain Ibnu Mas?ud, Abu Dzar dan Hudzaifah, maka mereka berkata, ?Apabila istrimu dipertemukan denganmu maka sholatlah dua raka?at?. (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Abdurrozaq)

dan atsar Ibnu Mas?ud, ia berkata kepada Abu Hariz ketika ia menikah,

???? ???? ?????? ?? ???? ????? ??????

?Apabila ia telah datang menemuimu, maka perintahkanlah ia sholat di belakangmu dua raka?at?. (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Abdurrozaq)
4. Dan ketika ia hendak menggauli istrinya hendaknya ia membaca,

( ??? ???? , ????? ????? ??????? , ???? ??????? ?? ?????? ) ???? ??????? ????? .

?Dengan nama Allah, ya Allah jauhkanlah syetan dari kami dan jauhkanlah syetan dari apa yang engkau karuniakan kepada kami?. (HR. Bukhari dan lainnya)

Al Albany rahimahullah Ta?ala berkata, ?Boleh baginya menggauli istrinya di qubulnya dari arah (posisi) mana saja yang ia inginkan, dari belakang atau dari depannya?.

?? ???? ??? : ( ???? ?????? ???? : ??? ??? ????? ?????? ?? ????? ?? ????? ??? ????? ???? : ????? { ?????? ??? ??? ????? ????? ??? ???? } ?? ??? ???? ???? ????? ??? ???? ???? ???? : ( ????? ?? ????? ??? ??? ??? ?? ????? ) ???? ??????? ????? ??????? .

Dari Jabir ia berkata, ?Adalah orang-orang yahudi mengatakan, ?Apabila seorang laki-laki menggauli istrinya di qubulnya dari arah belakang maka kelak anaknya juling?. Maka turunlah firman Allah Ta?ala (artinya), ?Istri-istri kalian adalah ladang bagi kalian, maka datangilah ladang kalian dari mana saja kalian suka?. Maksudnya dengan cara apapun yang kalian suka. Maka Nabi shollallahu ?alaihi wasallama bersabda, ?Istrinya menghadap kepadanya atau membelakanginya apabila itu dilakukan di kemaluan?. (HR. Bukhari dan Muslim serta selain keduanya).

???? ????? ??? ???? ???? ???? ???? ?? ?????? ? ??? ???? ??? ? : ( ???? ????? ???? ????? ??????? ) ???? ??????? ???????? ???? ???

Dan Nabi shollallahu ?alaihi wasallama bersabda kepada Umar bin Al Khottob rodhiyallahu ?anhu, ?Silahkan dari depan dan belakang dan jauhilah dubur serta haidh?. (HR. An Nasai dan At Tirmidzi dengan sanad hasan)
5. Berwudhu? diantara dua kali jima?. Apabila ia menggauli istrinya kemudian hendak mengulangi lagi hendaknya ia berwudhu?. Berdasarkan sabda Rasulullah shollallahu ?alaihi wasallama,

( ??? ??? ????? ???? ?? ???? ?? ???? ??????? ?????? ?????? ? ??? ????? ????? ?????? – ???? ???? ?? ????? ) ???? ???? ?????

?Apabila salah seorang kamu mendatangi istrinya kemudian ia ingin mengulangi, maka hendaklah ia berwudhu? di antara keduanya ? dalam satu riwayat seperti wudhu?nya untuk sholat ? karena sesungguhnya itu lebih membuatnya bersemangat dalam mengulangi?. (HR. Muslim dan lainnya)

Akan tetapi mandi lebih afdhol dari pada wudhu, karena Nabi shollallahu ?alaihi wasallama suatu hari menggilir istri-istrinya, beliau mandi ditempat istrinya yang ini dan yang ini?. (HR. Abu Dawud dan lainnya)

? Dan dibolehkan bagi pasangan suami istri mandi bersama dalam satu tempat sekalipun suami melihat seluruh tubuhnya dan begitu juga sebaliknya.

?? ????? ??? ???? ???? ???? : (??? ????? ??? ????? ???? ??? ???? ???? ???? ?? ???? ???? ????? ???? ) ???? ???? .

Dari Aisyah rodhiyallahu ?anha ia menuturkan, ?Aku pernah mandi bersama Rasulullah shollallahu ?alaihi wasallama dari satu bejana antara aku dan dia?. (Muttfaqun ?Alaihi)

Berdasarkan hadits ini Ad Dawudy berdalil atas bolehnya laki-laki melihat aurat istrinya dan begitu pula sebaliknya. Ini dikuatkan oleh apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dari jalan Sulaiman Ibnu Musa, bahwasanya ia ditanya tentang seseorang melihat kemaluan istrinya? Maka ia menjawab, ?Aku telah menanyakannya kepada ?Atho? maka ia berkata, ?Aku telah menanyakannya kepada Aisyah, maka ia menyebutkan hadits ini dengan maknanya?.
Al Albany rahimahullah berkata, ?Adapun hadits yang berbunyi (apabila salah seorang kamu menggauli istrinya atau budaknya maka janganlah ia melihat kemaluannya, karena itu menyebabkan kebutaan?. Maka ini adalah hadits palsu?.

(bersambung)

TULISAN ?ALLAH? DAN ?MUHAMMAD? DI DINDING

??? ????? ????? ??? ?????? ?? ???? ??????? ???????: ????? ?? ??? ??? ??????? ????? ??? ??????? (????) , ???????? ??? ???? ??? ???? ???? ???? ?? ??? ??? ??? ??????, ?? ??? ???????? ??? ??? ??????? ??? ?????? ??? ???? ?.
????? ????? : ?????? ??? ????? ??? ??? ???? ????? ??? ???? ???? ???? ? ???? ??? ??????? ?? ? ??? ?? ???? ??? ??? ??????? ??? ?? ???? ?????? ???? ????? ?????? ????? ???????? ???????? ? ???? ????? ??? ???? ???? ??? ???? ???? ???? ????? ????? ?? ????? : (????) ????? ????? ???? ?????? ??????? ? ? ???????? ???? ?? ????? ? ?????? (???? ???? ????) ? ???? ???  ??? ???? (????) ? ??? (????) ??? ??????? ? ??? ??? ?????? ??? ?? ????

Yang Mulia Syaikh Ibnu ?Utsaimin ditanya di dalam kitab Al Manaahi Al Lafzhiyyah (sebagai berikut), ?Sering kita melihat di atas dinding terdapat tulisan lafaz Al Jalaalah (Allah), dan di sampingnya ada lafaz Muhammad shollallahu ?alaihi wa sallama, atau kita mendapati itu di kain, atau di buku-buku, atau pada sebagian mushaf, apakah penempatannya benar?

Beliau menjawab, ?Penempatannya tidak benar, karena ini menjadikan Nabi shollallahu ?alaihi wa sallama tandingan bagi Allah dan menyamaiNya. Dan kalaulah orang yang tidak paham maksud dua tulisan tersebut melihatnya niscaya dia meyakini bahwa keduanya adalah sama dan semisal.
Maka wajib menghapus nama Rasulullah shollallahu ?alaihi wa sallama, dan cukup melihat kepada tulisan lafaz Al Jalaalah (Allah) saja. Dan lafazh (Allah)  juga adalah kalimat yang sering diucapkan oleh kalangan sufiyah,  sebagai ganti zikir, mereka mengucapkan (Allah .. Allah .. Allah). Berdasarkan ini Maka tidak perlu ditulis (Allah) dan (Muhammad) di atas dinding, kain dan lainnya. (http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=22707)

Syarah Kitab Adabul Mufrod

BAB : KEWAJIBAN BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANGTUA

FIRMAN ALLAH TA?ALA,

?????? ??????? ??????? ????

?Dan kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya?.

Imam Bukhari memulai kitabnya ini dengan adab dan kewajiban berbakti kepada kedua kedua orangtua, karena adab dan kewajiban berbakti kepada orangtua adalah yang terdepan setelah adab kepada Allah Ta?ala dan kepada  Rasulullah shollallahu ?alaihi wasallama[1]. Oleh karena itu penekanan masalah ini banyak kita dapatkan di dalam Al Qur?an dan hadits Rasulullah shollallahu ?alaihi wasallama. Bahkan di dalam Al Qur?an perintah berbakti kepada orangtua adalah setelah perintah mentauhidkanNya sebagaimana firman Allah Ta?ala yang dibawakan oleh Imam Bukhari sebagai judul bab pertama kitabnya ini.

Allah Ta?ala berfirman,

?????? ??????? ??????? ???? ??? ?????? ????? ?? ????? ?? ?? ??? ??? ?????? ??? ?????? ??????? ??? ???? ??????

?Dan kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan.?[2]

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, ?Allah Ta?ala berfirman memerintahkan hamba-hambaNya berbuat baik kepada kedua orangtua setelah mendorong mereka untuk berpegang teguh dengan men-tauhid-kanNya. Sesungguhnya kedua orangtua adalah sebab adanya manusia dan kebaikan keduanya kepadanya tidak terhitung; ayah dengan nafkah yang diberikannya dan ibu dengan kasih sayang yang dilimpahkannya?.[3]

Oleh karena itu Allah Ta?ala berfirman,

??????? ??????? ?????? ??????????? ?????? ???????? ?????????????????? ?????????? ?????? ??????????? ??????? ????????? ??????????? ???? ?????????? ????? ????? ???????? ????? ????? ????????????? ????? ???????? ??????? ????????  ????????? ??????? ??????? ???????? ???? ??????????? ????? ?????? ???????????? ????? ??????????? ????????

?Dan Robbmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua Telah mendidik Aku waktu kecil”[4].

Lihatlah di ayat yang mulia ini, betapa Allah Ta?ala menegaskan kewajiban menjaga akhlak terhadap kedua orangtua yang merupakan diantara bentuk bakti kepada keduanya. apalagi kalau orangtua telah menginjak usia senja, kedua orangtua atau salah satunya membutuhkan perhatian, kasih dan sayang sebagaimana dahulu anak membutuhkan hal tersebut  dari orangtuanya ketika dia kecil.

Kadang terjadi perselisihan antara orang tua dan anak. Atau perdebatan atau anak menyanggah dan membantah perkataan orangtua. Di sini sang anak wajib menjaga adab dan tatakrama kepada orangtua. Jangan berkata kasar, mengucapkan ah saja dilarang oleh Allah apalagi yang lebih dari itu. Ini menunjukkan besar dan tingginya kedudukan serta hak orangtua  atas anaknya.

Namun begitu, juga perlu diingat bahwa sekalipun Allah Ta?ala memerintahkan anak berbuat baik kepada kedua orangtua karena budi baik dan kasih sayang mereka selama ini. Jika orangtua mengajak atau memerintahkan maksiat atau sesuatu yang bertentangan dengan agama Allah, maka anak tidak wajib mena?ati perintah atau ajakannya itu. oleh karena itu Allah tegaskan di dalam firmanNya di surat Al Ankabut di atas, (yang artinya) ?dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan?.

Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini, ?Maknanya; jika keduanya memaksamu untuk mengikuti agama keduanya apabila keduanya musyrik maka janganlah kamu mena?ati keduanya dalam hal itu. sesungguhnya dihari kiamat kepadaKulah kamu dikembalikan, maka Aku membalas kebaikanmu kepada keduanya dan kesabaranmu di atas agamamu dan Aku akan mengumpulkanmu bersama orang-orang yang sholeh bukan bersama kedua orangtuamu sekalipun engkau adalah orang yang paling dekat dengan keduanya di dunia, sesungguhnya seseorang itu dikumpulkan bersama orang yang dicintainya, maksudnya cinta yang sejalan dengan agama?.[5]

Mari kita mulai mengkaji hadits pertama dalam bab ini.

  1. HADITS PERTAMA : AMAL YANG PALING DICINTAI ALLAH ?AZZA WA JALLA

???? ????? ?????? ????????????? ???????? ?????????? ??????? ?????? ???????? ?????????? ???????? ????? ????? ?????? ???? ????? : ???????? ?????????? ?????? ???? ???????? ?? ??????? ????? ????????? ??????? ????? ????? ????? ?? ????? ????? ?????????? ????? ????????? ?????? ????? ??? ????? ????? ????? ?????????????? ?????? ????? ???? ????? ????? ????????? ??? ???????? ???? ????? ?????????? ??????? ?????? ????????????? ??????????

Dari Abu Amru Asy-Syaibaany ia menuturkan, ?Pemilik rumah ini menyampaikan kepada kami ? ia menunjuk kea rah rumah Abdullah, ia berkata, ?Aku bertanya kepada Nabi shollallahu ?alaihi wasallama, amal apa yang paling dicintai Allah ?Azza wa Jalla? Beliau menjawab, ?Sholat pada waktunya?. Aku berkata, ?Kemudian apa lagi??. Ia berkata, ?Kemudian berbakti kepada kedua orangtua?. Aku berkata, ?Kemudian apa lagi??. Beliau menjawab, ?Kemudian Jihad di jalan Allah. Dan kalau aku meminta tambahan lagi niscaya beliau menambahkannya?.[6]

Syarah hadits :

Hadits yang mulia ini menunjukkan apa yang telah dijelaskan di atas yaitu fadhilah dan kewajiban bakti kepada orangtua. Dimana Rasulullah shollallahu ?alaihi wasallama menjadikannya  sebagai amalan yang  paling afdhol setelah  sholat.

Kalau sholat adalah ibadah agung yang berkaitan dengan hubungan hamba dengan Sang Penciptanya, maka bakti kepada kedua orangtua adalah ibadah yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan orang yang paling berjasa kepadanya yaitu kedua orangtua. Sholat adalah hak Allah Ta?ala yang wajib ditunaikan oleh hamba. Dan bakti kepada orangtua adalah hak kedua orangtua yang wajib ditunaikan oleh anak. Seperti di dalam dua ayat di atas, Allah Ta?ala menyebutkan perintah bakti kepada kedua orangtua setelah perintah mentauhidkanNya.

Imam An Nawawi rahimahullah berkata, ?Berbakti kepada keduanya adalah (dengan) berbuat baik kepada keduanya, mengerjakan yang bagus dan menyenangkan keduanya. termasuk di dalamnya berbuat baik kepada teman keduanya?.[7]

Syaikh  Ibnu Utsaimin rahimahullah menjelaskan, ?(Berbakti kepada keduanya) adalah berbuat baik kepada keduanya dengan perkataan, perbuatan dan harta sesuai dengan kemampuan?.[8]

Banyak sekali hadits-hadits yang berisikan perintah berbakti kepada ke dua orangtua atau salah satunya. Insya Allah hadits tersebut akan kita kaji satu persatu, di bab-bab selanjutnya.

Kesimpulan hadits :

a)      Hadits ini adalah dalil bahwasanya sholat adalah ibadah badaniyah yang paling afdhol setelah syahadatain.[9]

b)      Hadits ini juga mendorong  untuk mengerjakan sholat pada waktunya. Imam An Nawawi menyebutkan, ?Mungkin disimpulkan darinya; disukainya mengerjakan di awal waktu, karena itu lebih berhati-hati dalam menjaganya dan menyegerakannya?[10]. bahkan bagi yang kaum pria yang diwajibkan menghadiri sholat berjama?ah di masjid memang harus mengerjakannya diawal waktu. Karena sholat berjama?ah di masjid dilakukan di awal waktu.

c)       Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, ?Di dalam hadits ini ada dalil yang menunjukkan keutamaan berbakti kepada kedua orangtua?.[11]

d)      Hadits ini menyebutkan beberapa amalan yang dicintai Allah Ta?ala, ini menandakan bahwa mengerjakan perintah Allah adalah syarat untuk mendapatkan cinta Allah Ta?ala. Allah Ta?ala berfirman di dalam hadits qudsi,

?? ??? ????????? ??????? ??????? ???????? ??????? ??????? ?????? ????????????? ???????? ?? ??? ??????? ??????? ??????????? ??????? ?????????????? ?????? ?????????

?Dan tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari pada apa-apa yang Aku fardhukan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah nafilah sehingga Aku mencintaiNya ??[12].

e)      Di dalam hadits ini juga terkandung pengajaran bagi seorang mufti, ahli ilmu dan guru agar bersabar terhadap orang yang bertanya atau muridnya dan berlapang dalam dalam menghadapinya walaupun ia banyak bertanya.

f)       Seorang murid juga hendaknya menimbang dan memperhatikan kondisi dan maslahat gurunya. Ini disimpulkan dari perkataan Ibnu Mas?ud yang tidak ingin menambah (pertanyaan) karena tidak ingin membebaninya dan ia berkata : kalau aku menambahkan lagi beliau pasti menambahkannya.[13]

g)      Bentuk-bentuk bakti kepada orangtua :

-          Melakukan kebaikan untuknya, menjaga hubungan dengannya dan bergaul dengannya dengan akhlak yang baik.

-          Tidak seyogyanya anak merasa kesal dan sakit  hati kepada orangtua.

-          Tidak mengeraskan suara atau memotong pembicaraannya, tidak berdebat dengannya, dan tidak berdusta kepadanya. Tidak menganggu istirahatnya dan merendahkan diri di hadapannya serta mendahulukannya dalam berbicara maupun berjalan sebagai penghormatan dan memuliakan kedudukannya yang tinggi.

-          Berterima kasih kepadanya dan mendo?akannya sesuai firman Allah Ta?ala,

????? ?????? ???????????? ????? ??????????? ????????

?dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua Telah mendidik Aku waktu kecil”[14].

-          Mendahulukan dan melebihkan bakti kepada ibu, karena jasa dia yang tak terhingga kepada anak, mulai dari mengandung, melahirkan menyusui dan mendidiknya hingga besar.

-          Mendahului dan menyegerakan keinginan dan permintaannya.

-          Merawat dan menjaganya khususnya ketika orangtua telah renta.

-          Member nafkah kepadanya jika ia membutuhkan, Allah Ta?ala berfirman,

???? ??? ?????????? ????? ?????? ????????????????? ?????????????

?Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat?.[15]

-          Meminta izin kepada keduanya sebelum safar dan meminta restunya kecuali dalam haji yang fardhu. Al Qurthubi rahimahullah berkata, ?Termasuk berbuat baik dan bakti kepada keduanya, apabila jihad tidak fardhu ?ain tidak boleh berjihad kecuali dengan izin keduanya?.

-          Mendoakannya setelah ia wafat, menunaikan wasiatnya dan berbuat baik kepada teman-temannya.[16]

  1. HADITS KEDUA : JALAN MENUJU RIDHO ALLAH DAN MENJAUH DARI MURKANYA

???? ?????? ????? ???? ????? ????? : ????? ???????? ??? ????? ?????????? ????? ???????? ??? ????? ?????????

Dari Abdullah bin Umar rodhiyallahu ?anhuma ia berkata, ?Ridho Robb ada pada ridho orangtua dan murka Robb ada pada murka orangtua?.[17]

Syarah hadits :

Hak orangtua adalah sangat besar, bakti kepada keduanya kewajiban setelah tauhid. Berterima kasih kepada keduanya adalah bagian dari bentuk syukur kepada Allah Ta?ala. Berbuat baik kepada keduanya adalah amal yang sangat dicintai Allah. bahkan ridho keduanya adalah ridho Allah Ta?ala dan murka keduanya adalah murka Allah Ta?ala, karena Allah memerintahkan agar orangtua itu dita?ati, maka barangsiapa yang menjalankan perintah Allah, ia telah berbakti kepada Allah Ta?ala  dan Allah ridho kepadanya, sebaliknya jika tidak menjalankan perintah Allah agar berbakti kepada orangtua berarti ia telah menentang Allah maka Allah pun murka kepadanya.[18]

Keridhoan orangtua adalah lebih berharga dari pada harta benda. Dunia ini fana, cepat atau  lambat pasti sirna. Sedangkan ridho kedua orangtua bermanfaat bagi anak di dunia dan akhirat. Maka seorang anak wajib untuk selalu berusaha membuat orangtuanya ridho dengan perkataan dan perbuatan serta jangan sampai melukai hatinya atau membuatnya murka.

Akan tetapi sebagaimana dijelaskan pada syarah hadits pertama, masalah ini juga dengan syarat selama keridhoan orangtua itu tidak bertentangan dengan apa yang disyari?atkan Allah.[19]

KESIMPULAN HADITS :

a)      Ridho orangtua adalah kunci kebaikan dan pintu keselamatan di dunia dan akhirat.

b)      Sebaliknya penyebab kesengsaraan dunia dan akhirat adalah durhaka kepada kedua orangtua. (bersambung)


[1] Lihat Syarah Riyadhush Sholihih oleh Ibnu Utsaimin (1/368).

[2] Al Ankabut : 8.

[3] Tafsir Ibnu Katsir (6/264).

[4] Al Isro? : 23-24.

[5] Tafsir Ibnu Katsir (6/265).

[6] Diriwayatkan oleh Bukhari di Shohihnya (1/140, 4/17, 8/2), Muslim di Shohihnya (kitab Al Iman bab. 36 no. 139), An Nasa-I di Sunannya (kitab Al Mawaaqiit bab. 49) dan Ahmad di Al Musnad (1/410, 439).

[7] Syarah Shohih Muslim (2/73 bab. Bayaan Kawnul Imaan billah).

[8] Syarah Riyadhush Sholihin (1/368).

[9] Dalil Al Falihin (2/

[10] Syarah Shohih Muslim (2/79).

[11] Syarah Riyadhush Sholihin Ibnu Utsaimin (1/368).

[12] HR. Bukhari dari Abu Huraira(4/231).

[13] Ibid.

[14] Al Isro : 24.

[15] Al Baqoroh : 215.

[16] Point-point ini diringkas dari : www.kalemat.org

[17] HR. Al Bazzar dan At Tirmidzi serta Al Hakim meriwayatkan dari Abdullah bin Amru. Dishohihkan oleh Al Albany di Shohih Adabul Mufrod (1/2).

[18] Lihat Tuhfatul Ahwazy (6/22), Faidhul Qodhir (4/44).

[19] Ibid.

JIHAD YANG PALING AFDHOL

??? ??? ????? -???? ????- ????? ??? ??????? – (1 /70): ?????? ?????:
- ???? ????? ???????? ???? ??????? ??? ????.
- ???????: ?????? ???????? ???????? ??? ???? ??????? ?? ????? ???????? ??? ???? ?????? ??? ???? ???????? ???? ?????? ????? ?????? ????? ??????.

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, ?Jihad itu ada dua jenis :

-         Jihad dengan tangan dan senjata, jenis ini banyak yang bisa melakukannya.

-         Jihad dengan hujjah dan bayan, ini adalah jihad orang-orang tertentu dari pengikut-pengikut para rasul. Ia adalah jihad imam-imam dan adalah jihad yang paling afdhol karena manfaatnya yang sangat besar dan tanggungannya yang berat serta musuh-musuhnya yang banyak?. (Mitaah Daar As Sa?adah (1/70).

OBAT PELEMBUT HATI

??? ??? ??? ????? ?????? -???? ????-: ????: “?? ??? ???? ???? ???? ???? ????. ???: ?????? ??????”. ?? ????? – ? 69

Seseorang datang menemui Al Hasan Al Bashry rahimahullah lalu bertanya, ?Hai Aba Sa?id .. aku hendak mengadukan kepadamu perihal kerasnya hatiku?. Al Hasan berkata, ?Didik dia dengan dzikir?. (kitab Dzamm Al Hawa, hal : 69)

MENUNTUT ILMU DENGAN BENAR

MENUNTUT ILMU DENGAN BENAR

Imam Asy-Syatibi rahimahullah di Mukadimah ke dua belas dari kitab Al Muwafaqot menyebutkan cara terbaik untuk meraih ilmu syar?I  adalah mengambilnya langsung dari dari ahlinya yang menguasai ilmu tersebut.

Ulama mengatakan, “Sesungguhnya ilmu itu dulunya tersimpan di dada-dada para pengembannya, kemudian berpindah ke kitab-kitab lalu kuncinya ada pada para ahlinya”.

Asy-Syatibi berkata, “Ungkapan ini menunjukkan untuk mendapatkan ilmu harus mengambilnya dari ulama-ulama yang menguasainya, mereka adalah kunci-kuncinya tanpa diragukan lagi”.

Kemudian beliau melanjutkan,  “Apabila telah tetap bahwasanya harus mengambil ilmu dari ahlinya yang menguasainya. Maka untuk menempuhnya ada dua cara :

Pertama : Musyafahah (mengambil langsung dari lisannya, dan ini adalah jalan yang paling bermanfaat).?

Yaitu penuntut ilmu duduk di hadapan gurunya dengan benar, ikhlas dan fokus kepada ilmu. alangkah besarnya berkah dan rahmah duduk di majelis ilmu seperti ini.

Seringkali seorang penuntut ilmu membaca sebuah kitab, ia menghapalnya, dan mengulang-ulangnya tapi ia tidak mengerti. Apabila disampaikan oleh guru ia tiba-tiba bisa paham dengan mudah, dan ia mendapatkan ilmu itu di hadapan gurunya.

Asy-Syathiby berkata, “Dan pemahaman ini kadang didapat dengan hal yang biasa, seperti penjelasan bagian yang meragukan yang tak terpikirkan oleh seorang penuntut ilmu, dan bisa juga di dapat dengan hal yang tidak biasanya, yaitu Allah menganugerahkan kepada penuntut ilmu pemahaman ketika ia bersimpuh di hadapan gurunya dengan tawadhu dan merasa membutuhkan apa yang diajarkan kepadanya. Ini adalah di antara faedah-faedah duduk di majelis para ulama,  yaitu; ketika dibukakan pemahaman untuk penuntut ilmu di hadapan mereka apa yang tidak dibukakan untuknya ketika dia duduk belajar kepada yang lain”.

Jalan yang ke dua : untuk meraih ilmu, (masih bersama perkataan Abu Ishaq Asy-Syatiby rahimahullah), yaitu menelaah kitab-kitab yang dikarang para ulama. Cara ini juga bermanfaat dengan dua syarat :

Pertama : mampu memahami maksud-maksud ilmu yang sedang dipelajari, mengetahui istilah-istilah ahlinya, yang akan membantunya memahami kitab-kitab yang dipelajari. Dan modal inipun sejatinya di dapat dengan jalan yang pertama yaitu belajar langsung dari ulama atau ahlinya.

Kedua : hendaklah ia memilih kitab-kitab ulama terdahulu, karena mereka lebih mendalam ilmunya dari pada ulama muta-akhirin.

dan ini bukan berarti membaca dan mempelajari buku tidak berfaedah ..tentu sangat besar faedahnya ..namun belajar dari buku saja tidaklah cukup. bahkan tidak sedikit orang yang salah paham hanya karena mengandalkan berguru kepada buku. tetap saja seorang penuntut ilmu membutuhkan guru tempat bertanya tentang isi buku yang dia baca.

Maka barangsiapa yang ingin mendapatkan ilmu syar’i hendaklah mendatangilah ahlinya, yaitu ulama. Duduk dihadapan mereka dengan meluruskan niat dan mengikhlaskan amalan hanya untuk Allah ‘Azza wa Jalla. Serta bertakwa kepada Allah zhohir dan batin, ketika sendiri maupun bersama orang lain, dalam perkataan dan perbuatan. Dan hendaklah senantiasa beruhasa menjaga keta’aan serta bersungguh-sungguh dalam menjauhi maksiat dan yang haram. Karena maksiat adalah kegelapan yang akan memadamkan cahaya ilmu.

Seperti perkataan Imam Malik kepada muridnya Imam Asy-Syafi’i, “Aku melihat bahwasanya Allah telah memberikan cahaya di hatimu. Jangan padamkan cahaya itu dengan kegelapan maksiat”.

Asy-Syafi’i berkata,

Aku mengadukan kepada waki? buruknya hapalanku

Ia bimbing aku tinggalkan maksiat

Dan ia wasiatkan kepadaku bahwa ilmu itu adalah cahaya

Dan cahaya Allah takkan diberikan kepada pelaku maksiat.

Selamat menuntut ilmu saudaraku! Semoga Allah Ta?ala memudahkan jalanmu ke surge …amin.

ILMU YANG BERMANFAAT

ILMU YANG BERMANFA?AT

Ilmu yang bermanfaat secara mutlak di dunia dan akhirat  adalah ilmu syar’i. ilmu yang ahlinya dipuji oleh Allah dan Rasul shollallahu ?alaihi wa sallama, ilmu ini adalah seperti yang diungkapkan oleh Imam Asy-Syatiby di dalam kitab Al Muwafaqot, ?Ilmu yang mu?tabar menurut syara? adalah ilmu yang mendorong pemiliknya untuk beramal, yang tidak membiarkan pemiliknya berlari mengikuti hawa nafsunya bagaimanapun ia, bahkan ia mengikat pengikutnya dengan muqtadhonya, yang membawa pemiliknya mematuhi aturan-aturannya suka atau tidak suka?.

Di dalam mukadimah ke tujuh dari kitabnya tersebut ia menegaskan, ?Sesungguhnya setiap ilmu yang tidak membuat pemiliknya beramal maka di dalam syara? tidak ada dalil dalam syara? yang menganggapnya baik?.

Oleh karena itu ulama sejati adalah yang mengamalkan ilmunya dan tampak pada dirinya sifat takut kepada Allah Ta?ala.

{???????? ??????? ??????? ???? ????????? ???????????}

?Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.? (Fathir : 28)

Ilmu tidak akan bermanfaat tanpa disertai pengamalan. Allah Ta?ala berfirman menegur orang-orang yang tidak mengerjakan apa yang ia katakan atau ajarkan,

{??? ???????? ????????? ???????? ???? ?????????? ??? ??? ??????????? * ?????? ??????? ????? ??????? ??? ????????? ??? ??? ???????????}

?Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan?.(Ash Shof : 2-3)

Allah Ta?ala juga mengingkari perbuatan orang-orang Ahli Kitab yang tidak mengamalkan kebaikan yang mereka perintahkan kepada manusia,

{????????????? ???????? ?????????? ??????????? ??????????? ????????? ????????? ?????????? ??????? ???????????}

?Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir??. (Al Baqoroh : 44)

Dan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Usamah bin Zaid rodhiyallahu ?anhu ia berkata,

???? ?????? ??? ??????? ????? ?? ????? ??????? ????? ???? ????? ??? ??? ???? ?????? ?? ?????? ?????? ???? ??? ?????? ???????: ??????? ????? ??? ??? ???? ???????? ????? ?? ??????? ????? ???? ??? ??? ???????? ??? ???? ????? ?? ?????? ?????”

?Aku mendengar Rasulullah shollallahu ?alaihi wa sallama bersabda, ?Di hari kiamat didatangkan seseorang lalu dicampakkan ke dalam neraka maka terburailah usus-ususnya, dia berputar-putar dengan ususnya seperti seekor keledai berputar-putar pada ikatannya. Maka penghuni neraka mengerumuninya, mereka berkata, ?Hai fulan,  ada apa denganmu? Bukankah dulu engkau mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran?? ia menjawab, ?Benar, aku mengajak kepada kebaikan tetapi aku tidak mengerjakan dan aku melarang dari kemungkaran tetapi aku melakukannya?. (HR. Bukhari : 6/238 dan Muslim : 2989)

Oleh karena itu Nabi shollallahu ?alaihi wa sallama berdo?a kepada Allah memohon perlindungan dari ilmu yang tidak bermanfaat,

“????? ??? ???? ?? ?? ??? ?? ???? ??? ??? ?? ????? ??? ??? ?? ???? ? ??? ???? ?? ????”

?Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu?, dari nafsu yang tidak puas, dan dari do?a yang tidak didengar?. (HR. Muslim : 1295, At-Tirmidzi dan An Nasai (8/263) dari hadits Zaid bin Arqom)

Sahabat Abu Darda? rodhiyallahu ?anhu berkata, ?Yang aku takuti di hari kiamat adalah ketika dikatakan kepadaku, ?Apakah engkau mengetahui atau tidak? Aku menjawab, ?Aku mengetahui?. Maka tidak ada satupun ayat dari Kitabullah yang memerintahkan atau melarang melainkan mendatangiku menanyakan perintah dan larangannya. Ayat yang memerintahkan bertanya apakah engkau kerjakan? Dan ayat yang melarang bertanya apakah engkau tinggalkan? Maka Aku berlindung kepada Allah dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu?, dari nafsu yang tidak puas, dan dari do?a yang tidak didengar?. (diriwayatkan oleh Al Baihaqy, Ad Darimy dan Ibnu Abdil Barr dari beberapa jalan dari Abu Darda?).

Ya Allah .. berapa banyak orang yang mengingatkan manusia kepada Allah sementara dia sendiri lupa kepadaNya. Berapa banyak orang yang menakut-nakuti manusia dengan Allah ternyata dia lancing dan berani menentang Allah. Berapa banyak orang yang mengajak manusia mendekatkan diri kepada Allah, dia malah jauh dari Allah. Berapa banyak orang yang menyeru mengajak manusia kepada Allah sedangkan dia sendiri malah lari dari Allah dan berapa banyak orang yang membaca Kitabullah lalu dia melepaskan dirinya dari ayat-ayat Allah ?

Sungguh, jika ilmu tidak memotivasi pemiliknya untuk menjalankan ibadah kepada Allah Jalla wa ‘Ala maka tidak ada nilainya. Jika ilmu tidak membuat pemiliknya dekat kepada Allah tidak ada gunanya. Dan jika ilmu tidak mewariskan kepada pemiiknya al khosy-yah (takut) kepada Allah tidak ada kebaikan padanya.

Jadi ilmu yang mu’tabar secara syar’I itu adalah  ilmu yang mendorong pemiliknya untuk beramal dengan segala perkara yang dapat mendekatkan dia kepada Allah ‘Azza wa Jalla, menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya, berhenti dibatasan yang ditetapkan Allah.

Semoga Allah Ta?ala menganugerahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat serta menjauhkan dari ilmu yang tidak bermanfaat .. amin.

??..

??? ???? ?????? ??????

Saudaraku ?

Apa hukumanmu terhadap seorang yang engkau berikan sesuatu dari hartamu agar ia mengelolanya dengan cara yang telah disepakati, lalu ia mengingkari hartamu itu?

Jika engkau berkuasa dan sanggup untuk menghukumnya, apa yang akan engkau lakukan dengannya?

Apa hukumanmu terhadap seorang yang melanggar kehormatan rumahmu, dan merusak harga diri serta hartamu?

Apa yang lakukan padanya, kalau engkau mempunyai kekuatan dan kemampuan?

Apa hukumanmu terhadap seorang yang mengintip-intip aib rumahmu, mengintai keluargamu dari celah pintu?

Kalau urusan ini diangkat kepadamu, dan diserahkan kepadamu untuk memutuskan hukuman atas perbuatannya ini, apa hukuman yang akan engkau berikan kepada orang ini?

Saudaraku, kalau ditanyakan kepadamu kenapa engkau jatuhkan hukuman itu kepadanya?

Mungkin engkau terheran-heran dengan pertanyaan ini, dan engkau jawab, “Dia telah menyakiti diriku, keluarga dan juga hartaku”. Ya,  Apalagi yang engkau tunggu setelah perbuatanya itu? Dia berhak mendapatkan hukuman yang berat. Bahkan kalau ada lagi hukuman yang lebih berat dari itu kita tidak akan ragu untuk menjatuhkannya kepadanya.

Baiklah!

Apa hukumanmu terhadap orang yang menyakiti Allah dan RasulNya?

Mungkin engkau akan berkata, siapa yang berani melakukan itu?

Sabar, jangan tergesa-gesa menghukumi saudaraku. Bisa jadi engkau termasuk orang yang menyakiti Allah dan RasulNya! (semoga saja tidak seperti itu)

Dengarkanlah firman Robbmu,

? ????? ????????? ????????? ??????? ??????????? ?????????? ??????? ??? ?????????? ???????????? ????????? ?????? ???????? ????????? ? [??????? : 57 ].

Artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan RasulNya, Allah melaknat mereka di dunia dan akhirat serta menyiapkan untuk mereka azab yang hina”.

Tahukah engkau bagaimana itu bisa terjadi?

Dengan mendustai Allah, dengan mencelaNya, dengan mensifatiNya dengan sifat lemah, atau menisbatkan anak kepadaNya, atau sekutu atau menandingi perbuatanNya dalam penciptaan.

Dengarkanlah hadits Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama, ”

(( ?? ??? ???? ??? ??? ???? ?? ???? ? ????? ?? ????? ? ?? ??????? ??????? ))

“Tidak ada yang lebih sabar terhadap gangguan yang didengarnya dari pada Allah, mereka mengangapNya mempunyai anak, kemudian Ia membiarkan mereka dan memberi mereka rizki”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan dengarkan juga hadits Nabimu shollallahu ‘alaihi wasallama tentang para pelukis (makhluk yang hidup),

(( ???? ????? ????? ??? ??????? ????? ?????? ???? ???? ))

“Manusia yang paling keras azabnya di hari kiamat adalah orang-orang yang meniru-niru ciptaan Allah”. (Muttafaqun ?Alaih)

Oleh karena itu Allah mengingatkan kita terhadap siksaNya,

? ??????????????? ?????? ???????? ??????? ?????? ?????????? ? [?? ????? : 28]

?Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. dan Hanya kepada Allah kembali (mu)?.

Allah Ta’ala telah memberikan peringatan kepada kita atas kemungkaran-kemungkaran dan kekejian yang apabila seorang hamba mengerjakannya maka ia dengan perbuatannya itu telah menyakiti Robbnya.

Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda,

(( ?? ?? ??? ???? ?? ???? ? ?? ??? ??? ??? ???????))

“Tidak ada yang lebih cemburu dari pada Allah, oleh karena itu Ia mengharamkan perbuatan keji”. (HR. Muslim)

Wahai saudaraku yang tercinta,

Apa yang engkau lakukan kalau engkau melihat  seseorang menghentikan seorang wanita  di jalan kemudian ia menciumnya?

Jika engkau sanggup mencegahnya apakah engkau akan mencegahnya atau tidak?

Dan bagaimana pula kalau engkau bersama putrimu, apakah engkau rela ia menonton pemandangan ini dengan kedua matanya, ataukah engkau berusaha secepatnya membawanya menjauh dari pemandangan ini. Apakah engkau rela kalau putrimu adalah wanita yang dihentikan oleh laki-laki itu lalu ia melakukan perbuatan tersebut dengannya? Bagaimana kalau pemandangan ini terjadi dirumahmu?

Apa pendapatmu jika engkau mengundang laki-laki dan wanita itu kerumahmu. Apakah engkau akan memberikan kesempatan kepada mereka untuk berbuat apa yang mereka inginkan, bahkan engkau kumpulkan keluargamu; istri, putra dan putrimu, ibu dan saudarimu untuk menyaksikan pemandangan ini?

Apa vonismu terhadap laki-laki seperti ini?

Jika itu memang terjadi, apa yang akan engkau katakan dan engkau perbuat?

Mungkin engkau akan mengatakan, ?ini tidak sejalan dengan sifat-sifatku sebagai seorang laki-laki?.

Engkau benar, seperti ini tentu tidak diridhoi oleh seorang laki-laki yang memiliki hati dan karakter seorang laki-laki sejati membuat manusia tidak menyetujui hal seperti itu.

Akan tetapi, inilah realita yang terjadi setiap hari di kebanyakan rumah-rumah kaum muslimin. Bahkan mereka menganggap biasa hal tersebut!!

Apa beda antara yang saya gambarkan dengan apa yang ditampilkan di layar televisi di rumahmu? Janganlah berusaha untuk menipu diri sendiri, dan janganlah engkau menghiasi kebatilan!! Kenapa engkau masih saja suka menyaksikan film, sinetron dan acara tv lainnya yang tidak sepi dari kemungkaran??!! Padahal engkau telah mengetahui hukumnya!!

Apa pendapatmu?!

Apakah engkau akan mengatakan, “Ah, itukan hanya film .. sinetron”. Relakah engkau menjadi seorang dayyuts?!

Kalau putrimu atau istrimu melakukan perbuatan itu, lalu ia berkata kepadamu, “Aku hanya memerankan perbuatan itu seperti yang kami saksikan”. Mungkinkah darah mengelegak di dalam nadi-nadimu, atau cukup bagimu dia beralasan ini hanya film atau drama untuk membungkammu, kemudian engkau mengatakan kalau begitu itu bukan yang sebenarnya?!!

Saya yakin, engkau akan merasa tersakiti dengan itu.

Lantas bagaimana menurutmu orang yang menyakiti Allah Ta’ala dan RasulNya shollallahu ‘alaihi wa sallama?

Apa itu mungkin terjadi?!

Engkau dengan rokokmu yang tidak berhenti mengepulkan asap!

Engkau dengan solekan dan hiasanmu yang engkau bawa di hadapan orang-orang yang bukan mahrommu!

Engkau dengan ikhtilat (campur-baur)mu dengan wanita-wanita bukan mahrom!

Engkau dengan ghibah dan namimahmu!

Engkau dengan transaksi ribawimu!

Engkau dengan perbuatan mungkar dan maksiatmu serta mendiamkannya terjadi di depan matamu padahal engkau sanggup mengingkarinya!

Engkau ketika suka tersebarnya perbuatan keji di tengah orang-orang beriman!

Engkau dengan kelalaianmu dalam menjalankan keta’atan!

Engkau dengan penolakanmu terhadap syari’at islam!

Apakah itu tidak termasuk menyakiti Allah dan RasulNya?

Apa prasangkamu terhadap Robbmu hai saudaraku??

? ????? ???????? ??????? ????? ???????? ??????????? ???????? ?????????? ?????? ???????????? ?????????????? ???????????? ??????????? ??????????? ?????????? ?????? ??????????? ? [ ????? : 67]

Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi dia dari apa yang mereka persekutukan.

Apa prasangkamu terhadap Robbmu?!

Apakah engkau mengira bahwasanya Allah lemah dan tidak kuasa?!

Apakah engkau mengira bahwasanya Allah tidak sanggup menurunkan kepada kita hukuman atau hujan batu dari langit?

Apakah engkau mengira bahwa Allah tidak melihat dan tidak mendengar?!

Apakah engkau mengira bahwasanya Allah bukan Aziz (Maha Perkasa) dan Dzu Intiqoom (memiliki pembalasan)?!

Apa yang ada dalam benakmu saudaraku, ketika engkau menentang dan menantang Robbmu serta meremehkan Kalam Robbmu?

Realitamu seolah-olah mengatakan sesungguhnya Allah tidak kuasa atasmu, aku merdeka melakukan apa saja yang kuinginkan dan kumau, tidak pantas bagi Allah untuk ikut campur urusanku!!

Apa prasangkamu hai saudaraku

Ketika engkau bersikukuh melakukan mu’amalahmu tidak sesuai dengan apa yang telah disyari’atkan Allah untuk kita?

Engkau masih saja melakukan mu’amalah ribawiyah, alasanmu hanyalah bahwasanya dunia semuanya melakukan itu, seolah-olah Robbmu harus meridhoi perbuatan manusia ini. Dan engkau masih saja dengan sikap keras kepalamu, kesombonganmu, seolah-olah engkau tidak ridho kecuali kalau engkau memusuhi dan menantang Robbmu!!

Apa yang engkau pikirkan saudaraku!

Ketika engkau masih saja larut dalam kemungkaran dan perbuatan keji yang dilarang Allah? Seolah-olah dirimu telah menganggap baik perbuatan mungkar, dan hatimu puas dengan perbuatan-perbuatan keji itu?!

Apa yang engkau tunggu dari Robbmu?!.

? ???? ?????????? ?????? ??? ??????????? ????????????? ???? ???????? ??????? ???? ???????? ?????? ?????? ??????? ?????? ??????? ?????? ?????? ??????? ??? ??????? ??????? ??????????? ???? ?????? ??????? ??? ?????? ???? ???????? ??? ??????????? ??????? ???? ??????????? ?????? ???????????? ? [??????? : 158].

Artinya, ?Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka) atau kedatangan (siksa) Tuhanmu atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: “Tunggulah olehmu Sesungguhnya kamipun menunggu (pula)”.

Terakhir .. seruanku untukmu wahai saudaraku,

? ????? ?????? ?????????? ????? ????????????? ?????? ??????? ?????? ??????????? ??? ????????? ??????? ????????? ?????? ???? ??????? ?????????????? ?????? ???????? ??????? ? [ ??? : 93].

Artinya, ?Dan (Dia berkata): “Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, Sesungguhnya akupun berbuat (pula). kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. dan tunggulah azab (Tuhan), Sesungguhnya akupun menunggu bersama kamu.”

? ???? ??? ?????? ?????????? ????? ????????????? ?????? ??????? ???????? ??????????? ??? ??????? ???? ????????? ???????? ??????? ??? ???????? ????????????? ? [ ??????? : 135]

Artinya, ?Katakanlah: “Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, Sesungguhnya akupun berbuat (pula). kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik di dunia ini. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapatkan keberuntungan.?

Semoga Allah Ta?ala membimbing langkah kita untuk kembali ke jalan yang lurus dan meneguhkan kita di atasnya hingga desah nafas terakhir .. amin.

BAGAIMANA KALAU NABI SHOLLALLAHU 'ALAIHI WASALLAMA ADA DI TENGAH-TENGAH KITA?

??? ???? ?????? ??????

BAGAIMANA KALAU NABI SHOLLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAMA ADA DI TENGAH-TENGAH KITA?

Saudaraku tercinta,

Bagaimana kalau Nabi shollallahu ‘alaihi wasallama ada di antara kita?

Kalau pertanyaan ini diajukan kepadamu, apa jawabanmu?

Apakah engkau akan menjadi salah seorang pengikutnya ataukah termasuk kelompok yang menentang dan memeranginya?

Apakah engkau akan menjalankan apa yang ia perintahkan dan meninggalkan apa yang dilarangnya atau bagaimanakah sikapmu terhadap perintah dan larangannya?

Apakah engkau termasuk orang-orang yang menjauh dari majelis-majelisnya ataukah termasuk orang-orang yang senantiasa mengikuti setiap jengkal langkahnya?

Tahukah engkau wahai saudaraku, bahwasanya ada sekelompok orang yang meneriakan yel yel bahwasanya mereka beriman kepada Allah dan Rasul-Nya akan tetapi mereka lebih mencintai diri mereka sendiri dari pada keduanya.

Tahukah engkau wahai saudaraku, bahwasanya orang-orang munafikin dulu memperlihatkan kepada Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama seolah-olah mereka bersamanya. Apabila mereka meninggalkannya, berkumpul sesame mereka, mereka gigit jari saking bencinya kepada beliau.

Saudaraku,

Aku ingin engkau membuka Mushafmu, mari bersama kit abaca ayat-ayat di dalam Kitabullah yang mewajibkan kita mengikuti (ittiba’) Nabi shollallahu ‘alaihi wasallama. Dan ittiba’ ini wajib semasa beliau hidup maupun setelah wafatnya. Allah tidak mewajibkan kepada kita mengikutinya ketika dia hidup, lalu sepeninggalnya kita bebas-bebas saja memilih mau mengikutinya atau tidak.

Bukalah Mushafmu saudaraku,

-          Bukalah surat Ali Imron ayat 164

{ ??? ?? ???? ??? ???????? ?? ??? ???? ????? ?? ?????? ????? ????? ????? ??????? ??????? ?????? ??????? ??? ????? ?? ??? ??? ???? ???? }

Artinya, “Sungguh Allah Telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al hikmah. dan Sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

-          Surat An Nisa’ ayat 65

{ ??? ???? ?? ?????? ??? ?????? ???? ???? ????? ??? ???????? ?? ?????? ???? ??? ???? ??????? ?????? }

Artinya, “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, Kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”

-          Surat At Taubah ayat 128,

{ ??? ????? ???? ?? ?????? ???? ???? ?????? ???? ????? ????????? ???? ???? }

Artinya, “Sungguh Telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin.”

-          Surat Al Ahzab ayat 21

{ ??? ??? ??? ?? ???? ???? ???? ???? ??? ??? ???? ???? ?????? ????? ???? ???? ????? }

Artinya, “Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

-          Surat Al Ahzab ayat 36,

{ ??? ??? ????? ??? ????? ??? ??? ???? ?????? ???? ?? ???? ??? ?????? ?? ????? ??? ??? ???? ?????? ??? ?? ????? ????? }

Artinya, “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya Telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya Maka sungguhlah dia Telah sesat, sesat yang nyata.”

Apakah makna ayat-ayat ini meresap dalam relung-relung hatimu?

Tidakkah engkau tahu bahwasanya setiap perkara yang kecil ataupun yang besar dalam kehidupan seorang muslim harus berpedoman kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya shollallahu ‘alaihi wa sallama?!

Tidakkah engkau mengetahui bahwasanya seluruh kehidupan muslim sepatutnya tunduk kepada Kitab Robbnya dan Sunnah Rasul-Nya shollallahu ‘alaihi wa sallama?!

{ ?? ?? ????? ????? ?????? ?????? ??? ?? ???????? . ?? ???? ?? ????? ???? ???? ??? ???????? }

Artinya, “Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan Aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (Al An’am : 162-163)

Lantas apa yang membuatmu enggan dan berat mengikuti Rasulmu shollallahu ‘alaihi wasallama. Jika Nabi Muhamad shollallahu ‘alaihi  wa sallama telah wafat sesungguhnya Allah yang kita ibadati Maha Hidup tidak pernah mati.

{ ????? ??? ???? ???? ?? ???? ???? ????? }  ( ??????? : 58 )

Artinya, “Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. dan cukuplah dia Maha mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.”

{ ??? ???? ??? ???? ?? ??? ?? ???? ????? ???? ??? ?? ??? ???????  ??? ??????? ??? ????? ??? ????? ??? ??? ???? ???? ?????? ???? ???????? (144) }  ( ?? ????? : 144 )

Artinya, “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh Telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? barangsiapa yang berbalik ke belakang, Maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”

Saudaraku tercinta, bukankah kita dulu tersesat lalu Allah menunjuki kita dengan RasulNya shollallahu ‘alaihi wa sallama?!

Sekarang saya tanyakan kepadamu, dan jawablah dengan lisan, hati dan perbuatanmu!

Kalau Nabi shollallahu ‘alaihi wasallama ada di tengah-tengah kita, lalu ia memerintahkan kita,

-          Untuk menegakkan sholat lima waktu berjama’ah di masjid, apakah engkau ikuti atau tidak?

-          Ia memerintahkan  wanita menutup aurat dan berhijab apakah engkau patuhi atau tidak?

-          Ia memerintahkan kita beriltizam dalam penampilan kita sesuai dengan sunnahnya shollallahu ‘alaihi wa sallama, apakah engkau ta’ati atau tidak?

-          Ia memerintahkan kita makan dan minum dengan tangan kanan, melarang kita makan dan minum dengan tangan kiri, apakah kita jalankan atau tidak?

-          Ia memerintahkan kita untuk tidak ber-ikhtilaath apakah kita lakukan atau tidak?

-          Kalau Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallama memilihmu sebagai utusan ke suatu negeri untuk berdakwah, mengajarkan mereka ajaran Din ini, apakah engkau pantas mengemban tugas ini atau tidak?

-          Ia memerintahkan kita berpegang teguh dengan Kitabullah dan Sunnahnya, sebagaimana haditsnya,

???? ???? ????? ?? ????? ????? ( ?? ?????? ???? ) ???? ???? ?????

Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat setelahnya, selama kalian berpegang teguh dengan keduanya, yaitu; Kitabullah dan Sunnahku’. (HR. Malik dengan mursal dan Al Hakim dan iya menshohihkannya, dishohihkan oleh Al Albany sebagaimana di Al Hadits Hujjatun Binafsihi 32)

Apakah engkau termasuk orang yang berpegang teguh dengan keduanya ataukah orang-orang yang mencampakannya ke belakang?

Saudaraku, kalau Nabi Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama ada di tengah-tengah kita, apakah engkau termasuk orang yang di dekatkan ke majlisnya ataukah orang yang dijauhkan dari majelisnya?

Duhai saudaraku

Apabila kelak kita bertemu Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama di hari kiamat, di telaganya, apakah engkau mengira bahwasanya engkau berhak mendapatkan uluran minuman air telaga dari tangan beliau yang mulia ataukah termasuk orang yang dikatakan kepadanya ketika itu, “Celaka, celaka bagi orang-orang yang merobah (agamaku) setelahku”. (HR. Ahmad dan dishohihkan oleh Al Albany)

Dari sekarang, mulai detik ini saya tidak ingin engkau  menutup lembaran ini melainkan telah engkau siapkan tekadmu untuk beramal, supaya engkau termasuk pengikut Nabi Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama, mengamalkan firman Allah Ta’ala,

{ ???? ???????? ????? ????? ????? ?????? ???? ????? ??? ??? ??? ???? ?? ?????? ??? ???????? ?? ????? ????????? ????? ????? ?????? ????? ?????? ???? ???????? ???? ????? ???? ??? ??? ??????? ??? ???? ?? ???? ???? ???? }( ????? : 62 ) .

Artinya, “Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mukmin ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka Itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, Maka apabila mereka meminta izin kepadamu Karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dan firman-Nya,

{ ?????? ????? ????? ????? ???? ?????? ?? ???????? . ?? ??? ???? ??????? ??? ????? ?? ??????? ?? ??????? ?? ???? ???? ??? ?????? ??????? ?? ???? }  ( ?????? : 119 ? 120 ) .

Artinya, “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri rasul”.

Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita semua pengikut sejati Nabi Muhamad shollallahu ‘alaihi wasallama, amin.

BAIT-BAIT SYA'IR PILIHAN

manusia bentuknya sama
ayah mereka Adam, ibu mereka Hawa.

***

betapa aku musuhi teman karena teman
keduanya berdamai, tinggallah aku dalam permusuhan.

***

burung-burung hinggap di tempat biji ditaburkan
rumah para dermawan pasti banyak dikunjungi.

***

nantilah buah kebaikan jika engkau berbuat baik.
jangan takut keburukan jika engkau tak berbuat buruk.

***

apabila engkau punya hati qona’ah
maka engkau dan raja dunia adalah sama.

***

kemiskinan tak akan membuat orang berakal hina.
kekayaan pun tak berguna bagi orang yang bodoh.

***

apabila pujian kepada seseorang melebihi kedudukannya.
sejatinya itu adalah di atas segala celaan.

***

dengan ilmu seseorang hidup sepanjang kehidupan
pabila ia mati, dia dihidupkan oleh namanya yang harum.

MAKNA KALIMAT SALAF

“?: ???? ??????? ????? ????? ??? ?? ???????? . . . ?

? : ????? ?? ??? ????? ???????? ???????? ????? ??? ???? ???? ???? ?? ??????? ??? ???? ???? ??? ??? ??? ????? ??? ??? ???????? ???? ??? ??? ???? ?? ?????? ??????? ??? : “?? ?? ??? ??? ??? ?? ??? ???? ????? ???????… ” .

Pertanyaan : Saya ingin mengetahui tafsir kalimat salaf dan siapa yang dimaksud dengan salafiyyun?

Jawaban : salaf , mereka adalah Ahlus Sunnah wal Jama?ah, orang-orang yang mengikuti Nabi Muhamad shollallahu ?alaihi wa sallama, mulai dari sahabat rodhiyallahu ?anhum dan orang-orang yang berjalan di atas jalan mereka sampai hari kiamat. Ketika Nabi shollallahu ?alaihi wa sallama ditanya tentang Al Firqoh An Najiyah (golongan yang selamat) beliau menjawab, ?Mereka adalah orang yang berada di atas semisal apa-apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya hari ini?. (Fatawa Al-Lajnah Ad Daimah no. 6149, 2/164)

“?: ?? ?? ??????? ??? ????? ???? ?

? : ??????? ???? ??? ????? ?????? ?? ????? ???? ???? ??? ???? ???? ???? ????? ????? ?? ??? ?????? ??????? ?????? {??? ???? ????} ????? ??? ??? ???? ???? ??? ???? ???? ???? ?????? ?? ????: {??? ????? ???? ?? ????? ?????? ?? ????? ?????? ?? ??? ????? ???? ????? ????? ????? ?????? ??????} ???? ?????? ???? ?? ????? ???????? ?????? ????????? ??? ???? ???? ??? ?????? ??? ???? ????? ??? ????? ????? ??? ????? ????? ?? ????? ?????? ?????? ??????? ?????? ?????? ???? ?????? ???? ??? ????? ????????. ?????? ??????? ???? ???? ??? ????? ???? ???? ????? ????”.

Pertanyaan : apa yang dimaksud dengan salafiyyah dan apa pandangan anda padanya?

Jawaban : As Salafiyyah adalah penisbatan kepada salaf , dan salaf adalah sahabat Rasulullah shollallahu ?alaihi wa sallama serta imam-imam petunjuk dari generasi tiga periode pertama (rodhiyallahu ?anhum), yang mana Rasulullah shollallahu ?alaihi wa sallama telah bersaksi untuk kebaikan mereka di dalam sabdanya, ?Sebaik-baik manusia adalah masaku, kemudian orang-orang sesudahnya, kemudian orang-orang sesudahnya. Kemudian datanglah kaum-kaum yang kesaksian salah seorang mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului kesaksiannya?. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam Munadnya, Bukhari dan Muslim.

Dan As-Salafiyyun adalah bentuk jama? dari kata As-Salafy yaitu penisbatan kepada salaf. Dan maknanya telah dijelaskan di depan, yaitu mereka adalah orang-orang yang  berjalan di atas minhaj (jalan) dengan mengikuti Al Kitab dan Assunnah serta  berdakwah kepada keduanya dan mengamalkan keduanya. Maka dengan demikian mereka adalah Ahlus Sunnah wal Jama?ah. Wabillahit Taufik wa shollallahu ?ala Nabiyyinaa Muhammadin wa Aalihi wa Shohbihi wa Sallama?. (Fatawa Al Lajnah Ad Daimah no. 1361, 1/165)

LEBIH PANDIR DARI KELEDAI

??? ??? ????? ???? ???? :
?? ????? ?????? -???? ?? ???? ????????? – ?? ????? ???? ?? ????? ?? ??? ????? ?? ????? ?? ???? ????? ????? ?????? ???? ??? ??? ???? ? ????? ??? ????? ???? ?????? ?? ?????? ???? ??? ?? ??? ????? ??? ?? ???? ?????? ??? ????? – ??? ???????? – ??? ???? ?? ??????

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, ?Salah satu kelebihan keledai ? padahal ia adalah hewan paling pandir -  bahwasanya seseorang berjalan membawanya kerumahnya dari tempat yang jauh dalam kegelapan malam, maka keledai itu bisa mengenal rumah tersebut. Apabila dilepaskan (dalam kegelapan) dia bisa pulang kerumah tersebut, serta mampu membedakan antara suara yang memerintahkannya berhenti dan yang memerintahkan berjalan. Maka barangsiapa yang tidak mengenal jalan kerumahnya ? yaitu surga ? dia lebih pandir dari pada keledai?. (Syifaul ?Aliil : 1/74)

SUDAH SALAFYKAH AKHLAKMU??!!

SUDAH SALAFYKAH AKHLAKMU??!!

Saudaraku, mungkin engkau balik bertanya kepadaku, kenapa hal itu engkau tanyakan?! Tidakkah engkau melihatku memelihara jenggot dan memendekkan ujung celanaku di atas mata kaki? Tidakkah engkau tahu bahwa aku rajin mengaji, duduk di majelis ilmu mendengarkan Kitabullah dan Hadits Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama yang disyarahkan oleh ustadz-ustadz salafy?

Sabar saudaraku, tenanglah aku tidak meragukan semua yang engkau katakan. Engkau tidak pernah absen menghadiri majelis ilmu, penampilanmu juga menunjukkan bahwa engkau berusaha untuk meneladani generasi salafus sholeh.

Tapi, tahukah engkau saudaraku .. (Ahlus Sunnah sejati adalah orang yang menjalankan islam dengan sempurna baik akidah maupun akhlak. Tidak tepat, jika ada yang mengira bahwasa seorang sunny atau salafy adalah orang meyakini I’tiqod Ahlus Sunnah tanpa memperhatikan aspek perilaku dan adab-adab islamiyah, serta tidak  menunaikan hak-hak sesama kaum muslimin.)[1].

Maafkan aku jika kata-kataku ini menyakitkan hatimu, tetapi hatiku tak tahan lagi untuk tidak mengatakannya, karena aku mencintaimu karena Allah, aku inginkan yang terbaik untukmu semoga Allah Ta’ala memperlihatkan kepada kita kebenaran itu sebagai suatu kebenaran dan membimbing kita untuk mengikutinya. Dan semoga Ia memperlihatkan kepada kita kebatilan itu sebagai suatu kebatilan serta menganugerahkan kepada kita taufik untuk menjauhinya.

Berapa banyak orang yang dibutakan dari kebenaran, dan tidak sedikit pula yang melihat kebenaran tetapi enggan mengikutinya. Berapa banyak pula orang yang mengira kebatilan adalah kebenaran dan tidak sedikit pula orang yang mengetahui kebatilan tapi masih saja mengikutinya.

Ya Allah .. berilah kami petunjuk dan luruskanlah kami ?

Saudaraku,

Sikapmu yang kurang menghargai orang yang lebih tua darimu dan angkuh terhadap orang yang lebih muda darimu, dari mana engkau pelajari?!

Lupakah engkau hadits yang pernah kita pelajari bersama,

??? ??? ?? ?? ???? ?????? ? ???? ??????

Artinya, “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak mengasihi yang lebih kecil dan tidak menghormati yang lebih besar”. (HR. At-Tirmidzi dari sahabat Anas rodhiyallahu ‘anhu dan dishohihkan oleh Al Albany di Shohih Al Jami’ no. 5445)

aku teringat hari itu, walaupun setiap mengingatnya hati ini merasa sedih dan resah. Ketika engkau dan beberapa orang lainnya menghadiri undangan. Turut hadir ketika itu orang-orang awwam yang di antaranya  usia lebih tua dari kita. Ketika engkau masuk ke majelis lalu mengucapkan salam dan menjabat  tangan semua yang duduk kecuali bapak itu, engkau menyalami orang yang duduk di samping dan belakang bapak itu, lalu engkau duduk se-enaknya di depan bapak itu tanpa sedikit senyuman apalagi menjabat tangannya!!

Owh ..jelas benar guratan sedih dan perasaan aneh yang menyemburat dari wajah bapak tersebut. Sampai aku pun malu duduk di situ, kalau  bisa ingin rasanya aku untuk tidak hadir di situ dan saat itu..

Saudaraku, katakanlah kepadaku agar aku tidak berburuksangka kepadamu,

-          Apa yang memberatkan bibirmu untuk memberikannya sedikit senyuman walaupun hambar?! Padahal engkau tahu Nabi kita shollollahu ‘alaihi wa sallama bersabda,

????? ?? ??? ???? ?? ????

“Senyumanmu dihadapan saudaramu adalah sedekah bagimu”. (HR. At-Tirmidzi, Bukhari di Adabul Mufrod dan Ibnu Hibban, Ash-Shohihah oleh Al-Albany no. 572)

-          Apa yang membuat lidahmu kelu untuk menyapa walau hanya dengan tiga aksara “Pak”.

-          Apa yang membuat tanganmu lumpuh untuk menjabat tangannya?! Seperti engkau menjabat tangan yang lainnya?! Tidakkah engkau pernah membaca atau mendengar bahwa salafunas sholeh menjabat tangan anak-anak ketika bertemu, lantas bagaimana kalau dia lebih tua darimu?

?? ???? ?? ????? ???: ???? ??? ?? ???? ????? ?????? ??????: ?? ???? ????: ???? ???? ???? ???? ??? ???? ??????? ????: “???? ???? ???”

Dari Salamah bin Wardaan ia menuturkan, “Aku melihat Anas bin Malik menjabat tangan manusia, maka ia bertanya kepadaku, ‘Engkau siapa?’. Aku menjawab, ‘Maulaa Bani Laits’. Lalu ia mengusap kepalaku tiga kali seraya berkata, ‘Semoga Allah memberkahimu”. (HR. Bukhari di Adabul Mufrod, Syaikh Al-Albany mengatakan, “Shohihul Isnad”)

Dari Al-Barro’ bin ‘Azib rodhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Termasuk kesempurnaan tahiyyah (salam) engkau menjabat tangan saudaramu”. (HR. Bukhari di Adabul Mufrod, Syaikh Al-Albany mengatakan, “Isnadnya shohih mauquf”).

Jawablah saudaraku! Bukankah dia juga seorang muslim? Apakah karena dia tidak berjenggot seperti dirimu dan celananya masih menutupi mata kaki??

Tidak saudaraku .. tidak! sejak kapan  salam dan jabat tangan hanya khusus untuk orang-orang yang penampilan sama sepertimu atau orang-orang yang menghadiri majelis ilmu saja?!

Sikapmu inilah yang barangkali dapat menghambat dakwah salafiyah di terima oleh kaum muslimin. Membuat mereka merasa dijauhi dan dipandang sebelah mata.

Saudaraku .. ketika engkau mengaku seorang salafy tetapi dengan sikap dan akhlakmu yang jauh dari akhlak salafus sholeh engkau telah ikut menghalangi dan menghambat dakwah yang hak ini.

Semoga Allah merahmati Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, beliau berkata di  akhir kitab Al Aqidah Al Wasithiyyah setelah menyebutkan pokok-pokok akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, “Kemudian mereka (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) disamping pokok-pokok ini, mereka mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran sesuai dengan apa yang diwajibkan syari’at. Mereka memandang tetap menegakan haji, jihad, sholat jum’at dan hari raya bersama para pemimpin yang baik maupun yang keji. Mereka menjaga (sholat) jama’ah, dan melaksanakan nasehat untuk umat. dan mereka meyakini makna perkataan Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama,

?????? ?????? ???????? ??? ???? ????? ???? ??? ??????

“Seorang mukmin bagi mukmin lainnya adalah laksana bangunan yang kokok saling menguatkan satu dengan lainnya”. Lalu beliau menjalin di antara jari-jemarinya.(HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Musa rodhiyallahu ‘anhu)

Dan sabdanya,

??? ???????? ?? ?????? ???????? ???????? ???? ????? ??? ????? ??? ??? ????? ?? ???? ????? ?????? ??????

“Perumpamaan orang-orang beriman dalam saling mencintai, menyayangi dan mengasihi adalah seperti satu tubuh, apabila salah satu anggota tubuh merasakan sakit, seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur”. (HR. Bukhari dan Muslim dari An Nu’man bin Basyir rodhiyallahu ‘anhu)

Mereka mengajak bersabar menghadapi ujian, bersyukur ketika lapang, dan ridho dengan pahitnya qodho’.  Mereka mengajak kepada akhlak-akhlak yang mulia dan perbuatan-perbuatan baik, dan meyakini makna perkataan Nabi shollallahu ‘alaihi wasallama,

???? ???????? ??????? ?????? ?????

“Mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlak-akhlaknya”. (HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Mereka mendorong untuk menyambung hubungan dengan orang yang memutus hubungannya denganmu, memberi orang yang tidak mau memberimu, mema’afkan orang yang menzalimimu, memerintahkan untuk berbakti kepada kedua orangtua, dan begitu juga mereka memerintahkan untuk menyambung silaturrahim, bertetangga dengan baik, melarang sifat angkuh, sombong, zalim dan merasa lebih tinggi dari makhluk dengan hak atau tidak dengan hak. Mereka memerintahkan kepada budi pekerti yang tinggi dan melarang dari akhlak yang tercela.

Dan seluruh apa yang mereka katakan dan kerjakan dari ini dan yang lainnya, sesungguhnya mereka dalam hal itu mengikuti Al Kitab dan As Sunnah. Jalan mereka adalah Dinul  Islam yang Allah mengutus Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama dengannya”. (Al Akidah Al Wasithiyyah, hal. 129-131).

Saudaraku, aku yakin engkau adalah seorang yang berjiwa besar dan bisa berlapang dada menerima nasehat, karena itu marilah kita perbaiki kekurangan-kekurangan kita dalam meneladani akhlak salaf sehingga sempurna pula ittiba’ kita kepada Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama.

Semoga Allah Ta’ala membimbing kita untuk meniti jalan  Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama dan mengikuti jejak-jejak salafush sholeh baik dalam akidah, ibadah, mu’amalah, akhlak, dan hubungan antara sesama, amin.


[1] An Nashiihah fiima Yajibu Muro’atuhu ‘indal Ikhtilaaf, oleh Syaikh Ibrahim Ar-Ruhaily (13).

SIAPA YANG AKAN MENYOLATKAN JENAZAHMU KELAK??

??? ???? ?????? ?????? .

SIAPA YANG AKAN MENYOLATKAN JENAZAHMU KELAK?

Saudaraku

Siapa yang akan menyolatkan jenazahmu kelak?

Apakah engkau sudah memilih orang-orang yang akan berdiri mengisi shaf-shaf di belakang jenazahmu, untuk menyolatkanmu?

Pertanyaan yang mungkin terdengar aneh dan membingungkan.

Apa mungkin kita memilih itu? Apakah kita pantas untuk memilih orang yang akan menyolatkan kita?

Jangan gusar saudaraku, sabar .. buka hatimu sebelum membuka mata dan telingamu!

Sudah menjadi kebiasaan, bahwasanya yang akan menyolatkan jenazahmu adalah orang-orang yang engkau cintai dan teman-temanmu, bukankah begitu?

Sekarang cobalah lihat orang-orang di sekelilingmu, lihatlah teman-teman dekatmu, siapa di antara mereka yang pantas untuk menyolatkanmu apakah si A atau si B, apakah dia memang pantas menyolatkanmu?

Saudaraku,

Janganlah menutup mata dari realita yang ada dan jangan sumbat telingamu dari nasehat yang berharga. Bisa jadi kenyataan yang ada memang pahit dan nasehat yang akan engkau dengar menyakitkan. Lapangkanlah dadamu semoga Allah Ta’ala memberkahimu.

Saudaraku, kita harus menelan pahitnya permasalahan ini. Karena itu lebih baik dari kita menelan akibatnya di hari kiamat, di mana tak mungkin lagi mengulangi kehidupan di dunia.

Saudaraku,

-          Siapa yang akan memandikanmu?

-          Siapa yang akan mengafankanmu?

-          Siapa yang akan mengangkat kerandamu?

-          Siapa yang akan menyolatkanmu?

-          Siapa yang akan meletakkanmu di liang lahad?

-          Siapa yang akan mendo’akanmu?

-          Siapa yang akan berdiri di sisi kuburanmu, berdo’a untukmu agar Allah meneguhkanmu ketika malaikat menanyamu?

Jawablah saudaraku!

Siapa yang akan menangisimu?

-          Apakah perokok itu?

-          Ataukah orang yang tidak mau tunduk dan sholat kepada Robbnya ini?

-          Ataukah orang yang meninggalkan puasa dan zakat ini?

-          Ataukah orang yang membiarkan istri dan anak perempuannya bebas berkeliaran di jalanan dan tempat hiburan dengan penampilan yang buruk dan pakaian yang hampir telanjang? Orang yang rela dirinya menjadi seorang Dayyuts?

-          Ataukah orang yang bergelimang maksiat dan dosa besar?

-          Ataukah orang yang tidak memalingkan pandangannya dari wanita bukan mahrom, memandangnya seakan-akan menelanjanginya dengan matanya?

Saudaraku, siapa orang yang engkau inginkan menangisi kematianmu?

-          Apakah temanmu yang mengajakmu ke tempat-tempat minuman keras, ataukah orang yang mengajakmu ke majlis-majlis ilmu?

-          Atau orang yang kalau berbicara, tema pembicaraannya denganmu adalah berita-berita artis, bintang film, penari dan penyanyi, serta menyampaikan kepadamu berita-berita cabul dan keji, ataukah orang yang kalau berbicara kepadamu mengatakan,; Allah berfirman  .. Rasulullah bersabda?

-          Atau orang yang mengajakmu ke tempat hiburan, pantai, sinema dan menghabiskan waktu dengan menonton televisi serta perlombaan-perlombaan ataukah yang mengajakmu ke taman-taman surga?

-          Apakah orang yang mengajak atau  bersamamu main domino, catur dan tenis ataukah orang yang membukakan untukmu lembaran-lembaran Mushaf Al Qur’an?

Saudaraku

Siapa teman dekat dan sahabat akrabmu? Kami bantu engkau untuk memilih sahabat atau teman yang akan menyolatkan jenazahmu esok.

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda,

(( ?????? ??? ?????? ??? ???? ????? ??? ???))

“Janganlah bersahabat kecuali dengan seorang mukmin dan janganlah memakan makananmu kecuali seorang yang bertakwa”. (HR. Ahmad, Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Al Hakim, dihasankan oleh Al Albany, Shohih Al Jami’ no. 7341)

Beliau shollallahu ‘alaihi wasallama juga bersabda,

(( ??? ?????? ?????? ??????? ????? ???? ???? ????? ???? ?????? ? ??????? ?? ???? ????? ?? ?????? ?? ??? ???? ? ???? ?????? ???? ???? ?? ???? ?? ??? ???  ????? ??????))

“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk itu laksana berteman dengan penjual minyak wanig dan pandai besi. Seorang penjual minyak wangi engkau bisa membeli darinya atau setidaknya mendapatkan aromanya. Sedangkan pandai besi akan membakar badanmu atau pakaianmu atau engkau mendapatkan darinya bau yang tidak sedap”. (HR. Bukhari)

Coba engkau renungkan buah dari persahabatan yang baik dengan orang yang baik di dunia sebelum manfaatnya di akhirat!

Rasul kita shollallahu ‘alaihi wasallama mengisahkan,  ada tiga orang dari umat sebelum kalian yang melakukan perjalanan, sehingga mereka terpaksa bermalam di sebuah go’a, tatkala mereka telah memasukinya bebatuan dari atas gunung berjatuhan sehingga menutupi pintu gua. Mereka berkata, ‘Sesungguhnya tidak ada yang akan menyelamatkan kalian dari gua ini kecuali setiap kalian berdo’a kepada Allah dengan amal sholehnya’.

Nabi shollallahu ‘alaihi wasallama menyebutkan di dalam kisah tersebut, bahwasanya orang yang pertama berdo’a dengan amal sholehnya maka terbukalah sedikit pintu gua yang tertutup bebatuan yang longsor itu, akan tetapi mereka belum bisa keluar.

Dan yang kedua berdo’a dengan amal sholehnya, lalu batu yang menutup pintu goa bertambah terbuka namun mereka belum juga bisa keluar darinya.

Dan yang ketiga juga berdo’a dengan amal sholeh maka terbukalah pintu gua tersebut dan merekapun keluar. (kisah ini diriwayatkan oleh Bukhari)

Perhatikan bagaimana persahabatan ini bermanfaat sehingga Allah Ta’ala mengeluarkan semuanya dengan selamat.

Bayangkan saudaraku,

Kalaulah salah seorang dari mereka tidak memiliki kesalehan, niscaya mereka tidak dapat keluar, bahkan bisa jadi semuanya mati, akibat siapa? Akibat maksiat yang seorang itu.

Rasululllah shollallahu ‘alaihi wasallama bersabda,

(( ???? ??? ???? ???? ????? ??? ?????? ?????? ????? ???????? ????? ???????? ????? ???? ??? ))

“Tidaklah seorang muslim wafat, lalu berdiri menyolatkan jenazahnya empat puluh orang yang tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun melainkan Allah jadikan mereka sebagai syafa’at baginya”. (HR. Muslim)

Ini mencakup dua perkara :

Pertama : mereka menjadi syafaat baginya maksudnya tulus berdo’a untuknya memohonkan ampuntan untuknya.

Kedua : mereka adalah orang-orang yang beriman; akidah mereka bersih dari syirik kecil apalagi yang besar.

Saudaraku, kesempatan masih terbentang di hadapanmu.

Tidakkah engkau melihat jenazah dan orang-orang yang berjalan mengiringi di belakangnya, keadaan mereka sama seperti keadaan si mayit. Bukan itu kenyataan yang ada?

Bahkan engkau lihat, orang yang mengantar jenazahmu ini bisa jadi tidak ikut menyolatkanmu, akan tetapi ia menunggu di luar mesjid. Apabila orang selesai menyolatkanmu dia ikut mengangkatmu untuk memasukkanmu ke liang lahad. Bukankah ini realita yang memedihkan yang kita saksikan? Bahkan mungkin engkau sendiri tidak menyolatkan jenazah salah seorang temanmu yang engkau antar.

Mungkin engkau akan mengatakan, lantas apa yang harus aku lakukan? Apa jalan yang harus aku tempuh?

Simaklah kisah berikut ini, yang dikisahkan oleh Nabi kita shollallahu ‘alaihi wasallama, “Dahulu pada masa orang-orang sebelum kalian ada seseorang yang telah membunuh Sembilan puluh sembilah jiwa. Lalu ia bertanya siapa orang yang paling berilmu. Maka ditunjukanlah kepadanya seorang rahib. Ia pun pergi mendatanginya. Ia berkata kepada rabib tersebut, ‘Sesungguhnya aku telah membunuh Sembilan puluh Sembilan jiwa, apakah masih ada taubat untukku? Rahib berkata, ‘Tidak’. Maka ia membunuhnya, genaplah seratus orang dibunuhnya. Kemudian ia menanyakan lagi tentang orang yang paling berilmu (tempatnya bertanya). Ditunjukkanlah kepadanya seorang ‘alim (yang berilmu). Ia mendatanginya dan berkata, ‘Aku telah membunuh seratus orang, apakah masih ada taubat untukku? Ahli ilmu itu menjawab, ‘Ya, siapa yang akan menghalangi antara engkau dengan  taubat?! Pergilah ke negeri ini dan ini, sesungguhnya di sana ada orang-orang yang mengibadati Allah, ibadatilah Allah bersama mereka jangan pulang ke kampungmu, sesungguhnya kampungmu itu tempat yang buruk’.

Berangkatlah ia sehingga di pertengahan jalan, Malaikat Maut mendatanginnya, maka malaikat rahmat dan malaikat azab saling berebut untuk membawa ruhnya. Malaikat rahmat berkata, ‘Ia datang kepada kami dengan bertaubat, menghadap Allah dengan hatinya’. Dan malaikat azab berkata, ‘Dia belum melakukan amal kebaikan sama sekalipun’. Maka Allah mengutus seorang malaikat kepada mereka. Dan memerintahkan kedua malaikat itu mengukur jarak antara ke dua tempat tersebut. Ketempat mana jaraknya yang terdekat denganya maka orang itu untuknya. Maka mereka mengukurnya, mereka mendapatkannya lebih dekat ke negeri yang ditujunya, maka malaikat rahmat membawanya”.

Dalam riwayat lain, “Maka Allah mewahyukan kepada bumi yang ditinggalkannya untuk menjauh dan bumi yang akan ditujunya untuk mendekat”. (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Baihaqy dan  Ibnu Majah)

Saudaraku, inilah berkah keta’atan, berkah bersegera bertaubat.

Dari kisah ini kita petik pelajaran berharga, bahwasanya disukai bagi seorang yang bertaubat meninggalkan tempat-tempat dia dulu melakukan perbuatan dosa, dan teman-teman yang dulu membantunya berbuat maksiat, serta memutus persahabatan dengan mereka selama mereka tidak berobah masih bergelimang lumpur maksiat. Dan hendaklah ia menggantikan mereka dengan berteman dengan orang-orang yang baik dan sholeh, serta ahli ilmu dan ibadah, dan orang-orang yang bisa dijadikan teladan serta berteman dengan mereka mendatangkan manfaat dunia dan akhirat.

Allah Ta’ala memrintahkan kita bertaubat dan kembali kepadaNya,

? ??? ???????? ????????? ??????? ??????? ????? ??????? ???????? ????????? ????? ????????? ??? ????????? ??????? ?????????????? ?????????????? ???????? ??????? ??? ????????? ??????? ? [??????:8].

Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nashuhah, mudah-mudahan Robb kamu mengampuni dosa-dosa kamu dan memasukkan kamu ke dalam surge-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai”.

Dari sekarang saudaraku, jangan tutup halaman ini kecuali engkau telah menutup lembahan-lembaran masa lalumu. Untuk membuka lembaran-lembaran baru yang putih bersih ..awal jalanmu menuju Allah, jalan menuju ridhoNya, jalan menuju Daarus Salam.

? ???????? ??????? ????? ????? ?????????? ????????? ??? ?????? ????? ??????? ???????????? ? [???? : 25]

Artinya, “Dan Allah menyerumu kepada Daarus Salam dan menunjuki orang-orang yang dikehendakiNya kepada jalan yang lurus”.

Ya Allah, tunjukilah kami kepada jalanMu yang lurus, dan kumpulkanlah kami kelak di hari kiamat bersama para nabi, orang-orangh yang shiddiq, orang-orang yang mati syahir dan orang-orang yang sholeh, merekalah sebaik-sebaik teman, Allahumma Aamiin.

BAGAIMANA KALAU NABI SHOLLALLAHU ?ALAIHI WASALLAMA ADA DI TENGAH-TENGAH KITA?

??? ???? ?????? ??????

BAGAIMANA KALAU NABI SHOLLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAMA ADA DI TENGAH-TENGAH KITA?

Saudaraku tercinta,

Bagaimana kalau Nabi shollallahu ‘alaihi wasallama ada di antara kita?

Kalau pertanyaan ini diajukan kepadamu, apa jawabanmu?

Apakah engkau akan menjadi salah seorang pengikutnya ataukah termasuk kelompok yang menentang dan memeranginya?

Apakah engkau akan menjalankan apa yang ia perintahkan dan meninggalkan apa yang dilarangnya atau bagaimanakah sikapmu terhadap perintah dan larangannya?

Apakah engkau termasuk orang-orang yang menjauh dari majelis-majelisnya ataukah termasuk orang-orang yang senantiasa mengikuti setiap jengkal langkahnya?

Tahukah engkau wahai saudaraku, bahwasanya ada sekelompok orang yang meneriakan yel yel bahwasanya mereka beriman kepada Allah dan Rasul-Nya akan tetapi mereka lebih mencintai diri mereka sendiri dari pada keduanya.

Tahukah engkau wahai saudaraku, bahwasanya orang-orang munafikin dulu memperlihatkan kepada Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama seolah-olah mereka bersamanya. Apabila mereka meninggalkannya, berkumpul sesame mereka, mereka gigit jari saking bencinya kepada beliau.

Saudaraku,

Aku ingin engkau membuka Mushafmu, mari bersama kit abaca ayat-ayat di dalam Kitabullah yang mewajibkan kita mengikuti (ittiba’) Nabi shollallahu ‘alaihi wasallama. Dan ittiba’ ini wajib semasa beliau hidup maupun setelah wafatnya. Allah tidak mewajibkan kepada kita mengikutinya ketika dia hidup, lalu sepeninggalnya kita bebas-bebas saja memilih mau mengikutinya atau tidak.

Bukalah Mushafmu saudaraku,

-          Bukalah surat Ali Imron ayat 164

{ ??? ?? ???? ??? ???????? ?? ??? ???? ????? ?? ?????? ????? ????? ????? ??????? ??????? ?????? ??????? ??? ????? ?? ??? ??? ???? ???? }

Artinya, “Sungguh Allah Telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al hikmah. dan Sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

-          Surat An Nisa’ ayat 65

{ ??? ???? ?? ?????? ??? ?????? ???? ???? ????? ??? ???????? ?? ?????? ???? ??? ???? ??????? ?????? }

Artinya, “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, Kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”

-          Surat At Taubah ayat 128,

{ ??? ????? ???? ?? ?????? ???? ???? ?????? ???? ????? ????????? ???? ???? }

Artinya, “Sungguh Telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin.”

-          Surat Al Ahzab ayat 21

{ ??? ??? ??? ?? ???? ???? ???? ???? ??? ??? ???? ???? ?????? ????? ???? ???? ????? }

Artinya, “Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

-          Surat Al Ahzab ayat 36,

{ ??? ??? ????? ??? ????? ??? ??? ???? ?????? ???? ?? ???? ??? ?????? ?? ????? ??? ??? ???? ?????? ??? ?? ????? ????? }

Artinya, “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya Telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya Maka sungguhlah dia Telah sesat, sesat yang nyata.”

Apakah makna ayat-ayat ini meresap dalam relung-relung hatimu?

Tidakkah engkau tahu bahwasanya setiap perkara yang kecil ataupun yang besar dalam kehidupan seorang muslim harus berpedoman kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya shollallahu ‘alaihi wa sallama?!

Tidakkah engkau mengetahui bahwasanya seluruh kehidupan muslim sepatutnya tunduk kepada Kitab Robbnya dan Sunnah Rasul-Nya shollallahu ‘alaihi wa sallama?!

{ ?? ?? ????? ????? ?????? ?????? ??? ?? ???????? . ?? ???? ?? ????? ???? ???? ??? ???????? }

Artinya, “Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan Aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (Al An’am : 162-163)

Lantas apa yang membuatmu enggan dan berat mengikuti Rasulmu shollallahu ‘alaihi wasallama. Jika Nabi Muhamad shollallahu ‘alaihi  wa sallama telah wafat sesungguhnya Allah yang kita ibadati Maha Hidup tidak pernah mati.

{ ????? ??? ???? ???? ?? ???? ???? ????? }  ( ??????? : 58 )

Artinya, “Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. dan cukuplah dia Maha mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.”

{ ??? ???? ??? ???? ?? ??? ?? ???? ????? ???? ??? ?? ??? ???????  ??? ??????? ??? ????? ??? ????? ??? ??? ???? ???? ?????? ???? ???????? (144) }  ( ?? ????? : 144 )

Artinya, “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh Telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? barangsiapa yang berbalik ke belakang, Maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”

Saudaraku tercinta, bukankah kita dulu tersesat lalu Allah menunjuki kita dengan RasulNya shollallahu ‘alaihi wa sallama?!

Sekarang saya tanyakan kepadamu, dan jawablah dengan lisan, hati dan perbuatanmu!

Kalau Nabi shollallahu ‘alaihi wasallama ada di tengah-tengah kita, lalu ia memerintahkan kita,

-          Untuk menegakkan sholat lima waktu berjama’ah di masjid, apakah engkau ikuti atau tidak?

-          Ia memerintahkan  wanita menutup aurat dan berhijab apakah engkau patuhi atau tidak?

-          Ia memerintahkan kita beriltizam dalam penampilan kita sesuai dengan sunnahnya shollallahu ‘alaihi wa sallama, apakah engkau ta’ati atau tidak?

-          Ia memerintahkan kita makan dan minum dengan tangan kanan, melarang kita makan dan minum dengan tangan kiri, apakah kita jalankan atau tidak?

-          Ia memerintahkan kita untuk tidak ber-ikhtilaath apakah kita lakukan atau tidak?

-          Kalau Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallama memilihmu sebagai utusan ke suatu negeri untuk berdakwah, mengajarkan mereka ajaran Din ini, apakah engkau pantas mengemban tugas ini atau tidak?

-          Ia memerintahkan kita berpegang teguh dengan Kitabullah dan Sunnahnya, sebagaimana haditsnya,

???? ???? ????? ?? ????? ????? ( ?? ?????? ???? ) ???? ???? ?????

Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat setelahnya, selama kalian berpegang teguh dengan keduanya, yaitu; Kitabullah dan Sunnahku’. (HR. Malik dengan mursal dan Al Hakim dan iya menshohihkannya, dishohihkan oleh Al Albany sebagaimana di Al Hadits Hujjatun Binafsihi 32)

Apakah engkau termasuk orang yang berpegang teguh dengan keduanya ataukah orang-orang yang mencampakannya ke belakang?

Saudaraku, kalau Nabi Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama ada di tengah-tengah kita, apakah engkau termasuk orang yang di dekatkan ke majlisnya ataukah orang yang dijauhkan dari majelisnya?

Duhai saudaraku

Apabila kelak kita bertemu Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama di hari kiamat, di telaganya, apakah engkau mengira bahwasanya engkau berhak mendapatkan uluran minuman air telaga dari tangan beliau yang mulia ataukah termasuk orang yang dikatakan kepadanya ketika itu, “Celaka, celaka bagi orang-orang yang merobah (agamaku) setelahku”. (HR. Ahmad dan dishohihkan oleh Al Albany)

Dari sekarang, mulai detik ini saya tidak ingin engkau  menutup lembaran ini melainkan telah engkau siapkan tekadmu untuk beramal, supaya engkau termasuk pengikut Nabi Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama, mengamalkan firman Allah Ta’ala,

{ ???? ???????? ????? ????? ????? ?????? ???? ????? ??? ??? ??? ???? ?? ?????? ??? ???????? ?? ????? ????????? ????? ????? ?????? ????? ?????? ???? ???????? ???? ????? ???? ??? ??? ??????? ??? ???? ?? ???? ???? ???? }( ????? : 62 ) .

Artinya, “Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mukmin ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka Itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, Maka apabila mereka meminta izin kepadamu Karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dan firman-Nya,

{ ?????? ????? ????? ????? ???? ?????? ?? ???????? . ?? ??? ???? ??????? ??? ????? ?? ??????? ?? ??????? ?? ???? ???? ??? ?????? ??????? ?? ???? }  ( ?????? : 119 ? 120 ) .

Artinya, “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri rasul”.

Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita semua pengikut sejati Nabi Muhamad shollallahu ‘alaihi wasallama, amin.

TANYA JAWAB USHUL FIQH

1. Apa yang dimaksud dengan ushul fiqh?

Ushul Fiqh ditinjau dari aspek penamaan sebuah disiplin ilmu adalah; dalil-dalil fiqh ijmaliyyah (global) dan kaifiyah (cara) mengambil faedah darinya serta keadaan orang yang menyimpulkan faedah.

Penjelasan :

- yang dimaksud dengan dalil-dalil fiqh ijmaliyyah yaitu dalil-dalil syar’i yang disepakati dan diperselisihkan.
- cara mengambil faedah darinya, yaitu cara menyimpulkan hukum-hukum syar’iyyah dari dalil-dalil syar’iyyah.
- keadaan orang yang menyimpulkan faedah, maksudnya mujtahid. (disarikan dari Ma’alim Ushul Fiqh (21-22)

2. Apa perbedaan ilmu ushul fiqh dan fiqh?

fiqh adalah buah dari ushul fiqh, karena sejatinya ilmu ushul fiqh adalah cara menyimpulkan fiqh itu sendiri dari dalil-dalil syar’iyyah. jadi ushul fiqh adalah alat atau tangga untuk mencapai fiqh.

BAIT-BAIT SYA?IR PILIHAN

manusia bentuknya sama
ayah mereka Adam, ibu mereka Hawa.

***

betapa aku musuhi teman karena teman
keduanya berdamai, tinggallah aku dalam permusuhan.

***

burung-burung hinggap di tempat biji ditaburkan
rumah para dermawan pasti banyak dikunjungi.

***

nantilah buah kebaikan jika engkau berbuat baik.
jangan takut keburukan jika engkau tak berbuat buruk.

***

apabila engkau punya hati qona’ah
maka engkau dan raja dunia adalah sama.

***

kemiskinan tak akan membuat orang berakal hina.
kekayaan pun tak berguna bagi orang yang bodoh.

***

apabila pujian kepada seseorang melebihi kedudukannya.
sejatinya itu adalah di atas segala celaan.

***

dengan ilmu seseorang hidup sepanjang kehidupan
pabila ia mati, dia dihidupkan oleh namanya yang harum.

KATA-KATA EMAS

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Apa-apa yang diberitakan oleh Rasul dari Robb-nya wajib diimani, baik kita mengetahui maknanya atau tidak kita ketahui, karena beliau adalah Ash-Shodiqul Mashduuq (yang benar dan dibenarkan). apa saja yang terdapat di dalam Al Kitab dan As Sunnah wajib atas setiap mukmin mengimaninya sekalipun ia tidak memahami maknanya. demikian juga apa yang telah tetap berdasarkan kesepakatan salaful ummah dan imam-imamnya”. Thoriiqul Wushul ilal ‘ilmil makmul, hal. 8

KEPADA PUTRIKU

Kepada Putriku

aku ingin engkau seperti bintang

jadi impian dan harapan

aku ingin engkau seperti rembulan

cantik menawan

penerang dalam kegelapan

aku ingin engkau seperti batu karang

tak goyah

sekalipun gelombang tiada berhenti menerjang

pekanbaru shafar 1431 H

untuk putriku TSUROYYA

ADAB MENGHADIRI MAJELIS ILMU

ADAB MENGHADIRI MAJELIS ILMU

Ibnu Hazm rahimahullah berkata, “Apabila engkau menghadiri majlis ilmu, maka janganlah kehadiranmu melainkan untuk menambah ilmu dan pahala, bukannya hadir dengan kesombongan, mencari kesalahan untuk engkau sebarkan atau sesuatu yang ganjil untuk engkau beberkan. Karena ini adalah perbuatan orang-orang yang rendah dan tidak akan beruntung dalam ilmu selama-selamanya”.

(Al-Akhlak was Sair fi Mudaawaatin Nafus halaman 92)

KEPADA ISTRIKU

Kepada  Istriku

Petang ini abang tidak bisa segera pulang. Banyak tugas-tugas yang belum tuntas harus digegas. Petang menjelang, sms-mu datang, menanyakan kapan pulang?

Hmm …mungkin abang baru bisa pulang malam. Mungkin nanti anak-anak sudah tidur, si kecil yang lucu hari ini tidak bergantung dikakiku ketika pulang. Karena ia telah lelap dalam tidurnya.

Istriku …

Aku tahu, betapa berat  tugas dan tanggung jawabmu dirumah. Pekerjaanmu padat dan berat.

Memasak

Mencuci

Menyapu

Mengurus urusan rumahtangga.

Letih dan lelah demi semua.

Menyusui dan mendidik anak-anak.

Menjaga amanah dan kesetiaan ketika suami tidak ada.

Tidak diperintahkan sholat jum’at.

Tidak pula diwajibkan sholat jama’ah ke mesjid.

Tidak wajib atasnya jihad dengan senjata.

Namun begitu istriku, bergembiralah karena engkau tetap mendapatkan pahala seperti kaum pria.

Kok bisa?

Dengarkan jawabannya dari seorang utusan wanita “Asma’ binti Yazid Al-Anshoriyyah yang mendatangi Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama ketika beliau sedang duduk bersama sahabat-sahabat.

Asma binti Yazid Al-Ashoriyyah, “Ayah dan ibkuku sebagai tebusanmu, sesungguhnya aku adalah utusan para wanita kepadamu, dan aku tahu - jiwaku sebagai tebusanmu - bahwasanya tidak seorangpun dari wanita baik di timur ataupun di barat yang mendengar kepergianku untuk menemui ini ataupun tidak mendengarnya melainkan ia sependapat denganku.

Sesungguhnya Allah mengutusmu dengan kebenaran kepada laki-laki dan wanit. Maka kami beriman kepadamu dan kepada Ilah-mu yang telah mengutus.

Dan sesungguhnya kami para wanita terbatas (geraknya); menjadi pengaja rumah-rumah kalian, tempat kalian menunaikan syahwat kalian dan yang mengandung anak-anak kalian.

Sementara kalian para laki-laki dilebihkan atas kami dengan sholat jum’at, jama’ah, menjenguk orang sakit, menghadiri jenazah, menunaikan haji berkali-kali, dan yang lebih baik dari itu berjihad di jalan Allah. Dan sesungguhnya salah seorang dari kalian apabila ia keluar haji atau umroh atau berjihad, kami yang menjaga harta kalian, menenunkan pakaian kalian, dan kami pula yang mendidik anak-anak kalian. Maka apakah kami mendapatkan pahala seperti kalian hai Rasulullah?

Maka Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama menoleh kepada para sahabatnya, kemudian beliau berkata, “Apakah kalian pernah mendengar perkataan wanita yang lebih baik dari pertanyaannya dalam urusan agamanya ini? Mereka menjawab, “Hai Rasulullah, kami tidak mengira bahwa seorang wanita bisa paham seperti ini.

Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama menoleh kepadanya kemudian berkata kepadanya, “Pulanglah wahai wanita dan beritahukanlah kepada orang-orang wanita-wanita dibelakangmu bahwasanya baiknya pengabdian salah seorang dari kalian kepada suaminya dan mengharapkan ridhonya, serta mengikuti keinginannya menandingi itu semua”.

Maka wanita itu pulang seraya bertahlil, bertakbir dengan gembira”.(Diriwayatkan oleh Al-Baihaqy dalam Syu’abil Iman).

Istriku …

Jika seorang wanita memahami ibadah dengan sempit, hanya sebatas ruku’ dan sujud saja, ia akan kehilangan pahala yang besar, karena ia akan menganggap pekerjaan dirumah, berkhidmat kepada suami, bergaul dengannya dengan baik, mendidik anak-anak semua itu tidak termasuk ibadah. Ini jelas salah dalam memahami ibadah.

Ibadah sebagaimana dijelaskan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah adalah suatu penamaan untuk setiap sesuatu yang dicintai dan diridhoi Allah dari perkataan dan perbuatan yang batin maupun zhohir.

Sholat, zakat, puasa, haji, berkata jujur, menunaikan amanah, berbakti kepada orangtua, shilaturrahim, menepati janji, menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, jihad melawan orang kafir dan munafiqin, berbuat baik kepada tetangga anak yatim orang miskin ibnus sabil dan hewan, berdo’a, berzikir, membaca quran dan semisalnya termasuk ibadah. Begitu juga mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut kepada Allah, bertaubat kepada-Nya dan mengikhlaskan agama hanya untuk-Nya semata, bersabar terhadap keputusan-Nya, mensyukuri nikmat-Nya dan ridho terhadap qodho-Nya, tawakkal kepada-Nya, mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya semua itu termasuk ibadah kepada Allah.

Jadi ibadatullah adalah  tujuan yang dicintai dan diridhoi-Nya yang karenanya Ia menciptakan makhluk sebagaimana firman-Nya,

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka mengibadati-Ku”.

Engkau istriku .. senantiasa dalam ibadah ketika berkhidmat kepada suamimu dan anak-anakmu selama engkau mengharapkan ridhonya dan berbuat baik dalam bergaul dengannya.

Selamat untukmu istriku!!

Engkau berhak mendapatkan pahala di dalam rumahmu jika :

-          Ikhlas dan mengharapkan pahala dari Allah.

-          Memperbaiki niat.

Terakhir .. semoga Allah senantiasa menjagamu dan menjaga rumah tangga kita dalam naungan ridho dan cinta-Nya, amin.

Kamis 19 Jumadil Ula 1430/15 Mei 2008.

JADILAH KUNCI KEBAIKAN

JADILAH KUNCI KEBAIKAN

?? ??? ?? ???? ??? : ??? ???? ???? ??? ???? ???? ???? ” ?? ?? ????? ?????? ????? ?????? ???? ? ?? ?? ????? ?????? ???? ?????? ????? ? ????? ??? ??? ???? ?????? ????? ??? ???? ? ? ??? ??? ??? ???? ?????? ???? ??? ???? “

Dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, ‘Sesungguhnya diantara manusai ada yang menjadi kunci-kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan. Dan diantara manusia ada pula yang menjadi kunci-kunci pembuka keburukan dan penutup kebaikan. Maka beruntunglah orang yang Allah jadikan kunci-kunci kebaikan di tangannya dan celakalah bagi orang-orang yang Allah jadikan kunci-kunci keburukan di tangannya”.[1]

Barangsiapa yang ingin menjadi kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan , hendaklah ia memenuhi hal berikut ini :

1.       Ikhlas untuk Allah dalam perkataan dan perbuatan. Karena ikhlas adalah asas segala kebaikan dan mata air segala keutamaan.

2.       Senantiasa berdo’a kepada Allah memohon bimbingan untuk menjadi kunci kebaikan. Karena do’a adalah kunci segala kebaikan. Allah tidak akan menolak hamba-Nya yang berdo’a kepada-Nya serta tidak akan menyia-nyiakan seorang mukmin yang menyeru-Nya.

3.       Bersemangat menuntut dan mendapatkan ilmu. Karena ilmu mengajak kepada keutamaan dan akhlak yang mulia, serta penghalang dari akhlak tercela dan perbuatan keji.

4.       Menjalakan ‘ibadatullah terutama yang fardhu, dan khususnya lagi sholat. Karena ia mencegah dari perbuatan keji dan munkar.

5.       Menghiasi diri dengan akhlak yang mulia, serta menjauh dari akhlak tercela.

6.       Berteman dengan orang-orang baik dan sholeh. Karena duduk bersama orang-orang yang sholeh dinaungi malaikat dan diliputi rahmat. Serta menjauhkan diri dari duduk di majelis orang-orang yang jahat dan tidak baik, sesungguhnya itu adalah tempat singgah setan.

7.       Menasehati manusia ketika bergaul  dan berbaur dengan mereka, dengan cara menyibukkan mereka dengan kebaikan dan memalingkan mereka dari keburukan.

8.       Mengingat hari berbangkit dan sa’at berdiri di hadapan Robbul ‘Alamiin. Ketika Ia membalas orang yang baik dengan kebaikan dan orang yang jahat dengan hukuman. (Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.[2])

9.       Dan pilar penyanggah semua itu adalah keinginan seorang hamba kepada kebaikan serta memberi manfaat kepada orang lain.  Apabila keinginan seseorang  kuat, niat dan tekad sudah bulat serta memohon pertolongan kepada Allah dalam melakukan itu, lalu melakukannya sesuai jalurnya. Maka dengan izin Allah akan menjadi kunci-kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan.[3]

Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita sebagai kunci-kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan. Amiin.


[1] Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (237) dan dihasankan oleh Al-Albany di Shohih Sunan Ibnu Majah (194).

[2] Al-Zalzalah : 7-8.

[3] Al-Fawaid Al-Mantsuroh (161-162) oleh Syaikh Dr. Abdurrozaq bin Abdu Muhsin Al-Badr.

Apakah Anda Ingin Bahagia?

Apakah Anda Ingin Bahagia?

Semua ingin bahagia

Bahagia di dunia dan akhirat

Tetapi,  bagaimana kan mencapai bahagia bila dayung tak berkayuh

Atau bahtera berlayar di daratan kering.

Saudaraku .. buka hati sebelum membuka mata dan telinga

Bacalah seksama, berikut ini beberapa sebab-sebab yang mendatangkan kebahagian dunia dan akhirat,

1.       Beriman kepada Allah Ta’ala dan beramal sholeh.

2.       Iman kepada Qodho dan Qodhor yang baik maupun buruk.

3.       Ilmu syar’i.

4.       Memperbanyak dzikrullah dan qiroatul quran.

5.       Bersih dan sucikan hati  dari penyakit.

6.       Berbuat baik kepada manusia.

7.       Melihat orang yang dibawahmu dalam urusan dunia dan orang yang di atasmu dalam urusan akhirat.

8.       Pendek angan-angan dan impian di dunia dan tidak menggantungkan hati ke dunia serta bersiap-siap untuk kematian.

9.       Yakini bahwasanya kebahagian seorang mukmin yang hakiki adalah di akhirat bukan di dunia.

10.   Berteman dengan orang yang sholeh.

11.   Ketahuilah, bahwasanya gangguan manusia terhadapmu adalah baik bagimu dan buruk bagi mereka.

12.   Kata-kata yang baik, dan membalak keburukan dengan kebaikan.

13.   Berlindung kepada Allah Azza wa Jalla dan memperbanyak do’a. (Ma’lumaat Jami’ah Qoyyimah hal. (12).

Semoga Allah Ta’ala melimpahkan kepada kita kebaikan dan kebahagian di dunia dan akhirat, amin.

Muhibbukum

Abuz Zubair Hawaary

Duhai Jiwa ?

Wahai jiwa, yakinlah …

Sekalipun kematian hari ini melangkahimu menjemput yang lain

Sejatinya ia dalam perjalanan menujumu.

Hidup ini betapapun panjang dan indahnya, pasti berakhir jua.

Tak lebih dari detik ke menit, jam ke hari, minggu ke bulan lalu berganti tahun

Maka engkau akan sendiri tanpa teman, harta dan kekasih.

Ingatlah kematian hari ini untuk hidup kemudian hari

Tangisilah dosa hari ini untuk bahagia disurga nanti.

Bandingkanlah antara kehidupan yang bahagia di jalan Allah dengan kehidupan yang jauh dari Manhaj Allah.

Bandingkanlah antara orang-orang yang sholeh dan istiqomah dengan orang-orang yang bingung lagi tersesat, penuh keraguan, kebimbangan dan keresahan.

BANTAHAN TERHADAP ORANG YANG ENGGAN MENYEBUT ?SAYA SEORANG SALAFY? KARENA KHAWATIR MENIMBULKAN PERPECAHAN

BANTAHAN TERHADAP ORANG YANG ENGGAN MENYEBUT “SAYA SEORANG SALAFY’ KARENA KHAWATIR MENIMBULKAN PERPECAHAN

Pertanyaan :

Sebagian saudara kita para da’I mengatakan, ‘Saya menolak mengatakan ‘Saya seorang salafy’ karena khawatir orang memandangnya seperti sebuah hizbiyyah (kelompok)’. Apakah perkataan ini benar ataukah saya harus menjelaskan kepada orang apa itu salafiyyah?”.

Jawaban : Syaikh Al-Albany berkata,

Pernah terjadi dialog antara saya dan salah seorang penulis islamy yang bersama kita di atas Al-Kitab dan As-Sunnah. Saya berharap dari ikhwan kita para penuntut ilmu untuk menghapal dialog ini; karena manfaatnya sangat  penting sekali. Saya katakana kepadanya, (berikut ini kami susun dialog Syaikh dengan penulis tersebut).

Syaikh Al-Albany : Apabila seseorang bertanya kepadamu, ‘Apa mazhabmu? Apa jawabanmu?”.

Penulis Islamy : Muslim.

Syaikh Al-Albany : Jawaban ini salah.

Penulis Islamy : kenapa?

Syaikh Al-Albany :  kalau seseorang bertanya kepadamu apa agamamu?

Penulis islamy : muslim.

Syaikh Al-Albany : yang pertama tadi saya tidak bertanya apa agamamu, tapi yang saya tanyakan apa mazhabmu? Anda tentunya tahu bahwasanya di dunia islam hari ini ada mazhab-mazhab banyak sekali, dan anda sependapat dengan kami bahwa sebagiannya tidak termsuk ke dalam islam sedikitpun. Seperti mazhab Ad-Duruz, isma’iliyyah, alawiyyah dan lainnya. Namun begitu mereka tetap mengatakan ‘Kami adalah muslim’. Dan ada kelompok-kelompok lain, kita tidak mengatakan bahwa dia keluar dari islam, akan tetapi tidak diragukan lagi bahwasanya ia termasuk kelompoki-kelompok sesat yang dalam banyak masalah keluar dari Al-Kitab dan As-Sunnah. Seperti Mu’tazilah, Khowarij, Murji’ah, dan Jabariyyah serta yang lainnya. Menurutmu, apakah ini ada atau tidak hari ini?

Penulis islamy : ya.

Syaikh Al-Albany : kalau kita tanyakan kepada salah seorang mereka apa mazhabmu? Ia akan menjawab, “Muslim”. Engkau muslim  sama dengan dia yang juga mengaku muslim. Jadi kita ingin anda menjelaskan dalam jawabanmu apa mazhabmu setelah islam dan agamamu?

Penulis islamy : kalau begitu mazhabku Al-Kitab dan As-Sunnah.

Syaikh Al-Albany : jawaban ini juga tidak cukup.

Penulis islamy : kenapa?

Syaikh Al-Albany : karena semua (firqoh/kelompok) yang kita sebutkan di atas mengaku bahwa mereka muslimun, dan tidak seorangpun dari mereka yang mengatakan, ‘Saya tidak berada di atas Al-Kitab dan As-Sunnah. Misalnya : apakah syi’ah mengatakan bahwa kami melawan Al-Kitab dan As-Sunnah? Bahkan mereka mengatakan : kami di atas Al-Kitab dan As-Sunnah, kalian yang menyimpang dari Al-Kitab dan As-Sunnah. Jadi ustadz .. tidak cukup anda mengatakan : saya muslim di atas kitab dan sunnah, harus ada satu perkara lagi yang digabungkan. Bagaimana menurut mu, apakah boleh kita memahami Al-Kitab dan As-Sunnah dengan pemahaman baru? Ataukah kita harus komitmen dalam memahami Al-Kitab dan As-Sunnah dengan mengikuti  jalan Salafush Sholeh?

Penulis islamy : itu harus.

Syaikh Al-Albany : apakah anda meyakini bahwasanya pengikut-pengikut mazhab-mazhab lain yang kelaur dari islam, namun mengaku islam dan yang masih dalam lingkaran islam akan tetapi menyimpang dalam sebagian hukum-hukumnya. Apakah anda yakin bahwasanya mereka mengatakan seperti yang anda dan saya katakana, “Kami berada di atas kitab dan sunnah dan di atas manhaj salafush sholeh?

Penulis islamy : tidak, mereka tidak sama dengan kita.

Syaikh Al-Albany : jika demikian, tidak cukup anda mengatakan saya di atas kitab dan sunnah, harus ada gabungan lain.

Penulis islamy : ya.

Syaikh Al-Albany : jadi semestinya anda mengatakan  di atas Al-Kitab dan As-Sunnah dan di atas manhaj salafush sholeh. Sekarang kita sampai kepada intinya …

Syaikh Al-Albany [1] : apakah ada satu kata dalam bahasa arab yang menyatukan semua kalimat yang kita sebutkan di atas; muslim, di atas kitab dan sunnah, dan manhaj salafush sholeh, misalnya kalimat “saya seorang salafy”?

Penulis islamy : memang benar demikian.

Syaikh Al-Albany berkata, “Dia pun menyerah. Inilah jawabannya, apabila seseorang mengingkari masalah ini sampaikan kepadanya seperti apa yang kita sebutkan tadi ‘mazhab anda apa? Ia akan menjawab : muslim ..dan teruskan lanjutan dialog bersamanya. Subhanakallahumma wa bihamdika Asyhadu Alla ilaaha illa Anta, astaghfiruka wa Atuuba Ilaika.

(diterjemahkan dari : http://www.alsalafway.com/cms/news.php?action=news&id=1962)


[1] Disini syaikh Al-Albany berkata, “Saya berkata kepadanya dan dia adalah seorang ahli sastra dan penulis”.

Masalah Jahar atau Sirr Basmalah

Masalah Jahar atau Sirr Basmalah

assalamu’alaikum, ustz ana pengen diberikan hadits tentang bacaan bismillah yang zahar dan sir dalam shalat, atas petunjuk ustz, jazakallah khairan katsiro. Wassalam

wa alaikumus salam warahmatullahi wa barakaatuh.

Sebelumnya ana tegaskan! Hanya atas petunjuk Allah Ta’ala semata!!.. barangsiapa yang diberi Allah petunjuk tidak seorangpun yang bisa menyesatkannya. Sebaliknya, barangsiapa yang disesatkan Allah tiada seorangpun yang bisa menunjukinya. Semoga Allah Ta’ala melimpahkan kepada kita petunjuk-Nya dan meneguhkan kita di atasnya, amin.

Masalah jahar  (bukan zahar) dan sirr ketika membaca basmallah di dalam sholat ada dua pendapat ulama. Yang rajih Insya Allah adalah imam membaca basmalah dengan sir. Karena demikianlah yang dilakukan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Aku sholat di belakang Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama, di belakang Abu Bakar dan di belakang Umar. Maka aku tidak pernah mendengar seorangpun dari mereka membaca Bismillahir rohmanir rahim”.[1]

Selain itu karena dia bukanlah termasuk ayat Al-Fatihah[2].

Akan tetapi jika sesekali imam menjaharkannya tidak mengapa. Karena ada riwayat yang mengisyaratkan demikian sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah di dalam kitab Zaadul Ma’ad, akan tetapi kata beliau Rasulullah shollallahu ‘alahi wa sallama lebih sering men-sirr-kannya.

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjelaskan kalau imam menjaharkan dalam rangka menghindari fitnah atau ta’liif  orang-orang yang mazhabnya jahar, maka itu tidak apa-apa.[3]

Imam Az-Zaila’I menuturkan, “Sebagian ulama menjaharkan basmalah guna menghindari hal yang tidak baik (Saddan Lidz-Dari’ah). Ia melanjutkan, “Boleh bagi seseorang meninggalkan yang afdhol untuk Ta’liiful Qulub dan menyatukan, serta menghindari sesuatu yang membuat orang lari. Sebagaimana Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama meninggalkan pemugaran ka’bah dan membangunnya kembali di atas pondasi Ibrahim, dengan alasan orang-orang qurasiy baru meninggalkan jahiliyyah, beliau shollallahu ‘alaihi wa sallama khawatir itu akan membuat mereka lari. Dan beliau memandang mendahulukan maslahah bersatu sekalipun membiarkan ka’bah seperti itu.

Dan tatkala Ar-Robi’ mengingkari Ibnu Mas’ud yang menyempurnakan sholat di belakang Ustman[4], Ibnu Mas’ud menjawab, “Perselisihan itu adalah buruk”.

Ahmad dan lainnya telah menegaskan itu dalam masalah basmalah, menyambung witir dan lainnya. Yang mana seseorang meninggalkan yang afdhol kepada sesuatu yang boleh tetapi  tidak utama. Dalam rangka menjaga kesatuan hati  makmum atau untuk mengenalkan mereka kepada sunnah dan semisalnya, dan ini merupakan landasan besar dalam (masalah) Sadd Adz-Dzari’ah”.[5]

Syaikh Masyhur Hasan Salman berkata, “Yang benar dikatakan, “Masalah ini adalah masalah yang lapang. Dan pendapat yang membatasi pada satu tidak mungkin. Dan setiap yang berpegang kepada satu riwayat[6] dia benar dan berpegang kepada As-Sunnah. Yang sempurna adalah mengikuti Al-Mushthofa shollallahu ‘alaihi wa sallama dalam segala keadaan. Maka kadang dijaharkan dan lebih sering di sirr-kan. Kepada Allah kita meminta tolong, dan Dialah yang menunjuki kepada jalan yang lurus”.[7]


[1] Dikeluarkan oleh Muslim no. (399) kitab Ash-Sholah bab. Hujjah Man Qola Laa Yajhar bil Basmalah.

[2] Fatawa Ibnu Utsaimin 13/109.

[3] Ibid.

[4] Ketika di Mina. Padahal Ibnu Mas’ud berpendapat sholat dilakukan dengan qoshor sebagaimana yang dilakukan Rasulullah, Abu Bakar dan Umar rodhiyallahu ‘anhum ajma’in.

[5] Nasbur Royah (1/328).

[6] Dalam masalah ini.

[7] Al-Qowlul Mubin hal. (234).

Masalah Talak

Masalah Talak

Ass.wr.wb.
1. jika seorang suami mengusir isterinya dari rumahnya, apakah hal tersebut membuat jatuh talak?
2. Kemudian jika dalam hitungan jam sang suami menjemput kembali isteri yang diusirnya, apakah yang seharusnya dilakukan oleh isterinya?

jzkmlh khair…Wss

Wa alaikumussalam warahmatullahi wa barakaatuh

1.       Lafazh talak itu ada dua : shorih dan kinayah. Shorih artinya jelas atau tegas. Maksudnya lafazh talak langsung atau pecahan katanya. Ahli ilmu mencontohkan : engkau aku talak, atau engkau muthollaqoh, atau engkau tholiq. Atau dalam bahasa kita lafazh shorih  seperti : engkau aku cerai, dan semisalnya.

Adapun kinayah yaitu; lafazh atau ungkapan yang mengandung kemungkinan beberapa makna. Ahli ilmu memisalkan seperti ungkapan seorang suami kepada istrinya “Pergi kembali ke rumah orangtuamu!”, atau “Tinggalkan saya”  dan lainnya.

Lafazh-lafazh yang shorih atau jelas dan tegas hukumnya jatuh talak sekalipun dia tidak meniatkan talak.

Adapun lafazh kinayah dikembalikan kepada niat suami. Apakah ketika dia mengucapkan itu berniat menceraikan atau tidak. Bersandarkan kepada hadits Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama, “Innamal A’maalu binniyaat”.

2.       Istri yang baik dan bijaksana adalah yang mengedepankan maslahat rumah tangganya dari pada egoisme dan amarah. Berlapang dada dan saling memaafkan adalah kunci kelanggengan rumah tangga. Bukankah Allah juga berfirman, “dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (At-Taghobun : 14)

Bagaimanapun suamimu adalah manusia biasa yang kadang dilanda problema diluar rumah yang tidak engkau ketahui. Sama seperti dirimu yang juga penuh kekurangan.

Oleh karena itu, berpikirlah dengan jernih, memohon kepada Allah dengan tulus, timbanglah antara manfaat dan mudhorrot dengan hati yang bersi dan berserah kepada Allah serta mengharapkan ridho-Nya. dan jangan lupa minta nasehat orang yang dapat dipercaya dan amanah serta takut kepada Allah.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Bekerja atau Menaati Suami?

Bekerja atau Menaati Suami?

ass.wr.wb …saya ibu …  anak umur … th, bekerja di perusahaan swasta dari sebelum saya menikah sya sudah bekerja tapi sebenarnya saya ingin keluar dari pekerjaan yg saya jalani diam dirumah menurus anak dan suami.suami juga menyuruh untuk berhenti berkerja,hanya sja hati saya masih takut jika hidup kekurangan karna suami saya penhasilannya tidak tetap/blm punya pekerjajan yg pasti,kadang sy suka menangis dan itu pasti membuat suami tersinggung bahkan sakit hati,bagaimana sikap yg harus sya lakukan? terima kasih wasalm wr.wb

wa ‘alaikis salam warahmatullahi wa barakaatuh

semoga rahmat Allah senantiasa menyertai ibu sekeluarga dan semoga Allah senantiasa membimbing langkah ibu untuk bertakwa kepada-Nya, amin.

Ibu yang semoga senantiasa dirahmati Allah .. kita wajib meyakini bahwa semua yang disyari’atkan Allah Ta’ala adalah baik dan untuk kebaikan kita. Syari’atnya adalah adil dan bijaksana. Dan kebaikan itu adalah dengan menaati syari’at-Nya.

Allah Ta’ala berfirman, “Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku maka dia tidak akan tersesat dan tidak akan sengsara. Dan barangsiapa berpaling dari peringatanKu maka baginya kehidupan yang sempit dan Kami kumpulkan ia di hari kiamat dalam keadaan buta”.[1]

Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhuma menjelaskan, “Allah menjamin bagi orang yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkan kandungannya bahwa dia tidak akan tersesat di dunia dan tidak akan sengsara di akhirat”.[2]

Lihatlah wahai saudariku .. siapa yang telah menciptakanmu?

Siapa yang telah memberikan hidayah islam kepadamu?

Siapa yang telah menganugerahkanmu seorang suami yang engkau sayangi?

Siapa yang telah mengaruniahimu seorang anak yang menjadi belahan jiwamu?

Ya ..ya ..lisanmu mengatakan Allah!!

Benar saudariku. Dialah Allah yang telah menciptakan jin dan manusia bahkan alam semesta. Dan Dia pula yang mengatur rizki seluruh makhluk-Nya. oleh karena itu jangan pernah ragu dan khawatir akan rizki Allah jika engkau berhenti bekerja karena mematuhi Allah Ta’ala yang telah memerintahkanmu tinggal dirumah menjalankan tugas sebagai wanita muslimah, istri sekaligus ibu bagi anakmu.

Janganlah lupa bahwa, “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, Allah berikan untuknya jalan keluar dari segala permasalaha dan Allah berikan ia rizki dari arah yang tidak dia duga”.

Kepatuhanmu kepada suamimu yang mengingikanmu berhenti bekerja adalah salah satu bentuk ketakwaan kepada Allah. Karena Allah memerintahkanmu tinggal dirumah dan ta’at kepada suamimu.

Dan janganlah lupa bahwa barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, Allah akan gantikan untuknya dengan yang lebih baik untuknya.

Qona’ah terhadap apa yang diberikan Allah melalui suamimu

Bersabar menjalankan agama Allah

Mematuhi suamimu

Mengurus rumah tangga

Mendidik anak-anak

Jauh lebih baik dari pada hidup berkecukupan tetapi suami merasa terabaikan

Anak-anak kurang kasih sayang

Rumah tangga terbengkalai

Yang berakibat munculnya berbagai percikan dan problema rumah tangga yang penyebab utamanya adalah tidak patuh kepada Allah dan Rasul-nya  dan tidak menaati suami.

Beri dukungan kepada suami untuk giat bekerja. Berikan masukan dan motivasi serta hargai setiap tetes keringatnya ..ketahuilah suamimu itu adalah surga atau nerakamu!!

Semoga Allah meneguhkan ibu dan suami ibu di atas agama Allah dan dilimpahkan rizki yang cukup dan halal, amin.

Akhuukum

Abuzzubair hawaary


[1] Thoha : 123-124.

[2] Ad-Durrul Mantsur (5/607).

SUCIKAN MASJID DARI MUSIK DAN NYANYIAN

SUCIKAN MASJID DARI MUSIK DAN NYANYIAN

Masjid adalah tempat terbaik di muka bumi dan yang paling dicintai Allah Ta’ala. Ia adalah benteng iman, madrasah pertama bagi seorang muslim, rumah orang-orang yang bertakwa.

Tempat kaum muslimin berkumpul setiap hari lima kali, tempat bermusyawarah dan saling nasehat- menasehati. Dari masjidlah memancar cahaya islam menerangi penjuru dunia. Dari mesjid pula lahirnya para ulama dan fuqoha’.

Ketika Rasul shollallahu ‘alaihi wa sallama hijrah ke Madinah, yang pertama beliau bangun adalah masjid..

Ini menunjukkan bahwasanya masjid memiliki urgensi yang sangat penting di dalam Din Islam, karena sholat adalah tiang agama, dan mesjid sesuai dengan namanya adalah tempat yang disiapkan untuk sujud. Dan sujud adalah symbol penyerahan diri kepada Allah, karena dalam sujud seorang muslim menempelkan kening dan hidungnya, bagian tubuhnya yang paling mulia untuk menghambakan diri kepada Allah Ta’ala. Maka mesjid adalah syi’ar kaum muslimin yang bertauhid dan hanya sujud kepada Allah Ta’ala.

Masjid adalah symbol islam. Dimana jika tidak ada lagi azan, sholat, jama’ah maka tidak ada pula islam dan kaum muslimin.

??? ??? ???? ?? ??? : « ?? ????? - ??? ???? ???? ????  ??? : ??? ?????? ??????? ? ??? ?????? ??????? »

Dari Abdullah bin Umar bahwasanya Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama berkata, “Sebaik-baik tempat adalah masjid dan seburuk-buruk tempat adalah pasar”.[1]

“Sesungguhnya yang memakmurkan mesjid itu hanya orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, menegakkan sholat, membayarkan zakat dan tidak takut kecuali kepada Allah, mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang diberi petunjuk”. (At-Taubah : 18)

“Dan bahwasanya mesjid-mesjid itu adalah milik Allah, maka janganlah engkau berdo’a kepada selain Allah disamping berdo’a kepadaNya”. (Al-Jin : 18)

Itulah mesjid ..tempat paling mulia dan paling suci dimuka bumi. Rumah orang-orang yang bertakwa.

??? ??? ??????? ??? : ???? ???? ???? - ??? ???? ???? ???? - ???? : « ?????? ??? ?? ??? ? ????? ???? ??? ??? ?????? ???? ?????? ??????? ??????? ??? ?????? ??? ????? ???? ? ??? ????? »

Dari Abu Darda’ ia berkata, “Aku mendengar rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, “Masjid adalah rumah setiap orang yang bertakwa, Allah menjamin barangsiapa yang masjid adalah rumahnya akan diberi rahmat dan selamat melewati ash-shiroth menuju ridho Allah dan surge”.[2]

Tempat turunnya rahmat dan para malaikat menaungi orang-orang yang mempelajari Al-Qur’an di dalamnya.

Orang yang berjalan dalam kegelapan menuju masjid untuk menunaikan jama’ah dianugerahi cahaya yang benderang di hari kiamat.[3]

Orang yang datang ke masjid baik pagi ataupun petang Allah naikkan satu kedudukan di surga setiap kali ia ke masjid.[4]

Berita gembira untuk orang yang berjalan dalam kegelapan menuju mesjid, bahwa ia akan mendapatkan cahaya yang sempurna di hari kiamat.

??? ????? ??? ???? ??? ?? ????? ??? ???? ???? ???? : « ??? ???????? ?? ????? ??? ??????? ?????? ????? ??? ??????? » . ???? ??? ???? ????????

Dari Buraidah dari Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama, “Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan dalam kegelapan mereka akan mendapatkan cahaya yang sempurna di hari kiamat”.[5]

Beruntunglah hamba yang hatinya terikat dengan mesjid, ia sangat mencintai mesjid dan senantiasa menjaga jama’ah di dalamnya, ia akan mendapatkan naungan Allah dihari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.[6]

Orang yang membangun masjid ikhlas karena Allah, Allah bagunkan untuknya rumah di surga.

?? ??? ????? ????? ?? ??? ???? ??? ???? ?? ???? ?? ?????

Barangsiapa yang membangun masjid mengharapkan wajah Allah semata, Allah bangunkan untuknya yang sama dengan itu di surga”.[7]

Di masjid Allah, izinkan nama-Nya ditinggikan dan diagungkan.

“Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang”.[8]

Masjid dimakmurkan dengan sholat, majelis ilmu, do’a, zikir, membaca Kalamullah dan ibadah-ibadah lainnya. Masjid bukanlah  mimbar politik untuk mengejar kedudukan duniawi, bukan pula pasar tempat berjualan perhiasan dunia yang fana, bukanlah pentas seni tempat para paduan suara bernasyid ria.

Sangat disayangkan ..kesucian mesjid tersebut telah dinodai oleh kaum muslimin sendiri dengan kesyirikan dan bid’ah yang mereka lakukan di dalamnya

Sangat disayangkan kemuliaannya telah dihinakan oleh kaum muslimin sendiri dengan maksiat dan penyimpangan-penyimpangan yang mereka lakukan di dalamnya.

Diantara fenomena yang menyedihkan sekaligus memedihkan adalah suara-suara musik yang melantun dari nada dering Handphone di dalam mesjid. Baik di majelis-majelis ilmu bahkan yang lebih parah ketika sholat yang sedang berlangsung, tanpa ada yang mengingkari kecuali sedikit sekali.

Seringnya ini terjadi suatu tanda bahwa pelakunya meremehkan kemuliaan Allah dan kurangnya pengagungan terhadap kedudukan masjid dan sholat khususnya. Apabila pelaku tersebut sudah diingatkan dan ia masih juga melakukan, maka itu adalah kemungkaran yang besar. Dan jika ia sengaja melalaikannya tidak ada lagi alasan bagi mereka di sisi Allah. Karena mereka telah merendahkan tempat  yang wajib dihormati dan dimuliakan. serta tidak menjaga rumah-rumah Allah dari kesia-siaan yang tidak patut dilakukan di dalamnya.

Aisyah menuturkan sebagaimana di dalam Sunan Abu  Dawud bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama memerintahkan agar mesjid dibersihkan dan diberi wewangian.

Rasul shollallahu ‘alaihi wa sallama juga melarang setiap perkataan dan perbuatan yang mengotori mesjid dan mengurangi kemuliaannya serta merusak wibawannya. Seperti beliau melarang mengumumkan benda yang hilang di dalam masjid sebagaimana di dalam shohih Muslim bahwasanya ia bersabda,

(?? ??? ????? ???? ????? ?? ?????? ????? : ?? ???? ???? ???? ??? ??????? ?? ??? ????)

“Barangsiapa yang mendengar seseorang mengumumkan benda yang hilang di dalam masjid maka hendaklah ia mengatakan, ‘Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu’. Sesungguhnya masjid tidak dibangun untuk itu”.

Dan beliau juga melarang berjual-beli di dalam mesjid sebagaimana sabdanya,

??? ????? ?? ???? ?? ????? ?? ?????? ?????? : ?? ???? ???? ??????

“Apabila kalian melihat orang yang berjualan atau membeli di masjid maka katakanlah, ‘Semoga Allah tidak memberi keberuntungan dalam perdaganganmu”.[9]

Apabila Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama melarang perkara-perkara yang hukum asalnya mubah ini dilakukan di masjid, karena membuka pintu pelecehan keagungan mesjid dan mengalihkannya dari  tujuan serta fungsi pendiriannya. Lantas bagaimana dengan suara musik dan nyanyian dari nada-nada dering di dalam mesjid dan ketika  sholat ditegakkan?! Sungguh itu adalah kemungkaran yang besar tapi dipandang remeh oleh manusia.

Berdiri dihadapan Allah dan bermunajat kepadanya adalah perkara yang agung dan mulia, seyogyanya seorang mukmin merasakan sakralnya kondisi ini serta keagungan Al-Malikul Jabbar yang dia berdiri dihadapannya. Ia berdiri di hadapan-Nya, berbicara dan bermunajat kepada-Nya, mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya.

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda,

(?? ????? ??? ??? ?? ?????? ??? ???? ??? ???? ??? ?????? ??? ???? ??? ???? ?? ??????)

“Sesungguhnya salah seorang kamu apabila dalam sholat, Allah ada di hadapannya, maka janganlah ia meludah ke depannya di dalam sholat”.[10]

Dalam riwayat an-Nasai,

(?? ????? ??? ??? ?? ????? ???? ????? ??? ??? ??? ???? ???? ??????)

“Sesungguhnya salah seorang dari kamu apabila berdiri dalam sholatnya sesungguhnya ia bermunajat kepada Robb-nya dan sesungguhnya Robb-nya di antara dia dan kiblat”.

Beliau juga bersabda,

“?? ???? ?????! ???? ????? ?????? ??? ???? ????? ??? ??? ????????? ?????? ???????? “.

“Wahai manusia, sesungguhnya setiap kalian bermunajat kepada Robb-nya, maka janganlah salah seorang dari kalian mengeraskan bacaannya atas yang lain, sehingga mengganggu kaum mukminin”.[11]

Perbuatan sebagian orang hari ini, yang meremehkan keagungan masjid dan sholat adalah fenomena yang sangat menyedihkan. Menunjukkan lemahnya iman, kurangnya ilmu dan dangkalnya  pemahaman. Apalagi jika sikap itu dari seorang yang  sudah mengkaji ilmu syar’I dan sering menghadiri majelis ta’lim.

Kalau saja seorang dari mereka berdiri dihadapan presiden atau menghadiri acara resmi pemerintahan, engkau akan melihatnya khusyu’, tenang dan tidak sibuk dengan urusan lain. Ia akan diam atau berbicara dengan santun, ini suatu yang lumrah dilakukan manusia. Akan tetapi musibahnya adalah ia tidak bersikap seperti itu atau lebih baik di hadapan Robb presiden ini.

Seorang manusia bisa terbebas dari  kebiasaan mungkar ini dengan mematikan Handphonenya agar ia bisa berkosentrasi untuk ibadah. Jika tidak dia bisa mensilentkannya. Apabila suatu saat dia lengah atau lupa kemudian dia menyesali dan beristighfar semoga Allah memaafkannya. Akan tetapi jika itu terus berulang padahal selalu diingatkan dan dinasehati. Dan dia malah menganggap itu hanya masalah sepele tak perlu diingkari ..demi Allah ini adalah kemungkaran yang tdak mungkin didiamkan.

Orang yang membiarkan suara musik berbunyi dari handphonenya di dalam mesjid telah melakukan beberapa kerusakan :

-          Nada dering tersebut mungkar dan menyelisihi syara’.

-          Ia telah meremehkan  kemuliaan  dan keagungan majid.

-          Ia telah melalaikan pengagungan terhadap syiar-syiar Allah.

-          Ia telah mengganggu sholat orang lain.

-          Ia telah menghilangkan kekhusyukan dari dirinya dan orang lain.

Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama melarang menyakiti orang-orang yang sholat dengan bau-bauan yang tidak sedap sebagaimana sabdanya,

?? ??? ????? ? ????? ??????? ??? ????? ?????? ??? ???????? ????? ??? ????? ??? ??? ???

“Barangsiapa yang makan bawang meran dan bawang putih janganlah ia mendekati mesjid kami sesungguhnya malaikat terganggu dengan apa yang membuat anak adam terganggu”.[12]

Ini adalah gangguan secara indrawi, bagaimana dengan orang yang mengganggu orang-orang yang sedang sholat secara maknawi yang mengganggu mereka memikirkan dan merenungi bacaan dalam sholat mereka, serta memutus kekhusyukan dan ketenangan mereka. Demi Allah, jika saja orang yang lalai ini berpikir dan merenungi kekejian perbuatannya, niscaya dia yakin bahwasanya ia telah melanggar kehormatan masjid, sholat dan hak-hak orang yang sholat. Coba saja dia bayangkan apa yang akan terjadi jika suatu klub musik datang ke halaman mesjid dan memainkan alat musik serta melantunkan lagu di dalam masjid ketika sholat sedang ditegakkan? Dia pasti akan marah dan mengingkarinya. Padahal perbuatannya seperti perbuatan mereka sekalipun lebih ringan kesalahannya. Karena dia hanya menukilkan suara musik di dalam mesjid. Dan inilah sebenarnya inti kemungkarannya yang dilarang oleh syara’. Dan tidak berbeda hukum pengharamannya dalam dua keadaan ini sekalipun berbeda dalam tingkatan haram[13]. Pelaku ini berdosa menurut syara’ dan wajib atasnya bertaubat dan berhenti dari perbuatan itu serta memohon ampunan kepada Allah Ta’ala.

Suatu keniscayaan atas setiap muslim untuk menjaga kehormatan mesjid dan kemuliaan mesjid dari segala noda indrawi dan maknawi. Dan hendaklah ia mengagungkan syiar-syiar Allah, karena pengagungannya terhadap Allah, hukum-hukum dan syara’Nya. Allahu Ta’ala berfirman, “Yang demikian itu adalah barangsiapa yang mengagungkan kehormatan-kehormatan Allah, maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Robbnya”.

Allah juga berfirman,  “Yang demikian itu karena barangsiapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah sesungguhnya itu termasuk ketakwaan hati”.

Kita wajib bangkit dan mengingkari  kemungkaran ini yang menodai rumah-rumah Allah dan merusak waktu dan suasana terbaik orang mukmin ketika beribadah di rumah-rumah Allah tersebut.

Imam sholat dan pengurus mesjid mengemban  tanggung jawab yang bes ar dalam menjaga kesucian mesjid, terutama dalam masalah ini, mereka harus berani mengambil tindakan; dengan mengajarkan kepada jama’ah hukum dan adab menghadiri mesjid serta mengingatkan orang yang melanggar keagungan dan kehormatan mesjid , bahkan jika diperlukan mengambil tindakan yang dipandang baik untuk maslahat mesjd dan kaum muslimin.

Begitu juga para jama’ah mesjid hendaknya saling nasehat-menasehati dan ingat-mengingatkan dengan hujjah yang nyata  dan akhlakul kariimah.

Semoga Allah Ta’ala membukakan hati kita untuk menerima kebenaran, meneguhkan kita di atasnya hingga mati, amin.


[1] Diriwayatkan oleh Ath-Thobroni di Al-Kabiir sebagaimana di dalam kitab Majma’ Az-Zawaid 2/6 ia berkata, “Di sanadnya ada Atho’ bin As-Saib, ia adalah tsiqoh akan tetapi berobah di akhir umurnya sedangkan rijal lainnya adalah tsiqoh”. Hadits yang senada diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah (1/464). Dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shohih Al-Jami’ no. 3271.

[2] Diriwayatkan oleh Ath-Thobroni di dalam Al-Kabir dan Al-Awsath. Dan Al-Bazzar, ia berkata, “Isnadnya hasan sebagaimana di dalam Majma’ Az-Zawaid 2/22 dan ia berkata, “Rijal Al-Bazzar seluruhnya adalah rijal Ash-Shohih”. Dihasankan oleh Al-Albani di Ash-Shohihah (2/215, no. 716).

[3] Sebagaimana hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Ath-Thobroni di dalam Al-Awsath.

[4] Sebagaimana hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari.

[5] Diriwayatkan oleh Abu Dawud (1/159), At-Tirmidzi (1/435) ia berkata, “Hadits Ghorib”. Syaikh Al-Albani berkata, “Shohih”. Lihat Shohih Al-Jami’ hadits no. 2823.

[6] Hadits tentang ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

[7] Diriwayatkan oleh Ahmad, Baihaqi, dari Utsman bin Affan. Al-Albani berkata, “Shohih’. Lihat Shohih Al_jami’  no. 6131.

[8] An-Nur : 36.

[9] Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Abu Hurairah, dishohihkan oleh Al-Albani di Shohih Al-Jami’ Ash-Shohih no. 573.

[10] Muttafaqun ‘alaihi.

[11] Diriwayatkan oleh Ahmad.

[12] Diriwayatkan oleh Muslim.

[13] Semisal dengan ini,  yang terjadi di mesjid-mesjid di kota tempat penulis tinggal, sudah menjadi trend meletakkan sejenis jam besar ala Jerman ‘Junghans’, berbunyi seperti lonceng-lonceng gereja setiap jam. Entah apa yang membuat mereka bangga meletakkan jam tersebut di dalam mesjid sehingga menyerupai lonceng gereja ketika berdentang. Yang lebih parah lagi apa yang terjadi di mesjid agung kota pekanbaru, dimana lantai dasarnya dijadikan tempat pesta pernikahan yang sering kali diiringi alat-alat musik seperti keyboard dan lain-lain, dan dihadiri wanita-wanita yang bertabarruj serta tidak menutup aurat dengan benar. Sementara ketika azan dikumandangkan dan sholat ditegakkan hanya sedikit yang datang, wa ilallahil musytakaa. Begitu juga kebiasaan sebagian mesjid setiap subuh ahad mengadakan ‘didikan subuh’ untuk anak-anak, sambil memanggil dan menunggu kehadiran anak-anak diputarkan lagu-lagu haddad alwi atau  lagu-lagu nasyid lainya menggunakan pengeras suara di menara-menara mesjid. Dimana para ulama? Suara para da’I, khotib dan ustadz yang menjelaskan masalah ini kepada umat? Sungguh suaramu akan didengar jika yang engkau seru adalah orang-orang yang hidup akan tiada kehidupan pada orang-orang yang engkau seru!!

?

Dengan segala kerendahan dan kehinaan

Aku datang .. mengetuk pintuk ampunan

Aku hadir dihadapan-Mu dengan segenap jiwa dan raga

Tatkala hati telah gersang tiada lagi tempat meminta

Tatkala jiwa telah ternoda oleh dosa

Aku tersungkur dalam sujud mengharap maghfiroh

Menangisi segala perbuatanku yang salah

Robbi .. aku telah rasakan panasnya siksa dosa didunia

Jauhkanlah aku dari siksa azab neraka.

LIDAH ?PEDANG BERMATA DUA

??? ???? ?????? ??????

????? ??? ???? ???? ???? ????? ??????? ?? ?????? ?????? ?????? ????? ????????? ?????? ???????? ??????? ?????? ??????? ?????? ????? ???????? ???? ????? ???? ?? ??? ???? ?? ??? ?????? ??? ???? ???? ????.

Lidah itu memang lunak tidak bertulang, oleh karena itu orang yang tidak menguasai ilmu beladiri sekalipun bisa bersilat lidah. Lihatlah ..si fulan yang kemarin mengatakan ‘a’ hari ini berbalik mengatakan ‘b’. si fulan yang lain,  dusta ibarat gula-gula di lidahnya …

Lidah itu tajam laksana pedang bahkan ia adalah pedang bermata dua. Jika luka tersayat pedang tidaklah susah untuk diobati ..tetapi hati yang terluka ditikam kata-kata kemana kan dicarikan penawarnya? Entah berapa banyak persaudaraan terputus ditebas lidah dan tidak sedikit pula dua yang bersahabat jadi musuh bebuyutan karena tikaman lidah.

Padahal Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama ketika ditanya siapa muslim yang paling afdhol? Beliau shollallahu ‘alaihi wa sallama menjawab, “Orang yang selamat kaum muslimin dari lisan dan tanganya”.[1]

Lidah itu berbisa bagai lidah ular yang bercabang dua. Bahkan ia bisa lebih berbahaya dari pada bisa ular.

Lidah juga bisa berobah menjadi binatang buas yang bahkan memangsa tuannya sendiri. Makanya mulutmu harimaumu …

?? ??? ????? ? ??? ??? ????? (??? ???? ???? ????) ???? : “?? ????? ????? ??????? ?? ????? ???? ??? ??? ??? ????? ???? ??? ??? ?????? ???????”

Dari ia Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya ia mendengar Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama berkata, “Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang dia tidak tahu apakah itu baik atau buruk,ternyata menggelincirkannya ke dalam neraka lebih jauh dari antara timur dan barat”.

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Ketahuilah, bahwasanya seyogyanya bagi setiap mukallaf hendaklah ia menjaga lisannya dari seluruh ucapan kecuali ucapan yang ada maslahat padanya. Apabila berbicara atau diam sama maslahatnya, maka yang sesuai sunnah adalah memilih diam. Karena terkadang ucapan yang mubah dapat menyeret kepada yang haram atau makruh, bahkan galibnya inilah yang terjadi, dan keselamatan tidak ada yang bisa menyamai harganya”.[2]

Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, “Termasuk baiknya islamnya seseorang meninggalkan apa-apa yang tidak berguna baginya”.[3]

Jagalah lidahmu duhai saudara

Jangan sampai ia mematukmu, karena dia adalah ular yang bisa

Tidak sedikit orang yang terkubur dibunuh lidahnya

Padahal para pemberani takut menghadapinya.

Seorang muslim, ketika dia hendak berbicara,  ia menimbang apakah berguna atau tidak? Jika tidak berguna dia memilih diam. Jika ternyata berguna dia menimbang lagi ..apakah jika dia diam manfaatnya lebih besar dari pada berbicara?

Imam Asy-Syafi’I berkata, “Jika seseorang berbicara hendaklah ia memikirkan sebelum mengucapkannya, jika nyata maslahatnya ia berbicara dan jika ia ragu, ia diam sampai jelas maslahatnya”.[4]

Beliau juga pernah menasehati sahabat yang juga muridnya, “Hai Robi’, janganlah kamu berbicara dalam perkara yang tidak berguna bagimu. Sesungguhnya jika engkau mengucapkan satu kata, ia akan menguasaimu dan engkau tidak bisa menguasainya”.[5]

Lidah adalah duta hati, jika engkau ingin mengetahui hati seseorang, lihatlah apa yang biasa dia ucapkan. Sesungguhnya itu akan menyingkap apa yang dihatinya, suka atau tidak suka.

Karena lidah itu itu seperti kuali yang mendidih, lidah adalah sendoknya. Perhatikanlah ketika seseorang berbicara, sesungguhnya ia sedang menyendokkan isi hatinya kepadamu, dengan  beragam rasa, pahit, manis, asam, pedas dan lainnya. Sebagaimana engkau bisa merasakan masakan dalam kuali dengan lidah. Engkau juga bisa merasakan hati lawan bicaramu dengan gerak lidahnya ketika bertutur-kata.

Sungguh mengherankan, seseorang bisa dengan mudah menjaga dirinya dari memakan yang haram, berbuat zalim, zina, mencuri, meminum khamar dan dari memandang yang haram, tetapi tidak bisa menahan gerak lidahnya yang lunak tidak bertulang. Bahkan seseorang yang zohirnya ta’at, berwibawa, sopan tetapi dia membiarkan lidahnya mengucapkan kalimat yang dianggapnya sepele padahal satu kalimat itu saja cukup untuk mencampakkannya ke dalam neraka.

Suatu malam, di salah satu villa Malibuanai Padang Panjang, saya berkumpul bersama beberapa ikhwan yang sebagian besarnya masih awwam dalam hal agama.

Lalu secara dadakan, mereka meminta kesediaan saya untuk memberikan sepatah dua kata naseha. Dalam rombongan itu ada seorang pria yang baru mulai belajar mendekatkan diri kepada Allah ..sisa-sisa kelalaian masih membekas diraut wajahnya.

Salah seorang yang tampak agak lebih tua, membuka majelis. Entah apa yang ada dalam benaknya ketika itu, dia berbicara menyindir salah seorang yang hadir - mungkin niatnya baik, ingin mengingatkan si fulan - ia berkata, “Nanti di hari kiamat, pak fulan masuk surga. Saya masih mencari-cari. Saya bertanya, ‘Pak  fulan, mana si fulan’[6]. Pak … menjawab di sebelah’. Saya lihat ke sebelah rupanya di neraka”.

Semua yang hadir gelak terbahak-bahak. Rasa sedih, kasihan, marah membuat saya bungkam menghimpun aksara dan petuah yang semoga berguna bagi diri saya dan yang hadir khususnya pembuka acara yang salah kaprah menghunus lidahnya.

Saya jadi teringat hadits Nabi shollallahu ‘alahi wasallama yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Jundub rodhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, ‘Seseorang berkata, ‘Demi Allah, Allah tidak mengampuni si fulan’. Maka Allah berkata, “Siapa orang yang lancang mendahuluiku mengatakan bahwa Aku tidak mengampuni fulan? Sesungguhnya Aku telah mengampuni si fulan dan Aku hapus amalanmu”.

Ya Allah …

Satu kalimat saja yang dianggapnya remeh menghapuskan amal-amalnya.

Hilanglah sholat yang dulu dikerjakannya

Lenyaplah puasa yang dulu ditunaikannya

Sirnalah zakat, qiyam dan amal kebajikannya.

Karena kelancangan lidahnya mendahului apa yang menjadi hak Allah.

Bahkan orang yang dipandangnya rendah dan hina, yang dia kira masuk neraka. Malah diampuni Allah Ta’ala.

Dahulu, para salafus sholeh sangat menjaga lidah mereka. Setiap saat mereka meng-hisab kalimat yang mereka ucapkan.

Ibnu Buraidah berkata, “Aku melihat Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhuma memegang lidahnya lalu berkata, ‘Katakanlah yang baik engkau pasti beruntung. Atau diamlah dari keburukan engkau pasti selamat’. Maka ditanyakan kepadanya, ‘Kenapa engkau mengucapkan ini?’. Ia menjawab, “Aku dengar, bahwasanya seorang manusia tidak lebih menyesal dan marah kepada anggota tubuhnya selain dari pada lidahnya kecuali orang yang mengucapkan kata-kata yang baik atau menukilkan yang baik dengan lidahnya”.

Sahabat Ibnu Mas’ud bersumpah dengan nama Allah yang tidak ada Ilah yang diibadati dengan hak melainkan Dia bahwa tidak ada dimuka bumi ini yang lebih patut untuk dipenjarakan dari pada lidahnya.

Yunus bin ‘Ubaid berkata, “Aku tidak melihat seseorang yang lidahnya terjaga melainkan aku melihatnya pula pada seluruh amalannya. Dan seorang yang rusak tutur katanya melainkan aku melihatnya tampak pada seluruh amalanya”.

Fudhoil bin ‘Iyadh berpetuah, “Barangsiapa yang menganggap perkataannya bagian dari amalnya, niscaya sedikit perkataannya pada sesuatu yang tidak bermanfaat”.

Gerakan anggota tubuh yang paling ringan adalah lidah, namun itu pula yang paling besar bahayanya bagi seorang manusia.

Abu Hatim rahimahullah berkata, “Wajib bagi orang yang berakal agar berlaku adil kepada telinga dan mulutnya. Dia harus tahu, bahwa ia diberi dua telinga dan satu mulut adalah agar ia lebih banyak mendengar dari pada berbicara. Karena kalau dia berbicara bisa jadi dia akan menyesali dan apabila tidak berbicara dia tidak menyesal. Dan dia akan lebih mudah membantah apa yang tidak dia ucapkan dari pada membantah apa yang telah dia ucapkan”.

Dulu, sebagian ulama tidak menerima hadits dari orang-orang yang berbicara atau mengucapkan kalimat-kalimat yang tidak patut.

Pernah dikatakan kepada  Al-Hakam bin Utaibah, “Kenapa engkau tidak menulis hadits dari Zaadaan?”. Ia menjawab, “Dia banyak bicara”.

Lidah dapat menyebabkan dua petaka besar, jika seseorang selamat dari yang satunya belum tentu selamat dari yang berikutnya.

Dua petaka atau bencana itu adalah : petaka berbicara dan petaka diam.

Seorang yang bungkam dan mendiamkan kebenaran adalah setan yang bisu, bermaksiat kepada Allah, bermuka dua dan menjilat , jika dia tidak mengkhawatirkan bahaya atas dirinya.

Dan orang yang mengucapkan perkataan yang batil adalah setan yang berbicara, bermaksiat kepada Allah dengan kata-kata yang ia ucapkan.

Adapun orang-orang yang berjalan di atas jalan yang lurus - semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan mereka - berada di antara dua petaka tersebut. Mereka menahan lidah mereka dari perkataan yang batil dan melepaskannya untuk sesuatu yang mendatangkan manfaat kepada mereka di akhirat. Oleh karena itu, kita tidak adakan dapatkan salah seorang mereka melontarkan kata-kata yang tidak mendatangkan manfaat apalagi yang bisa membahayakan di akhirat.

Seorang mukmin sepatutnya memiliki tutur-kata yang santun, bersih dan terjaga.

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, “Bukanlah seorang mukmin itu suka mencela, melaknat, berkata yang keji dan kotor”.[7]

Seorang hamba, bisa jadi di hari kiamat datang membawa kebaikan sebesar gunung, lalu dia dapatkan ternyatalidahnya telah memusnahkan semuanya. Atau sebaliknya, dia datang membawa kesalahan yang banyak ternyata lidahnya menghapusnya karena dia banyak berdzikir dan yang berkaitan dengannya.

Ketika seseorang datang kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama lalu berkata, “Hai Rasulullah nasehatilah aku’”. Rasul shollallahu ‘alaihi wa sallama, “Jika engkau berdiri dalam sholatmu, maka sholatlah seolah-olah itu sholat terakhirmu. Dan janganlah engkau mengucapkan kalimat yang esok membuatmu menyesal dan bulatkanlah bersungguh-sungguhlah memutus harapan terhadap apa yang ada ditengan manusia”[8].

Kalau saja setiap kita memegang tiga wasiat ini; sholat dengan khusyu’, menjaga lidah, dan     menggantungkan harapan hanya kepada Allah, niscaya keberuntungan menyertai langkahnya.

Oleh karena itu ketika Uqbah bin Amir bertanya kepada Rasulullah, “Apa keselamatan itu?”. Maka Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama menjawab, “Tahanlah lidahmu dan jadikanlah rumahmu lapang bagimu, serta tangisilah kesalahanmu”[9].

Semoga Allah menjaga kita semua dari petaka lidah …

Semoga Allah menguatkan kita untuk menyuarakan kebenaran

Semoga Allah menguatkan kita untuk menahan lidah dari kebatilan, amin.


[1] Dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Musa Al-Asy’ary.

[2] Al-Adzkar Imam An-Nawawi (1/332).

[3] Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (2318) dari Abu Hurairah.

[4] Al-Adzkar oleh Imam An-Nawawi (1/332).

[5] Al-Adzkar oleh Imam An-Nawawi (1/335).

[6] Maksudnya menyindir  seseorang yang saya sebutkan sebelumnya.

[7] Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Bukhari di Adabul Mufrod, At-Tirmidzi, Al-Hakim dan lainnya. Dishohihkan Al-Hakim dan disetujui oleh Adz-Dzahabi dan Al-Albani. (Ash-Shohihah 1/319 no. 320).

[8] Diriwayatkan oleh Ahmad dan Baihaqi dan dishohihkan oleh Al-Albani (Shohih Al-Jami’ no. 742)

[9] Diriwayatkan oleh Abdullah bin Al-Mubaarok dalam Az-Zuhud (no.134), Ahmad (5/259) dan At-Tirmidzi (2/65) (Ash-Shohihah 2/581).

As of 9/7 7:09am. Last new 6/10 2:20am.  Score: 4041